
Cesi yang baru akan pergi tiba-tiba merasakan sosok seseorang yang mendekat ke arah dirinya, ia menatap ke arah dimana sosok itu berada sebelum berkata dengan suram "Siapa disana? Lebih baik kau tidak terus sembunyi sebab aku bisa merasakan keberadaan mu!".
Perlahan-lahan sosok Myro muncul dari balik reruntuhan, keberadaannya diketahui oleh Cesi bukan karena kemampuan deteksi Cesi kuat, melainkan Myro memang menunjukkan keberadaannya sebab ia bertujuan untuk melawan Cesi.
Melihat sosok Myro, Cesi sedikit terkejut "Tuan, bagaimana kau bisa ada disini?".
Myro yang baru akan melawan Cesi juga sedikit terkejut, ia tidak pernah berpikir bahwa tuan Cesi merupakan dirinya, lebih tepatnya Myro jahat pasti merupakan tuan Cesi.
Pada awalnya Cesi terkejut, namun saat menatap rambut Myro maka wajahnya kembali suram "Tidak, kau tidak mungkin tuan! Baik kekuatan ataupun aura milikmu sangat berbeda, belum lagi rambut tuan berwarna putih! Aku tiba-tiba mengingat bahwa tuan pernah mengatakan tentang dirinya yang palsu dan sering menyamar sebagai tuan, ternyata sosok yang tuan maksud itu adalah dirimu. Dengan kekuatan Jendral Martial tingkat 1, kau berani menyamar sebagai tuan? Benar-benar tindakan yang bodoh!".
Myro hanya tersenyum mendengar perkataan itu, bagaimanapun Myro jahat merupakan Myro palsu, sedangkan ia merupakan tubuh utama Myro. Oleh karena itu, perkataan Cesi sama sekali tidak tepat.
Setelah mengetahui bahwa tuan Cesi merupakan Myro jahat, sebuah ide lain muncul di kepala Myro.
Senyum di wajah Myro berubah menjadi senyum licik "Namamu Cesi bukan? Apakah kau merupakan pengikut diriku yang berambut putih?".
"Benar, tuan sudah memberikanku kesempatan untuk mengubah hidupku, tanpa tuan maka Cesi yang sekarang tidak mungkin ada!", kata Cesi penuh rasa hormat terhadap Myro jahat.
"Kalau begitu maka aku turut sedih untukmu", kata Myro yang memasang wajah sedih, apabila orang lain yang tidak mengenal Myro melihat wajah Myro sekarang maka mereka pasti berpikir bahwa Myro benar-benar sedih.
"Sedih? Untuk apa aku sedih?", kata Cesi yang sedikit bingung terhadap perkataan Myro, walaupun begitu ia tetap berhati-hati agar Myro tidak mencoba menyerangnya secara tiba-tiba. Meskipun Myro hanya memiliki kekuatan Jendral Martial namun Myro bisa berdiri di depan dirinya tanpa rasa takut sedikitpun, hal ini menunjukkan bahwa Myro memiliki cara untuk melawannya.
"Kau belum tahu tentang keadaan tuan mu? Padahal berita itu sudah muncul cukup lama, apakah kau memang tidak diberitahu siapapun?", kata Myro dengan wajah terkejut.
Cesi menggelengkan kepalanya "Katakan, apa maksudmu berita tentang tuanku? Apabila kau berani berbohong maka aku akan langsung menebas kepalamu".
"Ternyata kau benar-benar tidak tahu", kata Myro menghela nafas sedih lagi "Tuan mu sudah mati, ia bertarung dengan berani di melawan para Kaisar, tapi pada akhirnya ia masih kalah".
__ADS_1
"Brak!".
Pedang di tangan Cesi jatuh ke tanah, ia sangat terkejut akan berita yang mengejutkan itu. Lalu Cesi kembali sadar, ia menatap Myro dengan dingin "Apakah kau pikir bisa membohongi diriku hanya dengan berita palsu tersebut, tuanku tidak akan kalah meskipun ia harus melawan 5 Kaisar secara bersamaan".
"Kau tidak percaya? Kalau begitu aku bertanya kepadamu, apakah kau sudah menemui tuan mu baru-baru ini? Bukankah dirimu sama sekali tidak bisa menghubungi tuan mu lagi? Itu tidak aneh, tuan mu sudah mati yang menyebabkan ia tidak bisa menemui mu lagi", kata Myro tersenyum licik.
Tubuh Cesi bergetar seakan-akan dirinya ditabrak oleh petir, ia memang tidak bisa menghubungi atau menemui tuannya lagi beberapa waktu ini.
