
Setelah pertarungan anak kecil yang mengejutkan tadi, pertarungan kembali berlangsung. Beberapa orang berbakat lain yang tidak kalah dari anak kecil itu mulai bermunculan, bahkan di antara orang-orang ini maka beberapa dari mereka memiliki roh tingkat suci yang lebih menakutkan daripada Trol.
Myro sekarang sedang menatap layar tersebut sebab orang yang bertarung memiliki roh suci Manticore yang memiliki sosok singa dengan ekor kalajengking di belakang tubuhnya serta memiliki sayap kelelawar. Meskipun bentuknya sangat aneh, kekuatan racun pada ekornya sama sekali tidak bisa diremehkan, ia juga memiliki gigitan yang sangat kuat, belum lagi terdapat sayap yang bisa membantunya terbang ataupun mempercepat kekuatannya.
Tidak diragukan lagi bahwa pemilik Manticore tersebut menang, ia tidak kalah kejam dari anak kecil pemilik Trol tadi.
5 orang mati di bawah racun ekor miliknya sedangkan 3 orang lainnya mati di makan, lalu 1 orang berhasil bertahan hidup dengan cara menyerang meskipun harus kehilangan tangan kanan miliknya.
Melihat mayat-mayat di sekitarnya, pemilik Manticore tersenyum sombong "Benar-benar lemah, nampaknya pertarungan ini akan menjadi membosankan. Setidaknya aku pasti bisa menang tanpa masalah".
Lalu pertarungan berikutnya di mulai, kali ini perhatian Myro berada pada seorang wanita cantik dengan rambut panjang berwarna merah berapi-api.
Pada awalnya para peserta di atas panggung tidak menatap wanita tersebut, mereka hanya berpikir bahwa wanita itu hanya cantik tapi tidak memiliki kekuatan.
Tetapi saat pertarungan di mulai, wanita itu memanggil roh miliknya yaitu seorang wanita dengan sayap kelelawar serta rambut seperti terbuat dari api.
Melihat roh tersebut, Myro menggelengkan kepalanya "Empusa, roh suci yang cukup kuat namun di sisi lain juga lemah, selama ilusi milik mereka gagal maka kekuatannya juga sangat menurun".
Bersamaan dengan perkataan Myro, roh Empusa milik wanita tersebut tersenyum yang langsung menarik perhatian semua laki-laki di atas arena, bahkan perhatian peserta wanita juga tertarik oleh Empusa, hal ini menunjukkan seberapa menakutkan daya tarik miliknya yang bisa membuat wanita sekalipun tertarik.
Setelah para peserta yang lain tertarik oleh Empusa dan mata mereka menjadi semakin pudar, peserta wanita yang memiliki Empusa itu tersenyum, ia tahu bahwa sudah waktunya untuk menyelesaikan pertarungan ini "Para pria tampan dan wanita cantik sekalian, apakah kalian tidak keberatan untuk membiarkan aku menang?".
Para peserta yang sudah menjadi bodoh oleh daya tarik Empusa langsung mengangguk, mereka turun dari arena yang menyatakan kemenangan wanita tersebut.
__ADS_1
Madam Sha yang ada di atas panggung baru menyadari bahwa Yura sedang menatap wanita pemilik Empusa itu dengan tajam, tapi Yura menatapnya bukan karena terpengaruh daya tarik Empusa.
"Ada apa? Apakah kau berpikir bahwa wanita itu juga cantik yang membuat kau menatapnya?", kata Madam Sha penasaran.
Yura menggelengkan kepalanya "Bukan itu, Tiamat baru mengatakan bahwa Empusa yang digoreng memiliki rasa yang cukup baik, bahkan jika tidak di masak sekalipun maka Empusa masih cocok untuk di makan. Aku sekarang penasaran tentang rasanya, Tiamat pasti tidak berbohong kepadaku".
Madam Sha menatap Yura dengan aneh, lagipula bentuk Empusa tidak jauh berbeda dari manusia. Tapi Madam Sha segera menyadari bahwa Yura ini bukan manusia, sebagian besar tubuh Yura mengalir darah para naga. Sekarang ia mengerti kenapa Yura tertarik untuk memakan Empusa walaupun hampir mirip dengan manusia, sebab naga sama sekali tidak keberatan untuk memakan manusia.
