
Kaisar Es yang menjadi Yeti berlutut di tanah, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi oleh darah, bahkan bulu Yeti yang berwarna putih mulai berubah menjadi merah akibat terkena darah.
Ganesha menatap Kaisar Es dengan dingin "Kera, apakah kau sudah sadar akan posisimu? Aku adalah dewa dan kau hanya kera! Walaupun kita sama-sama roh suci, kekuatan kita jauh berbeda! Pada akhirnya, tidak peduli seberapa keras kera berusaha maka mereka tidak akan pernah melewati dewa!".
Setelah itu Ganesha kembali mengangkat kapaknya dan menebas ke arah Kaisar Es, ia tidak berani membuang waktu lagi sebab kekuatannya memiliki batas waktu. Selama ia membuang waktu terlalu banyak, Kaisar Es mungkin tidak akan terbunuh dan mereka akan kehabisan waktu.
Ketika kapak Ganesha semakin dekat dengan dirinya, mata Kaisar Es yang sudah redup kembali sedikit bersinar "Membeku lah!".
"Krak!".
Lapisan es segera menutupi daerah sekitar, bahkan magma yang terbentuk akibat pukulan Ganesha ikut membeku, bahkan seluruh wilayah salju milik Kaisar Es yang sebelumnya berubah menjadi magma sekarang kembali menjadi wilayah es.
Kapak yang akan mengenai Kaisar Es ikut membeku. Tidak berhenti sampai di situ, es terus menyebar hingga membekukan tubuh Ganesha, sekarang Ganesha yang berukuran raksasa sudah membeku sepenuhnya seperti sebuah patung es.
Kaisar Es yang berlutut di tanah menghela nafas putih yang menunjukkan seberapa dingin keadaan sekitar, bahkan untuk memakai kekuatan ini maka Kaisar Es harus menggunakan kekuatan penuh dari tubuh unik miliknya yaitu Tubuh Es.
Saat ini setengah dari tubuh Kaisar Es ikut membeku, tapi hal ini sama sekali tidak merugikan dirinya sebab tubuh Kaisar Es yang membeku membuat ia bisa menahan sebagian besar luka fatal di tubuhnya, oleh karena itu luka Kaisar Es mulai berhenti berdarah lagi.
Melihat Ganesha yang membeku di bawah kekuatannya, sebuah senyuman muncul di wajah Kaisar Es "Bukankah kau terlihat sangat sombong sebelumnya, pada akhirnya kau bukanlah seorang dewa melainkan hanya seekor gajah! Meskipun kau dewa sekalipun, bukankah ada beberapa legenda dimana seekor kera bisa mengalahkan dewa? Kau masih harus banyak belajar!".
Kaisar Racun yang ada di sisi lain juga menatap semua yang terjadi, saat tubuh Shi Yan membeku maka sebuah senyuman muncul di wajah Kaisar Racun "Pertarungan sudah berakhir! Madam Sha, aku adalah pemenangnya!".
Madam Sha sama sekali tidak mengubah wajahnya, ia hanya berkata dengan ringan "Kaisar Racun, apakah kau sudah semakin tua sehingga tidak bisa melihat keadaan dengan jelas?".
__ADS_1
"Apa maksud--", suara Kaisar Racun langsung berhenti ketika menatap tubuh Ganesha yang membeku di tengah es, ia berteriak dengan cepat "Kaisar Es, pergi dari sana secepat mungkin! Pertarungan belum berakhir--".
Sebelum Kaisar Es bisa mendengar perkataan Kaisar Racun, api kembali muncul di kapak Ganesha yang membeku, bahkan api itu menyebar ke seluruh tubuh Ganesha.
"Brak!".
Pada awalnya hanya retakan yang muncul pada es tersebut, lalu retakan perlahan-lahan melebar hingga hancur sepenuhnya.
Sosok Ganesha muncul dari balik es, ia mengangkat kapaknya dan menebas kapak tersebut menuju Kaisar Es.
"Slash!".
Kali ini tubuh Kaisar Es benar-benar terbagi menjadi 2, ia yang sama sekali tidak siap terhadap serangan Ganesha segera ditebas sepenuhnya oleh kapak Ganesha.
Sebagai roh tingkat suci yang sudah seperti dewa, Ganesha tahu seberapa kuat daya tahan dari Kaisar. Oleh karena itu, untuk memastikan Kaisar Es sudah mati, maka ia menebasnya berkali-kali tanpa kesempatan untuk hidup.
Tebasan Ganesha kembali menggetarkan seluruh dunia, es yang dibuat Kaisar Es sebelumnya kembali mencair, hal ini membuat cuaca di seluruh Dunia Kaisar kembali berubah.
Mata Kaisar Es terbuka lebar penuh rasa tidak percaya, ia tidak bisa menerima bahwa dirinya yang sudah menjadi Kaisar bisa kalah oleh orang tidak dikenal seperti Shi Yan.
