KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
13. Menyingkirkan Musuh dalam Selimut


__ADS_3

"Aku juga senang berkenalan denganmu nak."


"Paman terima kasih atas sajiannya, suatu saat pasti saya akan mampir ke restoran paman ini lagi". Ada sebuah rencana yang disiapkan oleh Han Lian An di masa mendatang. Senyum mengembang di bibirnya.


"Cu Xian, sudah waktunya kami melanjutkan perjalanan lagi."


"Terima kasih atas kunjungannya tuan."


"Ayo An er!"


"Baik Kek."


Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Kota Harsi.


"An er, pastikan kau menghilangkan auramu sehingga perjalanan kita aman."


"Baik Kek"


Han Lian An kemudian menghilangkan auranya dan menekannya jangan sampai merembes keluar.


Mereka berdua kemudian segera bergerak kembali. Mereka berdua bergerak dengan tidak terburu-buru. Canda tawa mengiringi perjalanan mereka.


***


Di kerajaan iblis


Setelah memastikan cahaya giok jiwa Jenderal Wang Sui dan seluruh pasukannya mati, Komandan Wu San kembali menghadap Raja Wang Hu.


Sesampai di aula utama kerajaan, Komandan Wu San segera bersujud dan ingin melaporkan matinya Jenderal Wang Sui. Seluruh tubuhnya bergetar, menandakan ketakutan yang mendalam.


“Yang Mulia, Mohon ampuni hamba.”


“Ada apa Wu San, kenapa kau kembali lagi?”


“Mohon ijin melaporkan sesuatu Yang Mulia.” Badan Komandan Wu San bergetar, dia takut mendapat hukuman yang berat.

__ADS_1


segera sampaikan.” Salah seorang jenderal yang sejak tadi menunggu laporan Wu San sudah mulai gak sabar dan segera menanyakan kepada Komandan Wu San. Dia berharap kedatangan Wu San ke aula utama kerajaan untuk melaporkan pasukan yang diutus sebelumnya semua mati.


“Lapor Yang Mulia, giok jiwa Jenderal Wang Sui dan seluruh pasukannya telah padam”


“Akhirnya yang kuharapkan benar-benar terjadi.” Batin Jenderal itu. Dia sangat senang namun wajahnya tetap menunjukkan kesedihan.


Raut wajah Raja Wang Hu terlihat sangat marah, Setelah mengirim salah seorang jenderal terkuatnya, ternyata masih belum cukup untuk merebut Wang Yong, bukan hanya gagal merebut Wang Yong, namun seorang Jenderal terbaiknya dan seluruh pasukannya mati.


Apa? Tidak mungkin adik Sui mati. Apa buktinya?” Sang jenderal sangat bagus dalam berpura-pura. Dia terus menampilkan mimik kemarahan. Raja yang juga kaget mendapat informasi tersebut belum sempat berteriak. Raja sangat marah karena kehilangan pemilik calon tubuhnya dan orang yang paling dia percayai di kerajaan.


Komandan Wu San kemudian mengeluarkan sesuatu yang terbungkus kain berwarna merah. Bungkusan itu kemudian dibuka dan tampak sebuah batu giok yang sudah tidak bercahaya lagi.


“Jenderal, Ini batu giok jiwanya Jenderal Wang Sui. Mohon di cek.” Komandan Wu San kemudian berdiri dan mendekat ke arah sang jenderal.


Jenderal Wang Qian menerima batu giok adiknya dengan wajah muram penuh kemarahan, namun hatinya sedang bersuka cita.


Jenderal Wang Qian segera berlutut di hadapan Raja Wang Hu.


"Yang Mulia, mohon ijinkan hamba memburu pembunuh adik hamba."


Raja Wang Hu sedikit kaget saat melihat Wang Qian berlutut. Berlutut merupakan sesuatu yang tabu bagi Wang Qian karena dia merasa yang paling kuat setelah raja di kerajaan iblis dengan ranah kultivasi tertinggi. Selama ini Wang Qian merasa dialah yang paling layak menjadi raja karena dia juga termasuk salah satu keturunan raja sebelumnya. Namun karena ranah kultivasinya jauh di bawah Wang Hu, dengan terpaksa dia melepaskan jabatan itu.


“Wang Qian, karena kamu sedang kehilangan adikmu, biarkan yang lain yang melaksanakan misi menjemput Wang Yong.” Raja berusaha mengalihkan tugas kepada yang lain karena merasa curiga dengan keinginan Wan Qian


“Saya tidak apa-apa Yang Mulia. Ijinkan hamba memburu pembunuh adik saya.”


