
Kaisar Harem kembali berdiri sambil membawa tubuh Kaisar Racun, ia dan Kaisar Racun memang saling bermusuhan tapi di sisi lain mereka adalah teman dekat, oleh karena itu Kaisar Harem tidak bisa meninggalkan tubuh temannya berbaring di tempat seperti ini. Paling tidak, tubuh Kaisar Racun harus dimakamkan sebagaimana seharusnya.
Melihat Kaisar Harem yang membawa tubuh Kaisar Racun yang sudah tidak bergerak lagi, Trei yang sudah tidak bertarung sejak mengalahkan seorang tetua dari Sekte Racun berjalan mendekat.
"Kaisar Harem, apa yang akan kau lakukan dengan tubuh Kaisar Racun?", tanya Trei.
Kaisar Harem melihat ke arah langit sebelum berkata "Trei, mulai hari ini aku akan berhenti menjadi Kaisar Harem, begitu juga Kaisar Racun. Kau bisa menyebutnya dengan nama asli miliknya".
"Maksud Kaisar Harem?", tanya Trei bingung, ia tidak mengerti apa yang coba Kaisar Harem katakan.
"Mulai hari ini kau bisa memanggilku Karter lagi, sedangkan Kaisar Racun maka kau hanya perlu menyebutnya dengan nama asli miliknya yaitu Tano, setelah pertarungan ini maka aku akan mundur dari Kaisar Harem dan kembali menjadi Karter lagi. Aku berencana pergi dari Sekte Harem dan mencari tempat yang tertinggal untuk hidup dengan damai disana, menjadi seorang guru di desa-desa kecil tidak begitu buruk. Trei, apakah kau tertarik untuk membuang identitas milikmu sekarang dan ikut bersamaku atau tetap menjadi matriak Sekte Harem? Tidak peduli jalan apapun yang kau pilih, aku pasti mendukungmu", kata Kaisar Harem yang sekarang harusnya dipanggil Karter.
Trei terkejut untuk beberapa saat sebelum tersenyum lembut "Karter, kau sendiri tahu bahwa aku berada di Sekte Harem bukan untuk kekuasaan ataupun uang, tetapi aku mengikuti dirimu. Kalau kau sudah memutuskan maka Trei tidak keberatan untuk menjadi istri Guru Karter, tapi bukankah akan sedikit lucu seorang Kaisar menjadi guru di desa kecil? Selain itu, pasti ada banyak wanita yang ikut bersamamu, bukankah desa kecil itu akan menjadi ramai".
"Kau benar, itu mungkin sedikit aneh", kata Karter tersenyum "Namun aku tidak keberatan, aku sudah lelah dengan semua pertarungan ini, apa yang aku butuhkan adalah hidup dengan damai bersama kalian semua lalu memiliki keluarga. Tetapi pertarungan sekarang belum berakhir, paling tidak semua itu bisa aku lakukan setelah aku berhasil membantu Myro dan membawa kembali kedamaian ke dunia. Ayo pergi".
Karter berjalan maju dengan tubuh Tano di tangannya, Trei hanya mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Karter berdiri di depan semua orang dari sekte miliknya dan Sekte Racun yang masih bertarung, ia menarik nafas sebelum berteriak "Pertarungan sudah berakhir! Semua orang turunkan senjata kalian, Kaisar Racun, Tano sudah tidak ada lagi!".
Semua orang menghentikan serangan mereka, pada awalnya orang-orang di Sekte Racun masih tidak percaya, namun menemukan tubuh Kaisar Racun yang sudah tidak bergerak lagi di tangan Kaisar Harem maka mereka tahu bahwa semua itu benar.
"Siapapun yang menurunkan senjata mereka maka aku akan membiarkan kalian pergi dari sini, lagipula kalian adalah orang-orang Tano yang merupakan temanku! Pertarungan disini sudah berakhir, tidak ada gunanya lagi untuk terus bertarung", teriak Karter.
Semua tetua dari Sekte Racun saling menatap sebelum mengangkat tangan mereka dan menjatuhkan senjata mereka, setelah itu mereka berteriak tanpa ragu "Kami menyerah!".
Karter sedikit mengangguk "Ayo pergi, kita masih memiliki pertarungan lain yang harus kita selesaikan!".
...----------------...
