KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 100 : BERSERKER


__ADS_3

Di sebuah istana yang dipenuhi kegelapan serta terletak di atas puncak gunung yang sangat tinggi, seorang wanita tua sedang duduk d kursinya sambil tersenyum dan menatap sebuah cermin.


Wanita ini tidak lain adalah Rangda, ia sekarang sedang menonton pasukan Cindaku yang menyerang manusia.


Ketika mengetahui bahwa Cindaku dikalahkan oleh Myro, Rangda memegang cermin di depannya penuh rasa tidak percaya "Bagaimana mungkin? Siapa sebenarnya anak manusia itu? Walaupun Cindaku bukanlah lawan ku, tetapi sebagai bagian dari 4 penguasa hutan maka kekuatannya tidak bisa diremehkan, tidak mungkin ia dikalahkan oleh para pengikut Barongan yang sudah kehilangan pelindung mereka ini! Siapa sebenarnya anak ini?".


Sebelum Rangda bisa berpikir lebih banyak lagi, ia terkejut bahwa Myro sebenarnya sedang menatap ke arah dirinya. Lebih tepatnya Myro sedang menatap ke arah lokasi ia memakai ilmu hitamnya untuk mengamati medan perang.


"Apakah ini hanya kebetulan? Bagaimana mungkin seorang anak tidak dikenal bisa mengetahui keberadaan ku? Bahkan Cindaku sekalipun sama sekali tidak bisa menyadarinya", kata Rangda yang berusaha meyakinkan dirinya.


Tapi Myro tiba-tiba mengulurkan tangannya yang membuat sebuah ledakan besar.


"Booooom!".


Cermin di depan Rangda tiba-tiba meledak, hal ini bahkan harus membuat Rangda mundur sejauh 5 langkah dan wajahnya menjadi semakin hitam akibat ledakan tersebut.


"Anak terkutuk! Aku pasti akan membunuhmu!", teriak Rangda penuh kemarahan, ia benar-benar tidak pernah berpikir bahwa Myro bisa melukai dirinya dari jarak jauh seperti ini.


Sejak hilangnya Barongan maka Rangda menguasai dunia ini dengan mudah, oleh karena itu Myro yang membuatnya terluka saat ini menyebabkan Rangda merasa bahwa kekuasaannya sedang ditantang oleh orang lain.


"Harad, Harad, cepat kesini!", teriak Rangda dengan marah.


Tidak lama kemudian, sosok seorang pria dengan tinggi 3 meter serta membawa sebuah tombak besar di tangannya muncul di istana tersebut.


Pria ini sama sekali tidak memakai baju dan hanya memakai sebuah celana serta jubah dari kulit beruang, bahkan kepalanya ditutupi oleh kulit beruang tersebut sehingga sangat sulit untuk melihat wajah aslinya.


"Rangda, ada apa? Meskipun kita sudah saling bekerja sama, bukan berarti pasukan Berserker milikku menyerah kepadamu. Kami tidak keberatan untuk membantumu, namun kami bukan bawahan mu", kata pria setinggi 3 meter bernama Harad ini dengan wajah suram.

__ADS_1


Randa yang sedang membenarkan wajahnya lagi akibat terkena ledakan melambaikan tangannya tidak peduli "Aku tahu, tanpa kau jelaskan lagi sekalipun aku sudah tahu. Harad, kau pasti mengerti bahwa aku sama sekali belum bisa bergerak sekarang, aku harus menyelesaikan perisai yang menutupi dunia ini sepenuhnya untuk menahan Barongan tanpa ada kesempatan baginya untuk kembali lagi".


"Aku tahu, karena alasan itulah kita saling bekerja sama", kata Harad mengangguk.


Rangda kembali menjelaskan "Disinilah masalahnya, aku baru mendapatkan informasi bahwa di antara para pengikut Barongan, terdapat seorang anak yang sangat kuat. Oleh karena itu, aku hanya bisa mengirim kalian untuk melawan anak itu. Apabila aku tidak harus menahan perisai yang hampir selesai ini, aku pasti akan membunuh anak itu dengan tanganku sendiri".


Wajah Harad menjadi suram mendengar hal tersebut "Kami pasukan Berserker yang terhormat harus bergerak hanya untuk melawan seorang anak? Rangda, kami tidak memiliki waktu untuk hal tidak penting ini, kami harus terus melatih kekuatan kami hingga menjadi yang terkuat di dunia. Jadi aku menolak tugas ini, lebih baik aku memimpin pasukan ku untuk berlatih lagi".


Ketika Harad akan pergi, Rangda dengan cepat memanggilnya lagi "Tunggu dulu, meskipun anak laki-laki itu masih berusia di bawah 25 tahun, namun ia sudah mengalahkan Cindaku! Aku rasa sosok seperti itu pasti cocok untuk menjadi latihan pasukan Berserker kalian, bukan?".


Harad yang akan pergi kembali menatap Rangda "Maksudmu Cindaku yang merupakan harimau setengah manusia itu? 1 dari 4 penguasa hutan?".


"Memangnya ada Cindaku yang lain?", kata Rangda memutar matanya "Jadi bagaimana? Kalian akan mengambil tugas ini atau tidak?".


