KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 186 : KESETIAAN


__ADS_3

Turse sedikit terkejut terhadap keputusan Myro jahat, ia berusaha mendukung Cesi lagi "Tuan, Cesi hanya ditipu oleh orang yang menyamar sebagai tuan tersebut! Aku yakin, selama Cesi diberi kesempatan maka ia pasti tidak akan melakukan hal seperti ini--".


"Turse, aku tidak ingat membiarkanmu untuk berbicara?", kata Myro jahat dengan dingin.


Turse langsung menutup mulutnya ketika Myro jahat marah, ia hanya bisa menatap Cesi penuh penyesalan. Menurutnya tindakan Cesi sangatlah bodoh, kenapa harus repot-repot melindungi orang lain yang baru dikenal hingga mengkhianati tuan yang mereka ikuti.


"Ada apa Cesi? Kenapa kau belum mulai?", tanya Myro jahat dengan dingin.


Cesi menarik nafas dan mulai mengambil pedang itu sedangkan Turse hanya berdiri di samping, ia tidak berani menganggu lagi karena takut membuat Myro jahat kembali marah.


Setelah mengambil pedang itu, Cesi melepaskan penutup pedangnya lalu mengarahkannya pada dirinya sendiri.


Sebelum menusuk dirinya, Cesi kembali mengangkat kepalanya untuk melihat Myro jahat "Tuan, bolehkan aku bertanya untuk terakhir kalinya?".


"Tanyakan, jika pertanyaan mu adalah sesuatu yang aku tahu maka aku pasti menjawabnya tanpa ragu", kata Myro jahat.


"Tuan, apakah semua yang aku lakukan ini salah? Baik itu tidak memberitahu keberadaan tuan yang asli ataupun aku yang menyerah kepada orang lain namun masih keras kepala untuk membantunya, apakah semua yang aku lakukan ini salah? Apakah tuan marah kepadaku?", tanya Cesi dengan hati-hati, ia terlihat seperti orang yang kehilangan arah.


wajah dingin pada Myro jahat sedikit berkurang, ia mengangkat kepalanya menuju langit sebelum berkata "Apa yang kau lakukan sama sekali tidak salah! Mungkin yang salah disini adalah keberadaan ku, seharusnya aku adalah sosok yang tidak muncul di dunia ini. Jika aku tidak ada maka kau tidak harus mati seperti ini, apabila aku tidak muncul di dunia ini maka Myro asli mungkin sudah menjadi Kaisar atau Dewa Martial lalu dunia menjadi damai".


"Meskipun begitu aku tidak bisa menyerah, karena aku sudah muncul di dunia ini maka aku harus berjuang agar tidak menghilang. Alasannya mudah, aku tidak tertarik untuk menghilang, aku harus berusaha untuk hidup dan menggantikan Myro yang asli. Mungkin aku merupakan sebuah keberadaan yang seharusnya tidak ada di dunia ini, namun aku sekarang sudah ada disini. Oleh karena itu, aku menolak untuk mati".


"Sedangkan kau hanyalah orang yang ikut ke masalah ini akibat kemunculan ku yang seharusnya tidak ada, jadi apa yang kau lakukan bukanlah hal yang salah, bahkan bisa dikatakan aku yang salah disini. Apabila kau membutuhkan orang untuk di salahkan atas semua ini maka salahkan aku, kalian bisa membenciku. Tapi aku menolak untuk menghilang, aku pasti menjadi Myro yang asli!".


Mendengar perkataan Myro jahat, Cesi sedikit tersenyum sedih sebab ia bisa merasakan kesedihan dari setiap kata-kata tersebut.

__ADS_1


Myro jahat muncul secara tiba di dunia ini bukan atas keputusannya sendiri, tapi jika ia tidak membunuh Myro asli maka dirinya lah yang akan mati.


Seberapa banyak manusia di dunia ini yang sudah lahir, tapi tahu bahwa umur mereka tidak panjang lagi kecuali mereka membunuh orang lain yang merupakan diri mereka yang lain.


Sebagian besar orang pasti melakukan hal yang sama dengan Myro jahat, mereka pasti berusaha untuk terus hidup.


Cesi memegang pedang di tangannya dengan semakin kuat, ia berkata "Tuan, aku harap tuan dan tuan yang asli bisa menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini, tanpa harus saling membunuh! Di dunia ini, mungkin ada cara agar kalian bisa hidup dengan damai!".


"Slab!".


