KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 102 : KEPUTUSAN


__ADS_3

Di bawah tatapan dingin Myro, Cindaku yang dibutakan kemarahan segera kembali sadar. Ia menyadari bahwa dari awal Myro sudah membiarkannya tetap hidup merupakan sebuah kebaikan, apabila Myro berencana membunuhnya sekalipun maka Cindaku yang sekarang sama sekali tidak bisa melawan.


"Keputusanmu?", kata Myro yang masih memegang pundak Cindaku dan membuatnya tidak bisa bergerak.


Cindaku menghela nafas, sekarang ia tahu bahwa jika ia masih berusaha untuk tetap hidup maka pilihannya hanya menyerah "Baiklah, aku setuju untuk menjadi pengikut mu. Tapi kau tidak boleh melukai harimau tanpa alasan, selama kau mencoba membunuh harimau atau melukai mereka secara sembarangan maka aku lebih memilih untuk melawan mu sampai mati".


Myro mengangguk "Kau bisa yakin, aku tidak akan melukai harimau milikmu selama mereka tidak mencoba menyerang ku".


Cindaku mengangguk, ia menyetujui kontrak itu yang membuat kertas kontrak menghilang, lalu sebuah ikatan tidak terlihat muncul di antara Cindaku dan Myro.


Setelah itu, Cindaku mengambil pil racun serta akan memakannya, namun sebelum memakan pil itu maka Cindaku kembali melihat Myro "Tuan, sebelum aku memutuskan untuk mengikuti mu sepenuhnya maka bisakah aku tahu tujuanmu? Sebenarnya tuan berada di pihak siapa, Rangda atau Barongan?".


"Aku?", kata Myro yang menunjukkan senyum percaya diri miliknya "Aku adalah pihak diriku sendiri, aku Myro tidak pernah menjadi pengikut orang lain! Aku, Myro Aras adalah orang yang akan berdiri di puncak dunia, bukan Cindaku ataupun Barongan".


Setelah mendengarkan perkataan Myro serta wajah Myro yang sangat percaya diri, Cindaku tersenyum "Aku tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, tapi aku merasa bahwa menjadi pengikut mu tidak akan membuatku menyesal".


Cindaku memakan pil itu dan menunduk ke arah Myro "Mulai sekarang Cindaku akan mengikuti tuan, meskipun itu berarti kematian sekalipun maka Cindaku tidak akan ragu sedikitpun".


Myro mengangguk, ia sudah memastikan bahwa kontrak dan racun itu berada di tubuh Cindaku, dengan cara ini maka tidak ada kesempatan bagi Cindaku untuk berkhianat, kecuali ia bisa menghilangkan racun tersebut "Aku akan pergi sekarang, kau harus menyembuhkan luka milikmu dulu sebelum bisa membantuku".

__ADS_1


Setelah itu Myro berbalik dan pergi dari ruangan ini, ketika Myro sudah pergi maka Cindaku tersenyum pahit serta kembali berbaring di atas tempat tidurnya "Aku, Cindaku yang sudah mewariskan kemampuan untuk menjaga batas antara manusia dan harimau, tapi kali ini aku benar-benar kalah dari manusia. Namun aku tidak menyesal, perasaanku yakin bahwa tuanku pasti tidak akan berakhir sebagai orang normal. Aku tidak bisa menunggu lagi, masa depan seperti apa yang akan tuanku capai?".


...----------------...


Myro yang baru pergi dari ruangan itu menemukan bahwa Cesi sudah berdiri di depan pintu, Cesi menatap ke arah Myro sebelum berkata sambil tersenyum mengejek "Apakah sudah selesai? Nampaknya kau berhasil menipu 1 orang lagi".


Myro tidak banyak berbicara dan hanya berjalan pergi, Cesi langsung mengikuti Myro secepat mungkin, bagaimanapun ia yang sekarang adalah pengikut Myro. Oleh karena itu, meskipun Cesi membenci Myro maka ia masih harus mengikutinya.


