
Anto berjalan turun dengan sombong dari tangga rumahnya yang terlihat seperti istana, bersama dengan kemunculan Anto maka puluhan prajurit yang memakai baju zirah besi berwarna emas muncul.
Dibandingkan para penjaga kota yang di bunuh Cindaku ataupun Cesi, para prajurit yang memakai zirah ini terlihat jauh lebih kuat, mereka lebih seperti pasukan elit.
Walaupun begitu, pasukan elit ini masih seperti seekor semut di mata Myro, bahkan mereka sama sekali bukan lawan Cesi dan Cindaku.
Anto berdiri puluhan meter di depan Myro, ia melambaikan tangannya dengan dingin "Kalian semua, bersihkan para semut ini! Aku sama sekali tidak perlu memakai tanganku sendiri untuk membersihkan para semut, hal itu hanya akan merepotkan karena aku harus membersihkan tangan ku dari darah mereka".
"Baik, tuan Anto!", teriak puluhan prajurit yang memakai zirah emas ini, mereka mengangkat tombak mereka dan bergegas ke arah Myro dan yang lainnya penuh tekad membunuh.
Melihat prajurit emas yang sudah pergi melawan musuh, seorang pelayan meletakkan sebuah kursi mewah di belakang Anto agar ia bisa duduk di sana, selain itu beberapa wanita cantik datang untuk memberi Anto buah-buahan.
Anto duduk di kursinya dengan sombong dan ada wanita cantik di tangan kiri ataupun kanannya, ia menatap Myro dan yang lainnya seperti menatap orang yang sudah mati "Jangan kecewakan aku, walaupun aku tahu kalian tidak bisa menang tapi kalian setidaknya jangan sampai kalah dengan mudah, berikan aku film yang baik untuk ditonton sambil makan, hahahahaha".
Myro sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap kesombongan Anto ini, bahkan para Kaisar sekalipun tidak akan sombong berlebihan seperti ini sebab setiap orang yang menjadi Kaisar tahu bahwa kesombongan merupakan awal dari kekalahan.
"Cindaku, Cesi, aku rasa aku tidak perlu melakukannya sendiri untuk mengalahkan orang-orang ini kan?", kata Myro yang belum menarik pedangnya sedikitpun.
Cesi berdiri di depan Myro dengan tombaknya, ia berkata dengan dingin "Meskipun aku tidak tertarik untuk setia kepadamu, tapi aku sangat membenci Anto sombong itu! Aku akan membunuh para semut kecil ini".
Ketika beberapa orang sudah berada di jarak serangannya, Cesi langsung menusuk tombaknya dan membunuh 5 orang secara bersamaan, 5 prajurit itu tertusuk tepat di jantung mereka.
Berbeda dari Cesi yang bertindak menarik, Cindaku segera melompat ke arah pukulan musuh dan menyerang kepala mereka. Setiap kali tangan Cindaku bergerak maka itu berarti seorang pasukan musuh akan kehilangan kepala mereka.
__ADS_1
Kurang dari 3 menit, seluruh pengawal zirah emas ini sudah dibersihkan tanpa seorangpun yang bertahan hidup, darah mewarnai seluruh tanah di sekitar.
Myro yang ada di sisi lain tersenyum tidak peduli pada Anto seakan-akan melihat badut "Bagaimana? Apakah kau merasa filmnya sudah cukup atau masih kurang?".
Anggur yang ada di mulut Anto jatuh ke tanah, ia tidak pernah berpikir bahwa pasukan elit emasnya yang selalu paling ditakuti di kota ini, bahkan ia sudah menghabiskan banyak sumber daya untuk mereka, tapi mereka semua mati hari ini dengan waktu hanya beberapa menit.
Pada awalnya semua orang berpikir bahwa Anto akan ketakutan, tapi mereka tidak berpikir bahwa Anto tertawa keras dan bertepuk tangan, ia terlihat sangat senang "Sangat menarik, ini benar-benar menarik!".
Lalu Anto berdiri dari kursinya, ia melempar para wanita cantik di sekitarnya dan berjalan menuju Myro tanpa kehilangan kesombongannya sedikitpun.
