KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 257 : PETIR DAN RACUN


__ADS_3

Myro jahat yang berbaring di tanah menatap ke arah asal teriakan itu dengan tidak tertarik "Jiwa Myro yang asli, apakah kau tidak melihat bahwa aku sudah lelah? Aku sudah hampir mati! Pertarungan apalagi yang harus aku lakukan?".


Myro di sisi lain ikut tersenyum pahit, ia berkata "Bukankah kau mengatakan bahwa musuh kita hanya Ark? Bagaimanapun tidak ada gunanya lagi kita untuk saling bertarung, pada akhirnya kita masih harus kembali menjadi Myro yang sebenarnya. Oleh karena itu, tidak peduli siapa yang menang ataupun kalah, kita akan sama-sama menghilang. Kenapa harus repot-repot saling bertarung?".


Sosok seorang pria tua yang memiliki wajah berusia sekitar 40 tahun muncul dari ruangan tersebut. Walaupun sudah terlihat cukup tua, masih ada ketajaman di wajah pria ini, selain itu usia sama sekali tidak menganggu ketampanan dari wajah pria ini.


Pria yang baru muncul ini tidak lain adalah Jiwa Myro.


"Paman Myro, bagaimana kau bisa memiliki tubuh? Bukankah kau seharusnya hanya sebuah jiwa?", kata Myro jahat penasaran "Lalu aku lebih baik memanggilmu paman karena kau yang paling tua di antara kami, setidaknya wajahmu adalah yang paling tua. Jadi memanggilmu sebagai Paman Myro adalah yang paling cocok".


"Kau benar", kata Myro asli mengangguk "Cukup aneh jika memanggilnya Jiwa Myro, lebih baik memanggilnya Paman Myro. Jadi paman, darimana kau mendapatkan tubuh ini dan kenapa kau datang kesini?".


Melihat 2 orang ini yang masih sibuk mencari nama panggilan untuk dirinya, Jiwa Myro memutar matanya "Ini bukan waktunya untuk bermain-main, bukankah aku mengatakan bahwa pertarungan belum selesai? Nama panggilanku sama sekali tidak penting, sedangkan alasan kenapa aku memiliki tubuh sekarang yaitu diri kita yang jahat hampir mati, maka hal ini berarti 3 jiwa kita akan kembali bergabung. Apabila ada yang mati di antara kalian, maka 3 jiwa kita langsung bergabung kembali. Selama waktu sebelum kematian itu juga, aku bisa mendapatkan tubuh meskipun hanya sebentar. Tunggu, kita sudah membicarakan sesuatu yang tidak penting lagi! Berdiri! Pertarungan belum berakhir".


"Paman, aku sudah lelah", kata Myro jahat menutup matanya "Jika kalian berencana untuk bertarung maka kalian bisa bertarung untuk menjadi Myro asli, aku sudah menyerah karena hidupku sudah tidak lama lagi. Aku akan tidur untuk sekarang sebelum kematian diriku".

__ADS_1


"Itu benar Paman Myro, tidak ada gunanya lagi bertarung untuk memperebutkan tubuh asli. Jika kau sangat tertarik, maka aku bisa mengakui mu sebagai pemenangnya", kata Myro tidak tertarik, ia sudah mengetahui bahwa tidak peduli siapa yang menang atau kalah maka jiwa mereka akan kembali bergabung, kenapa harus repot-repot bertarung lagi?


"Apa yang kalian katakan? Jika aku berencana membunuh kalian semua maka aku pasti sudah melakukannya sejak awal, yaitu menipu kalian untuk saling bertarung seperti yang Ark lakukan! Maksud perkataan ku adalah Ark belum mati, pertarungan ini masih berlanjut!", teriak Jiwa Myro.


"Apa?", baik itu Myro ataupun Myro jahat segera melompat, mereka terkejut mengetahui hal tersebut. Lagipula mereka berpikir bahwa pertarungan ini sudah berakhir.


...----------------...


Beberapa saat sebelum Ark mati yaitu ketika pedang Myro jahat menabrak Ark, ledakan yang besar terjadi akibat tabrakan tersebut.


"Booooom!".


Kaisar Harem menatap ke arah asal ledakan itu ketika sudah menghilang sebelum berkata "Apakah pertarungan disana sudah berakhir? Aku tidak bisa merasakan ledakan apapun lagi?".