Cesi menusuk dirinya tanpa ragu, ia memuntahkan seteguk darah sebelum tubuhnya perlahan-lahan jatuh dengan lemah ke tanah.


Pedang ini merupakan pedang khusus milik Myro jahat, oleh karena itu dengan sekali tusukan maka bisa membunuh Kaisar Martial seperti Cesi tanpa masalah.


Meskipun itu bukan waktu terbaik bagi Cesi, setidaknya Myro asli tidak terlalu kejam seperti Myro jahat.


Sebuah senyuman kembali muncul pada Cesi yang sudah mendekati waktu terakhirnya, ia bergumam "Myro, aku pasti merasa lebih senang jika bisa bertemu denganmu untuk terakhir kalinya. Untungnya aku tidak ikut pergi bersamamu lagi, apabila aku tetap bersamamu maka tuanku pasti bisa mengetahui keberadaan kita melalui kontrak iblis, jangan sampai kalah, Myro--".


Cesi menutup matanya, ia membunuh dirinya tanpa ragu.


Selain melakukan ini untuk kesetiaannya kepada Myro jahat, Cesi memiliki alasan lain yaitu pada akhirnya ia tidak bisa melarikan diri dari Myro jahat. Bagaimanapun ia sudah membuat kontrak iblis, jadi tidak peduli seberapa jauh ia melarikan diri maka Myro jahat hanya perlu melambaikan tangannya untuk membunuh Cesi.


Melihat Cesi yang sudah mati, Turse berkata dengan sedih "Tuan, apakah anda perlu mengambil roh milik Cesi? Lagipula Cesi memiliki roh suci yang bisa membantu--".


"Tidak perlu!", kata Myro jahat dengan tegas "Cesi sudah setia kepadaku, aku hanya takut ia mengkhianati diriku di masa depan untuk Myro asli sehingga aku memutuskan untuk membiarkan ia mati. Apabila bukan diriku yang terlalu curiga, hal ini tidak akan terjadi. Sebagai orang yang setia kepadaku, biarkan ia dimakamkan bersama rohnya. Cesi dan Kaisar Es berbeda, Cesi bukan hanya sebuah pion bagiku, kau harus memakamkan Cesi sebaik mungkin".

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi, Myro jahat berbalik untuk pergi dari sini.


Walaupun wajahnya sangat dingin, tidak ada yang tahu seberapa sedih dirinya sekarang.


Tetapi Myro jahat adalah sisi gelap dari Myro asli, ia merupakan orang yang paling penuh curiga serta tidak percaya terhadap orang lain, apalagi sejak Bolt dan Xinyu yang mengkhianatinya.


Oleh karena itu, Myro jahat tidak bisa percaya kepada Cesi yang berusaha menyembunyikan Myro asli, walaupun Myro jahat tahu bahwa Cesi tidak akan membunuhnya dari belakang. Rasa curiga pada dirinya terlalu kuat, bagaimanapun ia adalah sisi gelap Myro asli.


...----------------...


Myro baru membuka sebuah pintu ruang bawah tanah milik Kaisar Teknologi, lebih tepatnya Scorpio yang membuka pintu tersebut saat mereka menemukannya.


Ketika baru akan melewati tangga menuju bawah tanah tersebut, Myro sedikit menghentikan langkahnya, ada sedikit jejak kesedihan pada wajah Myro "Jadi Cesi juga sudah pergi".


"Tuan, apakah ada masalah?", tanya Scorpio yang berjalan di posisi paling depan, ia bertugas untuk memastikan keberadaan jebakan agar tidak melukai Myro.


Scorpio terlalu memperhatikan keberadaan jebakan di sekitar yang membuatnya tidak bisa mendengar perkataan Myro.


Libra yang ada tepat di belakang Myro hanya diam, ia tidak tertarik untuk menjelaskan apa yang sudah ia dengar kecuali Myro yang memberinya tugas tersebut.


"Tidak ada, ayo lanjutkan perjalan kita, nampaknya aku harus meningkatkan kekuatanku lebih cepat lagi", kata Myro.


Scorpio tidak bertanya lebih banyak lagi, walaupun ia bisa merasakan Myro menyembunyikan sesuatu tapi karena Myro tidak mengatakannya maka ia tidak perlu bertanya lebih banyak lagi.


Myro juga mulai berjalan mengikuti Scorpio sambil bergumam "Jangan khawatir Cesi, aku pasti menang!".

__ADS_1


__ADS_2