KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 207 : MAKAM


__ADS_3

Sosok Yura yang masih anak-anak serta memiliki ekor naga di belakang tubuhnya terlihat, tanpa ragu sedikitpun ia berlari dan melompat untuk memeluk Myro sambil berkata "Ayah, Yura berpikir bahwa ayah tidak peduli pada Yura lagi sehingga pergi meninggalkan Yura dan ibu, Yura bahkan berpikir bahwa aku selalu merepotkan sehingga membuat ayah memutuskan untuk pergi".


Sebuah senyuman lembut muncul di wajah Myro, walaupun Yura bukalah anak asli Myro tapi setidaknya Myro menganggapnya sebagai anaknya. Oleh karena itu, melihat Yura yang menangis maka Myro menghapus air matanya dengan tangan "Jangan menangis, ayah tidak akan meninggalkan! Bagaimanapun Yura sama sekali tidak merepotkan ayah, bahkan ayah pergi selama ini untuk mencari kekuatan agar bisa melindungi Yura dan ibu sehingga ayah harus pergi cukup lama. Maaf sudah pergi tanpa memberitahu Yura lebih dulu sehingga membuat Yura khawatir".


Yura menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia masih terus memeluk Myro "Tidak, ayah tidak salah! Yura adalah yang salah, Yura terlalu egois padahal ayah sedang mengembangkan kekuatannya untuk melindungi Yura dan ibu. Tetapi ayah tidak perlu khawatir, di masa depan Yura akan menjadi lebih kuat agar bisa melindungi kalian".


Myro sedikit mengangguk dan membiarkan Yura terus seperti itu sampai berhenti menangis, setelah itu Myro menurunkannya dan membiarkan ia duduk di kursi yang ada di samping Myro, sebelumnya ini adalah tempat duduk Kaisar Harem yang sudah mulai kembali ke sekte miliknya.


Melihat kehangatan Myro dan Yura, Feka yang baru datang bersama Monica untuk menemui Myro sebab pertemuan mereka sudah selesai tidak bisa untuk tidak menghela nafas "Anakku yang ada di Dunia Gott pasti sedang menunggu kami juga, sebagai ayahnya maka aku harus menjadi kuat secepat mungkin agar bisa kembali".


Monica yang baru datang juga serta ada di samping Feka ikut mengangguk setuju, sebagai seorang ibu maka ia sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya walaupun sudah ada yang merawatnya di Dunia Gott.


Bukan berarti Monica tidak percaya terhadap orang yang merawat anaknya di Dunia Gott, tapi sebagai seorang ibu maka ia lebih tertarik untuk merawat anaknya dengan tangannya sendiri.


Walaupun begitu, ia tidak memiliki pilihan lain. Sejak berada di dunia kultivasi, Monica sudah tahu bahwa selama mereka lemah maka ada kemungkinan suatu hari nanti orang-orang akan datang dan menyerang mereka. Jadi untuk hidup yang damai di masa depan, ia memutuskan untuk mengikuti Myro lagi ke Dunia Kaisar bersama Feka.


Masalahnya ia sangat khawatir akhir-akhir ini, sejak kematian Lars, Shi Yan dan Rena maka ia sadar bahwa ada kemungkinan besok dirinya akan mati, atau mungkin Feka, bahkan mereka bisa mati bersama besok. Hal ini membuat Monica khawatir, apa yang terjadi kepada anaknya apabila mereka mati, apakah anaknya bisa terus tumbuh menjadi kuat, apakah anaknya akan diejek oleh anak-anak yang lain?

__ADS_1


Myro tentunya bisa melihat kekhawatiran Feka dan Monica, bahkan Sun Wu dan Kitsune juga merasa khawatir. Meskipun mereka belum memiliki anak, tapi mereka khawatir jika diri mereka mati.


Myro tidak marah terhadap hal tersebut, lagipula siapapun pasti merasa khawatir jika mengenai masalah hidup dan mati, bahkan Myro sekalipun juga. Menurut Myro, hanya orang gila yang sudah tidak khawatir lagi baik itu hidup ataupun mati seperti Kaisar Pembunuh.