"Nampaknya pertarungan disana memang sudah selesai", kata Kaisar Racun yang kembali menatap Kaisar Harem lagi "Kalau begitu aku juga akan menyelesaikan pertarungan yang ada disini, Harem, hari ini akan menjadi kematian mu".

__ADS_1


Kaisar Harem juga melihat ke arah Kaisar Racun dengan dingin "Bukankah ini lucu, Racun! Jika itu dirimu sebelumnya yang masih sehat serta memiliki kekuatan penuh maka aku mungkin kalah melawan mu, tapi kau sekarang sudah kehilangan 1 tangan. Kekuatanmu sudah banyak melemah, apakah kau berpikir kau masih merupakan lawan ku?".


Kaisar Racun berkata dengan tegas "Apakah kau berpikir aku akan menyerah hanya karena perkataan darimu? Harem, meskipun kita adalah musuh tapi aku harus mengakui bahwa kau adalah orang yang paling mengenal diriku, jadi kau seharusnya mengetahui tentang seberapa keras kepalanya diriku bukan? Kecuali kau berhasil membunuhku, aku tidak akan menyerah".


"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain membunuhmu ya?", kata Kaisar Harem yang mengubah senjatanya menjadi tombak, lalu petir berwarna emas terlihat mengalir pada tombak miliknya "Racun, sejak kapan kita mulai menjadi seperti ini? Bukankah kita dulu sangat dekat?".


"Kenapa kau membahas masa lalu sekarang? Bukankah itu sudah terlalu terlambat?", kata Kaisar Racun yang menggelengkan kepalanya "Mungkin sejak kita menjadi Kaisar, kau memutuskan untuk tetap menjadi Kaisar dan hidup dengan damai sedangkan aku memutuskan untuk terus melangkah maju melewati Kaisar. Walaupun aku marah kepadamu karena masalah wanita, tapi itu tidak cukup untuk menghancurkan pertemanan kita sepenuhnya. Tapi sejak ambisi kita berbeda, hubungan pertemanan kita juga hancur".


"Kau benar", kata Kaisar Harem yang menutup matanya, ia mencoba mengingat masa lalu "Saat itu kita memiliki ambisi yang sama yaitu menjadi lebih kuat, tapi sejak menjadi Kaisar maka aku merasa sudah cukup. Aku hanya berusaha hidup dengan damai bersama orang-orang yang aku pedulikan, tapi kau berbeda, jalan yang kau pilih yaitu terus menjadi kuat hingga melewati Kaisar. Kau berusaha untuk menjadi yang terkuat. Racun, aku memiliki sebuah pertanyaan terakhir untukmu, apakah ambisi milikmu masih belum berubah?".


"Pertanyaan bodoh", kata Kaisar Racun dengan tegas, ia memanggil 4 roh manusia racun miliknya dan raja badak besi "Tidak peduli apapun yang terjadi, aku tidak akan merubah ambisi ku! Harem, kedamaian yang kau miliki hanya kedamaian palsu, hanya dengan menjadi yang terkuat maka kau bisa mendapatkan kedamaian yang asli!".


"Kita pada akhirnya tidak pernah bisa setuju lagi terhadap ambisi masing-masing, maka tidak ada pilihan lain", kata Kaisar Harem, sosok pria tua dengan janggut putih panjang serta sebuah tombak petir muncul di belakang Kaisar Harem, pria tua itu tidak lain adalah roh milik Kaisar Harem yaitu petir.


"Ayo kita akhiri semua ini, Racun!", teriak Kaisar Harem, Zeus di belakangnya berubah menjadi cahaya putih dan bergabung bersama Kaisar Harem.

__ADS_1


Petir emas menutupi seluruh tubuh Kaisar Harem, tombak di tangannya juga berubah menjadi sebuah petir emas, kekuatannya meningkat dengan cepat ketika ia bergabung bersama rohnya.


"Kau benar, dengan ini maka semua permusuhan kita bisa berakhir", kata Kaisar Racun yang bergabung dengan roh manusia racun miliknya "Harem, hari ini kita akan melihat siapa yang lebih kuat! Racun milikku atau petir milikmu!".


__ADS_2