Sebuah senyuman ganas muncul di wajah Harad, ia mengangkat wajahnya sedikit sehingga Rangda akhirnya bisa melihat wajah Harad sepenuhnya yang sudah memiliki mata merah ganas "Kenapa kau tidak bilang dari awal? Jika anak itu memang sangat kuat hingga dapat mengalahkan Cindaku maka kami pasti menerima tugas ini tanpa ragu!".


Melihat Harad yang pergi, Rangda tersenyum secara diam-diam "Kalian para Berserker terus menjadi kuat setiap harinya yang membuatku sedikit khawatir, tapi dengan melawan anak yang cukup kuat itu pasti kekuatan kalian akan kembali menurun lagi, jadi kalian tidak memiliki kesempatan untuk mengkhianati ku".


Rangda sebenarnya merasa khawatir terhadap Berserker yang menjadi semakin kuat setiap harinya, namun setelah melawan Myro maka kekuatan Berserker pasti menurun. Walaupun Myro tidak bisa menang sekalipun, setidaknya ia bisa memperlemah kekuatan Berserker.


"Barongan, Barongan, tidak peduli seberapa banyak anak berbakat yang membantumu, aku tidak akan pernah membiarkan kau kembali lagi!", kata Rangda tersenyum licik di wajahnya.


...----------------...


Harad pergi dari istana Rangda dan kembali ke wilayahnya dimana ada ratusan pria seperti dirinya yaitu memiliki tinggi lebih dari 3 meter serta tubuh yang terlihat sangat kuat.


Mereka semua juga memakai jaket dari kulit beruang yang menutupi wajah mereka, sama seperti Harad.

__ADS_1


"Semuanya, berhenti bertarung! Aku memiliki sesuatu yang penting untuk diberitahukan!" teriak Harad yang segera membuat para Berserker ini berhenti bertarung.


Harad menatap semua orang sebelum berkata "Kita akan pergi memburu anak yang sudah mengalahkan Cindaku, dengan cara ini maka kita bisa menunjukkan kepada dunia tentang keberadaan Berserker kita yang tidak kalah dari 4 penguasa hutan, bahkan kita bisa melawan Rangda sekalipun! Kalian semua, apakah kalian takut untuk bertarung?".


"Siap, kami tidak takut pak!", teriak para prajurit Berserker yang sudah memiliki aura ganas di tubuh mereka, nampaknya tangan mereka sudah tidak bisa menunggu lagi untuk merasakan darah.


"Kalau begitu bawa senjata kalian, kita akan pergi sekarang!", teriak Harad yang membuat para prajurit Berserker bergerak kembali ke rumah mereka masing-masing untuk mengambil senjata terbaik mereka.


Ketika semua Berserker lain pergi, seorang pria kurus dengan tinggi sekitar 1,7 datang mendekati Harad. Di antara para Berserker maka pria lemah seperti ini seharusnya tidak mendapatkan rasa hormat apapun, tapi Harad bersikap sedikit sopan di depan pria ini "Penasihat, apakah ada masalah?".


Pria kurus itu merupakan penasihat serta memberikan banyak ide untuk Berserker, ia sudah berkali-kali membantu Berserker memenangkan peperangan dengan mudah, oleh karena itu ia mendapatkan kepercayaan dari Harad.


"Pemimpin Harad, apakah menurutmu semua ini adalah jebakan dari Rangda? Ia mungkin membiarkan kita bertarung melawan anak yang mengalahkan Cindaku tersebut untuk melemahkan kekuatan para Berserker, bagaimanapun kita Berserker terlalu menjadi kuat akhir-akhir ini. Rangda mungkin takut kita akan menjadi sangat kuat hingga membunuhnya", kata penasihat.


Harad terdiam sebentar sebelum menjawab lagi "Meskipun ini jebakan untuk melemahkan kekuatan Berserker sekalipun, kita harus melakukannya. Lagipula pertarungan merupakan cara terbaik untuk melatih kekuatan seseorang".


Penasihat itu mengangguk "Kalau pemimpin sudah memutuskan maka aku tidak akan berbicara lebih banyak lagi, namun pemimpin harus berhati-hati, jangan biarkan Rangda mengambil keuntungan dari pertarungan ini untuk menghancurkan kita sepenuhnya".


"Aku tahu, setelah kita menjadi lebih kuat lagi melalui banyak pertarungan maka itu berarti waktunya bagi penyihir hitam licik itu untuk mati!", kata Harad dengan wajah tegas.


...----------------...


Di sisi lain, Cindaku yang kehilangan kesadarannya segera terbangun.


Ia yang baru bangun langsung duduk serta memegang wajahnya sambil berkeringat dingin "Aneh sekali, aku baru bermimpi buruk bahwa diriku dikalahkan oleh seorang manusia aneh yang tidak dikenal--".


Sebelum Cindaku bisa menyelesaikan kata-katanya, ia terkejut ketika menatap ke samping sebab di sana ada Myro dan Cesi yang duduk menunggunya.

__ADS_1


Melihat Cindaku menatap dirinya sendiri dengan wajah bodoh, Myro mengangkat tangannya dengan senyum cerah "Aku manusia aneh yang tidak dikenal itu, nampaknya kau masih belum sadar sepenuhnya sehingga menganggap semua yang terjadi hanyalah mimpi. Baiklah, kalau begitu aku akan memberikanmu 1 pukulan lagi untuk membuat kau sadar kembali!".


__ADS_2