KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 108 : DANAU PENYEMBUHAN


__ADS_3

Anto hanya merasa dunia tiba-tiba menjadi gelap selama waktu yang tidak diketahui.


Sebelum Anto bisa menyadarinya, ia merasa sebuah air dingin terlempar ke arahnya sehingga Anto langsung terbangun "Siapa? Siapa yang berani melemparkan air padaku, Anto sang Penak--".


Suara Anto berhenti sebab di depan matanya sekarang terdapat Cindaku yang memegang sebuah wadah air, ternyata Cindaku adalah orang yang melemparkan air dingin untuk membangunkannya.


Tetapi apa yang membuat Anto takut hingga terdiam bukanlah Cindaku, melainkan Myro yang berdiri di samping Cindaku.


"Ada apa? Kenapa kau berhenti berbicara tiba-tiba? Kau tadi bilang apa? Anto apa?", tanya Myro tersenyum mengejek "Jika namamu sangat hebat seperti memakai julukan sang penakluk maka aku akan terus memukulmu atau mungkin membunuhmu sampai mendapatkan julukan tersebut".


Anto terdiam, ia tidak berani menyebut dirinya sebagai sang penakluk lagi karena takut kekuatan Myro.


"Kenapa kau diam? ayo katakan! Tadi kau akan mengatakan apa? Anto apa?", kata Myro yang mengangkat tinjunya lagi.


Anto yang sudah gemetar ketakutan segera menjawab tanpa ragu, bahkan ia berlutut di depan Myro "Tuan, anda salah orang! Pasti ada kesalahpahaman disini! Aku bukanlah orang yang kau cari! Aku sama sekali tidak memiliki julukan sang penakluk, aku adalah Anto sang-- Sang Penakut! Benar, aku Anto sang Penakut, bukan sang penakluk yang tuan cari".


"Apakah benar kau sang penakut? Bukan sang penakluk? Cindaku, kalau tidak salah aku mendengar tadi bahwa ia menyebut dirinya sebagai sang penakluk? Apakah aku salah dengar?", tanya Myro.


Cindaku menggelengkan kepalanya "Aku rasa tuan tidak salah dengar, aku juga mendengar bahwa pria ini menyebut dirinya sang penakluk".


Anto terus berteriak sambil berlutut "Tuan, aku tadi salah berbicara, aku bukan sang penakluk melainkan sang penakut".


Melihat bahwa Anto sudah mendapatkan pelajaran yang cukup atas kesombongannya, Myro hanya menggelengkan kepalanya dan tidak tertarik lagi untuk membuat takut dirinya.

__ADS_1


Myro menepuk pundak Anto "Jika ada kehidupan selanjutnya maka jangan lupakan ini, apabila kau tidak memiliki kekuatan yang cukup maka jangan bertindak terlalu sombong, bersikaplah sesuai kekuatan yang kau miliki agar kau bisa hidup lebih lama lagi. Kalau begitu kau bisa mati sekarang!".


Tanpa menunggu lagi, Myro menebas kepala Anto.


Setelah menebas itu, Myro melangkah mundur sehingga darah yang berjatuhan dari tubuh Anto tidak mengenai dirinya.


"Ayo pergi, Cindaku", kata Myro yang berbalik, ia tidak tertarik lagi terhadap mayat Anto ini.


Cindaku langsung mengikuti Myro tanpa ragu, mereka kembali ke pintu depan rumah Anto yang seperti istana ini.


Di sana sudah ada Cesi, Zion, dan Pona yang berbicara bersama para pelayan Anto sebelumnya.


Melihat Myro yang datang, Cesi segera melaporkan "Tuan, berdasarkan informasi dari pelayan wanita yang sangat dekat dengan Anto sampai seperti istri sendiri, ia memberitahu bahwa Anto sepertinya bekerja sama dengan Rangda. Alasan ia bisa membawa para pengikut Barongan agar lari dari Rangda, semuanya adalah bagian dari rencana Rangda. Ia tidak tahu tujuan pasti Rangda, namun Rangda memberitahunya untuk terus mengamati para pengikut Barongan, terutama jika ada informasi tentang keberadaan Barongan".


Mendengar hal tersebut, Myro mengangguk "Jika semua itu benar maka Barongan masih hidup, setidaknya ia tidak mati. Tapi kemungkinan besar sangat sulit untuk menemukannya, Rangda yang sudah menguasai dunia ini sekalipun selama puluhan tahun masih belum menemukan jejak Barongan".


