
Sosok pria yang datang ke kota yang sudah menjadi reruntuhan ini adalah seorang pria muda yang berusia sekitar 20 tahun, ia memiliki rambut hitam pendek serta mata hitam yang gelap seperti jurang. Walaupun sangat gelap, seseorang dapat melihat sedikit cahaya dari kegelapan pada mata pria tersebut.
Pria muda ini tidak lain adalah Myro, setelah ia pergi dari Sekte Zodiak maka ia terbang secepat mungkin menuju kota ini.
Jarak kota ini sangat jauh dari Sekte Zodiak, lebih tepatnya reruntuhan kota ini terletak hampir di sudut dunia, oleh karena itu hampir tidak ada kota lain di dekat sini.
Hal ini menyebabkan Myro harus terbang selama beberapa jam dari Sekte Zodiak sebelum bisa sampai kesini, sekarang hari sudah pagi dan matahari sudah mulai terlihat dari langit yang sangat berbeda dari saat Myro berangkat sebelumnya.
Myro benar-benar harus mengakui bahwa reruntuhan kota ini merupakan panggung yang sangat cocok, setidaknya mereka tidak perlu khawatir memakai kekuatan mereka.
Lagipula selama Myro bertarung memakai kekuatan penuhnya, maka tidak ada masalah untuk menghancurkan seluruh kota yang hancur ini. Jika kota itu memiliki banyak penduduk maka akan terlalu banyak korban yang tidak bersalah berjatuhan, harus Myro akui bahwa memilih tempat ini sebagai panggung memang sangat tepat.
Myro terus berjalan di kota ini sebelum menuju ke istana yang ada di pusat kota.
Meskipun di sebut sebagai istana, pada akhirnya istana yang terlihat mewah di masa lalu juga sudah berubah menjadi reruntuhan.
Ada banyak sekali lubang pada tembok ataupun atap istana ini, bahkan ada beberapa tiang yang mempertahankan istana ini sudah runtuh.
Ketika Myro berjalan menuju ke pintu depan istana, ia menemukan bahwa pintu itu sudah terbuka, lebih tepatnya pintu yang lama sudah terlalu tua dan hancur.
Myro melewati jalan yang sudah tidak memiliki pintu itu lagi dan terus berjalan di istana yang hancur ini.
Sudah tidak ada apapun lagi di tempat ini, kecuali reruntuhan dan barang-barang yang hancur maka sudah tidak ada lagi barang berharga di tempat ini.
Paling banyak kota ini hanya bisa dijadikan sebagai tempat bersejarah bagi orang-orang yang tertarik untuk datang dan melihatnya, tapi masalahnya siapa yang tertarik repot-repot pergi ke sini hanya untuk melihat kota yang hancur.
Bahkan Myro sekalipun tidak akan mendatangi tempat ini apabila panggung yang disiapkan bukan ada disini, bagaimanpun tidak ada lagi benda berharga disini.
__ADS_1
Saat Myro terus berjalan, ia akhirnya berdiri di depan sebuah pintu besi raksasa yang terlihat sangat kuat. Meskipun seluruh benda ataupun tembok di istana ini sudah mulai hancur, hanya gerbang besi ini yang masih berdiri dengan kuat di tempatnya tanpa ada tanda-tanda akan hancur oleh waktu.
Myro mendorong gerbang raksasa itu tanpa ragu, lalu apa yang ada dibalik gerbang raksasa ini terlihat di depan mata Myro.
Ruangan yang ada di balik gerbang besi raksasa ini adalah ruang tahta dimana tempat raja berkumpul bersama para menteri ataupun jenderalnya untuk membahas rencana atau memberikan penghargaan.
Tetapi seiring dengan ditinggalkannya kota ini maka ruang tahta ini sudah kosong, sekarang ruang tahta ini hanya terlihat seperti ruangan besar yang kosong dengan sebuah kursi tahta besar di pusat ruangan, nampaknya tahta itu merupakan tempat duduk raja yang dulu.
Namun hal itu sama sekali tidak menarik perhatian Myro sedikitpun, apa yang lebih menarik perhatian Myro yaitu ada seorang pria yang duduk di tahta tersebut.
