
Myro berjalan menuju istana Rangda dengan Cesi dan Pona yang mengikuti Myro, alasan Cesi mengikuti Myro yaitu tidak ada seorangpun pengikut Rangda yang bisa menjadi lawannya.
Lebih tepatnya sejak Cesi mencapai Prajurit Martial tingkat 5 memakai harta dari ruang harta milik Penthesilea maka tidak ada lagi pengikut Rangda yang bisa melawannya, oleh karena itu Cesi memutuskan untuk mengikuti Myro serta menonton pertarungan utama.
Sedangkan Pona, wanita ini tidak terlalu bisa bertarung sehingga ia mengikuti Myro hanya untuk menonton seperti Cesi.
Ketika sampai di depan istana Rangda, Myro menendang gerbangnya tanpa ragu dan berjalan hingga tiba di pintu berwarna emas serta memiliki ukuran yang sangat besar.
Myro tahu bahwa orang yang berada di pintu emas ini pasti adalah Rangda, bagaimanapun Rangda merupakan orang yang sangat senang bersikap sombong.
Sebelum Myro bisa menendang gerbang emas itu, maka gerbang itu segera terbuka sendiri seakan-akan menyambut kedatangan Myro.
Melihat hal tersebut, Myro sedikit tersenyum sambil melewati gerbang tersebut "Aku tidak pernah berpikir bahwa nona paling cantik seperti Nona Rangda akan menyambut kedatanganku ke istananya, ini sebuah kehormatan".
Meskipun Myro seperti menghargai kecantikan Rangda, namun terdengar suara ejekan yang sangat kuat dari setiap kata-kata yang Myro ucapkan.
Perlahan-lahan Myro bisa menemukan bahwa dibalik pintu emas ini hanyalah sebuah ruangan kosong yang sangat besar dengan sebuah tahta besar yang ada di depan ruangan tersebut.
Saat ini seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan berusia sekitar 20 tahun duduk di atas tahta tersebut, ia tersenyum ramah terhadap Myro yang memiliki daya tarik untuk menarik perhatian pria manapun "Bagaimana mungkin aku tidak bersikap sopan, Tuan Myro sudah repot-repot datang ke istanaku yang merupakan sebuah kehormatan bagi Rangda".
"Kehormatan? Apakah mengirim Berserker untuk membunuhku juga merupakan kehormatan bagimu?", tanya Myro tersenyum mengejek.
"Nampaknya ada kesalahpahaman disini, Rangda dari awal bertekad untuk berteman dengan Tuan Myro", kata Rangda masih tersenyum "Jika Rangda tidak salah maka Tuan Myro pasti bukan berasal dari dunia ini, apakah Rangda benar? Tuan Myro adalah orang yang berasal dari dunia lain dan kebetulan jatuh ke dunia ini".
__ADS_1
Myro tidak berbohong dan mengangguk tegas "Kau benar, aku bukan orang dunia ini, lalu kenapa? Apakah kita bisa berteman hanya karena aku berasal dari dunia lain?".
"Tentunya kita bisa berteman", kata Rangda yang semakin tersenyum "Tuan Myro, tidak ada permusuhan yang besar di antara kita. Kenapa tidak membiarkan aku menjadi penguasa dunia ini? Selama aku bisa berkuasa maka aku akan membantu Tuan Myro kembali, selain itu aku akan mendukung Tuan Myro untuk menjadi penguasa dunianya. Bagaimana? Bukankah ini saling menguntungkan?".
Senyum di wajah Myro segera menghilang, ia berkata dengan dingin "Wanita tua, sampai kapan kau akan memasang topeng seperti itu? Apakah kau pikir senyum dari topeng mu itu bisa menipuku? Jika aku berkata yang sebenarnya maka aku bisa mengatakan bahwa kau memiliki waja paling buruk yang aku pernah lihat! Bagian wajah temanku Sun Wu yang terbakar sebagian masih penuh baik daripada wajahmu, wanita tua!".
Senyum di wajah Rangda juga menghilang, ia menatap Myro dengan ganas dan wajahnya kembali lagi ke wajah Rangda yang sebenarnya "Pria tidak memiliki mata! Bahkan kau tidak bisa melihat kecantikan ku ini, kala begitu kau bisa mati!".
Aura hitam yang kuat berkumpul di sekitar Rangda dan menutupi seluruh tubuh Myro, lebih tepatnya aura hitam ini menutupi seluruh ruang tahta ini.
Ketika bersentuhan dengan aura hitam, baik itu tembok ataupun lantai akan meleleh yang menunjukkan seberapa menakutkannya aura hitam ini. Bahkan Cesi harus membawa Pona pergi dari ruangan ini agar tidak terkena aura hitam Rangda.
