KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 94 : KALIAN SANGAT MIRIP


__ADS_3

Zion dan Pona kembali sadar dari keterkejutan mereka, Pona berlari menuju Myro seperti anak-anak yang dipenuhi semangat, ia bahkan tersenyum lebar "Myro, apakah kau benar-benar sembuh? Ini hebat, bagaimana caramu bisa sembuh secepat ini? Apakah kau memakai sebuah teknik rahasia atau sebenarnya kau menyimpan obat penyembuhan rahasia?".


Myro memegang kepala Pona seakan-akan menghadapi seorang adik "Aku yakin kau pasti tidak percaya, oleh karena itu aku rasa tidak perlu memberitahumu masalah ini".


"Aku pasti percaya! Pona yakin terhadap Myro", kata Pona menatap Myro dengan mata bersinar.


Myro tersenyum sedikit "Aku bangun di pagi hari dan menyadari bahwa semua lukaku sudah sembuh, bagaimana? Apakah kau percaya?".


Mendengar penjelasan tersebut, Pona tahu bahwa Myro berusaha merahasiakan hal tersebut.


Jadi Pona membalikkan wajahnya dari Myro seperti sedang marah "Kau berbohong, bagaimana mungkin luka seperti itu bisa sembuh hanya dengan tidur? Kalau itu benar maka tidak ada lagi orang yang mati di dunia ini!".


Setelah itu Pona berjalan pergi "Bukankah Myro akan menemui istrinya, Pona akan membawa Myro ke sana".


Myro tahu bahwa Pona sebenarnya tidak marah, ia hanya bertindak seperti itu karena sifatnya yang memang masih anak-anak, alasan ini jugalah yang membuat Myro menganggap Pona seperti adiknya.


Bagaimanapun Myro sudah berbicara serta berteman bersama Pona selama kurang lebih 3 hari ini, jadi mereka cukup dekat.


Zion menatap Myro dan Pona yang pergi dengan aneh, ia berbeda dari Pona.


Pona bisa langsung dekat lagi bersama Myro setelah mengetahui bahwa ada keanehan pada Myro, tapi Zion tidak bisa melalukan hal tersebut.


Ketika Myro dan Pona sudah tidak terlihat lagi, Zion menyadari bahwa ia masih harus mengatur ratusan penduduk ini, apalagi ia belum mencari saran dari Myro mengenai hal ini.


Kekuatan Myro tidak bisa diremehkan, setidaknya Zion tidak bisa merasakan sedikitpun tentang seberapa kuat Myro sebenarnya. Hal ini membuat Zion sudah menganggap Myro sebagai pemimpin, walaupun Myro menunjuk dirinya sebagai pemimpin.


Lagipula mereka sedang berada di tengah pencarian pasukan iblis Rangda, selama waktu ini maka orang yang terkuat harus menjadi pemimpin agar bisa melindungi penduduk lain, Jerk terpilih sebagai pemimpin juga untuk melindungi para penduduk memakai kekuatannya.


...----------------...

__ADS_1


Myro mengikuti Pona, mereka tiba di sebuah ruangan yang masih tertutup pintu kayu, teryata Myro dan Cesi selama terluka ini tinggal di rumah yang sama namun ruangan yang berbeda.


Pona membuka pintu ruangan tersebut untuk menemukan bahwa Cesi masih menutup matanya, wajahnya sangat putih seperti kertas serta dapat dilihat bahwa ia kekurangan darah.


Selain itu ada beberapa anggota tubuh yang patah serta sebuah luka besar di perutnya, luka itu tidak lain berasal dari Myro yang memakai Leo.


Pona berbalik ke arah Myro dengan hati-hati sebelum berkata penuh keraguan "Myro, maaf sudah berbohong padamu! Ayahku takut bahwa keadaan menjadi semakin buruk apabila mengetahui seberapa buruk kesehatan istrimu, oleh karena itu kami memutuskan untuk merahasiakannya sampai keadaanmu menjadi lebih baik".


"Sebenarnya sampai hari ini istrimu masih belum sadar, tidak ada pergerakan sedikitpun dari tubuhnya kecuali ia masih bernafas, apabila ia tidak bernafas lagi maka kami pasti berpikir istrimu sudah mati".


Wajah Myro sekarang terlihat sangat sedih, ia menggelengkan kepalanya dan menghela nafas penuh kesedihan "Semuanya sudah terjadi, apabila aku lebih kuat maka semua ini pasti tidak terjadi, istriku pasti tidak berakhir seperti ini!".


Pona benar-benar percaya bahwa Myro sekarang merasa sangat sedih atas yang terjadi pada istrinya, bagaimanapun tindakan sedih Myro sama sekali tidak memiliki kekurangan apapun.


"Myro, kau sudah melakukan yang terbaik sehingga tidak perlu menyalahkan dirimu, aku yakin istrimu juga merasakan hal yang sama", kata Pona yang berusaha menghibur Myro.


Pona berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk "Aku tidak keberatan, tapi kau harus tetap kuat, istrimu pasti kembali sadar dan sehat suatu hari nanti".


