KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 114 : RUANG HARTA


__ADS_3

Walaupun pintu rumah Penthesilea dikunci, Myro bisa membuka kuncinya dengan mudah lalu bergegas mencari ruang rahasianya.


Cesi dan Pona terus mengikuti Myro dari belakang, Cesi yang mengikuti Myro menatapnya penuh rasa curiga "Ada yang aneh dari pria ini! Bagaimana ia bisa menolak wanita cantik seperti Penthesilea? Ini sudah pasti bahwa kemungkinan besar Myro ini lebih memilih pria daripada wanita, jika tidak maka tidak mungkin ia bisa menolak wanita cantik seperti Penthesilea!".


Pona yang ada di sebelah Cesi memutar matanya "Cesi, jika kau tidak keberatan mendengar pendapatku maka aku akan mengatakannya bahwa kau sebenarnya yang aneh disini. Kau sebelumnya berkata bahwa semua pria sama, selama mereka melihat wanita cantik maka mereka akan meninggalkan wanita mereka sebelumnya. Tetapi disini Myro berhasil menolaknya, bukankah itu hebat? Ini membuktikan bahwa Myro pria yang setia, namun kau masih mengatakan bahwa ia pria yang aneh".


"Jika Myro menerima Penthesilea maka kau mengatakan Myro tidak setia, namun apabila Myro menolaknya maka kau mengatakan bahwa Myro tidak normal yang lebih memilih pria. Masalahnya adalah apa yang harus Myro lakukan agar menjadi benar di matamu?".


Tanpa menunggu jawaban Cesi, Pona bergerak pergi mengikuti Myro ke rumah Penthesilea.


Saat ini hanya ada Cesi yang masih berdiri diam di tempatnya, ia merasa bahwa perkataan Pona sebelumnya benar.


"Apakah aku terlalu menganggap buruk Myro?", kata Cesi penuh keraguan, tapi ia segera menggelengkan kepalanya "Tidak, bukan aku yang terlalu menganggapnya buruk, namun Myro memang merupakan orang yang licik. Jika aku tidak berhati-hati dengannya maka aku pasti akan di tipu lagi, oleh karena itu aku selalu bersikap curiga di depannya".


Setelah menemukan pembenaran untu dirinya sendiri, Cesi mengikuti ke rumah Penthesilea.


Sekarang Myro sudah berada di ruangan kamar, Pona terus mencari-cari baik itu pada tembok, tempat tidur ataupun rak, Pona sedang sibuk mencari jalan rahasia sedangkan Myro hanya berdiri di tengah ruangan sambil menatap sekitar.


"Myro, aku sama sekali tidak menemukan cara membuka ruangan rahasia seperti yang dikatakan Penthesilea, apakah kita harus kembali dan bertanya lagi tentang bagaimana cara menemukan jalannya?", tanya Pona yang sudah mencari ke seluruh ruangan, tapi ia tidak bisa menemukan petunjuk apapun.


Myro menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, jika tidak ada jalan maka kita hanya perlu membuatnya".


Di bawah tatapan bingung Pona, Myro memukul tanah dengan keras.

__ADS_1


"Brak!".


Sebuah lubang besar terbentuk di lokasi dimana Myro memukulnya, dapat dilihat melalui lubang itu bahwa memang ada lagi ruangan rahasia di bawah kamar Penthesilea.


"Lihat, ayo pergi", kata Myro yang melompat melalui lubang itu.


Pona sedikit tidak bisa berkata-kata, ia merasa dirinya yang mencari cara membuka jalan rahasia benar-benar tidak berguna, bahkan hanya menghabiskan tenaganya.


Pona mengikuti Myro untuk melompat menuju lubang tersebut, tidak lama kemudian Cesi juga datang.


Sebelum Cesi bisa melompat menuju lubang tersebut, ia menyadari bahwa ia tidak bisa melompat, lebih tepatnya Myro melarangnya pergi ke ruang persembunyian harta ini memakai kontrak yang ada pada mereka.


Menyadari bahwa Myro takut Cesi pergi ke ruang harta dan mengambil harta yang bisa menyembuhkan lukanya sehingga Myro melarang Cesi untuk pergi, Cesi tidak bisa untuk tidak berkata dengan marah "Myro licik ini, ia bahkan tidak memberikanku kesempatan sedikitpun untuk memulihkan kekuatanku!".


...----------------...


Myro yang sudah melarang Cesi untuk pergi ke ruang harta Penthesilea kembali menatap ke sebuah pintu kecil di depannya, pintu ini dibuat dari kayu dan tidak sulit untuk dibuka. Jika bukan karena terletak di tempat yang rahasia, maka tidak ada yang berpikir bahwa dibalik pintu kayu yang terlihat normal ini maka terdapat harta yang sudah disimpan petarung Amazon selama puluhan tahun berkuasa di hutan ini.