Myro menatap Pona sebelum kembali kepada Cesi lagi "Itu sama sekali bukan urusan kita, baik itu Barongan ditemukan atau tidak maka tidak ada yang berubah pada kita, selama aku atau kau menjadi Kaisar Martial maka menghancurkan dunia ini bukanlah tidak mungkin. Karena hal itu, mengembalikan kekuatan kita lagi jauh lebih penting".


Setelah itu Myro berjalan ke bagian belakang rumah Anto, bagaimanapun dari penjelasan penasihat sebelumnya bahwa danau penyembuhan terletak di bagian belakang rumah Anto.


Cesi yang menyadari hal tersebut segera mengikuti Myro, selama kekuatan Kaisar Martial nya pulih maka ia bisa membalas tindakan Myro padanya.


Ketika mereka sampai di danau yang cukup besar di belakang rumah Anto, Cesi tidak bisa untuk tidak kecewa "Danau penyembuhan yang bisa menyembuhkan semua penyakit? Ini hanyalah danau penyembuhan tingkat rendah! Paling banyak ini hanya bisa menyembuhkan luka goresan, nampaknya kita repot-repot datang kesini tanpa membawa hasil apapun".

__ADS_1


Berbeda dari Cesi, Myro sama sekali tidak kecewa. Hal ini membuat Cesi penasaran "Myro, kenapa kau tidak terlihat kecewa sedikitpun karena gagal menyembuhkan lukamu?".


Myro menatap Cesi sedikit sebelum berkata "Dari awal aku sudah tahu bahwa danau penyembuhan ini tidak sekuat itu, jika tidak maka kenapa Rangda harus memberikan danau yang bisa menyembuhkan semua luka ke orang bodoh seperti Anto? Rangda pasti menyimpan untuk dirinya sendiri".


Cesi mengangguk, tapi wajahnya masih dipenuhi rasa kecewa.


Myro yang melihat semua itu menggelengkan kepalanya "Pergilah ke ruang harta Anto, di sana mungkin ada harta penyembuhan yang cukup baik untuk kau gunakan".


"Kau tidak ikut?", tanya Cesi dengan bingung.


Myro menggelengkan kepalanya "Aku merasa bahwa orang bodoh seperti Anto tidak akan menyimpan harta berharga apapun, lebih baik untuk tidak membuang waktu mencarinya. Namun apabila kau mencoba keberuntungan mu maka kau bisa melakukannya, selama kau menemukan obat baik apapun maka kau bisa memakannya sebelum aku menemukannya kan?".


Cesi berpikir sebentar dan merasa tidak ada salahnya untuk mencoba, oleh karena itu Cesi menatap tajam ke arah Myro "Jangan menyesali keputusanmu ini, apabila ada harta di sana yang bisa membuatku menjadi paling tidak Prajurit Martial lagi maka aku pasti akan membersihkan mu".


Lalu Cesi pergi secepat mungkin seakan-akan takut Myro mengikutinya untuk mengambil harta tersebut.


Sekarang hanya ada Myro sendirian di samping danau itu, Myro tersenyum secara diam-diam "Dasar wanita bodoh, jika kau tidak menilai sesuatu dengan hati-hati maka kau akan melewatkan harta yang sebenarnya".


Setelah itu Myro melompat ke arah danau, sebagai orang yang sudah hidup selama ribuan tahun di kehidupan sebelumnya maka Myro memiliki pengalaman yang jauh lebih besar daripada Cesi, jadi Myro bisa menemukan perbedaan danau ini dari danau penyembuhan lainnya.


Myro berenang ke dasar danau yang gelap sebelum melihat sekitar, ketika melihat sedikit titik merah di tengah-tengah tanah yang gelap maka Myro mengambil titik merah itu tanpa ragu lalu kembali ke daratan.


Ketika Myro sudah di daratan, ia membuka tangannya yang memegang titik merah itu.

__ADS_1


Saat ini di tangan Myro terdapat sebuah batu berwarna merah darah dan aura yang sangat kuat di sekitarnya.


Menatap batu merah tersebut, Myro tersenyum "Ternyata aku benar, danau penyembuhan tingkat rendah ini sebenarnya hanyalah danau normal. Tapi karena adanya benda ini maka danau ini berubah menjadi danau penyembuhan, siapa yang akan berpikir bahwa di saat aku terluka maka aku bisa menemukan darah Unicorn yang sudah membeku ini! Darah Unicorn ini benar-benar muncul di waktu yang tepat!".


__ADS_2