KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
12. Cepat Belajar


__ADS_3

“Iya kek, saya belum pernah memakannya. Makanan seperti ini sering saya lihat di kerajaan namun saya tak pernah merasakannya. makanan seperti ini hanya ayah dan ibunya yang mengkonsumsi serta para tamu besar yang datang. Kata mereka, makanan seperti ini tidak cocok untuk tubuhku yang sedang berkembang.” Han Lian An benar-benar merasa tidak dianggap anak selama ini karena tidak pernah mendapatkan makanan yang sangat enak dan berenergi seperti di depannya.


Han Lian An sudah bersama orang tuanya 8 tahun lamanya namun belum mendapatkan perhatian sebesar ini, sedangkan seorang kakek yang baru dikenalnya memberikan makanan mahal kepadanya. Awal saat diajak bersama Kakek Han Yu untuk bersamanya, Han Lian An merasa ragu untuk mengikutinya. Karena orang yang selama ini sudah diakui sebagai orang tuanya saja menghianatinya maka bagaimana dengan orang baru yang menjadi lawannya itu. Namun rasa itu semakin berkurang dan bertambah rasa percayanya pada Kakek Han Yu.


Han Lian An melanjutkan menyuapkan daging rusa api ke mulutnya sembari sesekali memandang wajah Kakek Han yu yang juga sedang mengunyah daging rusa api.


Setelah menghabiskan daging Rusa api, Han Lian melanjutkan dengan menyerap energi yang sudah masuk ke dalam tubuhnya ke dalam dantiannya. Dia pun kemudian menstabilkan energi tersebut.


Setelah dirasa energi yang diserapnya mulai stabil, dia mulai menyeruput teh akar bambu ungu. rasa segar seketika menjalar di mulutnya, lemak-lemak yang menyelimuti daging rusa api seakan luntur dari tenggorokan dan mulutnya.


“Sungguh pasangan makanan dan minuman yang luar biasa.” Batin Han Lian An. Dia melanjutkan menikmati teh akar rumput bambu ungu yang sangat menyegarkannya.


Setelah selesai menyantap daging rusa api dan menghabiskan segelas teh akar bambu ungu, dia membiarkan piring, sendok dan gelas berserakan. Kakek Han Yu yang juga sama telah menyelesaikan makannya, memberikan contoh cara menata perlengkapan makan setelah selesai memakannya.


“An er, rapikan perlengkapan makanmu!”


“Nanti ada pelayan kek!”


“An er, biasakan merapikan peralatan makanmu sendiri. Permudahlah pekerjaan orang lain!”


“Kenapa kita harus melakukannya kek, bukannya merapikan bagian tugas mereka?”


“Karena kalau kita mempermudah orang lain, maka kita akan dipermudah orang lain.”


“Baik kek.” Han Lian An kemudian merapikan peralatan makannya mengikuti apa yang dicontohkan kakeknya.


“Kakek!”


“Iya.”


“Boleh bertanya?”


“iya boleh!”


“Mengapa kakek memilih lantai 4 untuk makan, di lantai manapun bukannya sama saja kita sama-sama makan?”

__ADS_1


“Apa yang kau rasakan dengan makanan yang baru saja kau habiskan?”


“Makanan yang sangat lezat, lembut dan penuh dengan energi qi, beberapa kali makan disini sepertinya aku akan naik tingkat.”


“Kalau untuk tempat bagaimana?”


“Tempat yang bersih, bagus, sepi dan nyaman.”


“Itulah jawaban pertanyaanmu tadi.”


“Maksud kakek?”


“Kakek memilih lantai 4 yang terkenal dengan harga sewa yang sangat mahal, karena disini kita disediakan tempat yang sangat nyaman dan makanan berkualitas tinggi. Hewan yang kita makan adalah hewan spiritual level 3. Kakek juga ingin kau merasakan masakan yang enak karena bisa jadi kita akan merasakannya lagi dalam jangka waktu yang lama”  Kakek Han Yu berusaha menjelaskan namun dengan menggunakan pendapat cucunya sendiri sebagai acuan penjelasannya. Ia ingin cucunya bisa mengambil ilmu dari setiap permasalahan yang terjadi dan menjadikan ilmu tersebut bisa bersikap yang terbaik.


“Hewan spiritual tingkat 3? Bukannya hewan yang sangat langka ya kek?