Myro membuka pintu itu untuk melihat tumpukan emas dan berlian yang sangat menarik perhatian di ruangan ini, selain itu terdapat beberapa senjata ataupun baju besi yang nampaknya merupakan senjata rank 5.


Walaupun senjata rank 5 sama sekali tidak berharga di Dunia Kaisar, tapi nampaknya di dunia ini senjata tingkat seperti itu sudah terlalu berharga.


"Myro! Ada banyak emas disini! Bahkan kita bisa berenang di tumpukan emas ini, hebat! Aku belum pernah melihat emas sebanyak ini sebelumnya", kata Pona yang mulai melompat ke arah tumpukan emas, ia tersenyum sangat senang saat berada di tumpukan emas itu.

__ADS_1


"Kau bisa mengambil semua emasnya, aku sama sekali tidak tertarik", kata Myro yang melangkah semakin jauh di ruang harta ini.


Myro terus berjalan hingga tiba di bagian obat serta harta kultivasi, meskipun beberapa dari harta ini cukup baik untuk meningkatkan kultivasi seseorang, namun tidak ada yang cukup berharga untuk meningkatkan kultivasi Jendral Martial milik Myro. Paling banyak hanya ada beberapa harta yang berguna sedikit untuk Prajurit Martial.


Ketika sudah sampai di akhir ruang harta ini, Myro menggelengkan kepalanya sedikit sebab ia tidak menemukan sesuatu yang berharga untuk kekuatannya, bagaimanapun Penthesilea yang merupakan orang terkuat di petarung Amazon hanya memiliki kekuatan Saint King tingkat tinggi sehingga tidak aneh apabila ia tidak memiliki harta yang berharga bagi Jendral Martial.


Saat Myro baru akan pergi, sebuah benda menarik perhatiannya.


Myro tidak melihat benda ini sebelumnya sebab benda ini terletak di bawah tumpukan benda yang lain, lebih tepatnya Penthesilea kemungkinan besar mengaggap benda ini sebagai tidak berharga yang membuat ia meletakkan benda ini secara sembarangan di antara tumpukan ruang hartanya.


Myro berjalan dan membersihkan benda di sekitarnya untuk menemukan sebuah bunga berwarna putih yang bersinar dengan terang, ketika Myro baru mengambil bunga itu maka sebuah suara terdengar dari belakangnya "Tuan, dari sebuah harta berharga yang ada di ruangan ini, kenapa kau memilih untuk mengambil bunga aneh ini?".


Myro tidak menatap ke arah asal suara itu sebab Myro tahu bahwa suara itu adalah milik Penthesilea.


Setelah bujukan para pengikutnya, kepercayaan diri Penthesilea sudah kembali.


Sekarang ia merasa bahwa alasan Myro menolak dirinya karena mereka baru mengenal, bagaimanapun sangat aneh untuk berpasangan dengan orang yang baru dikenal selama beberapa jam. Oleh karena itu, Penthesilea yakin inilah alasan Myro menolak dirinya. Hal ini membuat Penthesilea kembali percaya diri, selama ia bisa menghabiskan waktu lagi bersama Myro maka Myro tidak bisa lari dari tangannya.


"Apakah kau tahu kegunaan bunga ini?", tanya Myro yang terus menatap bunga tersebut.


Penthesilea mengangguk "Aku menemukan bunga itu secara kebetulan di dekat sebuah jurang, bunga ini selalu bersinar yang menarik perhatianku saat itu untuk mengambilnya. Menurut beberapa ahli tumbuhan dari petarung Amazon, bunga ini sudah hidup selama ribuan tahun di tepi jurang tersebut, bunga ini hanya bersinar ketika ia sudah tumbuh dewasa. Selain bisa bersinar, bunga itu adalah racun yang sangat kuat apabila di makan. Semua ahli pengobatan di petarung Amazon mengatakan hal yang sama, oleh karena itu aku menyimpan bunga ini di ruang harta. Jika aku harus membunuh seseorang memakai racun di masa depan, aku bisa menggunakan benda ini".


"Jawabanmu memang benar, tapi tidak tepat sepenuhnya", kata Myro tersenyum percaya diri "Apakah kau memiliki tungku untuk membuat pil? Biarkan aku menggunakannya, aku akan menunjukkan kepada kalian bahwa racun sekalipun bisa berubah menjadi harta kultivasi apabila diolah dengan tepat!".

__ADS_1


__ADS_2