
Pada siang hari, sebagian besar murid SMA baru menyelesaikan sekolah mereka.
Beberapa murid sudah kembali ke rumah mereka masing-masing atau pergi ke suatu tempat lain.
Pada sebuah bus, terdapat 2 anak SMA laki-laki yang sedang duduk disana. Mereka baru menyelesaikan sekolah mereka dan berencana kembali ke rumah.
Seorang anak laki-laki di sisi kiri berkata "Shi Yan, kita sudah kelas 3. Beberapa bulan lagi maka kita sudah bukan murid SMA lagi, apa yang akan kau lakukan setelah lulus dari SMA?".
"Aku kemungkinan besar akan melanjutkan kuliah, bagaimanapun ayah dan ibuku memiliki beberapa toko serta rumah yang di sewakan. Oleh karena itu, aku berencana mengembangkan bisnis toko supermarket milik keluargaku di masa depan. Untuk melakukan itu, maka aku harus lebih banyak belajar lagi", kata Shi Yan dengan tekad di matanya "Bagaimana denganmu, Sun Wu?".
Wajah Sun Wu menjadi sedikit sedih sekarang "Setelah kita bersama selama bertahun-tahun, pada akhirnya kita masih harus berpisah juga. Aku sudah tahu mengenai hal ini, tapi aku masih merasa cukup sedih. Kau tahu bahwa aku tidak terlalu bagus untuk belajar, selain itu keluargaku tidak memiliki uang yang cukup untuk biaya kuliah. Jadi aku berencana untuk langsung bekerja, walaupun tidak banyak pekerjaan yang menerima lulusan SMA tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Nampaknya ketika kita lulus kuliah nanti, maka kita akan mengambil jalan yang berbeda".
"Kau benar, namun kita masih tetap akan menjadi teman. Jangan lupa untuk menghubungiku saat kau memiliki waktu nanti", kata Shi Yan tersenyum sedih.
"Tentunya kita masih tetap menjadi teman", kata Sun Wu "Bagaimana dengan Rena? Meskipun keluarganya tidak memiliki banyak uang seperti keluargaku, tetapi ia merupakan murid yang cerdas. Baik itu dari pengetahuan ataupun keterampilan maka ia mendapatkan nilai yang bagus, bahkan aku mendengar bahwa ia memenangkan lomba bela diri pedang di tingkat nasional dan mendapatkan beasiswa dari perguruan tinggi".
Shi Yan mengangguk "Ia memilih untuk pergi ke kuliah dulu juga, ia berencana untuk mempelajari tentang pertanian agar bisa lebih membantu pekerjaan ayahnya serta para petani lain. Bagaimana dengan Kitsune?".
"Wanita itu sangat keras kepala, padahal keluarganya tidak kekurangan uang tapi ia memilih untuk mencari pekerjaan bersamaku. Aku mendengar bahwa ia sudah di terima pada sebuah perusahaan yang cukup terkenal, aku tidak tahu bagaimana cara ia bisa mendapatkan pekerjaan tersebut! Setelah lulus kuliah nanti, perusahaan itu akan langsung menerimanya dan memberi ia waktu kerja percobaan selama 3 bulan. Selama ia sudah berhasil melewati percobaan itu, maka ia bisa menjadi pegawai tetap. Aku ingat, perusahaan yang menerima ia bekerja merupakan perusahaan yang dipimpin oleh Feka".
"Feka? Bagian dari 10 orang terkaya di benua ini? Siapa yang berpikir bahwa Kitsune bisa di terima bekerja pada tempat seperti itu, kau harus bekerja keras juga agar tidak tertinggal dari Kitsune", kata Shi Yan.
__ADS_1
Sun Wu tersenyum pahit "Kitsune benar-benar hebat, aku pasti berusaha agar tidak kalah dari dirinya".
"Aku senang mendengar bahwa kalian sudah menentukan jalan masa depan kalian sendiri", tiba-tiba orang yang duduk di samping kursi Shi Yan berbicara.
