KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 290 : APAKAH SUDAH SELESAI? ( ENDING 1)


__ADS_3

Rena dan ayahnya terkejut mendengar perkataan Kitsune, mereka mengangkat kepala mereka untuk menemukan bahwa seorang pria muda berambut hitam pendek sedang berdiri di samping lahan pertanian mereka.


Pria muda yang tidak mereka kenal itu berdiri diam di tempatnya sambil tersenyum mengamati mereka.


"Siapa pria ini? Ayah sama sekali tidak mengenalnya, apakah orang itu teman kalian?", kata ayah Rena yang tidak bisa mengenali pria itu sedikitpun, bahkan ayah Rena tidak merasa mengenal pria itu.


Berbeda dari ayahnya, baik itu Rena ataupun Kitsune merasa mengenali pria ini.


Tetapi di sisi lain mereka merasa ragu sebab mereka tidak bisa mengingat pria ini.


Melihat anak dan teman anaknya hanya berdiri diam di tempat sambil menatap pria itu dengan bingung serta sedih, ayah Rena tahu pasti anaknya dan Kitsune mengenal pria ini.


Oleh karena itu, ayah Rena berencana melangkah maju untuk memanggil pria muda itu.


Namun saat ayah Rena mendekati dirinya, pria muda itu tiba-tiba berkata "Rena, Kitsune, masa depan memang sesuatu yang tidak pasti, namun aku harap kalian juga bisa senang di masa depan bersama Shi Yan dan Sun Wu. Meskipun kalian tidak bisa bersama di masa depan sekalipun, setidaknya kalian tidak perlu mengalami kesulitan apapun lagi".


Setelah itu, pria muda tersebut berjalan pergi dari tempat ini.


Ayah Rena yang mendekati Myro terkejut, ia sekarang masih cukup jauh dari Myro namun gerakan langkah kaki Myro sangat cepat hingga jarak mereka sudah menjadi sangat besar. Padahal Myro hanya berjalan kaki, tapi gerakannya jauh lebih cepat daripada ayah Rena yang berlari. Bahkan ayah Rena bertanya-tanya apakah ia sudah terlalu tua hingga larinya sekalipun masih lebih lambat daripada anak muda yang berjalan kaki.


"Tunggu!", Rena dan Kitsune juga berencana menghentikan pria tersebut, mereka merasa bahwa mereka harus menghentikan pria ini tanpa mengetahui alasannya.

__ADS_1


Tapi ketika mereka baru bergerak, sosok pria muda itu sudah pergi cukup jauh dan menghilang di sebuah belokan jalan.


...----------------...


Pada sebuah kafe di dekat sekolahan, 2 orang anak perempuan SMA sedang sibuk mengerjakan sebuah tugas disana.


Seorang wanita berbicara sambil terus menulis di bukunya "Kenapa guru memberikan kita banyak sekali tugas? Padahal kita sebentar lagi harus menghadapi ujian kelulusan, namun para guru memberikan kita semakin banyak tugas. Bagaimana kita masih memiliki waktu untuk belajar? Apakah kau juga berpikir seperti itu, Zhi Li?".


"Itu semua salahmu", kata Zhi Li memutar matanya "Gristi, tugas ini sudah diberikan sejak lama oleh guru tapi kau baru mengerjakannya sekarang. Bagaimanapun tugas yang guru berikan ini adalah tugas sebelum kita bisa lulus, oleh karena itu tugas ini berguna untuk mengetes kemampuan kita. Padahal kita seharusnya membantu Rena yang sedang sibuk di lahan milik ayahnya, tapi karena harus mengajarimu maka aku hanya bisa duduk disini menemanimu".


"Maaf, kau sendiri tahu bahwa aku pasti tidak bisa menyelesaikan tugas ini tanpa bantuan mu", kata Gristi dengan wajah bersalah "Sebagai gantinya, aku akan mengajakku makan siang nanti! Selain itu, kita bisa membantu Rena besok, oleh karena itu ayo selesaikan pekerjaan ini hari ini juga".


Zhi Li menggelengkan kepalanya, walaupun begitu ia masih membantu Gristi untuk mengerjakan tugas miliknya.


