KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 293 : JALAN-JALAN (ENDING 2)


__ADS_3

Melihat Myro masih tidak menanggapi apa yang ia katakan, Sun Wu sedikit tidak bisa berkata-kata "Patriak, apakah anda benar-benar mendengarkan laporan yang baru aku katakan?".


Ketika Sun Wu mulai berteriak, Myro sedikit tersenyum.


Ia menatap ke arah Sun Wu "Aku mendengarkannya, jangan khawatir! Bagaimanapun laporan tahunan itu tidak terlalu berguna, sejak kita sudah pindah kesini maka tidak ada masalah besar yang terjadi. Selain itu semua orang mengakui kita sebagai sekte terkuat serta yang memimpin disini, oleh karena itu aku rasa laporan tahunan ini sama sekali tidak diperlukan. Belum lagi aku yang memiliki kekuatan terkuat serta kalian para 5 Kaisar juga ada disini, apakah kau masih berpikir akan ada masalah?".


Wajah Sun Wu masih sangat tegas "Patriak, kita tidak boleh lengah! Sekarang mungkin tidak ada masalah, tapi suatu hari nanti mungkin akan muncul sosok kuat yang bisa mengganggu kedamaian yang sudah kita bangun ini. Jadi kita harus selalu berhati-hati dan membersihkan semua ancaman dari awal sebelum semakin berkembang, untuk menjaga perdamaian dunia ini agar anak-anak kita bisa hidup tanpa harus khawatir terhadap peperangan dan pertarungan hidup ataupun mati".


"Kau masih gila kerja seperti sebelumnya", kata Myro menggelengkan kepalanya, padahal para Kaisar lain sudah mulai beristirahat atau hanya hidup bersama keluarga mereka tanpa memperdulikan urusan sekte. Selama tidak ada keadaan yang benar-benar penting atau panggilan patriak, maka para Kaisar ini juga tidak sibuk bekerja. Paling banyak mereka hanya mengajar murid-murid sekte, sedangkan masalah mengelola sekte maka biarkan orang lain melakukanya.


Tetapi di antara semua orang, hanya Sun Wu yang tetap bekerja keras setiap harinya. Menurut cerita yang Myro dengar dari murid Sun Wu atau anaknya, setiap hari akan selalu ada tumpukan kertas yang merupakan pekerjaan Sun Wu. Ia hampir tidak pernah beristirahat setiap harinya kecuali pada malam hari, dimana ia menghabiskan waktu bersama Kitsune dan anaknya.


"Ya, jika tidak bekerja keras maka itu memang tidak sepertimu, Sun Wu sang Kaisar Kera", kata Myro sedikit tersenyum, tidak peduli berapa banyak kehidupan yang Myro lewati maka Sun Wu tidak pernah berubah.


Ia tidak pernah mengkhianati Myro dan selalu rajin bekerja, mungkin sejak dulu maka Sun Wu adalah tetua yang paling peduli pada Sekte Zodiak.


"Apa yang anda katakan patriak? Aku memang dijuluki sebagai Kaisar Kera, namun semua orang tahu bahwa kekuatanku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan patriak. Bahkan patriak mendapatkan julukan orang terkuat, Kaisar Kera pada akhirnya hanya julukan yang orang-orang buat untukku yang sudah menjadi Kaisar", kata Sun Wu yang berencana untuk melanjutkan laporannya.


"Sun Wu, berhenti! Jangan laporan lagi!", teriak Myro panik, ia langsung mengambil tumpukan kertas di tangan Sun Wu. Apabila Myro tidak menghentikannya, maka Sun Wu bisa melaporkan semua ini sampai malam.

__ADS_1


Melihat Myro yang mengambil kertasnya, Sun Wu tidak bisa untuk tidak berkata "Patriak, apa yang anda lakukan? Kita masih memiliki banyak hal yang harus dikerjakan".


"Apakah kau gila? Hari ini festival 20 tahun setelah kita berhasil bertahan dari bencana emas, aku dengar kau sudah berkata sebelumnya akan menemani anakmu jalan-jalan hari ini?", kata Myro yang meletakkan kertas laporan Sun Wu di sudut meja.


