
Setelah beberapa menit Hu Feng Tien menunggu, Akhirnya mereka semua sudah bersiap untuk bertempur. Guo Zheng bertanya kepada Hu Feng Tien jika Jenderal dari pasukan musuh akan ikut berperang juga di baris depan dan menyarankan agar Hu Feng Tien untuk mundur terlebih dahulu dan membiarkan Guo Zheng yang menyerangnya. Lalu Hu Feng Tien berkata
"Kamu saja hampir mati kemarin di medan perang. Aku akan ikut berperang dengan Kalian untuk memastikan tidak ada yang mati dalam pertempuran kali ini. Aku adalah tipe penyerang bukan bertahan, Carikan Aku kuda dan aku akan bertempur digaris depan."
Guo Zheng hanya bisa menuruti apa yang dia mau dan tidak bisa melarangnya karena Dia adalah pemimpin Batalion Pertama. Setelah Hu Feng Tien mendapatkan kudanya dia berkata "Siap siap untuk kedatangan musuh. Aku akan memimpin perang disini, Ikuti aku dan angkat pedang kalian untuk membela Negara Xin. Kita akan tunjukan kepada mereka kekuatan Negara Xin"
Moral para prajurit yang mendengar perkataan dari Hu Feng Tien tiba tiba meningkat drastis, Mereka melihat Hu Feng Tien seperti seorang Jenderal Besar yang telah melalui ribuan peperangan. Mereka semua yakin akan menang di pertempuran seperti ini. Guo Zheng yang melihat itu berkata didalam hati
"Siapa dia sebenarnya? Dia bahkan sehari yang lalu masih lemah. Tapi sekarang kenapa Dia sudah berubah drastis?". Disaat yang sama, Kota Niu yang ditempati para Jenderal Besar dan warganya. Saat mereka sedang rapat, Mereka kedatangan sebuah prajurit lalu mengatakan bahwa Batalion 1 sudah mendapatkan seorang pemimpin.
Mereka semua terkejut karena di Batalion 1 tidak ada yang bisa memimpin. Tetapi mereka tidak peduli karena peperangan akan dimulai kembali, Para Jenderal Besar bersiap di posisi garis belakang untuk menjaga jika posisi depan telah ditembus oleh musuh.
Hu Feng Tien melihat para pasukan musuh dari Negara Chu sudah mulai bergerak. Hu Fegn Tien berteriak, "PANAH DALAM POSISI! LEPASKAN ANAK PANAH SAAT AKU MENYURUH KALIAN MELEPASKANNYA!". Pasukan Chu sudah mulai mendekat ke arah dan Hu Feng Tien mulai menyuruh pemanah untuk melepaskan anak panahnya.
__ADS_1
Pasukan Chu yang berada di garis depan semuanya lenyap dalam seketika, Dan Hu Feng Tien bersiap untuk menyerang mereka dan menyuruh para pasukan untuk menyerang mereka. Jenderal dari Chu yang memimpin Pasukan Chu tertawa dan berkata, "Seperti kemarin? hahahah dasar bodoh. Kalian akan mengalami kerugian yang banyak jika menghadapiku tanpa strategi dan hanya menyerbu asal asalan. Pasukan serang mereka semua hahaha"
Hu Feng Tien hanya tersenyum dan terus melaju ke arah Prajurit Chi yang totalnya sekitar lima ribu Prajurit. Pasukan Xin dan Chu saling bentrok di tengah medan pertempuran, Peperangan telah terjadi begitu lama dan akhirnya Hu Feng Tien bertemu dengan Jenderal dari Chu. Jenderal dari Chu menantang Hu Feng Tien dan berkata
"Majulah sini bocah, Aku akan mengambil kepalamu sebelum pedangmu menyentuhku hahaha". Hu Feng Tien langsung menyerang ke arah Jenderal dari Chu dan Jenderal Chu juga mulai menyerang Hu Feng Tien. Hanya dalam beberapa detik Hu Feng Tien berhasil memenggal kepala Jenderal dari Chu dan semua Prajurit melihat itu.
Para Prajurit dari Negara Xin bersorak dengan kencang hingga barisan belakang mendengarnya. Prajurit dari Negara Chu semuanya berlari mundur tanpa terarah dan Hu Feng Tien menyuruh para Prajurit Negara Xin untuk membunuh mereka yang lari.