"Hahahahaha, bukankah kau mengejek wajahku sebagai wajah paling buruk? Kalau begitu aku akan melelehkan wajahmu hingga menjadi lebih buruk daripada wajahku!", teriak Rangda sambil tertawa gila.
Lalu setitik cahaya api itu terus membekas hingga membentuk sosok Burung Vermilion dari api "Rangda, kau bukanlah sesuatu yang ada di dunia ini, kau hanyalah roh yang seharusnya sudah mati! Namun kau berusaha kembali ke dunia dan menghancurkan keseimbangan dunia ini, sebagai seorang Kaisar yang memimpin dunia maka sudah menjadi tugasku untuk mengembalikan keseimbangan dunia. Rangda, berbanggalah karena tidak semua orang bisa mati di bawah pedangku, Kaisar Zodiak ini! Setidaknya dengan mati di tanganku maka kau bisa mati dengan penuh kebanggaan!".
Burung Vermilion itu menjadi semakin besar dan sosok Myro yang memegang pedangnya di tengah aura hitam juga terlihat.
Walaupun dikepung oleh aura hitam, Myro sama sekali tidak terluka. Lebih tepatnya aura hitam itu akan menguap lebih dulu di bawah serangan api Vermilion.
"Teknik Pedang Vermilion tahap 3, Vermilion membakar Langit", teriak Myro yang menebas ke arah Rangda.
Burung Vermilion di belakang Myro segera berteriak keras menuju langit dan mengepakkan sayapnya menuju Rangda.
__ADS_1
Setiap kali sayapnya mengepakkan maka api di sekitar ruangan ini menjadi semakin kuat hingga membakar seluruh ruangan.
"Vermilion? Bagaimana mungkin orang sepertimu bisa memiliki roh suci Vermilion?", teriak Rangda tidak percaya.
Bagaimanapun kelemahan ilmu hitam miliknya terutama adalah api dan cahaya, belum lagi Myro memiliki api suci Vermilion yang bisa membakarnya.
"Kau tidak perlu tahu, orang mati tidak harus mengetahui lebih banyak lagi tentang diriku", kata Myro dengan dingin.
"Booooom!".
Vermilion itu menabrak Rangda sebelum meledak api yang sangat kuat, seluruh aura hitam di ruang tahta itu menghilang sepenuhnya dan digantikan oleh api Vermilion.
Rangda yang tengah terbakar di antara api berteriak penuh rasa marah serta tidak terima "Tidak mungkin? Bagaimana aku bisa kalah? Padahal aku sudah menunggu selama ratusan tahun untuk keberhasilan rencana ini! Padahal aku sudah berhasil menjebak Barongan dan hanya perlu selangkah lagi untuk menguasai dunia, aku tidak terima kekalahan ini! Aku tidak bisa kalah di saat-saat rencanakan akan berhasil!".
Myro yang berpikir bahwa dirinya sudah menang menemukan bahwa langit hitam yang menyegel roh di atas langit mulai bergetar, langit hitam itu memberikan Rangda kekuatan sehingga ia bisa bertahan dari api Vermilion milik Myro.
Ketika ledakan api Vermilion milik Myro menghilang, sosok Rangda kembali terlihat.
Kali ini Rangda benar-benar kembali menjadi sosok wanita cantik berusia 20 tahun, kali ini bukalah sebuah topeng melainkan Rangda benar-benar kembali muda sepenuhnya.
"Hahahahaha, berhasil! Akhirnya teknik ilmu hitam tertinggi, Perisai Kutukan Dunia benar-benar selesai! Aku benar-benar harus berterima kasih kepadamu orang dari dunia lain, jika kau tidak hampir mengalahkan ku maka perisai ini tidak akan bisa selesai tepat waktu! Dengan selesainya perisai ini maka aku akan muda selamanya dan tidak bisa mati lagi, sebagai rasa terima kasih kepadamu maka aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit!", kata Rangda dengan sangat senang.
Aura hitam berkumpul di sekitarnya, kali ini puluhan kali lebih kuat daripada aura hitam milik Randa sebelumnya.
__ADS_1
Melihat hal ini membuat wajah Myro sedikit suram, ketika mendengar nama Perisai Kutukan Dunia maka Myro pernah mengingat sebuah buku yang ia baca yaitu kemampuan ini merupakan kemampuan ilmu hitam terkuat yang bisa memberikan penggunanya kekuatan besar, selalu muda, dan tidak bisa mati seperti yang terjadi pada Rangda sekarang. Kecuali perisai hitam di atas langit hancur, maka Rangda tidak akan bisa mati lagi.