"Aku Anto sang Penakluk akhir-akhir ini sudah merasa bosan, tidak ada seorangpun yang masih bisa berdiri setelah menerim pukulan ku, aku berpikir bahwa aku akan terus merasa bosan seperti ini sampai aku mati", kata Anto yang melepas bajunya, tubuh Anto yang dipenuhi otot seperti perunggu terlihat di mata semua orang.
Anto tersenyum percaya diri dan menatap Myro "Tapi kali ini nampaknya aku bisa membuang sedikit kebosanan ku, sangat menarik! Kau memang orang yang bisa mengalahkan Cindaku, aku yakin kau pasti lebih kuat dan bisa membuatku tidak bosan. Baiklah, kalau begitu aku sudah memutuskan".
"Apa yang kau putuskan?", tanya Myro dengan aneh, ia tidak mengerti bagaimana cara pikiran Anto bekerja, orang bodoh sekalipun mungkin lebih baik.
Myro benar-benar terkejut, padahal seharusnya Myro yang selalu memberi orang lain kesempatan untuk menyerang, namun Myro belum pernah menemukan orang yang memberinya kesempatan untuk menyerang seperti Anto ini.
"Apakah kau yakin?", tanya Myro dengan bingung.
"Ada apa? Apakah kau takut? Majulah, aku akan berusaha menahan kekuatanku sebaik mungkin untuk melawan mu", kata Anto yang masih penuh kebanggan.
Myro mengangguk dan mengangkat tinjunya "Kalau begitu persiapkan dirimu".
__ADS_1
Setelah itu Myro melangkah maju secepat mungkin, ia tidak memakai pedang atau apapun dan hanya memakai tinjunya. Bagaimanapun Anto sudah memberinya kesempatan menyerang 3 kali, oleh karena itu Myro merasa tidak tepat apabila dirinya memakai pedang.
"Brak!".
Ketika tinju Myro mengenai wajah Anto, tubuhnya terbang berputar-putar di udara sebanyak puluhan kalian sebelum menabrak tembok istananya sendiri.
Myro kembali terkejut, ia sebelumnya berpikir bahwa Anto ini cukup kuat sehingga ia terlihat sangat percaya diri, namun berdasarkan tinjunya sebelumnya maka Myro yakin bahwa Anto ini lebih lemah daripada Cindaku.
Myro harus mengakui bahwa sejak datang ke dunia ini, Anto adalah orang yang paling banyak membuatnya terkejut.
Sosok Anto kembali terlihat dari balik rumahnya yang sudah mengalami rusak berat.
Bukan hanya rumah Anto, bahkan Anto sendiripun terluka berat akibat serangan Myro. Wajahnya hancur sepenuhnya, ia juga merasa dirinya akan kehilangan kesadaran kapanpun akibat pukulan Myro barusan.
"Tidak adil! Ini tidak adil! Kau menyerang ku secara tiba-tiba sehingga aku tidak siap untuk menghentikan serangan mu tepat waktu, aku butuh pertarungan ulang!", teriak Anto yang tidak menerima kekalahannya.
"Kau yakin akan pertarungan ulang lagi?", kata Myro tersenyum dingin seakan-akan melihat target untuk melatih kemampuan tinjunya.
Merasakan tatapan dingin Myro, Anto yang selalu sombong akhirnya bergerak mundur, ia menggelengkan kepalanya dan berkata "Bukan, maksud ku pertarungan ulangnya akan dilakukan beberapa hari kemudian agar adil. Bagaimanapun aku sudah terluka sekarang, walaupun aku masih bisa mengalahkan mu dengan keadaan terluka tapi itu akan tidak adil. Aku Anto sang Penakluk adalah orang yang adil!".
Myro menggelengkan kepalanya dan tidak tertarik berbicara lebih banyak bersama badut ini, Myro merasa bahwa Anto ini merupakan badut di antara para badut.
Sosok Myro kembali menghilang dan muncul di depan Anto, ia segera memukul perut Anto dengan keras.
__ADS_1
"Brak!".
Tubuh Anto kembali berputar-putar di udara sebelum terlempar sejauh puluhan mereka, Myro hanya berkata dengan senyum licik terhadap tubuh Anto yang terlempar jauh "Kesempatan ku menyerang sebanyak 3 kali masih belum selesai".