“Wang Qian, bukannya selama ini kau sangat membencinya?”


“Tidak Yang Mulia, saya sangat menyayanginya. Kami sering bertengkar karena perbedaan pendapat itu adalah suatu hal yang biasa dalam keluarga. Selain itu di kerajaan ini, sayalah yang paling kuat. Sedangkan adik Wang Sui adalah yang terkuat kedua, jadi tidak ada yang lebih layak melawan pembunuh adikku selain aku.”


“Wang Qian, berarti sekarang dirimu sedang berkabung. maka beristirahatlah dan tenangkan dirimu!.


“Dia mempersulitku, apakah sudah tahu rencanaku.” Batin Wang Qian.


“Yang Mulia, saya akan sangat malu kepada adikku jika bukan aku sendiri yang membalas dendamnya.”

__ADS_1


“Baiklah jika itu keinginanmu, kamu boleh mengajak beberapa pasukan elit.” Raja Wang Hu sudah tidak bisa mencegah keinginan Wang Qian. Selain sulit mencari alasan lain juga takut Wang Qian mengamuk di aula utama kerajaan. Raja Wang Hu sangat tahu kekuatan Wang Qian, dia merupakan salah satu aset penting bagi kerajaan iblis. kehilangan Wang Qian merupakan kehilangan besar bagi kerajaan iblis.


“Siap Yang Mulia.” Wang Qian benar-benar bahagia. Keinginan yang sudah dipendamnya selama ini akan segera tercapai.


“Maaf yang mulia, apakah ada informasi awal dimana mereka?, mungkin akan mempercepat saya menemukan mereka.” Wang Qian ingin secepatnya mengejar Wang Yong maka jalan tercepat adalah bertanya kepada raja yang membei penanda jiwa pada Wang Yong.


Raja kemudian diam, mengedarkan energi jiwanya mencari penanda jiwa yang disematkan pada Wang Yong.


“Mereka sedang bergerak dari Luoyang menuju Harsi.” Raja Wang Hu segera memberitahukan dimana posisi Wang Yong setelah mengetahui dimana penanda jiwanya.


“Baik Yang Mulia. Mohon ijin untuk segera berangkat.”


“Silahkan berangkat!” Wang Qian segera bergerak menuju aula pasukan elit.


“Yang Mulia.” Seorang jenderal berlutut di depan Raja Wang Hu.


“Berdirilah Wang Tan!”


“Baik Yang Mulia.” Wang Tan kemudian bediri setelah diperintahkan Raja Wang Hu.


“Ada yang ingin kau sampaikan?”


“Iya yang Mulia, mohon ijin menyampaikan”


“Silahkan sampaikan Wang Tan!”


“Mohon maaf Yang Mulia, selama ini Wang Qian adalah jenderal yang ingin menggulingkan Yang Mulia. Dia juga jarang sekali taat pada perintah Yang Mulia.”


"Benar Yang Mulia, Wang Qian selama ini selalu merendahkan Yang Mulia dan tidak menganggap Yang Mulia sebagai raja. Mohon ampun Yang Mulia. Jenderal Wang Tan menimpali pendapat sebelumnya.


“Benar Yang Mulia, Wang Qian tidak layak mendapatkan tugas ini.”


“Mohon Yang Mulia menggantinya!”


Terjadi keriuhan di ruang istana, hampir semua jenderal kerajaan yang hadir memprotes kebijakan raja yang mengijinkan Wang Qian mengejar Wang Yong. Mereka yakin Wang Qian mempunyai sebuah rencana menggunakan Wang Qian untuk pemberontakan.

__ADS_1


"Semua tenang!" Raja iblis yang mendengar keributan di aula utama kerajaan menjadi marah. Seketika ruang menjadi sunyi.


"Saya mengirimnya juga bukan tanpa alasan, Jenderal Wang Sui merupakan salah satu Jenderal terkuat kita, dia saja kalah. Sudah jelas lawan yang akan dihadapi sangat kuat. Sedangkan Jenderal yang paling kuat diantara kalian adalah Wang Qian. Jika Wang Qian tewas maka sudah tidak ada musuh dalam selimut lagi. Saya lebih ingin kalian tetap bersamaku" Raja menjelaskan maksud dan tujuan mengirimkan Wang Qian.


__ADS_2