KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 125 : KEMBALI


__ADS_3

Baik itu Cesi ataupun Pona terkejut terhadap perkataan Myro yang sangat tiba-tiba tersebut, bahkan Cesi menatap Myro dengan aneh "Myro, apakah maksudmu Barongan itu adalah Pona? Seharusnya tidak mungkin bukan? Lagipula aku tidak merasakan sosok Barongan sama sekali pada Pona, apakah kau melakukan kesalahan?".


Myro tidak terkejut terhadap Cesi yang meragukannya, ia hanya terus melihat Barongan "Sebenarnya bisa dikatakan bahwa Pona itu adalah Barongan, tapi di sisi lain juga tidak. Aku rasa lebih baik biarkan Barongan menjelaskan masalah ini sendiri, dengan cara itu maka kalian bisa mengerti lebih cepat daripada mendengarkan penjelasan ku".


Di bawah tatapan bingung Pona dan Cesi, perlahan-lahan sosok Barongan muncul di belakang Pona.


Barongan memiliki tubuh yang sangat besar dengan 2 kaki di bagian bawah tubuhnya, selain itu ia memiliki kepala singa yang bisa berubah-ubah menjadi kepala hewan yang lain, walaupun Barongan lebih sering memakai kepala singa.


Mata tajam Barongan terbuka, ia melihat ke arah Myro dengan rasa keterkejutan yang tidak bisa ia sembunyikan "Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku Barongan ada di tubuh anak ini?".


"Cara aku mengetahuinya? Sangat mudah, sebab Pona seharusnya merupakan sosok yang tidak ada di dunia ini. Mungkin lebih cocok menyebutnya bahwa Pona lahir berasal dari sebagian kekuatan milikmu, Keberadaan Pona di dunia ini hanya sebagai wadah yang kau siapkan untuk bersembunyi. Apakah aku benar? Oleh karena itu, Pona sebenarnya adalah dirimu", jawab Myro.


Mendengar perkataan Myro, Cesi sedikit terkejut. Ia menutup mataya untuk merasakan bahwa memang ada jejak Barongan di seluruh tubuh Pona, namun jejak itu terlalu kecil dan tersembunyi sehingga Cesi sama sekali tidak bisa menemukan hal tersebut sebelumnya. Bukan hanya Cesi, baik itu Zion, Rangda dan yang lainnya tidak bisa merasakan hal yang sama juga sebelumya.


"Bagaimana kau bisa tahu?", tanya Cesi penuh rasa penasaran.


Myro berkata tidak peduli "Pada awalnya aku hanya sedikit curiga, baik itu di rumah ataupun desa, aku tidak bisa menemukan jejak ibu Pona. Bahkan ketika aku bertanya kepada Zion, ia hanya menjawab bahwa ibu Pona sudah pergi saat melahirkan Pona. Walaupun sudah mati, seharusnya masih ada jejak dari ibu Pona seperti gambar atau benda-benda lannya. Untuk beberapa alasan, aku bisa menilai seseorang cukup baik sehingga aku tahu bahwa ayah Pona tidak berbohong, jika begitu maka hanya ada 1 kemungkinan yaitu seseorang mengubah ingatan ayah Pona serta seluruh orang di desa. Hal ini membuat aku kebetulan bisa merasakan jejak Barongan pada tubuh Pona".

__ADS_1


Cesi memutar matanya terhadap penjelasan Myro "Bukankah ini menunjukkan bahwa kau terlalu curiga pada orang lain?".


Myro menggelengkan kepalanya "Aku bukan curiga, melainkan selalu berhati-hati. Barongan, aku tidak tahu apa tujuan awal mu membuat Pona. Tetapi jika kau membuatnya untuk mengambil tubuhnya di masa depan, percayalah bahwa aku akan membunuhmu! Mesipun kau hanya meletakkan 1 jarimu pada Pona, aku akan melepas seluruh tubuhmu!".


Myro dan Barongan saling menatap, mereka tidak berbicara selama beberapa saat. Myro melakukan ini sebab ia memiliki hutang kehidupan kepada Pona, oleh karena itu selama tujuan Barongan adalah menguasai tubuh Pona maka Myro tidak tahu untuk langsung membunuhnya.


