
Melihat Myro yang berdiri di depan semua orang dengan keadaan sehat, para penduduk penuh kebingungan. Bagaimanapun mereka sudah mendengar serta melihat sendiri seberapa buruk luka Myro sewaktu baru ditemukan, oleh karena itu sebagian besar dari mereka bahkan menganggap Myro tidak akan pernah bisa sembuh sepenuhnya lagi.
Tetapi saat ini Myro berdiri di depan semua orang dengan keadaan sehat, tidak ada lagi luka yang terlihat di tubuhnya serta ia sudah memiliki kultivasinya lagi.
Bukan hanya para penduduk kota yang terkejut, Zion juga menatap Myro penuh rasa tidak percaya seakan-akan sedang menatap ilusi.
Bagaimanapun ia merupakan orang yang merawat Myro selama ini, Zion sebelumnya yakin bahwa Myro pasti membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh, mungkin beberapa tahun atau puluhan tahun. Hal ini membuat Zion terkejut bahwa Myro benar-benar sudah sembuh.
Ketika semua orang masih terkejut, Leru kembali sadar lebih dulu.
Leru menunjuk Myro dengan tangan gemetar dan penuh semangat, ada senyuman yang terlihat pada wajahnya "Lihat baik-baik! Kalian semua pasti sudah tahu seberapa buruk luka anak ini sebelumnya, kemungkinan besar ia tidak bisa lagi pulih sepenuhnya! Tetapi sekarang hanya kurang lebih sebulan, anak ini sudah bisa kembali berjalan dan sehat lagi! Ini pasti Genderuwo! Hanya Genderuwo yang bisa melakukan semua ini!".
Beberapa penduduk yang sebelumnya masih ragu tiba-tiba merasa setuju terhadap perkataan Leru, lagipula hanya penjelasan Leru yang membuat mereka bisa mengerti alasan Myro kembali pulih hanya dengan waktu sebulan.
Leru menarik pedang miliknya dan berjalan menuju Myro, ada senyum dingin di wajahnya "Akhirnya kau menunjukkan waja aslimu, Genderuwo! Hari ini aku akan membunuhmu, lalu menggunakan kepalamu untuk digantung di tengah-tengah desa kita agar Genderuwo lain bisa melihat, ini harga yang harus kalian bayar apabila kalian berani menganggu desa kami!".
Beberapa anggota pendukung Leru ikut mengambil pedang mereka dan mengepung Myro, mereka sudah merasakan seberapa kuat Myro sebelumnya melalui gelombang tsunami. Jadi mereka tahu bahwa sulit untuk mengalahkan Myro, kecuali mereka bergabung.
Beberapa penduduk yang lain mulai mengambil batu atau senjata mereka, siap untuk melemparkannya menuju Myro.
Myro yang menatap semua gerakan tersebut sama sekali tidak panik, ia masih meletakkan pedang pada pundaknya dan tersenyum mengejek "Aku katakan kepada kalian bahwa aku bukan Genderuwo, kenapa kalian begitu bodoh dan percaya hanya melalui perkataan orang ini?".
Leru menunjuk Myro memakai pedangnya "Tutup mulutmu Genderuwo, kau yang menyembuhkan lukamu dengan waktu sebentar sudah membuktikan bahwa kau adalah Genderuwo! Aku akan membunuhmu memakai pedangku ini dan mengajari kalian bahwa manusia bukanlah makhluk lemah, aaaaa!".
__ADS_1
Leru melangkah maju ke arah Myro memakai kecepatan penuhnya, namun di mata Myro gerakan Leru sangatlah lambat.
Myro saat ini sudah memulihkan kekuatannya kembali ke Saint King tingkat rendah, oleh karena itu Nascent Soul tingkat 9 seperti Leru sama sekali bukan lawan Myro.
Myro menggelengkan kepalanya sedikit "Kau benar-benar keras kepala, padahal aku sudah mengatakannya berkali-kali bahwa aku bukan Genderuwo. Selain itu, apabila aku Genderuwo sekalipun maka apa yang bisa kalian lakukan? Kalian masih bukanlah lawan ku dan tidak bisa membunuhku, jika aku memang berencana membunuh kalian maka kalian pasti sudah mati sejak awal".
Setelah itu Myro menggerakkan pedangnya menuju ke arah Leru dan puluhan orang yang mengepungnya "Tebasan Malam tanpa Akhir tahap 1, Tebasan tak Terlihat".
