KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 56 : VERMILION DAN LOTUS API


__ADS_3

Melihat orang-orang itu sudah pergi, Myro bergumam sedikit ragu "Sekte Sayap Hitam dan Putih? Nampaknya itu merupakan sekte tingkat 5, kenapa mereka harus mengirim murid paling berbakat mereka untuk menyelesaikan menara ini? Bukankah itu terlalu berisiko?".


"Guru, apa yang harus kita lakukan sekarang? Selama kita bertemu bersama orang-orang itu maka sesuatu yang merepotkan mungkin terjadi, bahkan kita mungkin harus bertarung sampai mati. Kenapa waktu kita datang ke menara, ada banyak orang juga yang datang? Benar-benar keberuntungan yang buruk", kata Zhi Li.


Lagipula seharusnya hanya ada sedikit orang yang datang ke menara ini sebab hampir semua orang yang datang akan mati, namun mereka datang bersamaan dengan ratusan orang yang juga pergi ke menara ini, hal ini benar-benar membutuhkan kebetulan yang sangat besar.


Berbeda dari Zhi Li yang merasa khawatir, sebuah senyuman muncul di wajah Myro "Keberuntungan yang buruk? Tidak, mungkin ini bisa dikatakan sebagai keberuntungan yang cukup baik!".


"Maksud guru?", tanya Zhi Li penasaran, ia tidak mengerti dimana letak keberuntungan yang Myro maksud.


"Di menara ini pasti memiliki banyak jebakan ataupun monster, oleh karena itu biarkan orang-orang ini menjadi korban untuk jebakan-jebakan tersebut agar kita bisa melewati menara ini dengan lebih mudah", kata Myro menjelaskan.


Mata Zhi Li ikut bersinar "Guru benar! Selama orang-orang ini sudah berjalan lebih dulu dari kita maka mereka akan terkena jebakan lebih dulu, selama mereka sudah terkena jebakan maka kita pasti bisa mengetahui lokasi jebakan yang harus kita hindari!".


Myro mengangguk, ia melompat turun dari pohon tersebut sebelum berkata "Kalau begitu ayo pergi".


Myro berjalan menuju pintu menara yang sudah terbuka lebar, tanpa ragu sedikitpun, Zhi Li turun dari atas pohon dan mengikuti Myro. Sosok 2 orang itu menghilang, setelah itu pintu menara perlahan-lahan kembali menutup.


Ketika Myro bersama Zhi Li sudah sejam berada di menara, seorang pria yang memiliki kekuatan Raja Martial datang di depan menara tersebut "Apakah 2 orang itu pergi ke Menara Mille Mundi? Ada pembatas di menara, aku sudah tidak bisa mengikuti mereka lagi. Lebih baik untuk melaporkan masalah ini ke Kaisar Es dulu".


Pria ini tidak lain adalah pembunuh yang di kirim Kaisar Es untuk membunuh Myro, namun ada pembatas di Menara Mille Mundi yang membuat ia tidak bisa mengejar Myro lagi.


Ia berbalik untuk pergi melapor pada Kaisar Es, tapi sosok seorang wanita muncul dari belakangnya dan menusukkan sebuah belati pada leher pria tersebut.


"Slab!".


Mata pria itu terbuka lebar penuh ketidakpercayaan, ia tidak pernah berpikir bahwa ada seorang pembunuh yang sudah ada di dekatnya dari tadi.

__ADS_1


Meskipun tidak bisa menerima kematiannya, pada akhirnya tubuh pria tersebut jatuh ke tanah, ia tidak mungkin lagi bisa hidup dengan luka tusukan belati di lehernya.


Wanita yang menusuk pria tersebut menatap mayat di tanah dengan dingin "Apakah Kaisar Es benar-benar berani melawan Kaisar kami? Orang yang sangat bodoh, Kaisar Es ini mencari kematiannya sendiri!".


Wanita yang membunuh pengikut Kaisar Es tidak lain adalah Len Yue, lalu ia menatap ke arah Menara Mille Mundi "Aku harus melaporkan kepada Kaisar atau terus menjaga Myro disini?".


Setelah berpikir sebentar, Len Yue menjadi tegas "Kaisar memberiku tugas untuk menjaga Myro, jadi lebih baik untuk tidak kembali lebih dulu dan terus menunggu Myro disini. Jika ia tidak kembali selama 3 hari, maka hanya bisa dikatakan bahwa ia mati di menara".


...----------------...


Myro tidak tahu atas apa yang terjadi di depan menara sejak sejam dari mereka pergi, lagipula kejadian yang ada di menara sekarang sangat mengejutkan Myro dan Zhi Li. Myro sekalipun belum pernah pergi ke Menara Mille Mundi sebelumnya, oleh karena itu pengetahuan Myro tentang menara ini cukup terbatas.