"Benarkah?", tanya Sun Wu ragu, ia terlalu sibuk bekerja hingga tidak bisa mengingat bahwa ia berencana jalan-jalan di festival dengan anaknya.


Sebelum Myro bisa menjelaskan, suara teriakan seorang anak terdengar "Ayah, apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?".


Mendengar suara anak-anak itu, Myro tersenyum "Lihat? Anakmu sudah datang".


Sun Wu berjalan menuju ke jendela depan ini untuk menemukan Kitsune yang menunggunya di depan rumah Myro bersama seorang wanita muda berusia sekitar 15 tahun.


Myro mendorong Sun Wu dari belakang sebelum berkata "Pergi, hari ini kau bisa mengambil libur. Pergi berjalan-jalan bersama istri dan anakmu, jangan memikirkan tentang pekerjaan".


Bagaimanapun Kitsune dan anaknya adalah orang yang cerdas, mereka tidak pernah menganggu Sun Wu kecuali ada sesuatu yang sangat penting.


Sun Wu membungkuk ke arah Myro penuh rasa bersalah "Patriak, maaf! Nampaknya aku tidak bisa membantumu hari ini".


"Pergi, aku bisa melakukan semua pekerjaan yang masih ada sendirian", kata Myro.

__ADS_1


Sun Wu membungkuk lagi sebelum berjalan pergi menemui Kitsune dan anaknya.


Walaupun sudah berusia 15 tahun, anak Sun Wu masih bersikap seperti anak-anak. Lebih tepatnya Sun Wu selalu sibuk bekerja setiap hari hingga hampir tidak memiliki waktu untuk bersama dengannya, oleh karena itu anak Sun Wu selalu bersikap seperti anak-anak di depan ayahnya sebab ia berusaha menarik perhatian ayahnya.


Myro menatap keluarga Sun Wu yang pergi ke festival dengan senyum lembut "Apabila aku tidak memiliki banyak pekerjaan, maka tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu di festival bersama keluargaku juga".


Setelah itu Myro menutup semua pintu dan jendela rumahnya dengan hati-hati, ia memastikan tidak ada lagi orang di sekitar gunung itu sebelum mulai mengambil sebuah buku yang cukup tersembunyi di rak buku miliknya.


Buku itu terlihat sangat tua dengan bagian depan buku yang berwarna coklat, Myro tidak pernah menceritakan buku ini kepada siapapun kecuali beberapa orang dekatnya sebab buku ini memiliki informasi yang sangat penting.


Perlahan-lahan, Myro membuka buku itu. Pada halaman paling awal buku tersebut, terdapat sebuah gambar tahta dan pilar yang sangat aneh.


Apabila orang lain yang membaca buku ini maka mereka mungkin tidak mengerti maksud dari gambar pilar dan tahta tersebut, namun sebagai orang yang sudah melihat tahta itu secara langsung maka Myro tahu maksud dari gambar buku ini.


Myro kebetulan menemukan ini ketika ia sudah tinggal di tempat ini selama 5 tahun, tapi berdasarkan ingatan Myro jahat maka seharusnya tidak ada keberadaan buku ini.


Oleh karena itu, Myro sendiri masih belum mengetahui asal dari buku ini.


Ia sudah membaca buku ini selama bertahun-tahun, namun tidak peduli berapa kali Myro selesai membaca buku ini maka ia akan tetap terus membacanya lagi sebab ada informasi yang sangat penting pada buku ini.

__ADS_1


Tanpa ragu, Myro mulai membaca buku ini lagi.


[Di dunia ini, terdapat 9 orang yang akan menjadi pemegang dari tahta dan pilar. Para pemegang tahta ataupun pilar akan tersegel sampai 9 dari mereka lengkap, jadi mereka tidak akan terbangun sampai sudah memiliki 9 orang. Tapi, apa yang akan terjadi apabila seseorang yang seharusnya mendapatkan tahta atau pilar tersebut memilih untuk tidak menerimanya? Apakah kau pikir dengan melepas tahta atau pilar itu maka kau sudah lepas dari masalah? Jawabannya tidak, melepas tahta atau pilar itu sama seperti membawa bencana pada keluargamu sendiri]


__ADS_2