
"Terima kasih kek, semua ini juga atas bantuan kakek yang mengijinkanku menyerap energi qi dari para mayat yang kakek bunuh.
Kakek Han Yu kemudian duduk di depan Han Lian An, dia ingin menanyakan sesuatu.
"An er, mengapa kau mengetahui aku menyelamatkanmu?"
"Sebenarnya, aku bangun dari pingsan tepat saat kakek mau keluar dari kamar. Karena merasakan aura Jenderal Wang Sui, aku sangat senang sehingga langsung turun ke bawah.
Saat sampai di tangga, aku mendengar percakapan kalian tentangku. Aku tidak mengira, orang yang selama ini aku anggap sebagai orang tua ternyata hanya ingin tubuhku saja.”
“Sudah, tenanglah! Kita akan segera pergi dari tempat ini dan ke rumah kakek.” Kakek Han Yu berusaha menenangkan cucunya yang matanya kembali sembab.
“Ayo kita kembali ke penginapan” Kakek Han Yu segera berdiri dan menggandeng yang sudah sama-sama berdiri.
“Iya kek”.
Mereka berdua berjalan pelan menuju penginapan. Perjalanan mereka diselingi dengan obrolan ringan dan sedikit canda tawa.
Sesampai di penginapan, Han Lian An meminta kamar yang berbeda.
“Kek bolehkah saya tinggal di kamar yang berbeda?”
“Kenapa engkau ingin pindah kamar? Apakah tidak ingin tidur bersama kakek?” Kakek Han Yu tetap ingin tidur bersama cucunya.
“Saya ingin menstabilkan pondasi kultivasiku kek, aku tidak ingin mengganggu istirahat kakek.”
“Baiklah jika itu yang terbaik untukmu.” Kakek Han Yu kemudian memesan kamar baru untuk Han Lian An.
Mereka berdua kemudian memasuki kamar masing-masing. Kakek Han Yu segera istirahat dan Han Lian An duduk lotus untuk menstabilkan pondasi kultivasi ranah pendekar bumi.
Saat ayam berkokok, mereka sudah bangun dari tidur dan kultivasi. Badan mereka terasa lebih segar. Han Lian An sudah biasa istirahat dalam posisi berkultivasi.
“An er.” Kakek Han Yu mengetuk pintu kamar Han Lian An dan memanggil cucunya.
“Iya kek, saya sudah selesai. Silahkan masuk!” Han Lian An mempersilahkan kakeknya masuk.
“Tidak perlu masuk, kita akan segera pulang. Kakek tunggu di bawah ya, kau persiapkan dulu yang perlu kau siapkan!”
__ADS_1
“Baik Kek, Saya akan segera turun.”
Han Lian An segera mempersiapkan diri, membersihkan ruangan dan segera turun ke bawah menyusul kakeknya.
Sesampai di bawah, Kakek Han Yu sudah membayar biaya penginapan dan mereka segera melanjutkan perjalanan. Wajah Han Lian An sedikit mengkerut, Kakek Han Yu yang melihat perubahan mimik wajah Han Lian An sedikit merasa heran, namun dia membiarkannya.
Mereka kemudian berjalan cepat menuju ke salah satu restoran di kota Luoyang. Setelah dua jam perjalanan, mereka sampai di salah satu restoran mewah yang bernama restoran Sansian. Restoran ini berlantai 4, sangat jarang ada gedung yang memiliki 4 lantai di Kota Luoyang.
“Kita akan sarapan terlebih dahulu disini.”
“Baik Kek.” Wajah Han Lian An kembali cerah yang sebelumnya mengkerut. Dia memang merasa lapar makanya dia sangat berharap sarapan pagi ini.
Mereka berdua masuk, terlihat ruangan lantai satu sangat penuh.
Seorang pelayan mendekati mereka.
“Maaf tuan, lantai satu penuh.”
“Kita akan naik ke lantai 4.” Mereka berjalan naik tangga.
“Kau akan tahu nanti.”
“Baik Kek.” Mereka melanjutkan naik ke lantai 4.
Terlihat ruangan yang cukup besar, namun sangat bagus. Di setiap pojok ruangan terdapat tanaman merambat yang sedang berbunga dan tertata rapi.
