
300 orang bersedia untuk mengikuti Hu Feng Tien menuju jalur tengah, Mereka segera berangkat dan pergi menuju jalur tengah. Guo Zheng menyuruh para prajurit untuk mengubur tubuh musuh yang telah mati dan bawa yang terluka kembali dahulu.
Hu Feng Tien telah melihat jalur tengah yang sedang berantakan karena diserang oleh puluhan ribu prajurit dari Negara Chu, Dan Hu Feng Tien juga melihat Xun Yue salah satu Jenderal Besar berperang disana. Tentu saja Xun Yue terasa kesulitan karena melawan mereka yang jumlahnya puluhan ribu prajurit dan juga salah satu Jenderal Besar dari Negara Chu ikut bertempur di jalur tengah.
Hu Feng Tien berkata kepada para Prajurit yang mengikutinya, "Pertempuran ini akan mengakibatkan kematian yang besar, Jika kalian takut dengan kematian. Kalian bisa mundur dan kembali menuju jalur kanan, Tapi jika Kalian ingin ikut bertempur disini bersamaku maka itu adalah kehormatan yang besar bagiku karena Kalian telah membela Negara Kita dan Rakyat kita yang sedang bergantung kepada Kita"
Prajurit yang mengikuti Hu Feng Tien tidak ada yang mundur sama sekali dan salah satu komandan disana berkata kepada Hu Feng Tien, "Aku adalah Komandan 100 orang yang ikut bertempur di jalur kanan, Sebuah kehormatan bagiku jika mati didalam peperangan ini untuk membela Negara. Dan Aku akan selalu mengikutimu sampai mati"
Semua Prajurit yang dibawa oleh Hu Feng Tien juga berkata bahwa mereka tidak takut akan kematian jika untuk membela Negara dan akan terus bertarung untuk Negara. Tentu saja hal ini membuat Hu Feng Tien terkejut dengan loyalitas yang Mereka miliki dan hanya bisa tersenyum kepada mereka.
Hu Feng Tien berteriak, "ANGKATLAH SENJATA KALIAN, KITA AKAN BERPERANG DENGAN NEGARA CHU YANG INGIN MENGHAPUS NEGARA KITA. KITA AKAN MEMBUAT MEREKA MERASAKAN KEKUATAN DARI NEGARA XIN DAN KITA JUGA AKAN MEMBALASKAN PERBUATAN MEREKA TERHADAP NEGARA XIN WAKTU ITU. AKU MEMINJAM KEKUATAN KALIAN SEMUA UNTUK MEMBUNUH PARA MUSUH YANG ADA DIHADAPAN KITA"
Pasukan dari Negara Chu dan Negara Xin terkejut dengan teriakan Hu Feng Tien. Jenderal Besar Xun Yue tersenyum dan berkata, "Apakah Dia? Pemimpin di jalur kanan, Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya. Apakah Dia kuat?". Xun Yue juga menyoraki para Prajurit dan memberi semangat untuk bertempur melawan Negara Chu, Moral dari semua Prajurit meningkat drastis dan makin kuat.
__ADS_1
Hu Feng Tien mulai menyerang Pasukan Negara Chi dan mengarah langsung ke Jenderal Besarnya. Setelah berjam jam menyerang, Akhirnya Hu Feng Tien berhadapan dengan Jenderal Besar dari Negara Chu. Pertempuran mereka sangatlah luar biasa hingga benturan senjata mereka mengeluarkan suara yang sangat besar dan menyakitkan gendang telinga.
Xun Yue melihat pertempuran Mereka berdua dan berkata, "Siapa orang itu? Dia bisa mengimbangi Jenderal Besar dari Negara Chu. Tidak, Dia bahkan lebih kuat dari Jenderal Besar itu". Setelah Xun Yue berkata seperti itu, Kepala Jenderal Besar dari Negara Chu terpenggal dengan cepat oleh pedang Hu Feng Tien.
Hal itu membuat terkejut Xun Yue dan Prajurit Negara Chu. Hu Feng Tien berteriak, "KEPALA JENDERALMU SUDAH AKU AMBIL! MENYERAHLAH ATAU KALIAN SEMUA AKAN DIPENGGAL SEPERTI INI". Para Pasukan dari Negara Chu bergegas untuk mundur kembali menuju Campnya dan Hu Feng Tien membiarkan mereka dan menahan Pasukannya untuk menyerang mereka.