Saat ini di depan mata Myro dan Zhi Li, mereka melihat ada puluhan ribu kelabang raksasa di depan mata mereka.


Para kelabang itu sedang memakan atau menghancurkan ratusan murid yang pergi ke menara lebih awal, kekuatan semua kelabang ini tidak kurang dari Prajurit Martial.


"Aaaaa! Sakit! Bantu aku! Siapapun, bantu aku! Kelabang ini sedang menggigit kakiku, aaaaa!".


"Lepaskan, aku bilang lepaskan kelabang buruk! Tunggu, tidak! jangan memakan ku!".


"Tuan kelabang, lepaskan aku kali ini! selama kalian melepaskan ku maka aku tidak akan pernah datang lagi kesini, aku tidak akan menganggu kalian lagi! Hentikan, tuan kelabang, aku akan melakukan apapun! Selama kalian tidak memakan ku maka aku bisa memberi kalian harta yang hebat, aaaaa!".


Teriakan kesakitan dar ratusan murid ini terus terdengar, bahkan ada seorang murid yang di makan oleh puluhan kelabang secara bersamaan.


Beberapa orang mencoba melarikan diri, namun pada kelabang lebih cepat dan menangkap mereka. Belum lagi pintu untuk pergi dari labirin ini sudah tertutup, jadi merkea hanya bisa menyelesaikan labirin ini untuk kembali.


"Aku murid paling berbakat dari Sekte Sayap Hitam, aku tidak bisa mati disini! Tidak!".

__ADS_1


"Kelabang, lebih baik kau lepaskan aku! Selama kau membunuhku, maka patriak ku pasti akan membalas dendam, patriak ku memiliki kekuatan Jendral Martial!".


Bahkan Gordan serta Kalin yang sebelumnya sangat sombong mulai di makan oleh para kelabang, tidak peduli apa yang mereka katakan maka para kelabang tersebut terus memakan mereka.


Sebenarnya jika 1 lawan 1 maka Gordan ataupun Kalin masih bisa menang, tapi disini mereka sendirian dan dikepung oleh puluhan kelabang yang membuat mereka hanya bisa menjadi makanan kelabang.


Wajah Myro menjadi sangat dingin menatap semua ini, Myro tidak merasa takut sedikitpun melihat puluhan kelabang yang memakan 1 orang secara bersama-sama. Bahkan ada kelabang yang memakan sampai semua organ manusia tersebut.


"Zhi Li, bagaimana? Apakah kau takut?", tanya Myro yang sudah menarik pedangnya.


Zhi Li ikut mengambil belatinya "Guru, Zhi Li harus mengakui bahwa ini merupakan kejadian paling kejam yang pernah ia lihat, tapi bukan berarti Zhi Li takut! Puluhan ribu kelabang ini bukan lawan Zhi Li, bagaimanapun kelabang atau serangga takut terhadap api. Belum lagi Zhi Li sekarang juga memiliki kekuatan Prajurit Martial".


Myro mengangguk, ia sekarang mengerti kenapa sebagian besar orang yang menantang menara ini tidak bisa kembali hidup-hidup.


Hanya Prajurit Martial yang bisa datang ke menara ini, masalahnya penjaga pintu depan menara adalah puluhan ribu kelabang Prajurit Martial, lalu sosok apa yang menjadi musuh terakhir menara ini.


Walaupun begitu, Myro sama sekali tidak ragu. Kaisar Harem dan Kaisar Racun bisa menyelesaikan menara ini, bakat Myro jauh lebih baik dari mereka sehingga ia yakin bisa menyelesaikan menara ini juga. Mungkin Myro bisa menyelesaikan menara ini jauh lebih baik dari seluruh orang yang pernah melakukannya juga.


"Teknik Pedang Vermilion tahap 3, Vermilion membakar Langit", Myro menebas pedangnya ke depan dan sosok Vermilion raksasa muncul dari pedang tersebut.


Burung Vermilion berteriak keras menuju langit sebelum terbang dan membakar ribuan kelabang yang masih sibuk memakan mayat para murid tersebut.


Ratusan Bunga Lotus api muncul di belakang Zhi Li, ia melambaikan tangannya menuju ke para kelabang tersebut "Teknik Lotus Api tahap 1, Lotus Ledakan".


Ratusan Bunga Lotus Api terbang menuju para kelabang dan meledakkan mereka, ribuan kelabang terbakar akibat ledakan tersebut.


Puluhan ribu kelabang yang sebelumnya menghancurkan ratusan orang tersebut, sekarang para kelabang ini berteriak kesakitan di bawah api Vermilion dan Lotus Api milik Myro serta Zhi Li.

__ADS_1


Serangan gabungan mereka membentuk Burung Vermilion yang terbang di antara Bunga Lotus, seakan-akan seekor Burung Vermilion yang sedang menari di tengah-tengah taman yang terdiri dari banyak bunga Lotus.


__ADS_2