KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 237 : PERPISAHAN


__ADS_3

Kaisar Racun merasa seluruh kepalanya sakit, jadi ia perlahan-lahan membuka matanya sebelum segera duduk sambil menatap sekitar "Dimana aku? Apa yang sebenarnya terjadi? Jika aku tidak salah maka aku seharusnya sedang bertarung melawan Yamato no Orochi dan hampir mati, lalu--".


Melihat daerah di sekitarnya, Kaisar Racun langsung menyadari dimana ia berada "Bukankah ini Sekte Racun? Kenapa aku bisa kembali kesini?".


Ketika Kaisar Racun masih bingung, suara teriakan Turse terdengar tidak jauh dari dirinya "Tuan, dimana anda? Bertahanlah, Turse datang untuk membantu anda!".


Kaisar Racun menatap ke arah asal suara itu untuk menemukan Turse yang sibuk membuka tumpukan bulu domba yang ada di sekitarnya.


Tumpukan bulu domba berwarna emas ini memang sangat banyak hingga membentuk sebuah gunung kecil.


Setelah membuka semua tumpukan bulu domba itu selama beberapa menit, Turse menemukan Myro jahat yang sedang berbaring di tanah.


Myro jahat berbaring di tanah sambil menatap ke langit, matanya terlihat sedikit kosong.


"Tuan, apakah kau tidak apa-apa? Apakah kau tidak terluka atau mengalami masalah apapun?", teriak Turse dengan khawatir, ia memeriksa dan menatap sekitar tubuh Myro jahat untuk memastikan apakah ia terluka.


Di tengah sedang memeriksa, Myro jahat tiba-tiba tertawa yang mengejutkan semua orang.


Bahkan Kaisar Racun yang baru berdiri memutuskan untuk tidak mendekati Myro jahat, ia melihat Myro jahat yang tertawa dengan takut "Apakah anak ini sudah gila? Ia kalah berkali-kali melawan musuh, apakah hal itu sudah membuatnya menjadi gila?".


Saat Kaisar Racun masih bingung, Myro jahat berkata dengan senang "Akhirnya semua sudah selesai, aku yang sudah menunggu sejak lama untuk hari ini akhirnya tiba!".


Turse terkejut dengan perkataan Myro jahat tersebut, lalu ia berkata dengan khawatir "Tuan, apakah maksud anda waktunya sudah tiba? Tidak mungkin, kenapa begitu cepat? Padahal seharusnya--".


Sebelum Turse bisa menyelesaikan kata-katanya, Myro jahat segera duduk dan menggerakkan tangan kirinya untuk memegang kepala Turse dengan lembut "Turse, terima kasih sudah membantuku selama ini! Bahkan kau harus menemaniku sebagai penjahat dan menipu banyak orang untukku, aku sangat berterima kasih! Tapi aku masih harus merepotkan mu di saat-saat terakhir, apakah kau tidak keberatan melakukan 1 tugas terakhir lagi untukku?".


Tanpa diketahui alasannya oleh Kaisar Racun, Turse menangis.


Air mata jatuh dari wajah Turse, ia melihat Myro jahat dengan sedih "Tuan, kenapa? Padahal anda tidak melakukan kesalahan apapun, lalu kenapa pada akhirnya anda harus--".

__ADS_1


Ketika Turse akan terus berbicara, Myro jahat menghentikannya dengan berkata lembut, seperti seorang ayah yang melihat anaknya.


Myro jahat yang selama ini selalu sangat kasar dan dingin, akhirnya menunjukkan sisi lembutnya "Turse, bukankah aku sudah menjelaskan semuanya padamu dari awal mengenai masalah ini? Pada akhirnya semua makhluk hidup pasti memiliki akhir mereka, ini perpisahan! Apakah kau bisa melakukan 1 tugas terakhir ini untukku?".


Turse menggertakkan giginya, ia menahan air matanya sambil berkata "Tuan, aku pasti melakukan tugas terakhir yang anda berikan sebaik mungkin, aku tidak akan gagal! Oleh karena itu, anda harus selalu menontonku, walaupun anda nanti sudah pergi sekalipun, anda harus menontonku yang terus menjadi kuat. Suatu hari nanti, aku pasti menjadi Kaisar yang membuat anda bangga".


Myro jahat mengangguk "Apapun yang terjadi, aku pasti selalu memperhatikan kalian, baik itu kau ataupun Cesi, lagipula kalian adalah 2 murid ku yang paling aku banggakan, tidak ada lagi murid ku yang lain. Pergilah, jangan terus menangis seperti anak kecil disini!".


Turse mengangguk, ia menghapus jejak air matanya memakai lengan pakaiannya lalu berdiri.


Ia membungkuk kepada Myro jahat sebelum berteriak "Tuan, terima kasih atas ajaran anda selama ini! Jika anda tidak membantuku hari itu, aku pasti masih berada di pinggir jalan atau mati kelaparan! Turse tidak akan melupakan semua yang tuan ajarkan, tidak peduli apapun yang terjadi maka Turse selalu menganggap tuan sebagai guru dan seorang ayah!".


Myro jahat tidak berbicara apapun, ia hanya berdiri sambil sedikit tersenyum.


Turse hanya bisa melihat Myro jahat lagi sebentar sebelum pergi dari sini, tidak diketahui kemana tujuannya pergi kali ini.


