
"Patriak, ternyata kau datang kesini!", kata Tetua Bangau dengan hormat, lalu ia menemukan Lyse di samping Myro sehingga ia segera mengambil sebuah topeng yang memiliki bentuk kepala laba-laba sambil berkata "Ternyata Nak Lyse sedang berjalan-jalan bersama ayahnya, kalau begitu biarkan Kakek Bangau ini memberikanmu sebuah topeng secara gratis".
Lyse tidak segera menerimanya melainkan menatap Myro dulu, setelah menemukan i bahwa Myro mengangguk maka Lyse menerima topeng itu "Terima kasih, Kakek Bangau! Lyse pasti memakai topeng ini selama festival".
"Tetua Bangau, kau masih belum menjawab pertanyaan ku. Kenapa kau menjual topeng di festival? Jika kau tidak memiliki pekerjaan lain, kenapa tidak sekali-kali menggantikan Sun Wu agar ia tidak perlu terlalu sibuk bekerja setiap hari hingga tidak memiliki waktu untuk keluarganya. Untuk bisa menjual topeng seperti ini, nampaknya Tetua Bangau tidak memiliki kesibukan apapun", kata Myro tersenyum ramah.
Tetua Bangau berkeringat dingin, ia tahu seberapa banyak pekerjaan Sun Wu setiap harinya yang membuat ia tidak tertarik membuang waktunya dengan tumpukan dokumen seperti Sun Wu.
Oleh karena itu, Tetua Bangau berteriak dengan panik "Patriak, ini adalah hal yang penting! Aku sedang bertanding dengan Lanzar tua untuk menentukan siapa yang paling hebat berjualan di festival ini dan mendapatkan keuntungan, aku tidak bisa kalah dari pria tua sombong itu".
"Tetua Lanzar juga membuang waktunya seperti ini?", tanya Myro.
Tetua Bangau menunjuk ke arah toko di depannya.
Myro melihat ke arah dimana jari Tetua Bangau menunjuk untuk menemukan Lanzar yang sedang memasak nasi goreng di stan miliknya.
Melihat Lanzar yang berkeringat sambil memasak nasi goreng, Myro sedikit tidak bisa berkata-kata. Bagaimanapun mereka masih tetua dari Sekte Zodiak, kenapa mereka membuang-buang waktu untuk hal seperti ini.
"Patriak, apakah kau juga ada disini?", suara seorang pria muncul di belakang Myro.
Myro berbalik untuk menemukan Feka yang bersama seorang anak laki-laki berusia sekitar 20 tahun dan Monica, serta seorang bayi perempuan di tangan Monica.
Myro tahu bahwa anak laki-laki tersebut adalah anak Feka yang sudah ada sebelum Myro dan yang lainnya pergi ke Dunia Kaisar, tapi Feka dan Monica harus meninggalkan anak tersebut untuk pergi ke Dunia Kaisar yang dipenuhi resiko.
__ADS_1
"Aku sedang berjalan bersama Lyse, nampaknya kau juga sedang sibuk berjalan-jalan di festival ini, Kaisar Kegelapan?", kata Myro.
"Apa yang patriak katakan, walaupun aku sudah menjadi Kaisar tapi itu hanya sebuah julukan, patriak bisa tetap memanggilku Feka. Festival ini hanya diadakan setahun sekali, tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga pada hari ini", kata Feka tersenyum pahit "Nak Lyse, apakah kau sedang berjalan-jalan dengan ayahmu? Untunglah ayahmu akhirnya bisa meluangkan waktunya untukmu, paman memiliki sedikit hadiah festival untukmu".
Feka memberikan pisau rank 2 yang ia dapatkan dari sebuah stan permainan menembak hadiah, secara kebetulan Feka mendapatkan hadiah ini. Karena tingkat pisau ini terlalu rendah yang tidak berguna baginya, lebih baik memberikannya kepada anak-anak seperti Lyse.
Setelah itu Feka pergi bersama keluarganya lagi, ia memiliki alasan yang sama dengan Turse yaitu agar memberikan lebih banyak waktu bagi Lyse untuk bersama ayahnya Yangs sering sibuk bekerja.
Myro sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap sikap semua orang "Apakah aku sudah menjadi gila kerja seperti Sun Wu juga tanpa bisa aku sadari?".
Saat Myro sedang berpikir, suara wanita yang tegas terdengar dari samping "Ayah, kenapa kau pergi ke festival tanpa menunggu Yura? Padahal Yura berpikir ketika ayah dan Lyse menonton pertunjukan, maka kalian berencana mengajak Yura juga untuk jalan-jalan di festival".
Sosok Yura berlari mendekati Myro, ia sudah terlihat lebih dewasa sekarang.
