KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 279 : PERKATAAN YANG BAGUS


__ADS_3

Sosok Ark kembali muncul dari kolam lava, ia menjadi monster yang memiliki tinggi lebih dari 50 meter.


Walaupun Ark sekarang masih menjadi monster bayangan dan lebih pendek daripada Prometheus, kekuatan yang menakutkan dapat dirasakan dari perubahannya. Bahkan Kaisar seperti Myro, Karter dan Husk bisa merasakan bahwa kekuatan Ark sekarang tidak kalah dari Kaisar lainnya, padahal Ark masih memiliki kekuatan Kaisar Martial tingkat 8 dan belum mencapai Kaisar.


Ark membuka mulutnya dimana asap putih yang panas muncul, ia berkata dengan dingin "Setelah kerja kerasku selama miliaran tahun, bagaimana aku bisa kalah disini? Aku tidak akan kalah, aku pasti membunuh kalian semua!".


Ark mengangkat tangannya dan memukul ke arah Myro serta yang lainnya, tetapi pada waktu ini maka Prometheus ikut mengangkat tangannya untuk bertabrakan dengan tangan Ark.


"Brak!".


2 tangan Prometheus sedang menahan 2 tangan Ark yang lain agar tidak bisa menyerang lagi, ia berteriak "Maju, kalahkan Ark! Aku akan menahan tangannya agar tidak bisa menyerang kalian!".


Shi Yan dan Sun Wu maju lebih dulu, Shi Yan yang sudah bergabung dengan Ganesha memukul kaki kiri Ark dengan kapaknya sedangkan Sun Wu memukul kaki kanan Ark memakai tongkatnya yang sudah ia perbesar menjadi lebih dari 10 meter.


Di sisi lain, Husk ikut terbang di tengah-tengah tangan Ark dan Prometheus yang saling bertabrakan, ia menarik pedangnya yang sudah memiliki kekuatan darah.


Husk mengangkat pedangnya dan menebas ke arah Ark secara langsung, ia tidak menyerang kaki ataupun tangan Ark melainkan segera menyerang menuju kepalanya.


"Brak!".


Ledakan yang besar terdengar ketika 3 kekuatan yang berbeda itu menabrak Ark, akibat serangan Shi Yan dan Sun Wu maka Ark merasa kehilangan kekuatan pada kakinya yang membuat ia jatuh ke tanah.


Setelah itu, tebasan Husk benar-benar membuat lubang tebasan yang besar pada wajah bayangan Ark yang tidak memiliki bentuk.


"Graaaaa!", Ark berteriak seperti monster, walaupun sudah terluka berat seperti itu namun memakai kekuatan di tubuhnya maka Ark bisa memulihkan semua luka itu tanpa masalah.


Ark mendorong Prometheus memakai tangannya yang membuat Prometheus harus mundur sejauh 5 langkah, lalu Ark mengangkat tinjunya dan mukul ke arah Husk.


Husk menahan pukulan Ark memakai pedang darah miliknya, tetapi serangan itu masih membuat Husk terlempar hingga menabrak tanah dengan keras.

__ADS_1


Untungnya Husk sudah memakai perisai darah miliknya sebelum jatuh, jadi ia tidak mengalami luka berat apapun akibat pukulan tersebut.


Setelah menjatuhkan Husk, Ark mengangkat 1 kakinya untuk menginjak Shi Yan sedangkan tinjunya memukul ke arah Sun Wu.


"Booooom!".


Suara tabrakan yang keras terdengar ketika tinju dan kaki Ark menabrak tanah, namun ia menemukan bahwa dirinya tidak menanyakan Shi Yan.


Lebih tepatnya ia hanya menabrak tanah, Shi Yan bersama Sun Wu sudah bergerak mundur sebelum ia menyerang, sosok Shi Yan dan Sun Wu yang ia serang tadi adalah ilusi rubah milik Kitsune.


Setelah Shi Yan dan Sun Wu berhasil mundur, Rena bergerak maju dengan menarik kembali miliaran roh pedang miliknya.


Tetapi Rena bisa merasakan bahwa pedang ini masih tidak cukup, setidaknya ia membutuhkan lebih banyak pedang lagi untuk memperbesar kemungkinan mengalahkan Ark.


Oleh karena itu, Rena melambaikan tangannya untuk menarik semua pedang yang ada di Dunia Kaisar.