"Aku tahu", kata Myro.


Pona perlahan-lahan pergi dari ruangan tersebut, ia tahu bahwa dirinya hanya akan menganggu Myro disini.


Setelah Pona pergi, wajah sedih Myro kembali dingin seperti sebelumnya, jika Pona masih disini maka ia akan terkejut sebab perubahan wajah Myro terlalu cepat.


Myro menatap Cesi yang berbaring lemah di tanah "Sampai kapan kau akan bertindak seperti orang mati, kau mungkin bisa menipu Pona ataupun yang lain tapi kau tidak bisa menipu diriku".


Mata Cesi segera terbuka, ia menatap Myro penuh kemarahan "Aku tidak tahu apa yang terjadi saat aku kehilangan kesadaran, namun semua ini pasti salahmu sampai aku menjadi seperti ini kan?".


Myro menggelengkan kepalanya sedikit "Ini bukan salahku, tetapi temanmu yang memiliki roh Promotheus, ia yang mengubah jalan dimensi tersebut sehingga menyebabkan kita jatuh ke dunia lain".

__ADS_1


"Promotheus?", tanya Cesi bingung "Kami tidak memiliki teman Promotheus, lebih tepatnya hanya aku dan Turse yang mengikuti tuan, tidak ada rekan yang lain".


"Kalau bukan kelompok kalian, lalu siapa?", kata Myro yang ikut bingung, ia bisa menilai bawa Cesi yang ada di depannya ini tidak berbohong.


"Masalah itu tidak penting sekarang!", kata Cesi yang menatap cincin di tangan Myro, saat ini ada 2 cincin yang berada di tangan Myro. 1 dari 2 cincin itu merupakan miliknya yang membuat Cesi berkata lagi "Yang lebih penting sekarang yaitu mengembalikan cincinku, selama aku memiliki cincin maka aku bisa memulihkan sebagian kekuatan milikku. Dengan cara itu maka aku bisa membuka kembali jalan kembali ke Dunia Kaisar, lagipula sedikit kekuatan Kaisar Martial Mash ribuan kali lebih kuat daripada kekuatan asli Jendral Martial milikmu".


Myro memutar matanya terhadap perkataan Cesi "Apakah kau pikir aku bodoh? Selama kekuatanmu kembali maka kau pasti membunuhku, kau pikir bisa menipuku dengan cara itu?".


"Lalu kau tidak tertarik untuk kembali ke Dunia Kaisar? Apakah kau berencana tinggal disini selamanya?", tanya Cesi.


"Aku akan kembali memakai kekuatanku sendiri", kata Myro penuh percaya diri.


"Kalau begitu bagaimana denganku? Apakah kau berencana meninggalkanku disini?", kata Cesi yang sekarang mulai khawatir, ia takut Myro benar-benar meninggalkannya di dunia ini. Apabila hal itu terjadi maka Cesi kemungkinan besar tidak bisa memulihkan lukanya lagi, bagaimanapun obat di dunia ini sepertinya tidak sekuat Dunia Kaisar.


"Kau tidak perlu khawatir, aku membutuhkanmu untuk bekerja di bawah tanganku! Saat ini aku bisa memberimu sebua obat yang akan mengembalikan kekuatanmu menjadi Saint tingkat menengah, selama kau mengikuti ku dan bekerja dengan baik maka aku bisa memberimu obat lagi, semakin kau bekerja dengan baik maka semakin banyak obat penyembuhan yang aku berikan, bagaimana?", tanya Myro.


Cesi sedikit tidak bisa berkata-kata, ia mengerti tujuan Myro yaitu membiarkan dirinya sembuh tetapi selalu memastikan bahwa kekuatan Cesi selalu berada di bawah Myro.


Selain itu Cesi harus bekerja dengan baik sesuai perkataan Myro, jika tidak maka Myro tidak akan memberikan obat penyembuhan apapun pada Cesi.


Walaupun Cesi menolak untuk membantu Myro yang merupakan musuh tuannya, namun ia tidak memiliki pilihan lain kecuali siap tinggal di dunia ini selamanya.


Cesi menatap Myro dengan kebencian "Aku setuju, kau benar-benar licik. Aku harus akui bahwa kalian sangat mirip, kau tidak jauh berbeda dari tuanku kecuali warna rambut! Baik bentuk tubuh ataupun sifat maka kalian hampir sama!"


Myro tidak peduli pendapat Cesi tentang dirinya, selama kekuatan Cesi tidak pernah melebihi dirinya maka Myro tidak perlu khawatir.


Lalu alasan Myro membawa Cesi yaitu ia tidak memiliki banyak informasi tentang dunia ini, terutama tentang seberapa kuat musuh yang harus Myro lawan.


Oleh karena itu, bantuan Cesi bisa sangat berguna, bagaimanapun Cesi adalah pemilik roh Dewa Perang Ares yang membuat kemampuan bertarung miliknya sama sekali tidak perlu diragukan lagi.

__ADS_1


__ADS_2