KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 287 : MENDEKATI AKHIR (ENDING 1)


__ADS_3

Saat ini, seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun sedang berdiri di depan sekolah dasar dan berbicara bersama teman-temannya.


Anak perempuan ini memiliki rambut berwarna putih panjang serta mata hijau yang terlihat sangat tajam, ia sedang berbicara bersama teman-temannya sambil tersenyum ceria.


"Yura, maaf ibu dan ayah sudah telat!", teriak seorang wanita tidak jauh dari anak perempuan tersebut.


Wanita itu memiliki rambut hijau panjang serta mata hijau yang tajam seperti tatapan ular, mungkin mata tajam anak bernama Yura itu berasal dari ibunya ini.


Sedangkan ayah Yura memiliki rambut putih pendek dengan senyum suram di wajahnya, lebih tepatnya ayah Yura sudah tersenyum cerah sebaik mungkin tapi pada akhirnya ia hanya bisa menunjukkan senyum suram tersebut, mungkin ayah Yura itu lebih mirip seperti sosok serigala dengan bulu perak. Rambut putih Yura juga berasal dari ayahnya ini.


Pria dan wanita ini tidak lain adalah Kaisar Monster dan Kaisar Ular, mereka tetap menjadi ayah dan ibu Yura saat ini.


Melihat orang tuanya sudah tiba, Yura melambaikan tangannya ke arah teman-teman di sekitarnya "Sampai bertemu besok!".


Teman-teman Yura ikut melambaikan tangan, lalu Yura berlari dan memegang tangan ayah dan ibunya "Apakah kita akan pergi makan siang ini?".


"Ayah tidak memiliki pekerjaan lagi sampai besok, oleh karena itu ayah bisa menemani Yura jalan-jalan hari ini", kata Ayah Yura tersenyum lembut, ia akhir-akhir ini terlalu sibuk terhadap pekerjaan miliknya sehingga ia sama sekali tidak memiliki waktu untuk Yura.


"Hari ini kita akan pergi ke taman bermain seperti yang dikatakan Yura minggu lalu", kata Ibu Yura.


"Benarkah? Ayah dan ibu memang yang terbaik!", kata Yura dengan sangat senang, ia memeluk ayah dan ibunya sebentar sebelum mulai berjalan lagi menuju taman bermain. Sebagain besar taman bermain sekarang sudah memiliki tempat makan, jadi mereka berencana untuk langsung makan siang di taman bermain.

__ADS_1


Ketika ayah Yura sedang menunggu barisan untuk membeli tiket sedangkan Ibu Yura menemani anaknya yang sudah tidak bisa menunggu lagi untuk pergi ke taman bermain, Yura membawa ibunya untuk melihat-lihat apa yang ada di taman bermain melalui pagar.


Tiba-tiba sosok yang Yura kenal muncul di taman bermain tersebut, sosok itu adalah seorang pria muda dengan rambut hitam pendek dan sedang meminum segelas teh yang ada di tangannya.


Yura tidak bisa mengetahui siapa sosok pria ini, namun ia merasa dirinya sangat mengenal sosok pria ini, bahkan ia merasa sangat sedih ketika sedang menatap pria ini.


Tanpa disadari, air mata jatuh dari wajah Yura.


Ibu Yura yang ada di samping terkejut melihat hal tersebut, ia mendekati Yura sambil bertanya dengan khawatir "Yura, ada apa? Apakah kau sedang sakit? Atau ada seseorang yang menganggu mu".


Yura tidak menjawab pertanyaan itu, ia hanya berlari menuju ke arah taman bermain itu, walaupun ada pintu tiket yang menghalangi jalannya tetapi karena tubuh Yura yang kecil maka ia bisa melewati pintu tiket tersebut dengan mudah.


"Yura!", ibunya juga terkejut melihat Yura yang berlari secara tiba-tiba, ia berusaha mengejarnya dan ayah Yura yang sudah membeli tiket ikut berlari dengan panik mengejar Yura menuju taman bermain. Ia memberi tiket ke arah pegawai yang menjaga pintu tiket agar mereka tidak mengejar Yura, lalu ayah dan ibu Yura mengikuti jejak Yura secepat mungkin.


