
Myro sekarang mengerti alasan Rangda membuat perisai hitam yang menutupi seluruh dunia ini, ternyata selama perisai ini selesai terbentuk maka Rangda tidak akan bisa mati dan selalu muda, bahkan kekuatannya meningkat puluhan kali lipat daripada sebelumnya. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa Rangda yang sekarang tidak terkalahkan.
Myro melihat pedang di tangannya dan memutuskan untuk menyimpan pedang tersebut sebab Myro tahu, tidak peduli seberapa banyak ia menebas Rangda saat ini maka Randa tidak akan pernah mati.
Setelah menyimpan pedangnya, Myro berkata dengan wajah datar "Berapa banyak hidup manusia yang kau gunakan untuk membuat perisai itu?".
"Apakah itu penting?", kata Rangda yang berjalan menuju ke depan sebuah cermin, ia menatap wajah mudanya di cermin penuh dengan kebanggaan "Apakah kau melihatnya? Di dunia ini sekarang, aku adalah wanita paling cantik, bahkan seluruh pria di dunia harus berlutut di bawah kecantikan ku. Bagaimana Myro? Aku akan memberimu kesempatan terakhir, menyerah lah! Dengan cara itu maka kau bisa menjadi tangan kananku, wanita paling cantik di dunia ini".
Meskipun wajah Rangda yang sudah mendapatkan bantuan ilmu hitam memang sangat cantik, bahkan ada daya tarik yang bisa membutakan seluruh pria yang menatapnya, wajah Myro masih sangat dingin.
Myro melihat Rangda dengan aura membunuh yang sangat kuat, kecantikan Rangda sama sekali tidak bisa mempengaruhi Myro sedikitpun "Aku tanya sekali lagi, berapa banyak hidup manusia yang kau gunakan untuk membuat perisai itu?".
Senyuman di wajah cantik Rangda langsung menghilang, ia tahu bahwa Myro menolak untuk menyerah padanya yang membuat Rangda menjadi suram "Apa pedulinya hal itu denganmu? Seperti yang kau katakan sebelumnya, orang mati tidak perlu tahu lebih banyak. Aku sudah membunuh terlalu banyak manusia untuk menyelesaikan perisai ini hingga aku tidak bisa mengingat jumlahnya lagi. Myro, biar aku tanya kepadamu. Apakah kau perlu mengingat jumlah semut yang sudah kau bunuh? Begitu halnya denganku, manusia tidak jauh berbeda dari semut!".
Myro tidak berbicara selama beberapa saat sebelum menatap Rangda "Begitu, aku benar-benar mengerti sekarang bahwa kau sudah jatuh terlalu jauh. Keberadaan sosok sepertimu hanya akan membawa masalah ke dunia, kau tidak perlu hidup lebih lama lagi!".
Mendengar perkataan Myro, Rangda tersenyum mengejek "Lalu apa yang akan kau lakukan? Selama langit hitam itu masih ada di atas langit maka kau tidak akan bisa membunuhku! Walaupun kau tahu keberadaan langit hitam di langit, kau tidak akan bisa menghancurkannya. Apa yang bisa dilakukan manusia lemah sepertimu?".
"Taurus, ini waktunya untuk bersinar!", teriak Myro dengan mata bersinar "Ayo kita tunjukkan kepadanya bahwa tidak semua orang bisa menjadi Kaisar, walaupun aku sudah tidak memiliki kekuatan Kaisar lagi namun semua sosok Kaisar bukanlah sesuatu yang bisa orang lain remehkan. Terutama Kaisar yang dijuluki sebagai Kaisar terkuat!".
"Saya mengerti, tuanku!", suara teriakan Taurus tiba-tiba bergema di seluruh ruang harta tersebut.
__ADS_1
Taurus muncul di belakang Myro dengan sebuah palu perak raksasa yang diletakkan pada pundaknya, sebuah senyuman lebar muncul di wajah Taurus "Aku Taurus, sang Banteng! Setiap musuh tuanku ditakdirkan untuk mati di bawah palu ku, aku tidak akan pernah mengizinkan siapapun berdiri dengan sombong dihadapan tuanku! Tuanku, izinkan aku untuk bergabung dan memberikan kekuatanku pada tuan!".
"Izin diberikan!", kata Myro tegas.
Perlahan-lahan sosok Taurus berubah menjadi cahaya putih yang terbang ke tubuh Myro, seluruh tubuh Myro ditutupi oleh cahaya putih.
