KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 116 : MENYERAH


__ADS_3

Myro tidak peduli terhadap ruangan yang sudah sedikit hancur akibat ledakan tungku sebelumnya, Myro mencari tempat yang cukup kosong di ruangan tersebut lalu mulai duduk di sana untuk menyerap 3 pil tersebut.


Taurus berdiri di dekat pintu ruangan tersebut, selama ada orang yang berani membuka pintu itu maka Taurus akan menyerangnya tanpa ragu.


Myro yang baru duduk langsung menelan 3 pil itu secara bersamaan.


...----------------...


Di sisi lain, Cesi dan yang lainnya yang menunggu Myro di depan pintu selama berjam-jam segera merasa khawatir, lagipula Myro sudah terlalu lama di ruangan tersebut tanpa kabar sedikitpun.


Terutama ketika mendengar suara ledakan yang keras dari ruangan dimana Myro berada, hal itu membuat mereka semakin khawatir.


Tapi mereka mengingat bahwa Myro berkata untuk tidak mengganggunya, oleh karena itu mereka masih menunggu Myro selama sejam lagi setelah suara ledakan tersebut.


Ketika sejam sudah berlalu dan masih belum ada kabar dari Myro, Pona berjalan mendekati pintu sebelum berkata "Bagaimana kalau kita memeriksa Myro? Ia mungkin kehilangan kesadaran atau apapun akibat ledakan tadi, jadi kita harus membantunya secepat mungkin!".


Namun sebelum Pona bisa membuka pintu tersebut, Cesi langsung menarik pundaknya.


"Cesi, ada apa? Apakah kau tidak khawatir terhadap keadaan Myro? Aku tahu bahwa kita harus mengikuti perkataan Myro agar tidak menganggu, tapi ini sudah terlalu lama dan masih belum ada kabar darinya, mungkin terjadi sesuatu pada Myro", kata Pona yang khawatir.


Cesi menggelengkan kepalanya, ia menatap ke arah ruangan dimana Myro berada dengan tidak senang "Ia berhasil menyelesaikan pembuatan pil tersebut, sekarang ia sedang menggunakan pil itu yang membuat ia tidak bisa memberikan kabar apapun kepada kita".


"Bagaimana kau bisa tahu semua itu?", kata Pona penuh kebingungan.


"Aku bisa merasakannya bahwa kekuatan Myro terus meningkat! Ayo pergi, ia mungkin membutuhkan waktu berjam-jam sebelum menyerap semua itu, lebih baik kita menunggunya di tempat lain daripada berdiri di depan pintu seperti itu", kata Cesi yang berbalik dengan marah, ia tidak senang terhadap Myro yang semakin kuat sebab itu artinya maka ia semakin jauh dari membalas dendam pada Myro.

__ADS_1


Pona dan Penthesilea saling menatap, mereka tidak mengerti kenapa Cesi marah tetapi mereka setuju bahwa tidak baik untuk menunggu di pintu, jadi mereka mengikuti Cesi untuk pergi dari sini.


...----------------...


Tidak diketahui berapa lama waktu berlalu, Myro membuka matanya lagi dan merasakan kekuatan yang sangat kuat mengalir pada tubuhnya, setelah ia memakan semua Pil 1000 Bunga Cahaya itu maka Myro meningkatkan kekuatannya menjadi Jendral Martial tingkat 9 yang hanya selangkah lagi dari Raja Martial.


Lebih tepatnya Myro merasa ia hanya membutuhkan sedikit dorongan sebelum tiba di Raja Martial, tapi nampaknya ia tidak bisa menemukan dorongan itu dengan mudah.


Untungnya dengan kekuatan Jendral Martial tingkat 9 ini maka Myro bisa mengalahkan Rangda tanpa masalah, walaupun masih jauh dari Kaisar Martial yang menjadi tujuan Myro sebelum setahun namun setidaknya Myro semakin dekat.


Myro perlahan-lahan berdiri dari posisi duduknya, Taurus berjalan mendekati Myro "Tuan, anda sudah menyerap semua pil itu selama 2 hari, untungnya tuan bisa lebih cepat menyerapnya, apabila tuan sedikit lebih lambat maka Zion dan Cindaku pasti menunggu tuan dengan khawatir di wilayah Anto sebelumnya. Lagipula besok merupakan waktu berkumpul sesuai yang tuan katakan kepada mereka".


Myro sedikit mengangguk, semakin kuat seseorang maka waktu untuk menyerap energi akan menjadi semakin lama sebab dibutuhkan sangat banyak energi hanya untuk meningkatkan kultivasi sebanyak 1 tingkat.