Ia duduk di atas tahta dengan mata tertutup seakan-akan sedang tidur, tapi saat ia mendengar suara gerbang besi yang terbuka maka ia akhirnya membuka matanya dan melihat ke arah Myro.
"Aku sudah menunggumu disini sejak lama, diriku! Aku pikir kau masih belum memahami surat rahasia itu sehingga tidak akan datang kesini lagi", kata pria itu yang berdiri dari tahta tersebut.
Pria ini tidak lain adalah Myro jahat, ia masih memiliki rambut putih pendek dengan wajah yang sedikit suram.
Melihat wajah Myro jahat yang sedikit gelap tersebut, Myro tidak bisa untuk tidak bertanya "Apa yang terjadi padamu? Apakah kau sama sekali tidak bisa tidur selama beberapa hari ini?".
"Kau benar", kata Myro yang sedikit tersenyum, ia mengambil Pedang Matahari miliknya "Kalau begitu ayo kita akhiri pertarungan ini!".
Wajah suram Myro jahat perlahan-lahan menjadi berhati-hati, meskipun ia hanya bisa memegang pedang dengan 1 tangan tapi hal itu tidak membuatnya menyerah dari Myro asli tanpa bertarung "Aku tidak akan kalah darimu! Tidak, aku pasti menang!".
"Itu seharusnya yang menjadi perkataan ku!", kata Myro, api mengalir dari pedangnya yang perlahan-lahan membentuk seekor burung api raksasa "Teknik Pedang Vermilion tahap 4, Vermilion menelan Matahari".
Sebuah Zirah Vermilion muncul dari tubuh Myro, dengan bantuan Zirah Vermilion dan Pedang Matahari maka sosok burung api yang dibentuk Myro menjadi semakin kuat.
Seluruh tubuh Myro sekarang juga ditutupi oleh api, lalu sosok burung api itu membuka sayapnya dan berteriak keras ke arah langit.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu lagi, Burung Vermilion bergegas menuju ke arah Myro jahat.
Menghadapi tekanan dan panas dari Burung Vermilion, Myro jahat sama sekali tidak panik.
Ia menarik nafas dan menatap tajam ke arah datangnya Burung Vermilion tersebut, lalu ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi "Tebasan Malam tanpa Akhir tahap 6, Pedang Bulan Merah".
Bayangan bulan berwarna merah muncul di belakang Myro jahat, lalu pedang di tangan Myro jahat juga berubah menjadi merah.
Tanpa ragu sedikitpun, Myro jahat menebas pedangnya menuju ke arah Burung Vermilion yang datang.
"Slash!".
Burung Vermilion dan pedang Myro jahat saling bertabrakan, lalu bulan merah di belakang Myro jahat langsung terbagi menjadi 2 bagian.
"Booooom!".
Ledakan api yang sangat keras terdengar dari istana reruntuhan kota ini, seluruh istana yang hampir runtuh itu sama sekali tidak bisa menahan tabrakan kekuatan Myro jahat melawan Myro yang membuat seluruh istana itu akhirnya runtuh.
Bahkan gerbang besi yang terlihat sangat kuat di ruang tahta ini mulai meleleh akibat terlalu panas, seluruh kota juga ikut bergetar akibat tabrakan itu.
Seluruh area ledakan masih ditutupi oleh asap putih, namun Myro jahat yang berhasil menahan serangan Burung Vermilion itu melompat di antara reruntuhan istana yang sudah hancur lalu menebas ke sebuah arah yaitu tempat dimana Myro berada "Teknik Pedang Zodiak tipe 1, Pedang Taurus!".
Menghadapi serangan Myro jahat itu yang menyerangnya secara tiba-tiba itu, Myro tidak panik sedikitpun.
Ia mengangkat pedangnya yang ditutupi oleh kekuatan api matahari "Teknik Pedang Vermilion tahap khusus, Tameng Sayap Vermilion!".
Api di pedang dan Zirah Myro kembali berkumpul lalu membentuk sosok Burung Vermilion yang menutupi Myro memakai sayapnya agar tidak ada serangan apapun yang mengenai Myro.
__ADS_1
"Booooom!".
Ledakan yang kuat kembali terjadi di seluruh reruntuhan kota ini akibat serangan tersebut.