Tanpa ragu sedikitpun, Myro berkata untuk membangunkan semua orang dari rasa khawatir mereka "Aku masih memberi kalian kesempatan, jika kalian berencana untuk mundur dan kembali ke Dunia Gott maka ini adalah waktunya. Kalian saat ini sudah memiliki kekuatan Kaisar Martial, seharusnya tidak masalah lagi untuk hidup damai di Dunia Gott. Jika tidak ada masalah, para Kaisar Martial lain sekalipun tidak akan tertarik untuk menyerang Dunia Gott, bagaimana harta disana tidak sebanyak Dunia Kaisar ataupun Teknologi. Oleh karena itu, kalian bisa memutuskan untuk kembali sekarang".


"Apabila kalian pergi sekarang maka aku tidak akan marah, bagaimanapun perang terakhir sama sekali belum di mulai. Tetapi saat perang terakhir sudah tiba maka tidak ada lagi kata untuk mundur, aku akan tinggal disini selama 1 malam dan berangkat besok bersama Ark. Kalian bisa berpikir lebih dulu, besok aku menunggu jawaban kalian".


Tanpa menunggu jawaban mereka lebih lama lagi, Myro berdiri lalu berjalan pergi dari ruangan ini.


Yura dan Zhi Li saling menatap sebelum mengikuti Myro juga, saat ini hanya ada Feka, Monica, Sun Wu dan Kitsune yang duduk di ruangan tersebut serta sedang berpikir tentang langkah mereka berikutnya apakah harus terus berperang atau kembali.


"Zhi Li, apakah kau tidak berpikir juga? Dengan kekuatan Kaisar Martial tingkat 7 milikmu, tidak ada masalah untuk hidup dengan damai dimana pun. Bahkan sosok Kaisar sekalipun masih akan kesulitan untuk membunuhmu, selama kau memutuskan untuk melarikan diri", kata Myro yang terus berjalan.


Sebuah senyuman muncul di wajah Zhi Li "Guru, apa yang kau katakan? Walaupun harus mati sekalipun, selama Zhi Li bisa mengikuti guru maka Zhi Li tidak keberatan. Bahkan jika guru membuat strategi yang harus mengorbankan Zhi Li, selama guru bisa menang maka Zhi Li tidak akan ragu!".


Yura yang ada di samping menatap Myro dan Zhi Li dengan bingung "Ibu, kenapa kau memanggil ayah dengan sebutan guru?".

__ADS_1


Zhi Li cukup terkejut, ia lupa bahwa ada Yura disini.


Namun sebelum Zhi Li bisa menjelaskan apapun, Myro menggelengkan kepalanya "Yura, aku rasa sejak kau belajar di sekte ini selama setahun maka kau pasti sudah tahu bahwa aku merupakan guru dari Zhi Li dan sekte ini, aku benarkan?".


Wajah Yura menjadi sedikit sedih, ia mengangguk terhadap pertanyaan Myro. Bagaimanapun ia sudah mendengar bahwa Zhi Li adalah murid Myro, bukan pasangan. Hal ini tentunya membuat Yura bingung, apabila Zhi Li dan Myro ternyata guru dan murid, bagaimana ia bisa memanggil mereka ayah dan ibu mulai sekarang?


Oleh karena itu, walaupun sudah tahu kebenarannya tapi Yura bersikap seakan-akan ia tidak tahu, tujuan Yura melakukan ini agar Myro tetap menjadi ayahnya dan Zhi Li masih menjadi ibunya.


Meskipun terlihat sangat licik, Yura sebenarnya melakukan ini sebab ia tidak tertarik untuk kehilangan ayah dan ibu lagi, jadi ia memutuskan untuk bersikap tidak tahu, siapa yang berpikir bahwa Myro tahu kebenarannya.


Melihat wajah sedih Yura, Myro berkata lagi "Yura, kami mungkin bukan pasangan, tapi pada akhirnya aku tetaplah ayahmu dan Zhi Li masih menjadi ibumu, kau tidak perlu khawatir".


Mendengar perkataan Myro, mata sedih Yura menjadi bersinar lagi, ia menatap ke arah Zhi Li untuk memastikan.


Karena sudah mendapatkan izin dari Myro, Zhi Li mengangguk yang menunjukkan bahwa itu benar, bagaimanapun Zhi Li juga menganggap Yura seperti anaknya sendiri.


Yura menjadi sangat senang, ia memegang tangan Myro pada tangan kirinya, lalu memegang tangan Zhi Li memakai tangan kanannya sambil berkata "Aku senang bisa bersama ayah dan ibu".

__ADS_1


Myro membiarkan Yura memegang tangannya dan berjalan menuju ke bagian belakang sekte yaitu tempat pemakaman.


__ADS_2