Meja kursi yang di ruangan itu juga hanya ada 3 paket yang menandakan ruang ini spesial.
Pelayan segera menyiapkan meja untuk 2 orang dan mempersilahkan duduk.
“Silahkan tuan!”
“Terima kasih.”
Kakek Han Yu dan Han Lian Ann duduk berhadapan dengan sebuah meja segi empat yang sangat cantik dan mengkilap.
Setelah keduanya duduk, pelayan menawarkan menu makanan.
__ADS_1
“Saya memilih rusa api tingkat 4 panggang, Untuk minumannya kupilih teh akar rumput bambu ungu. Kau An er?”
“Aku sama dengan kakek saja." Han Lian An belum pernah makan makanan luar istana sehingga lebih baik mengikuti pesanan kakeknya.
“Baik tuan, biayanya makan 2 paket rusa api panggang tingkat 4 sebesar 16 koin emas, 2 teh akar bambu ungu sebesar 4 koin emas dan biaya sewa tempat lantai 4 sebesar 12 koin koin emas. Semuanya 32 koin emas.”
“Mahal sekali.” Batin Han Lian An.
Setelah Kakek Han Yu menyerahkan, pelayan itu segera meninggalkan ruang
“Kakek kenapa makanan di sini mahal sekali? Han Lian An mengungkapkan rasa penasarannya.
“Sabar nak, nanti akan kakek beritahu.” Kakek Han Yu tersenyum simpul menanggapi pertanyaan han Lian An.
Sering mendapat senyum kakek yang baru dikenalnya membuat Han Lian An tambah nyaman dan mempercayai orang di depannya.
Han Lian An mengamati ruang itu dengan teliti. Walau selama ini dia tinggal di lingkungan istana, namun belum pernah merasakan ruangan dengan kenyamanan seperti yang dirasakannya sekarang.
Sekitar seperempat jam kemudian, makanan pun tersaji di hadapan keduanya.
“Silahkan dinikmati hidangannya tuan!”
“Terima kasih atas sajiannya.” Mendengar kata terima kasih yang diucapkan Kakek Han Yu, Han Lian An merasa aneh karena baginya sudah sewajarnya seorang pelayan melayani pelanggan.
“Ayo dimakan An er, jangan bengong saja.” Han Lian An yang sejak tadi terlihat termenung kaget ketika diingatkan Kakek han yu. Dia pun mulai mengambil makanan di depannya dan memasukkan potongan daging rusa api ke mulutnya.
Tiba-tiba energi yang cukup besar merasuk ke tubuhnya ketika Han Lian An mulai mengunyah dan menelan daging rusa api itu. Dia mengunyah dengan pelan dan merasakan kelezatan makanan yang selama ini belum pernah dinikmatinya.
“Ini, ini benar-benar luar biasa.” Selain rasa yang sangat enak, Han Lian An juga merasakan energi yang berusaha menerobos masuk ke dalam tubuhnya. setiap potongan daging yang dikunyahnya akan menambah energi di dalam dantiannya.
Han Lian An benar benar menikmati makanan yang sedang dimakannya, Dia mengunyahnya dengan pelan dan menyerap energi yang dihasilkan kedalam tubuhnya dan kemudian menyalurkannya ke dalam dantiannya.
“Bagaimana An er?” Kakek Han Yu yang penasaran dengan ekspresi yang ditunjukkan cucunya saat makan daging rusa api. kakek Han Yu melihat Han Lian An kadang tersenyum, kadang memejamkan mata saat menyerap energi yang cukup besar.
“Luar biasa kek, Ini makanan terenak yang pernah kumakan.” Saat mengucapkannya Han Lian An teringat dia selama ini makan makanan yang biasa saja walau dia seorang tuan muda kerajaan iblis. Ayahnya selalu mengatakan bahwa makanan yang dimakannya sangat bergizi dan bagus untuk perkembangannya.
“Makanan terenak? Bukannya kamu berada di kerajaanmu seharusnya sering makan-makanan seperti ini?” Kakek Han Yu merasa aneh, seorang pangeran namun baru merasakan makanan dari hewan spiritual tingkat 3.
__ADS_1