Setelah Prajurit Xin memburu banyak musuh. Mereka menguburnya di medan peperangan dan bersiap untuk kembali menuju camp. Disaat itu para Jenderal Besar yang berada di garis belakang mendengar kabar bahwa Jenderal dari Chu telah terbunuh oleh Prajurit di Sisi Kanan.
Prajurit yang berada di dalam camp sedang berpesta karena kemenangannya melawan Prajurit dari Negara Chu dan juga berhasil membunuh Jenderal dari Chu. Disaat itu Guo Zheng bertanya kepada Hu Feng Tien, "Siapa Kamu sebenarnya? Kamu bisa membangkitkan moral pasukan kita hanya dengan berdiri di garis depan. Kamu seakan akan seperti Kaisar atau Jenderal Besar yang sedang memimpin perang"
Hu Feng Tien hanya tersenyum dan berkata "Jika Aku mengatakan bahwa Aku adalah Kaisar apakah Kamu akan percaya?". Guo Zheng terkejut tentang ucapan yang keluar dari mulut Hu Feng Tien. Dan Hu Feng Tien mengatakan bahwa itu hanyalah candaan sambil tertawa.
__ADS_1
Dan Hu Feng Tien menyarankan Guo Zheng untuk beristirahat karena besok masih harus bertempur lagi.
Malam itu semua Prajurit tertidur dengan tenang sambil bergantian menjaga campnya. Pagi hari sudah tiba dan para prajurit sudah siap untuk bertempur lagi, Hu Feng Tien menyadari bahwa ada yang aneh dalam pasukan Chu. Mereka berkurang setengah dari pasukan yang kemarin tentunya Guo Zheng juga menyadari hal itu.
Hu Feng Tien menyuruh salah satu prajurit untuk mengirim pesan kepada jenderal besar yang ada di garis belakang, bahwa setengah dari Pasukan Chu kemungkinan besar menuju ke tengah dan meminta untuk salah satu Jenderal Besar pergi kesana dan membantu Jalur Tengah.
Setelah beberapa menit berlalu. Prajurit pengirim pesan telah sampai di garis belakang dan melihat 4 Jenderal Besar duduk sambil mengawasi depan, Disana Yun Long berkata kepada prajurit pengirim pesan, "Ada apa? Apakah jalur kanan telah diterobos?"
Prajurit pengirim pesan itu berkata, "Tidak Tuan, Jalur kanan baik baik saja. Namun Pemimpin Batalion pertama ingin menyampaikan pesan bahwa kemungkinan besar setengah Pasukan dari Chu dari bagian kanan, pergi menuju Jalur Tengah. Jadi, Pemimpin Batalion pertama meminta untuk salah satu Jenderal Besar untuk pergi membantu Jalur Tengah"
Jenderal Besar Yun Long berkata, "Siapa bocah ini? Beraninya menyuruh salah satu Jenderal Besar untuk pergi semaunya". Jenderal Besar Xun Yue menyuruh Yun Long untuk meredam amarahnya terlebih dahulu dan berkata
"Tidak ada salahnya Jenderal Besar pergi untuk bertarung, Kita diciptakan oleh Kaisar untuk melindungi para Pasukan dan Warga. Aku akan pergi menuju Jalur Tengah, Dan firasatku benar bahwa Jalur Tengah saat ini di gempur oleh puluhan tibu prajurit Chu". Xun Yue mengambil kudanya dan Tombaknya lalu pergi menuju Jalur Tengah.
__ADS_1
Hu Feng Tien yang berperang di Jalur Kanan merasa sangat mudah karena tidak banyak Pasukan yang harus Dia hadapi, Setelah beberapa jam Hu Feng Tien berperang. Pasukan Chu mundur menuju markas karena mereka sudah kewalahan melawan Pasukan Xin, Hu Feng Tien menyarankan para Pasukannya untuk tidak mengejar mereka.
Pasukan Xin meraih kemenangan total di Jalur Kanan, Mereka juga ingin kembali menuju campnya. Hu Feng Tien berkata kepada mereka, "Aku membutuhkan 300 Prajurit untuk pergi berperang lagi menuju Jalur Tengah. Apakah ada yang bersedia mengikutiku?"