Yura sekarang terlihat seperti wanita muda berusia sekitar 20 tahun dengan rambut putih panjang, ia memiliki wajah yang cantik dan dijuluki sebagai wanita paling cantik di Sekte Zodiak.
"Maaf, ayah berpikir kau masih sibuk dengan masalah pertunjukkannya sehingga aku berpikir untuk membawa Lyse makan siang dulu. Kau sekarang sudah disini, kenapa tidak pergi makan siang bersama?", tanya Myro.
"Ayo, Yura juga sudah lapar!", teriak Yura yang memegang sisi lain dari tangan Lyse.
Myro, Lyse dan Yura mencari sebuah tempat makan, mereka duduk di meja kosong sambil memesan makanan saat pelayan datang.
Ketika baru sudah memesan, Myro bertemu kenalan lagi disini yaitu Shi Yan bersama Rena dan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun yang memiliki tubuh gemuk seperti Shi Yan.
__ADS_1
Selama dunia menjadi damai ini, Shi Yan yang kehilangan beban pikiran dan tidak berlatih lagi kembali menjadi gemuk. Setiap hari ini selalu makan dengan jumlah yang besar, bahkan Shi Yan menjadi lebih gemuk dari sosoknya di bumi dulu.
Shi Yan yang baru sudah makan 10 mangkuk makanan tentunya menemukan keberadaan Myro juga, ia berdiri sambil membungkuk hormat bersama Rena "Patriak!".
Myro melambaikan tangannya "Tidak perlu terlalu sopan, ini adalah festival. Tapi Shi Yan, apakah kau tidak berpikir untuk menjadi kurus lagi? Dengan berat seperti itu maka kecepatan mu pasti menurun, bagaimana kau bisa melindungi keluargamu di masa depan apabila gerakan mu lambat?".
Shi Yan memegang kepalanya dengan malu "Tuan benar, tapi Rena sudah sangat kuat disini, ia bahkan lebih kuat dariku. Oleh karena itu, Rena sudah lebih dari cukup untuk melindungi aku dan keluarga kami".
Myro sedikit tidak bisa berkata-kata, pada akhirnya Shi Yan memang tidak bisa menjadi Kaisar. Orang yang menjadi Kaisar yaitu Rena, ia dijuluki sebagai Kaisar Pedang meskipun Myro masih lebih sering memanggilnya Permaisuri Pedang.
Anak Shi Yan juga berdiri dengan kesulitan dari kursinya akibat berat tubuhnya, ia berkata dengan hormat kepada Myro "Patriak".
Senyum ramah muncul di wajah Myro "Shi Deta, tidak perlu memanggilku patriak. Bukankah sudah diberitahu berkali-kali untuk memanggilku Paman Myro? Aku dan ayahmu adalah teman dekat, tidak perlu terlalu sopan".
"Baik, Paman Myro", kata Shi Deta yang merupakan anak Shi Yan.
Yura dan Lyse yang ada di sisi lain juga menyapa dengan hormat "Paman Shi Yan, Bibi Rena, senang melihat anda sehat".
"Apakah kalian sedang jalan-jalan keluarga juga?", kata Shi Yan sambil tersenyum, lalu ia sedikit menghela nafas "Nasibnya, tubuh Zhi Li menjadi lemah sejak beberapa tahun yang lalu hingga menyebabkan ia sulit untuk berjalan-jalan. Tapi orang yang kita bicarakan ini adalah Zhi--".
Sebelum Shi Yan bisa menyelesaikan perkataannya, Rena yang ada di samping memukul tangan kanan Shi Yan dengan ringan.
Pada awalnya Shi Yan bingung, namun i tiba-tiba mengingat sesuatu "Maaf patriak, aku melakukan kesalahan! Sekaran namanya bukan lagi Zhi Li, tapi Li Aras. Aku sudah sering menyebut Tetua Zhi dari dulu yang menyebabkan aku sering lupa bahwa namanya sudah berubah sejak bersama patriak. Aku yakin Li Aras akan kembali sehat lagi. Bagaimana dengan keadaan Gristi? Sejak melahirkan adik untuk Lyse, Gristi sudah tidak sering lagi mengurusi masalah sekte".
__ADS_1
Myro segera menjawab "Aku tidak keberatan apakah kalian masih berencana memanggilnya Zhi Li atau Li Aras. Sedangkan untuk Gristi, ia akhir-akhir ini sibuk dengan kesehatan anak ke 2 ku. Mungkin Gristi sedikit terlalu berlebihan, ketika anak ke 2 ku itu bisa berdiri ia sangat senang hingga berlari untuk memberitahukannya kepadaku di tengah pertemuan sekte".
"Aku mengingat kejadian itu", kata Shi Yan yang tidak bisa melupakan keberadaan Gristi yang tiba-tiba muncul di tengah pertemuan sekte tersebut.