Baik itu Rangda, Pona dan Cesi yang melihat semua itu merasa terkejut sebab mereka tahu bahwa di dunia ini sama sekali tidak bisa memakai roh akibat perisai hitam Rangda, tapi Myro benar-benar bisa memanggil roh miliknya meskipun hanya Taurus sendirian.
Tidak lama kemudian, cahaya putih yang menutupi tubuh Myro menghilang, sosok Myro yang bergabung bersama Taurus akhirnya terlihat di depan mata semua orang.
Myro sekarang memiliki tinggi 2 meter dengan sepasang tanduk banteng yang terlihat sangat kuat di atas kepalanya. Myro memakai sebuah pakaian berwarna yang terbuat dari kulit banteng, walaupun terbuat dari kulit maka pakaian ini jauh lebih kuat daripada banyak artefak yang terbuat dari besi langka sekalipun.
Merasakan kekuatan Myro yang meningkat puluhan kali juga, Rangda sama sekali tidak panik.
Ia menatap Myro dengan dingin "Apabila kekuatanmu meningkat maka kau pikir sudah menang? Bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya bahwa aku tidak bisa mati, oleh karena itu tidak peduli seberapa kuat dirimu dari diriku maka itu semua tidak berguna, aku tidak akan kalah!".
"Apakah begitu?", kata Myro tersenyum percaya diri "Kau mungkin tidak bisa mati secara fisik, namun bagaimana secara mental? Jika aku membunuh ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu hingga jutaan kali, apakah mental milikmu masih bisa hidup?".
"Maksudmu--", Rangda terkejut terhadap perkataan Myro, jika Myro benar-benar melakukan semua itu maka Rangda tidak tahu apakah dirinya bisa bertahan. Tetapi sebuah hal yang pasti, ia sekarang sangat takut bahwa Myro melakukan hal tersebut pada dirinya.
Sebelum Rangda bisa berbicara lebih banyak lagi, Myro mengulurkan tangannya yang memegang palu ke depan "Buka segel, 1/ 1 juta berat asli!".
__ADS_1
"Brak!".
Tanah di bawah kaki Myro segera retak akibat palu perak Taurus yang bertambah berat, bahkan tidak berhenti sampai di situ. Retakan yang ada di bawah kaki Myro terus menyebar hingga membuat istana Rangda runtuh dan gunung dimana istana ini berada menjadi bergetar dengan hebat.
Rangda yang melihat semua kejadian itu berbicara dengan mulut yang gemetar ketakutan "Bagaimana mungkin? Hanya dengan berat palu itu, maka seluruh istana yang aku bangun dengan memakai banyak harta serta rencana bisa hancur. Lalu, apa yang akan terjadi jika palu itu memukul orang lain?".
"Kau tidak tahu jawabannya?", kata Myro yang tersenyum dingin "Kalau begitu aku akan memberitahumu!".
Di saat bersamaan, sosok Myro segera menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Rangda.
"Sangat cepat, bahkan aku tidak bisa melihat gerakannya dengan jelas!", kata Eangda penuh kepanikan, ia menggerakkan tangannya ke depan untuk menahan ayunan palu Myro.
"Brak!".
Walaupun sudah memakai tangannya untuk menahan, di bawah serangan palu itu maka tubuh Rangda terbang sejauh ribuan meter, seluruh tulang pada tubuhnya pecah dan sebagian besar organ penting hancur akibat pukulan tersebut. Apabila bukan Rangda yang terkena pukulan ini, orang itu pasti sudah mati.
Tubuh Rangda yang terbang jauh akhirnya berhenti saat sudah menabrak sebuah bangunan besar di kota, bangunan yang memiliki ratusan lantai itu langsung runtuh akibat tabrakan Rangda.
Ketika tubuh Rangda sudah pulih sebagian, ia berdiri dari reruntuhan bangunan itu sambil memuntahkan seteguk darah.
Ketika ia berpikir bahwa setidaknya ia bisa melarikan diri dari Myro untuk beberapa waktu akibat terlempar oleh pukulan ini, suara Myro terdengar dari atas langit yang membuat seluruh tubuh Rangda gemetar ketakutan "Kau benar-benar bisa sembuh dengan cepat setelah menerima pukulan itu? Sangat menarik, ayo kita terus coba lagi sampai berapa lama kau bisa menahan pukulan ini sebelum mental mu menjadi gila!".
__ADS_1