Walaupun ia tidak sering bertemu tuannya, tapi setidaknya Myro jahat selalu bertemu dengannya sebulan sekali. Tapi Myro jahat belum menemuinya bulan ini, bahkan ia sama sekali tidak bisa menghubunginya.
Melihat seluruh tubuh Cesi yang bergetar dan percaya, Myro semakin tersenyum "Padahal aku melihat sendiri secara langsung, tuan mu bertarung penuh keberanian sampai akhir. Bukankah kau tidak merasa aneh, kenapa tuan mu tidak datang sendiri untuk mengambil naga 8 kepala ini? Ia tidak bisa datang lagi sebab dirinya sudah mati, aku ikut merasa sedih untukmu--".
"Diam lah!", sebelum Myro bisa mengatakan lebih banyak lagi maka Cesi berteriak penuh kemarahan, aura Kaisar Martial tingkat 8 muncul dari tubuhnya yang membuat Myro harus mundur 3 langkah.
Cesi menatap Myro dengan mata merah darah, bahkan darah jatuh dari mata Cesi "Kau berbohong, itu semua pasti bohong! Aku akan membunuhmu! Ares, bergabung denganku! Tidak peduli siapapun itu, mereka yang berani berbohong tentang kematian tuanku harus mati!".
Sebuah tornado api yang sangat kuat menutupi seluruh tubuh Cesi, ia mulai bergabung bersama roh Dewa Perang Ares miliknya.
"Leo, ini waktunya bagimu untuk bersinar!", kata Myro.
"Aku mengerti tuanku!", teriak Leo.
Perlahan-lahan sosok singa Leo muncul di belakang Myro "Aku Leo, sang zodiak singa akan menghancurkan seluruh tuanku dengan cakar di tanganku! Tidak peduli siapapun lawannya, semuanya akan jatuh di bawah tuanku! Tuanku, izinkan aku memberikanmu kekuatan untuk mengalahkan musuh mu!".
"Aku izinkan", kata Myro tegas.
Sosok Myro perlahan berubah, rambut Myro yang sebelumnya berwarna hitam berubah menjadi emas dan memanjang.
__ADS_1
Selain itu sebuah cakar singa muncul pada tangan serta kaki Myro, bahkan taring tajam milik singa muncul pada tubuh Myro.
Aura Myro perlahan-lahan meningkat hingga mencapai Kaisar Martial tingkat 8 yang sama dengan Cesi.
Sebenarnya Leo memiliki kekuatan Kaisar Martial tingkat 9, namun karena kekuatan Myro yang terlalu lemah maka kekuatan miliknya harus turun setingkat saat bertarung.
Bersamaan dengan perubahan Myro yang bergabung bersama Leo, Cesi juga sudah selesai bergabung bersama Dewa Perang Ares.
Tornado api raksasa itu sudah menghilang dan sosok Cesi yang ditutupi oleh zirah besi seluruh tubuh terlihat.
Tubuh Cesi sekarang sudah ditutupi sepenuhnya oleh zirah besi, selain itu zirah besi tersebut ditutupi oleh api sepenuhnya.
Sebuah tombak panjang yang terbuat dari api muncul di tangan Cesi, tombak tersebut memiliki panjang lebih dari 2 meter "Persiapkan dirimu pembohong, hari ini aku pasti membunuhmu atas berita bohong yang kau katakan tersebut!".
Mata Cesi di balik zirah besi itu sudah menjadi meras sepenuhnya, ia sudah terbakar oleh rasa gila akibat mendengar bahwa tuannya mati.
Oleh karena itu, Cesi tidak terkejut atas kekuatan Myro yang meningkat menjadi Kaisar Martial tingkat 8 ataupun roh zodiak Leo, dipikirannya sekarang hanyalah membunuh Myro.
Sosok Cesi langsung berlari ke arah Myro, setiap langkah yang ia lakukan maka tanah yang ia injak akan terbakar.
Myro juga menarik nafasnya dan berteriak "Graaaaa!".
Gerakan Cesi yang sebelumnya sangat cepat mulai melambat, bahkan api di sekitar tubuhnya menjadi sedikit lemah akibat auman singa tersebut.
Meskipun sedikit melemah, Cesi tetap menebas tombak apinya kepada Myro.
Di saat bersamaan, Myro mengangkat tinjunya dan memukul tombak api tersebut "Lion Fist".
__ADS_1
"Booooom!".
Tinju singa dan tombak api saling bertabrakan yang membuat ledakan besar pada seluruh Reruntuhan Naga ini.