Shi Yan dan Sun Wu menatap ke arah asal orang berbicara tersebut untuk menemukan bahwa seorang pria muda dengan rambut hitam pendek duduk disana, ia berdiri dari kursinya sambil berkata "Aku harap kalian bisa mencapai tujuan kalian masing-masing dan hidup dengan baik di dunia ini. Terima kasih atas semua yang sudah kalian lakukan selama ini, temanku Shi Yan dan Sun Wu".
Tanpa membuang waktu lagi, pria itu turun dari bus tersebut yang sudah berhenti di sebuah halte lalu pergi.
Shi Yan dan Sun Wu kembali sadar, mereka menemukan bahwa ada air mata yang jatuh dari wajah mereka sekarang sehingga mereka menghapus air mata tersebut penuh dengan kebingungan "Kenapa aku menangis?".
...----------------...
Pada sebuah ladang, terdapat seorang pria tua yang sibuk menanam di lahannya tersebut.
Pria tua ini berusia sekitar 40 tahun, selain dirinya maka ada seorang wanita muda berusia hampir sekitar 20 tahun yang ikut membantunya menanam di ladang tersebut.
"Rena, maaf sudah membuat kau harus repot-repot membantu ayah di ladang, padahal kau baru kembali dari sekolah. Apabila ayah bisa memberimu hidup yang lebih baik seperti anak-anak yang lain, maka kau pasti sedang berkumpul dengan teman-temanmu sekarang. Tidak seperti sekarang, bekerja di ladang seperti ini", kata pria tua tersebut dengan sedih.
Rena menghapus keringat di wajahnya tanpa peduli terhadap lumpur di tangannya, ia berkata sambil tersenyum "Apa yang ayah katakan? Rena senang bisa membantu ayah! Bagaimanapun Rena juga menyelesaikan sekolah lebih cepat hari ini sebab latihan untuk lomba pedang tahun ini sudah selesai, oleh karena itu Rena bisa membantu ayah".
"Apalagi Rena bisa berteman dengan banyak orang baik juga di sekolah seperti Kitsune, Zhi Li, Gristi, Rein dan yang lainnya".
__ADS_1
"Kau benar, anak-anak itu memang anak yang baik! Mereka bahkan sering membantumu dan ayah saat sedang di ladang, jangan lupa untuk berterima kasih kepada mereka", kata ayah Rena.
"Aku tahu ayah, tidak perlu khawatir", kata Rena tersenyum.
"Rena!", sebuah teriakan terdengar.
Rena dan ayahnya menatap ke arah suara tersebut untuk menemukan bahwa yang datang adalah Kitsune, ia tidak memakai pakaian sekolahnya lagi melainkan memakai pakaian sehari-hari.
"Aku tidak memiliki pekerjaan hari ini, biarkan aku membantu kalian, bagaimanapun ini adalah waktu tersibuk di ladang sebab kalian harus menanam kembali setelah panen! Zhi Li dan yang lainnya memiliki hal yang harus dilakukan hari ini, jadi hanya aku yang bisa datang untuk membantu", kata Kitsune.
"Terima kasih nak Kitsune, tapi tidak apa-apa! Kau tidak perlu membantu, dengan sudah berteman bersama Rena maka paman sudah sangat senang", kata ayah Rena.
"Apa yang paman katakan? Aku melakukan ini sebab aku tertarik untuk melakukannya, apalagi tahun depan aku sudah harus sibuk oleh pekerjaaan kantor, oleh karena itu biarkan aku membantu kalian sebelum aku mulai sibuk bekerja", kata Kitsune.
"Terima kasih, nak Kitsune", kata ayah Rena tersenyum.
"Kalau dipikir-pikir, apakah teman Shi Yan atau Sun Wu juga datang membantu kesini?", tanya Kitsune yang sudah siap untuk membantu menanam.
"Teman Shi Yan dan Sun Wu?", kata Rena menggelengkan kepalanya "Mereka memang berencana datang kesini nanti, namun seharusnya mereka tiba beberapa jam lagi".
"Apakah seperti itu? Lalu siapa pria yang berdiri disana? Nampaknya ia sudah berdiri di tempat itu cukup lama", kata Kitsune yang menunjuk ke arah suatu tempat di samping lahan pertanian ini.
__ADS_1