"Slash!".
Leru hanya merasa dirinya tiba-tiba terbang, lalu Leru menatap puluhan tubuh tanpa kepala yang berdiri di tanah dan mengepung Myro.
Melihat tubuh-tubuh tanpa kepala itu, Leru menyadari bahwa itu adalah tubuh dirinya bersama orang-orang yang mendukungnya.
Kepala Leru bersama para pendukungnya jatuh ke tanah, setelah itu tubuh mereka yang kehilangan kepala mulai meledakan darah.
Wajah para penduduk membeku, mereka tidak percaya bahwa Leru yang memiliki kekuatan terkuat ke 3 di desa bisa mati semudah ini.
"Aaaaa!", teriakan ketakutan terdengar di antara penduduk, baik itu orang dewasa atau anak-anak, pria maupun wanita semuanya sangat ketakutan.
Myro berjalan mendekati para penduduk serta menendang kepala Leru pergi seperti menendang bole.
Beberapa penduduk segera bergerak mundur terhadap Myro yang berjalan mendekati mereka, bahkan ada beberapa orang yang berlutut di tanah "Tuan, tuan, maaf! Aku tidak bermaksud menganggap mu sebagai Genderuwo! Leru yang menipu kami!".
__ADS_1
"Itu benar, jika bukan karena Leru maka kami pasti tidak akan menganggap tuan sebagai Genderuwo!".
"Tuan, aku sudah curiga dari awal bahwa pria tampan seperti tuan pasti bukan Genderuwo, oleh karena itu aku tidak pernah melemparkan obor milikku, bisakah tuan membiarkan aku dan keluargaku tetap hidup".
Myro menatap orang-orang ini dengan dingin "Aku tidak peduli siapa yang menipu kalian atau apapun, tapi kalian mengikuti Leru ini dan mencoba membakar rumah dimana diriku berada, kalian mencoba membunuhku! Apakah kalian pikir maaf sudah cukup? Lalu apa gunanya pedang di tangan ku?".
Para penduduk semakin ketakutan dan terus berlutut agar Myro membiarkan mereka hidup, tapi Myro masih berkata tidak peduli "Bukankah kalian menganggap ku Genderuwo? Lihat, sekarang Genderuwo sudah ada di depan mata kalian! Kenapa kalian tidak datang dan membunuhku, seperti yang kalian lakukan sebelumnya!".
Melihat para penduduk yang terus berlutut dan menangis, Myro tidak tertarik lagi untuk membuang waktu bersama mereka.
Bagaimanapun Leru bersama para pendukungnya sudah mati, sedangkan para penduduk ini hanyalah orang-orang bodoh yang dengan mudah dibujuk oleh Leru.
Apabila itu orang lain maka Myro pasti membunuh mereka, tapi disini Myro berhutang kepada Zion dan Pona, tanpa mereka maka Myro kemungkinan besar sudah mati.
Oleh karena itu Myro melambaikan tangannya "Aku bisa melupakan kejadian hari ini, tapi ada syaratnya!".
"Tuan, katakan syaratnya! Kami pasti melakukannya, selama tuan bisa membiarkan kamo hidup" teriak para penduduk yang berlutut.
Myro mengangguk dan menarik pundak Zion yang masih berdiri bodoh di sampingnya "Mulai hari ini Zion menjadi pemimpin kalian, siapapun yang tidak setuju akan bernasib sama seperti Leru. Selain itu, jangan lagi melakukan hal bodoh seperti mencari Genderuwo atau apapun. Penjahat yang mencuri dan membunuh di tempat ini selama beberapa hari kemarin sudah tidak ada, aku sudah membunuhnya sehingga kalian tidak perlu khawatir lagi".
"Terima kasih tuan, kami pasti mengikuti tuan dan tuan Zion dengan setia", kata para penduduk.
Myro tidak lagi memperdulikan para penduduk, ia menatap Zion dan Pona yang masih bingung "Paman Zion, aku menyerahkan masalah penduduk dan desa ini kepadamu, mulai hari ini kau merupakan pemimpin desa. Sedangkan Pona, bawa aku menemui Ce-- maksudku Istriku. Kamu sudah lama tidak bertemu sehingga aku cukup mengkhawatirkannya".
__ADS_1