Kaisar Racun yang dari tadi mengamati merasa bingung, ia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Myro jahat dan Turse sehingga ia tidak bisa untuk tidak bertanya "Apa yang kalian katakan dari tadi? Kenapa aku tidak tahu kalau kalian memiliki rencana lain? Kemana Turse pergi lalu kenapa kau berbicara seakan-akan kau sudah hampir mati? Sebenarnya apa yang kalian rahasiakan dariku kali ini? Myro, biar aku peringatkan bahwa aku tidak akan membantumu lagi kali ini kecuali kau menjelaskan rencana mu dengan jelas, aku tidak tertarik untuk di tipu lagi dan hampir mati seperti sebelumnya!".


Tanpa menunggu Kaisar Racun yang terkejut kembali sadar, Myro jahat pergi dari tempat ini yang menunjukkan bahwa ia memang sudah menganggap Kaisar Racun tidak penting.


Melihat Myro jahat yang pergi, Kaisar Racun tidak bisa untuk tidak mengejarnya dengan panik "Tunggu, apakah kau sudah gila? Kau pikir tanpa bantuan ku maka kau bisa mengalahkan musuh? Myro!".


Tapi Myro jahat sama sekali tidak peduli pada teriakan Kaisar Racun, ia sudah terbang pergi dari tempat ini.


Myro jahat terbang cukup jauh sebelum berdiri di atas langit yang cukup kosong, tidak ada seorangpun di sekitar.


Air mata jatuh dari wajah Myro jahat, ia bergumam "Ternyata masih cukup menyedihkan untuk meninggalkan dunia ini, namun aku tidak memiliki pilihan lain. Semuanya sudah selesai, aku sudah merencanakan semua yang harus aku lakukan sesuai rencana, sekarang hanya tinggal bagian terakhir! Diriku, dengan ini aku sudah selesai menjalankan bagian ku sesuai rencana, sekarang adalah waktunya bagimu untuk bergerak!".


Setelah mengatakan semua itu, Myro jahat menghapus air matanya dan terbang pergi dari sini.

__ADS_1


Meskipun ia menangis, tapi selama orang melihatnya dengan hati-hati maka mereka bisa menemukan sebuah senyuman di wajah Myro jahat yang menangis seakan-akan ia sudah merasa senang bahwa tujuannya tercapai.


...----------------...


Di tempat yang tidak diketahui pada aliran waktu, terdapat sebuah tempat yang hanya dipenuhi oleh bunga-bunga dengan berbagai warna serta terlihat sangat cantik.


Di antara semua taman bunga itu, terdapat sebuah rumah kayu kecil yang terletak di tengah-tengah taman bunga. Karena di sekitarnya hanya ada taman bunga, keberadaan rumah kayu ini pasti sangat menarik perhatian.


Pada rumah kayu tersebut, terdapat seorang pria yang sudah cukup tua, lebih tepatnya ia terlihat seperti Myro namun jauh lebih tua.


Pria ini tidak lain adalah ingatan Myro yang tertinggal di aliran waktu akibat Sha Rein yang terus mengulang waktu.


Saat ini jiwa Myro itu sedang mengamati papan catur di depannya.


Tidak diketahui berapa lama waktu berlalu, sebuah senyuman muncul di wajah jiwa Myro itu.


Ia menggerakkan 3 pion catur putih untuk mengalahkan raja hitam musuh, setelah berhasil menang maka 2 pion catur putih ikut jatuh sehingga hanya ada 1 pion putih yang bertahan.


Melihat semua itu, jiwa Myro itu berdiri sebelum tertawa keras "Akhirnya, akhirnya semua sudah selesai! Aku sudah menunggu disini selama miliaran tahun, ternyata semua itu memiliki kegunaannya sekarang! Prometheus, dimana kau?".


Tiba-tiba seluruh taman bunga itu bergetar, sosok Prometheus yang pernah membuang Myro menuju Dunia Rangda berjalan ke depan rumah itu.


Sosok Prometheus yang sebesar raksasa itu bertanya dengan ragu ke arah rumah kayu dimana jiwa Myro berada "Tuan Myro, kenapa anda memanggilku? Apakah ada masalah?".


"Prometheus, bukankah kau masih memiliki 1 hutang lagi kepadaku?", tanya jiwa Myro dengan hati-hati.


Mendengar itu, Prometheus mengangguk tanpa ragu "Tuan Myro sudah membantuku lepas dari tahanan sehingga aku setuju untuk membantu Tuan Myro menyelesaikan 3 masalah. 1 masalah yaitu membuang Tuan Myro menuju Dunia Rangda agar Tuan Myro tidak terbunuh oleh badai dimensi. Masalah ke 2 yaitu memisahkan Tuan Myro dengan seorang wanita bernama Cesi, aku tidak tahu alasannya tapi aku hanya melakukan tugas sesuai dengan yang diberikan. Lalu masih ada 1 kesempatan lagi, apakah Tuan Myro sudah memutuskannya? Masalah apa yang perlu aku lakukan?".


Jiwa Myro mengangguk "Myro jahat sudah menyelesaikan tugasnya, aku tidak berpikir bahwa diriku yang jahat itu bisa melakukan semua tugas dengan baik, ini waktunya menuju panggung terakhir! Prometheus, aku membutuhkanmu untuk melakukan suatu hal terakhir! Kali ini benar-benar menjadi yang terakhir sebab setelah ini, maka aku tidak membutuhkan bantuan mu lagi!".

__ADS_1


"Tuan Myro bisa mengatakannya!", kata Prometheus tegas "Aku bukanlah orang yang tidak tahu berterima kasih, Tuan Myro sudah membebaskan ku dari penjara suram itu sehingga aku harus membantu Tuan Myro sesuai persyaratan awal sebanyak 3 kali".


Jiwa Myro mengangguk sebelum mengatakan apa tugas terakhir yang perlu dilakukan oleh Prometheus ini untuknya.


__ADS_2