
Myro mengambil sebuah pil dan menunjukkan di depan Cesi, selama ia memakan pil ini maka kekuatan Cesi bisa kembali ke Saint tingkat rendah, meskipun masih di bawah Myro yang sudah pulih ke Saint King tingkat renda tapi setidaknya Cesi bisa memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya lagi.
Ketika Cesi akan mengambil obat tersebut, Myro menarik tangannya yang membuat Cesi gagal mendapatkan obat tersebut.
Melihat hal tersebut, Cesi menatap Myro dengan ganas "Apalagi sekarang? Bukankah kau berencana membuatku untuk bekerja padamu? Kalau begitu berikan obat itu, selama aku sudah memiliki kekuatan Saint tingkat rendah maka aku yakin bisa berguna untukmu, kau pasti tidak menyesal".
Myro yang memegang obat tersebut memutar matanya "Apakah kau pikir aku orang bodoh? Bagaimana mungkin aku membiarkan kau memulihkan sebagian kekuatanmu dengan mudah? Selama kekuatanmu kembali maka kau mungkin membunuhku waktu tidur".
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan obat tersebut?", kata Cesi penuh kemarahan, Myro ini terlalu penuh rasa curiga terhadap orang lain.
"Tentunya membuat kontrak", kata Myro tanpa ragu sedikitpun "Kau tidak boleh membunuhku apapun alasannya serta mengikuti apa yang aku katakan, bagaimana? Selama kau setuju maka aku bisa memberimu obat ini".
"Kenapa kau tidak membuat kontrak iblis? Bukanlah itu jauh lebih baik", kata Cesi tersenyum mengejek.
Tetapi Myro langsung menggelengkan kepalanya "Apakah kau pikir aku bodoh? Tuan mu yaitu Myro jahat pasti sudah membuat kontrak iblis kepadamu, oleh karena itu jika ada kontrak iblis yang lain maka itu tidak akan berlaku. Setiap orang hanya memiliki 1 jiwa sedangkan membuat kontrak iblis maka orang itu sama dengan memberikannya jiwanya, dirimu yang sekarang sudah tidak bisa lagi membuat kontrak iblis sebab jiwamu sudah bukan di tanganmu lagi. Aku benar kan?".
Cesi sedikit tidak bisa berkata-kata, ia berusaha menipu Myro memakai kontrak ini, tapi siapa yang pernah berpikir bahwa Myro ini tahu sangat jelas tentang kontrak iblis.
"Kau benar-benar sangat mirip dengan tuan, padahal tidak ada seorangpun yang tahu tentang kontrak iblis karena ini kemampuan khusus yang dibuat tuan, tapi kau bisa mengetahuinya seakan-akan kau yang membuatnya. Baiklah, aku menyerah! Aku setuju untuk tidak membunuhmu dan mengikuti perkataan mu, namun apapun yang terjadi aku tidak bisa membunuh tuan! Meskipun kau memberitahu ku untuk membunuh tuan maka semua itu tidak berguna sebab aku sudah memiliki kontrak iblis dengan tuan, tidak mungkin lagi untuk mengkhianatinya", kata Cesi.
"Aku tahu, kau tidak perlu khawatir! Aku tidak akan mengirim mu untuk membunuh tuan mu karena aku tahu dengan kontrak iblis maka kau tidak bisa melakukannya, belum lagi tuan mu sudah mati!", kata Myro tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Sekali lagi kau berkata buruk tentang tuanku maka aku tidak akan setuju membuat kontrak denganmu, aku lebih memilih mati disini daripada terus mendengar kau mengejek tuanku", kata Cesi menatap tajam ke arah Myro.
Myro hanya bisa berhenti berbicara tentang Myro jahat dan mulai membuat kontrak.
Cesi tidak bisa lagi membuat kontrak iblis karena jiwanya milik Myro jahat sedangkan Libra tidak ada disini untuk memperkuat aturan kontrak, oleh karena itu Myro hanya bisa membuat kontrak yang sedikit lemah yaitu kontrak ini akan terus mengikat selama kekuatan Cesi lebih rendah darinya.
Tetapi jika Cesi memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Myro yaitu kekuatan Kaisar Martial miliknya tiba-tiba kembali maka kontrak ini akan hancur, apabila Libra ada disini maka Myro pasti bisa membuat kontrak yang lebih baik.