Zhi Li berasal dari Keluarga Zhi yang merupakan keluarga besar di provinsi ini, begitu juga Gristi yang berasal dari Keluarga Song, jadi mereka sudah merupakan teman sejak kecil.


Seorang pelayan datang dan membawakan 2 minuman yang merupakan pesanan Zhi Li dan Gristi "Nona, ini adalah pesanan yang sudah anda berikan".


"Terima kasih", kata Zhi Li sambil mengangguk.


Gristi juga berencana mengatakan hal yang sama, tetapi ketika ia melihat pelayan tersebut maka wajahnya membeku.

__ADS_1


Melihat Gristi yang berhenti mengerjakan tugasnya, Zhi Li berkata tidak senang "Apa yang kau lakukan? Gristi, aku memang membantumu untuk mengerjakan semua tugas ini, tetapi bukan berarti kau bisa beristirahat dengan mudah sedangkan aku kesulitan untuk mengerjakan semuanya. Apabila kau sendiri tidak menyelesaikannya maka aku tidak akan membantumu lagi, kenapa kau tidak mengatakan apapun dan terus menatap wajah pelayan itu? Jangan bilang bahwa kau merasa--".


Saat Zhi Li menatap ke arah pelayan itu maka ia ikut membeku.


Pelayan itu adalah seorang pria muda tampan dengan rambut hitam pendek, namun apa yang membuat Gristi dan Zhi Li terkejut bukan ketampanan pelayan pria ini melainkan mereka merasa sangat sedih ketika melihat pelayan pria ini.


"Zhi Li, sebagai gurumu maka aku senang melihat kau bisa hidup sebagai murid normal disini. Tanpa harus bekerja keras setiap harinya terhadap pekerjaan sekte dan khawatir terhadap aku yang tiba-tiba menghilang, kau juga membuat diriku melupakan dendam terhadap Bolt serta Xinyu, tanpa bantuan mu maka diriku yang baik pasti tenggelam akibat rasa dendam tersebut. Gristi, aku tidak tahu apakah kau yang sekarang adalah Rein di tubuh Gristi atau Gristi itu sendiri, tapi aku tetap akan mengatakan terima kasih. Kau sudah mengulang banyak sekali waktu untuk gurumu ini, terima kasih. Aku tidak tahu berapa banyak rasa sakit yang kau rasakan dari pengulangan waktu tersebut, berapa banyak keputusasaan yang kau rasakan, tapi sekarang kau sudah bisa melupakan semua itu. Hidup dengan baik di dunia ini dan cari pasangan yang tepat di masa depan, lepaskan semua rasa sakit yang sudah kau miliki sebelumnya", kata pria muda itu tersenyum lembut juga, ada rasa sedih tersembunyi dibalik matanya.


Mulut Zhi Li dan Gristi bergetar, mereka berusaha menyebutkan nama pria di depan mereka ini namun tidak peduli apa yang mereka lakukan maka mereka tidak bisa mengatakan apapun.


"Kalian tidak perlu mengatakan apapun sebab aku tahu bahwa tidak ada yang bisa kalian katakan, setelah ini maka semuanya yang kalian lihat di tempat ini hanya sebuah mimpi", kata Myro yang segera bertepuk tangan, pada waktu yang sama Myro sudah pergi dari kafe ini juga.


Zhi Li dan Gristi yang kembali sadar menemukan bahwa mereka sedang duduk diam di tempatnya sambil mengerjakan tugas Gristi.


Zhi Li menatap Gristi dengan bingung "Kenapa kau menangis?".


"Aku menangis?", kata Gristi terkejut untuk menyadari bahwa air mata memang jatuh dari matanya, ia melihat ke arah Zhi Li "Tunggu, kau juga sedang menangis sekarang! Kenapa kau menangis juga?".


"Apa?", kata Zhi Li terkejut, ia tidak menyadari bahwa dirinya sudah menangis.


...----------------...

__ADS_1


Hujan jatuh di kota kecil ini, saat pria muda berambut hitam pendek itu sedang berjalan di jalanan kota maka ada sosok seorang pria yang berdiri diam dengan payung di tangannya.


Pria dengan payung itu menatap pria berambut hitam pendek itu sambil berkata "Apakah sudah selesai, pemegang tahta ke 9, Myro Aras?".


__ADS_2