Bahkan Myro yang memiliki banyak inti kultivasi sehingga membuatnya berkali-kali lipat lebih cepat untuk menyerap energi daripada orang lain, masih membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyerap 3 pil tersebut.


Sebuah senyuman senang muncul di wajah Taurus "Tuan, dengan kekuatan tuan yang sekarang maka hanya masalah waktu sebelum kita bisa mengalahkan Rangda dan kembali ke Dunia Kaisar lagi. Setelah kita bisa pergi dari sini, apa yang harus kita lakukan terlebih dulu? Apakah kita langsung kembali ke Dunia Kaisar? Atau kita harus menghajar Prometheus dulu?".


Myro menggelengkan kepalanya sedikit "Biarkan itu menjadi masalah nanti, sekarang lebih baik menghadapi musuh yang ada di depan mata".


Setelah itu Myro pergi dari ruangan ini, Taurus juga kembali menyembunyikan dirinya, meskipun Taurus tidak begitu ahli bersembunyi tapi tidak ada masalah untuk membuat orang-orang seperi Rangda sekalipun tidak bisa menyadari keberadaannya.


...----------------...


"Cesi, menurutmu seberapa lama lagi Myro akan ada di ruangan itu? Apakah benar-benar tidak ada sesuatu yang terjadi kepada Myro?", tanya Pona yang masih khawatir terhadap hilangnya Myro selama 2 hari.

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir, memang ada sesuatu yang terjadi kepada Myro", kata Cesi yang sedang duduk di ruang tamu rumah Penthesilea sambil menatap keadaan desa melalui jendela "Yang terjadi pada Myro sekarang adalah hal baik, setidaknya meningkatkan kultivasinya sebanyak 8 tingkat".


"Apabila hal baik yang terjadi kepada Myro, lalu kenapa Cesi terlihat tidak senang?", tanya Pona penasaran.


"Bagaimana aku bisa senang?", kata Cesi dengan wajah marah "Semakin kuat ia makan semakin lama waktuku untuk balas dendam".


"Balas dendam? Kau akan balas dendam ke siapa?", tanya seorang pria dari belakang Cesi.


Mendengar suara tersebut, wajah Cesi langsung berubah, ia berbalik untuk menatap pria yang baru muncul di belakangnya "Maksudku tentunya balas dendam ke Rangda, tidak mungkin aku balas dendam ke Myro yang sudah membantuku sembuh selama ini bukan?".


Sosok yang muncul di belakang Cesi tidak lain adalah Myro yang baru selesai berkultivasi, Myro tersenyum tidak peduli terhadap kebohongan Cesi, lagipula Myro dapat melihat dengan jelas bahwa tujuan Cesi membalas dendam adalah dirinya.


Myro mencari kursi kosong di ruang tamu sebelum berkata "Cesi, aku memberimu izin sekarang untuk pergi ke ruang harta milik Penthesilea, ambil semua benda yang kau butuhkan di sana. Jika kau tidak membutuhkannya maka jangan diambil, bagaimanapun harta itu tidak berguna bagimu tapi bukan berarti tidak berguna juga bagi petarung Amazon".


Senyum muncul di wajah Cesi, ia memeluk Myro dan berkata "Myro, kau yang terbaik, kau benar-benar paling mengerti diriku".


Wajah Myro masih dingin terhadap pelukan Cesi "Aku sarankan lebih baik kau melepaskan pelukanmu ini, jangan buat aku berubah pikiran untuk membiarkanmu pergi ke ruang harta".


Cesi langsung melepaskan pelukannya dan pergi dari ruangan ini, Myro yang melihat semua itu hanya menggelengkan kepalanya. Myro tahu bahwa ruang harta milik Penthesilea itu sudah tidak memiliki sesuatu yang sebaik Bunga 1000 cahaya ini, oleh karena itu paling banyak Cesi hanya bisa memulihkan kekuatannya menjadi Prajurit Martial yang masih di bawah Myro.


Setelah Cesi pergi, Myro menatap sekitar untuk menemukan Pona, Penthesilea dan 2 orang Centaur di ruangan ini.


"Tunggu, kenapa ada Centaur disini?", tanya Myro terhadap 2 Centaur yang ada di ruangan ini.


Pona akan menjelaskan sesuatu, namun Penthesilea menghentikannya "Biarkan para Centaur sendiri yang menjelaskan tujuan mereka datang kesini".

__ADS_1


Pona mengangguk dan kembali duduk diam, s


2 Centaur tersebut berlutut di depan Myro "Tuan, kami datang kesini untuk menyerah kepada tuan! Kami mewakili para Centaur untuk menjadi pengikut tuan, jadi lepaskanlah kemarahan tuan dan biarkan kami para Centaur tetap hidup!".


__ADS_2