Ia berjalan menuju jiwa Myro sambil memegang pundaknya "Paman, apa yang kau katakan? Aku cukup yakin bahwa aku sudah membunuhnya tadi, apakah kau tidak sedang menipu kami?".
Jiwa Myro memutar matanya "Apakah kau berpikir ada gunanya aku menipu kalian sekarang? Apabila pertarungan ini sudah selesai, kenapa aku membiarkan kalian memberikan tugas kepada pengikut kalian yaitu Gristi dan Turse?".
"Aku sudah tahu dari awal", kata Myro, sebenarnya ia sudah menyadari bahwa pertarungan ini belum selesai karena Jiwa Myro sudah memberitahunya untuk memberikan sebuah tugas kepada Gristi, begitu juga Myro jahat yang memberi tugas kepada Turse. Jika Ark sudah kalah, kenapa repot-repot harus memberi tugas seperti itu.
__ADS_1
"Dengar ini baik-baik, aku hanya akan menjelaskan kepada kalian sekali sebab kita tidak memiliki banyak waktu lagi. Bayangan memiliki kelemahan besar yaitu mereka akan mati jika tidak mendapatkan tubuh baru setelah 10 hari, namun mereka juga memiliki kelebihan lain yaitu tubuh yang unik", kata Jiwa Myro menjelaskan dengan hati-hati "Setiap Bayangan memiliki 3 tubuh dan kalian harus menghancurkan semuanya untuk membunuh Ark".
"Tubuh paling awal yaitu yang sudah kalian bunuh, itu tidak berbeda dari tubuh manusia lain kecuali ia bisa bergabung dengan tubuh orang lain. Setelah tubuh paling awal hancur maka tubuh ke 2 akan muncul yaitu dimana ia akan menjadi bayangan sepenuhnya, hampir semua serangan tidak bisa melukai tubuh Ark yang menjadi bayangan kecuali beberapa serangan khusus seperti penyucian. Lalu ketika tubuh ke 2 hancur maka beberapa waktu kemudian, tubuh ke 3 pasti muncul yang merupakan tubuh terakhir yaitu kegelapan tanpa akhir".
Myro jahat bertanya dengan penasaran "Apa maksudnya kegelapan tanpa akhir?".
"Aku tidak tahu", kata Jiwa Myro menggelengkan kepalanya "Aku belum pernah menemukan keadaan dimana Ark sampai harus memakai tubuh ke 3 ini, aku hanya tahu hal tersebut dari sebuah buku kuno tanpa ada penjelasan sedikitpun mengenai tubuh ke 3 ini. Oleh karena itu, aku membiarkan kalian memberikan tugas kepada pengikut yang kalian paling percaya untuk berjaga-jaga".
"Apakah kau memiliki rencana?", tanya Myro, bagaimanapun di antara mereka maka Jiwa Myro merupakan yang paling banyak memiliki informasi, jadi ia paling cocok juga untuk membuat rencana.
"Karena tidak tahu kekuatan tubuh ke 3 miliknya maka aku tidak terlalu yakin untuk membuat rencana yang akurat, tetapi aku hanya memiliki sedikit ide yaitu kita harus mengalahkan tubuh ke 2 Ark sebelum semua jiwa kita bergabung", kata Jiwa Myro "Kalian belum boleh mati sampai tubuh ke 2 Ark kalah, jika tidak maka tubuh kita kembali bergabung untuk membentuk Myro yang sebenarnya".
"Kita seharusnya memakai Myro yang sebenarnya sebagai senjata terakhir untuk mengejutkan Ark yaitu mengalahkan tubuh terakhirnya".
"Jadi, kita boleh bertarung dengan cara apapun selama kita tidak mati sebelum membunuh tubuh ke 2 Ark? Apakah begitu?", tanya Myro jahat memastikan.
Jiwa Myro mengangguk "Terutama dirimu, apabila kau di tusuk sekali lagi maka kau pasti mati, kau harus berhati-hati".
__ADS_1
"Aku tahu!", kata Myro jahat tersenyum dingin.
Baik itu Myro dan Jiwa Myro tahu bahwa saat ini Myro jahat sama sekali tidak peduli terhadap apa yang dikatakan barusan, kemungkinan besar ia hanya peduli untuk membunuh Ark.