Xun Yue mendatangi Hu Feng Tien dan berkata, "Aku ada pertanyaan untukmu". Hu Feng Tin hanya tersenyum dan menyuruh para Prajurit beristirahat terlebih dahulu. Hu Feng Tien bertanya kepada Xun Yue, "Apa pertanyaaanmu?"
Xun Yue berkata, "Siapa namamu? Aku tidak pernah melihat seorang prajurit sekuat Kamu selama Aku berada disini, Apakah Kamu salah satu pembunuh yang dikirim oleh Mereka? Atau Kamu adalah mata mata?"
"Dia adalah Kaisar Negara Xin 2 tahun lalu, Dia dibunuh oleh Ketiga Negara saat mereka semua menyerang Ibu Kota. Namun dia telah tiada, Tidak mungkin dia hidup kembali. Mungkin namamu kebetulan sama dengan Dia". Hu Feng Tien Tersenyum dan berkata
"Jika Aku adalah Kaisar yang dihidupkan apakah Kamu percaya?". Xun Yue terkejut lagi dengan apa yang dikatakan Hu Feng Tien dan berkata, "Tidak mungkin, Aku akan membunuhmu jika Kamu mengucapkan kata Kaisar sekali lagi"
__ADS_1
Hu Feng Tien menyuruh Xun Yue untuk tidak melakukan hal bodoh seperti 2 tahun lalu. 2 Tahun lalu Xun Yue membunuh perwakilan dari Negara Wu karena perwakilan Negara Wu menyuruh Hu Feng Tien menyerahkan diri dan menyerahkan Negara Xin kepada mereka.
Belum selesai bicara, Xun Yue memenggal kepala dari Perwakilan Negara itu didepan Hu Feng Tien. Xun Yue mengingat hal itu dan bertanya kepada Hu Feng Tien siapa dia sebenarnya. Hu Feng Tien berkata
"Aku adalah Kaisar yang dulu, Dan Aku dihidupkan kembali. Apakah Kamu percaya?". Xun Yue masih tidak percaya dan mengajak Hu Feng Tien bertemu dengan Jenderal Besar lainnya. Hu Feng Tien menyuruh Xun Yue untuk kembali terlebih dahulu karena Dia harus kembali bersama prajuritnya ke jalur kanan dan memastikan bahwa mereka baik baik saja.
Xun Yue akan menunggu Hu Feng Tien di markas utama bersama Jenderal Besar lainnya. Hu Feng Tien mengajak para prajurit jalur kanan untuk kembali bersama karena masalah disini sudah selesai. Mereka akhirnya pergi dari jalur tengah dan kembali ke jalur kanan untuk persiapan melawan Pasukan Negara Chu esok hari.
Hari sudah menjelang malam dan Hu Feng Tien menyuruh Guo Zheng untuk berjaga di jalur kanan karena Hu Feng Tien akan pergi menuju markas pusat. Guo Zheng bingung kenapa Hu Feng Tien pergi menuju Markas Pusat dan bertanya kepada Hu Feng Tien, "Apakah Kamu menyebabkan masalah hingga Kamu dipanggil oleh Markas Pusat? Aku bisa membantumu jika Kamu mau"
Hu Feng Tien menjawab bahwa Dia ingin bertemu seseorang disana. Guo Zheng berkata, "Ohhh, Apakah itu pacarmu yang berada disana? hahaha, Baiklah pergilah dan kembali secepatnya. Aku akan berjaga disini"
Hu Feng Tien mengambil kudanya dan pergi menuju Markas Pusat. Setelah sekian. Setelah sekian lama dalam perjalanan, Akhirnya Hu Feng Tien telah sampai di Markas pusat. Ketika Dia ingin masuk, Dia dihentikan oleh beberapa pasukan yang menjaga dan menanyai identitasnya.
__ADS_1
Hu Feng Tien berkata, "Aku adalah pemimpin Batalion Pertama yang berada di jalur kanan, Aku disini untuk menemui Jenderal Besar Xun Yue". Kedua penjaga itu mempersilahkannya untuk masuk dan mengatakan kepada Hu Feng Tien bahwa Jenderal Besar telah menunggunya di Tenda yang besar.
Hu Feng Tien mencari tenda tersebut dan setelah sekian lama mencari. Dia menemukan tenda yang diucapkan oleh dua penjaga gerbang dibawah.