"Apakah kau tertarik untuk memakannya? Jika kau tertarik maka aku bisa diam-diam menangkapnya", kata Madam Sha dengan tegas, menurutnya menangkap roh Empusa itu tidaklah sulit.
Pada awalnya Yura akan setuju, tapi ia memikirkan sebuah kata-kata Myro sehingga ia menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, ayah berkata bahwa aku masih terlalu muda sekarang sehingga lebih baik untuk tidak memakan sesuatu yang besar seperti manusia".
Mendengar itu, Mada Sha mengangguk. Memang benar bahwa tubuh Yura masih terlalu muda yang membuat ia akan kesulitan apabila memakan sesuatu yang terlalu besar.
Pada akhirnya giliran Zhi Li tiba, untungnya ia tidak menemukan lawan yang memiliki roh suci sehingga ia bisa mengalahkan semua orang di sana tanpa masalah.
Walaupun begitu, Zhi Li bertarung tanpa memakai roh miliknya sehingga ia tidak menarik perhatian seorangpun akibat kemenangannya.
Bersamaan dengan selesainya pertarungan Zhi Li, ini waktunya untuk Myro.
Ia naik ke atas panggung dan 9 orang lainnya juga naik, Myro menemukan bahwa tidak ada seorangpun yang cukup kuat di antara orang-orang ini sehingga Myro bisa mengalahkan mereka tanpa masalah sedikitpun walau tidak memakai roh.
Tetua yang menjadi penengah mengangkat tangannya sebelum berkata "Pertarungan di mulai!".
__ADS_1
9 orang lainnya saling bergegas maju untuk mengalahkan musuh mereka, tapi Myro hanya berdiri diam di tempat, aura yang kuat bergegas dari tubuh Myro dan menekan 9 peserta yang lain.
"Brak!".
Perlahan-lahan, 9 peserta itu mulai terjatuh serta kehilangan kesadaran mereka, bahkan di antara 9 orang tersebut maka hanya ada 1 orang yang duduk di tanah tapi belum kehilangan kesadarannya.
Ia duduk di tanah, terlihat sangat kesakitan. Namun dibandingkan menunjukkan rasa sakit, wajah pria itu lebih menunjukkan rasa takut terhadap Myro. Ia memiliki kekuatan Jendral Martial tingkat 5, tapi Myro yang memiliki kekuatan Jendral Martial tingkat 1 bisa menjatuhkannya hanya memakai aura.
"Siapa sebenarnya kau?", kata pria tersebut menatap Myro.
Myro berjalan ke arah pria tersebut dengan dingin sebelum menendang perutnya, pria itu langsung jatuh ke tanah dan kehilangan kesadaran.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku", kata Myro tidak peduli, ia turun dari panggung tersebut dan kembali ke ruang tunggu peserta.
Wajah tetua yang menjadi penengah membeku, lebih tepatnya bukan hanya ia melainkan seluruh orang yang menonton terkejut.
Ketika Myro sudah pergi maka penengah kembali sadar "Pemenangnya nomor 1127, peserta 1127 menang".
Akhirnya para penonton kembali sadar akibat teriakan penengah itu, mereka saling berbicara bersama teman di sekitar mereka "Aku sudah melihat orang yang memiliki roh suci sebelumnya, tapi aku belum pernah melihat seseorang yang mengalahkan musuhnya hanya memakai aura! Mungkin anak itu tidak memiliki roh suci, namun kekuatan bersama bakatnya pasti tidak lemah".
"Sangat hebat, ia mengalahkan musuhnya tanpa gerakan apapun! Tidak, kata hebat sama sekali tidak cukup untuk menggambarkannya, kata monster jauh lebih cocok!".
Para penonton saling berbicara penuh semangat, di dunia ini memang ada beberapa bakat lainnya, bukan hanya roh. Contohnya Kaisar Racun, ia mungkin tidak memiliki bakat pada roh yang membuat ia tidak memiliki roh suci, tapi ia memiliki bakat pada pembuatan racun sehingga dirinya bisa menjadi Kaisar.
__ADS_1
Kaisar Racun yang duduk di tahtanya sedikit mengangguk terhadap Myro yang pergi "Bakat roh bukanlah hal yang paling penting, seorang Kaisar bukan berarti harus memiliki roh suci!".