Setelah memberikan kontrak tersebut kepada Cesi dan di setujui, kontrak itu segera terbakar serta menghilang yang menunjukkan bahwa kontrak sudah terbentuk.
Myro yang sudah merasakan ikatan kontrak tersebut memberikan pil penyembuhan itu kepada Cesi "Ambil, aku akan melindungi mu selama kau mengembalikan kekuatanmu untuk berjaga-jaga".
Myro melambaikan tangannya "Cepat serap pil nya, aku tidak memiliki waktu untuk menunggumu".
Cesi mengangguk lalu memakan pil tersebut, namun setelah memakan pil tersebut maka wajah Cesi berubah.
Ia menatap Myro serta berteriak penuh kemarahan "Ini bukan pil penyembuhan, lebih tepatnya kau meletakkan racun pada pil penyembuhan itu!".
Sebuah senyum dingin muncul di wajah Myro, ia menatap Cesi dengan tidak peduli "Kau pikir hanya dengan kontrak maka aku sudah bisa percaya padamu? Kau tidak perlu khawatir, selama kau tidak melakukan hal bodoh maka racun itu pasti tidak membunuhmu".
"Itu adalah Racun Seribu Serangga, aku membuatnya memakai banyak racun yang sudah aku kumpulkan. Bahkan aku mengambil beberapa racun dari Arachne yang merupakan roh suci milik murid ku, apabila racun tersebut mengalir ke seluruh tubuhmu maka kau pasti mati. Tapi kau tidak perlu panik, aku membuat racun itu berhenti! Selama kau tetap bersikap baik maka kau bisa terus hidup, namun jika tindakanmu aneh maka aku hanya perlu menggerakkan tanganku untuk melepas racun tersebut. Bahkan apabila aku mati sekalipun, maka racun itu segera lepas dan menyebar ke seluruh tubuhmu, jadi kau juga tidak bisa membunuhku kecuali kau bersiap untuk mati".
__ADS_1
Cesi menatap Myro dengan tajam "Aku tarik kembali perkataan ku tadi, kau sangat kejam! Tidak kalah kejam dari tuanku, kau hanyalah manusia yang berhati dingin".
Wajah Myro penuh ketidakpedulian "Aku tidak keberatan kau menganggap ku seperti apa, lagipula kau tidak memiliki pilihan lain daripada untuk setia kepadaku. Kecuali kau sudah siap untuk mati oleh racun tersebut, aku akan meninggalkan sebuah pil penyembuhan ringan disini. Gunakanlah dengan hati-hati".
Myro meninggalkan sebuah pil penyembuhan ringan yang sebenarnya lalu pergi dari sini, tugasnya menipu Cesi sudah selesai.
Cesi mengambil obat tersebut, setelah ia memastikan bahwa kali ini benar-benar pil penyembuhan maka ia menghela nafas.
Cesi menatap kepergian Myro dengan tajam "Jangan biarkan aku bisa menyembuhkan racun ini, jika tidak maka aku pasti membunuhmu! Aku pasti menyembuhkan racun ini dan membunuhmu!".
...----------------...
Myro berjalan-jalan di sekitar desa ini untuk mengamati keadaan dunia ini, ia tahu bahwa Cesi pasti sangat marah hingga mungkin berencana membunuh dirinya namun Myro tidak peduli.
Di mata Myro, Cesi membencinya atau tidak maka itu sama sekali tidak penting. Selama Myro bisa mengendalikan Cesi di bawah tangannya maka semua kebencian itu tidak berguna, tanpa kontrak iblis sekalipun maka Myro masih bisa mengendalikan orang lain tanpa masalah.
Ketika Myro sedang berjalan-jalan, Zion bersama Pona datang untuk menemuinya "Tuan Myro, akhirnya aku menemukanmu!".
"Ada apa?", kata Myro yang masih menatap hutan-hutan di sekitar desa, lebih tepatnya desa ini berada di tengah-tengah hutan.
"Aku datang menemui tuan untuk mencari petunjuk tentang perkembangan desa ke depannya", kata Zion penuh rasa hormat sebab kekuatan Myro yang jauh lebih kuat dari dirinya.
__ADS_1