Tidak diketahui berapa banyak jumlah pedang yang dipanggil Rena, namun sebuah hal yang pasti yaitu pedang tersebut sangat banyak hingga hampir menutupi seluruh langit.


Rena menunjuk ke arah Ark saat sudah selesai mengumpulkan semua pedang itu, miliaran pedang yang tidak diketahui jumlah pastinya terbang menuju Ark. Baik itu pedang raksasa ataupun pedang normal lainnya, Rena masih bisa menggerakkannya selama itu masih berupa pedang.


"Stab! Stab! Stab! Stab! Stab!".


Suara tusukan pedang menuju Ark terus terdengar, meskipun Ark memiliki tubuh raksasa tapi miliaran pedang sudah cukup untuk membuat seluruh tubuhnya ditutupi oleh pedang.


"Aaaaa!", Ark berteriak kesakitan akibat pedang yang terus menusuknya.


Ark yang marah akibat rasa sakit ini mengangkat tinjunya dan memukul ke arah Rena, walaupun Pedang Rena masih menusuk Ark tetapi hal itu sama sekali tidak bisa menghentikan pukulan Ark kepadanya.


Ketika Rena sudah bersiap untuk menghadapi pukulan ini, Karter berteriak "Ini waktunya bagiku untuk bersinar!".

__ADS_1


Karter yang sudah bergabung bersama rohnya membentuk sebuah tombak petir yang yang cukup besar, lalu ia melemparkan tombak petir itu ke tangan Ark yang akan memukul Rena.


"Booooom!".


Tombak petir yang dilemparkan Karter meledak ketika mengenai Ark, selain itu Ark menyadari bahwa ia saat ini tidak bisa menggerakkan tangannya yang terkena petir tersebut. Lebih tepatnya petir itu menyebar ke seluruh tangan Ark yang membuat ia tidak bisa menggerakkannya selama beberapa saat.


Karter yang melihat semua itu tersenyum "Pada awalnya aku tidak tahu apakah petir bisa menghentikan gerakan Bayangan juga, tapi nampaknya itu berhasil, petir benar-benar bisa menghentikan Bayangan".


Dengan berhentinya gerakan Ark akibat serangan Karter, hal ini memberikan waktu bagi Rena untuk menjaga jarak dari Ark.


Seluruh tubuh Ark sudah berada di keadaan yang buruk sekarang, kaki dan wajahnya terluka akibat serangan Shi Yan, Sun Wu dan Husk barusan. Lalu ada miliaran pedang yang menusuk hampir seluruh tubuhnya, di tambah lagi tangannya terluka akibat serangan petir Karter.


"Apakah kalian berani melawanku sendirian? Apabila kalian memiliki keberanian, maka bertarung denganku 1 lawan 1!", teriak Ark yang mencoba mencari alasan agar bisa mengalahkan Myro dan yang lainnya.


Waktu Ark masih sibuk marah dan mencoba melepaskan pedang Rena yang menusuk tubuhnya, sosok Tiamat yang merupakan naga 5 kepala mendarat di samping Ark.


Tanpa ragu sedikit, 5 kepala Tiamat menggigit tubuh Ark baik itu tangan, kaki dan tubuhnya.


Yura yang ada di atas Tiamat tersenyum mengejek "Apakah kau pikir kami bodoh? Jika bisa mengalahkan mu dengan mudah, kenapa harus repot-repot memakai cara sulit? Belum lagi ini adalah pertarungan sebenarnya sehingga memakai jumlah sama sekali tidak salah!".


"Perkataan yang bagus, Yura!", kata Zhi Li yang juga melangkah maju.


Susanoo di belakang Zhi Li sudah berlari menuju Ark, lalu ia mengangkat pedangnya dan menebas ke arah Ark.


"Slash!".


Tubuh Ark terbagi menjadi 2, yaitu bagian atas tubuhnya jatuh ke tanah akibat tebasan tersebut sedangkan kakinya ikut jatuh akibat kehilangan tubuh bagian atas.


Ark adalah bayangan sehingga serangan ini belum tentu membunuhnya, jika itu orang normal maka ia pasti sudah mati akibat serangan ini. Namun serangan barusan membuktikan seberapa tajam pedang di tangan Susanoo, setidaknya pedang itu bisa membuatnya menebas Ark menjadi 2 bagian dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2