Meskipun ia tidak bisa menerima kekalahan, pada akhirnya tubuh Kaisar Es yang sudah dipotong-potong oleh Ganesha jatuh ke tanah, tidak ada lagi kemungkinan baginya untuk hidup.
Melihat tubuh Kaisar Es yang sudah dipastikan mati, Ganesha menjatuhkan kapaknya ke tanah, ia sudah terlihat sangat kelelahan namun ada sebuah senyuman di wajahnya.
__ADS_1
"Hahahahaha, apakah kau lihat itu tuan! Kita menang! Kita benar-benar berhasil mengalahkan Kaisar!", tawa Ganesha ke arah langit, ada rasa senang dan kesedihan di balik tawanya sebab ia tahu bahwa waktunya bersama Shi Yan juga sudah mendekati akhir.
Shi Yan juga sedikit tersenyum, ia berkata dengan lembut "Akhirnya, serangan terakhir kita kali ini membunuh Kaisar Es! Walaupun kita tidak bisa membunuh Kaisar Racun, tapi setidaknya kita sudah berhasil membunuh Kaisar Es yang berada di balik semua rencana yang membunuh Rena. Dengan ini aku sudah berhasil membalas dendam Rena, aku tidak akan malu jika harus bertemu Rena lagi".
Ganesha ikut mengangguk "Kau benar tuan, meskipun kita gagal membunuh Kaisar Racun, tapi ada orang lain yang bisa, ia pasti akan menyelesaikan dendam ini".
Shi Yan sedikit mengangguk, ia tahu tentang orang yang dimaksudkan Ganesha tersebut.
Saat Ganesha dan Shi Yan baru siap untuk mengakhiri semua ini, sebuah suara dingin terdengar "Ada apa? Kenapa kau tertawa? Apakah kalian pikir sudah menang hanya karena bisa membunuh Kaisar Es?".
Sosok Kaisar Racun yang terbang di udara dengan wajah dingin terlihat, ia terbang mendekati Shi Yan dengan wajah marah, lagipula Shi Yan yang mengalahkan Kaisar sama seperti menantang dirinya yang juga merupakan Kaisar. Oleh karena itu, Kaisar Racun sangat marah dengan Shi Yan serta Ganesha yang senang setelah berhasil membunuh Kaisar.
Ketika Kaisar Racun akan semakin mendekati Shi Yan, Madam Sha sudah berdiri di belakang "Racun, lebih baik jangan lakukan tindakan bodoh atau kau akan menyesal!".
Kaisar Racun yang terbang maju akhirnya berhenti, ia menatap Madam Sha yang ada di belakangnya sebelum kembali melihat Shi Yan "Jangan khawatir, bagaimanapun orang ini sudah akan mati sehingga aku tidak tertarik untuk menggunakan tanganku sendiri. Aku hanya berencana untuk mengatakan bahwa Kaisar Es adalah yang terlemah di antara para Kaisar, bahkan ia sudah kehilangan 1 tangannya yang membuat dirinya semakin lemah. Tapi kalian mengorbankan hidup kalian hanya karena berhasil membunuh orang lemah itu, apakah kalian masih merasa senang?".
Mendengar ejekan di perkataan Kaisar Racun, Shi Yan mengangguk tegas "Setidaknya aku cukup senang, daripada harus hidup di rasa penyesalan dan bersalah! Jika aku tidak membunuh Kaisar Es hari ini, aku pasti akan menyesal!".
Melihat Shi Yan yang semakin tegas, Kaisar Racun menjadi semakin marah "Hahahahaha, apakah kau pikir seperti itu? Manusia lemah sepertimu memang selalu berpikir seperti itu, dengar ini baik-baik! Dibandingkan hidupmu sendiri, apa pentingnya balas dendam untuk orang lain? Dibandingkan menjadi Kaisar, apa gunanya wanita serta semua rekanmu? Di saat kau menjadi Kaisar, kau bisa mendapatkan semua wanita cantik, tapi kau disini mati dengan bodohnya hanya untuk seorang wanita? Kau benar-benar orang paling bodoh yang pernah aku lihat, kau sama sekali tidak cocok menjadi Kaisar".
Shi Yan berkata tanpa ragu sedikitpun "Kalau begitu aku memilih menolak menjadi Kaisar jika aku bisa bersama Rena. Walaupun menjadi Kaisar bisa memiliki wanita cantik, hanya ada 1 Song Rena di dunia! Tidak peduli seberapa banyak wanita cantik yang ada, posisi Rena bagiku tetap tidak akan tergantikan!".
Kaisar Racun akhirnya meledak, ia sangat marah terhadap Shi Yan yang sangat tegas serta tidak menyesal sedikitpun setelah mengorbankan hidupnya untuk membunuh Kaisar, apalagi Shi Yan membunuh temannya yang merupakan Kaisar Es.
__ADS_1
"Aku berubah pikiran, walaupun kau akan mati namun aku tidak akan senang jika tidak membunuhmu dengan tanganku sendiri!", kata Kaisar Racun dengan dingin.