“Betul sekali An er, makanya harga makan di lantai 4 sangat mahal karena kelangkaannya. Di restoran ini, lantai menunjukkan tingkat hewan spiritual. Lantai 1 untuk hewan biasa, lantai 2 untuk hewan spritual tingkat 1 dan seterusnya sampai lantai 4 untuk hewan spiritual tingkat 3. Banyak yang datang kesini untuk meningkatkan kultivasinya karena takut atau malas berburu sendiri”.


“Lalu kenapa kakek mengucapkan terima kasih kepada pelayan, bukannya memang kewajiban pelayan melayani pembeli?”


"An er, ketika ada orang yang kau bantu, kemudian dia pergi begitu saja. Bagaimana perasanmu?


"Lalu apa yang kau harapkan?"


“Paling tidak dia harus mengucapkan terima kasih, lebih baik lagi memberi imbalan." Han Lian An semangat menjawab pertanyaan Kakeknya.


"Kalau orangnya mengucapkan terima kasih, apa yang kau rasakan?"


"Saya tidak pernah merasakannya kek, belum pernah ada yang mengucapkan terima kasih padaku selama ini."


"Baiklah, seseorang yang diberi ucapan terima kasih atas perbuatan baiknya walaupun itu kewajibannya, maka dia akan merasa bahwa pekerjaannya dihargai. Dia akan merasa harga dirinya naik karena dihormati. Dia juga akan merasa bahagia dan biasanya akan menjadi lebih terbuka."


"Mengucapkan terima kasih juga merupakan bentuk rasa syukur kita atas kebaikan orang lain. Maka jangan pelit untuk mengucapkannya."


"Hemm. Terima kasih kek atas penjelasannya. An er sudah memahami semuanya." Han Lian An yang sudah memahami maksud dari perbuatan yang dilakukan kakeknya sebelumnya mengucapkan terima kasih. Saat di kerajaan iblis hal-hal dasar seperti ini tidak pernah didapatkannya. Dia hanya belajar bagaimana meningkatkan kekuatan tubuh dan meningkatkan kuktivasi.

__ADS_1


"Anak pintar, kau langsung memahami penjelasanku." Kakek Han Yu merasa sangat bahagia. Selain kuat, cucu barunya ini juga merupakan anak yang sangat cerdas. Sangat sulit mencari padanannya di dunia kultivasi.


"An er, sudah waktunya kita melanjutkan perjalanan lagi!"


"Baik Kek."


Mereka berdua kemudian segera berdiri. Seorang pelayan yang sejak tadi berdiri di dekat pintu masuk segera membereskan meja tempat makanan disajikan.


"Kakek sering ke restoran ini?" Sembari turun mereka berdua berbincang santai.


"Setiap melewati Kota Luoyang, biasanya Aku sempatkan mampir ke restoran ini. Karena restoran ini yang menyediakan makanan terenak dengan kualitas daging terbaik."


"Hemm. Kualitas masakannya memang benar-benar enak wajar jika banyak yang suka."


"Semakin ke bawah, pengunjung restoran semakin banyak. Pastinya lantai 1 adalah lantai yang paling ramai. Selain karena rasanya yang enak, di lantai 1 harga makanannya juga terbilang ramah di kantong kultivator ranah penguatan qi.


Ketika sampai di lantai paling bawah, mereka disambut seorang paruh baya sang pemilik restoran.


"Selamat pagi tuan!"


"Selamat pagi Cu Xian."


"Terima kasih atas kunjungannya tuan."


"Terima kasih atas sajian yang luar biasa Cu Xian, kualitas masakan restoran ini semakin lama semakin baik."


"Mohon maaf, saya tidak bisa menemani tuan tadi saat di atas."


"Tidak apa-apa Cu Xian. Aku hanya ingin memperkenalkan restoranmu pada cucuku. Perkenalkan ini cucuku Han Lian An."


"Cucu?"


"Iya cucuku."


"Cu Xian." Cu Xian mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Han Lian An. Senang berkenalan dengan paman." Han Lian An menyambut uluran tangan Cu Xian. Dia juga mengenalkan dirinya.


"Anak ini benar-benar cepat belajar." Melihat keramahan Han Lian An membuat Kakek Han Yu sangat bahagia.


__ADS_2