Walaupun Barongan terkenal sebagai sosok yang baik, setiap orang pasti memiliki ambisi mereka sendiri. Jadi tidak aneh jika Barongan mungkin memiliki ide untuk mengambil tubuh Pona, apalagi Pona dari awal adalah makhluk yang dibuat oleh Barongan, seharusnya keberadaan manusia bernama Pona ini memang tidak pernah ada.


Setelah saling menatap selama beberapa saat, Barongan menggelengkan kepalanya "Tujuan awal ku membuat Pona adalah bersembunyi dari Rangda sebab ia berhasil melukaiku dengan memberikan serangan fatal. Ketika luka milikku sudah sembuh, maka aku akan melakukan hal yang sama dengan Rangda yaitu memakai tubuh manusia agar bisa menang".


Myro mengangguk sebab ini sesuai dengan rencananya, apabila Barongan pergi dari tubuh Pona maka ia tidak akan bisa bertahan lebih lama sebab daya hidup Pona berasal dari Barongan. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa Pona adalah Barongan karena keberadaan Pona sepenuhnya berasal dari Barongan.


"Kalau begitu Pona akan memimpin dunia ini saat aku pergi", kata Myro tegas.


Pona terkejut mendengar hal tersebut, lagipula meskipun ia sekarang memiliki Barongan tapi dirinya beberapa hari yang lalu masih seorang pemburu kecil di desa "Myro, aku rasa aku tidak cocok untuk tugas itu, lebih baik membiarkan ayahku yang mengambil--".


Sebelum Pona bisa menyelesaikan kata-katanya, Myro memegang kepala Pona dengan lembut "Ini keputusanku, dengan bantuan Barongan maka kau pasti bisa melakukannya! Selain itu, Zion pasti membantumu mengelola dunia ini, bagaimanapun Zion bukanlah orang yang haus kekuasaan".

__ADS_1


Melihat bahwa keputusan Myro sudah tidak bisa berubah, Pona hanya mengangguk "Aku akan melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakan Myro!".


Myro mengangguk, ia harus bekerja cepat untuk mendamaikan dunia ini, bagaimanapun Myro tidak bisa tinggal lebih lama lagi di dunia ini dan harus kembali ke Dunia Kaisar secepat mungkin. Jadi paling banyak Myro hanya bisa menghabiskan waktu beberapa hari untuk masalah pengelolaan dunia ini.


...----------------...


2 hari sudah berlalu, sekarang dunia ini sudah diputuskan sepenuhnya yaitu Pona menjadi penguasa utamanya dengan Penthesilea yang menjadi penguasa petarung Amazon, Cindaku yang menguasai seluruh hutan, Zion yang menguasai para manusia dan Chiron yang memimpin para Centaur.


Sebagai pemimpin utama maka semua orang harus mengikuti pengaturan Pona, selain itu Myro memakai kontrak yang berada di bawah kemampuan Libra untuk mengikat mereka agar tidak terjadi pengkhianatan, bahkan Pona ikut membuat kontrak ini.


Lalu Myro membiarkan Libra membantu Barongan menjadi roh milik Pona, lebih tepatnya hal ini dilakukan agar Barongan tidak bisa merebut tubuh Pona apabila ia berubah pikiran di masa depan. Dengan kemampuan mengikat kontrak milik Libra, maka tidak ada lagi kesempatan bagi Barongan untuk merebut tubuh Pona.


Sedangkan untuk Cancer, ia terluka berat dan tidak bisa dipanggil untuk sementara waktu.


Myro juga tidak tahu nasib Rangda, lebih tepatnya sejak Rangda berada di tangan Virgo maka sosoknya tidak lagi terlihat. Myro tidak tahu apa yang Virgo lakukan kepada Rangda, namun dari senyum cerah di wajah Virgo maka Myro tahu bahwa Rangda pasti berakhir sangat buruk.


Melihat masalah di dunia ini sudah selesai, Myro menemui Cesi yang sibuk dengan urusannya sendiri selama Myro sibuk mengatur dunia ini "Persiapkan dirimu, kita akan kembali menuju ke Dunia Kaisar".

__ADS_1


__ADS_2