Saat sudah berada di sudut taman bermain yang tidak memiliki banyak orang lain, sosok pria muda itu berbalik.


Di wajah pria muda yang dingin itu memiliki sebuah senyuman yang sangat lembut, ia memeluk Yura yang mengejarnya sambil menangis lalu berkata "Maaf Yura, ayah tidak bisa tetap di sisimu lagi. Tapi setidaknya kau sudah bersama keluargamu lagi, mulai hari ini kau sudah bukan lagi Yura Aras, kau adalah Yura Jormugand. Terima kasih sudah menjadi anakku walaupun sebentar, apa yang kau lihat hari ini hanya mimpi, ketika kau kembali sadar lagi maka kau akan melupakan semua yang terjadi".


Sebelum Yura bisa mengatakan apapun, kesadarannya mulai memudar dengan cepat.


Di waktu-waktu terakhir, Yura hanya mendengar suara pria itu lagi "Meskipun ayah tidak ada di sisimu, ayah tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu dengan mudah!".

__ADS_1


Saat Yura kembali sadar, ia menemukan bahwa ayah dan ibunya sedang berada di sekitarnya sambil memanggilnya dengan panik.


Di bawah panggilan orang tuanya, Yura kembali menangis. Ia tidak tahu mengapa dirinya menangis, tetapi ia merasa bahwa ada sesuatu yang sangat penting, ia sudah melupakan sesuatu yang benar-benar penting dan tidak peduli seberapa keras ia mencoba mengingat maka Yura tidak bisa mengingat apapun.


Ayah dan Ibu Yura yang khawatir segera memeluk anak mereka tanpa ragu, mereka mencoba untuk membuat Yura berhenti menangis sebaik mungkin.


...----------------...


Di kota kecil, terdapat sebuah tempat pelatihan bela diri yang sangat terkenal.


Tempat pelatihan bela diri itu merupakan sebuah rumah yang terbuat dari kayu, rumah ini memiliki ukuran yang sangat besar sehingga bisa memberikan kesempatan bagi ratusan murid untuk berlatih pada waktu yang sama.


Saat ini hari sudah mendekati malam sehingga sebagian besar orang sudah pergi, hanya seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan wajah tegas serta tubuh yang berotot masih tetap di ruang pelatihan itu bersama anak muda berusia sekitar 20 tahun yang merupakan anaknya.


Ayah dan anak ini tidak lain adalah Husk dan Kilon, mereka sedang mengistirahatkan tubuh mereka setelah berlatih seharian.


Kilon tiba-tiba menyadari sesuatu, ia menatap ke arah pintu ruang pelatihan ini dengan bingung.


Husk yang melihat gerakan anaknya itu berteriak marah "Kilon, jangan sampai kehilangan perhatianmu! Walaupun mengistirahatkan tubuh bukan hal yang penting, apabila kau tidak melakukannya dengan hati-hati maka teknik bela diri pedangmu tidak akan menjadi kuat. Jangan alihkan perhatianmu untuk hal yang tidak penting, bahkan apabila Hiria disini sekalipun maka kau tidak boleh memperdulikannya, tetap berlatih!".


"Ayah, ini bukan masalah Hiria! Ada seorang pria muda yang berdiri di depan pintu rumah bela diri kita, aku merasa bahwa aku mengenal pria ini tapi tidak bisa mengingat nama serta siapa dirinya. Apakah pria itu adalah murid ayah dulu?", tanya Kilon penasaran sambil menunjuk ke arah pintu rumah bela diri ini.

__ADS_1


Husk sedikit terkejut, ia menatap ke arah pintu tersebut untuk menemukan seorang pria muda berusia sekitar 20 tahun dengan rambut hitam pendek berdiri di depan pintu rumah bela diri mereka.


Pria muda itu menatap mereka sambil tersenyum ramah, Husk merasa bahwa ia sangat kenal dengan pria ini dan merasa sangat berterima kasih kepadanya. Namun tidak peduli seberapa keras ia mencoba mengingat asal pria ini, maka ia tidak bisa mengingatnya sedikitpun.


__ADS_2