Melihat Myro yang terus berjalan tanpa berbicara, Cesi kembali bertanya "Apa tujuan kita berikutnya? Kau pasti tidak berencana untuk tinggal di tempat ini selamanya kan?".


Myro yang masih terus berjalan segera berkata "Apa yang paling penting saat ini yaitu menyembuhkan luka kita, walaupun kita masih memiliki beberapa obat di cincin penyimpanan maka sebagian besar obat ini sudah tidak berguna untuk luka yang kita miliki sekarang. Paling tidak kita membutuhkan sebuah harta berharga yang bisa menyembuhkan luka ini".


"Aku juga kurang tahu, namun untuk sekarang maka lebih baik mengalahkan 4 penguasa hutan yang lain dulu. Ada kemungkinan yang cukup besar bahwa mereka memiliki harta yang cukup berharga, lagipula mereka sudah menjadi penguasa hutan ini selama bertahun-tahun sehingga mereka pasti memiliki hal-hal unik yang mereka temukan secara kebetulan atau direncanakan pada di hutan ini", kata Myro.


Sebelum mereka bisa berbicara lebih banyak lagi, sosok Pona terlihat di kejauhan.


Pona sepertinya sedang menatap ke arah kiri dan kanan untuk mencari sesuatu, ketika mata Pona mengarah menuju Myro dan Cesi maka ia melambaikan tangannya serta berlari ke arah mereka.


"Myro, kita mendapatkan kabar terbaru dari Pemimpin Anto!", teriak Pona sangat senang.

__ADS_1


"Pemimpin Anto?", kata Cesi bingung.


Pona sepertinya memikirkan sesuatu sehingga ia berkata "Aku lupa memberitahu kalian bahwa Pemimpin Anto merupakan pemimpin seluruh pengikut Barongan sejak Barongan menghilang. Kami hanyalah 1 desa di antara 5 desa yang dipimpin oleh Pemimpin Anto, kekuatan Pemimpin Anto sangatlah kuat, bahkan tidak kalah dari Myro!".


Myro sama sekali tidak peduli tentang Anto ini sebab Cindaku sudah memberitahu ia sebelumnya, apa yang membuat Myro tertarik adalah kabar yang diberikan dari Anto "Pona, bukankah Anto ini sudah memberikan kita sebuah kabar, apa yang ia katakan?".


Pona sama sekali tidak marah terhadap Myro yang memanggil Anto bukan sebagai pemimpin, sebaliknya Pona hanya menjelaskan kembali "Aku hampir lupa, Pemimpin Anto sudah mendengar tentang pertarungan kita melawan Cindaku. Ia merasa menyesal dan bersalah karena tidak bisa mengirim bantuan tepat waktu, oleh karena itu ia mengizinkan kita kembali ke pusat untuk menggunakan danau penyembuhan! Danau ini merupakan harta langka milik kita, hal ini juga yang membuat kita bisa bertahan dari serangan 3 penguasa hutan yang lain, tidak peduli luka apa yang seseorang miliki maka danau penyembuhan bisa menyembuhkannya tanpa masalah".


"Tetapi hanya orang-orang yang mendapatkan izin pemimpin yang boleh mencoba danau penyembuhan ini, sekarang kita mendapatkan kesempatan tersebut. Bahkan Pemimpin Anto mengundang kalian yang sudah melindungi desa secara khusus, lalu Cindaku juga diizinkan datang untuk menyembuhkan lukanya, meskipun kita sudah saling berperang tapi Pemimpin Anto merasa kita tidak boleh saling membunuh untuk menang melawan Rangda. Myro, Cesi, luka yang kalian alami pasti juga bisa sembuh. Baiklah, kalian harus bersiap-siap untuk pergi sebab lokasi wilayah pusat cukup jauh, aku juga akan bersiap-siap".


Tanpa menunggu lagi, Pona berlari pergi dari tempat ini dengan senyum senang.


Ketika Pona sudah pergi, Cesi yang ada di belakang Myro berkata "Bukankah ini sangat mencurigakan? Mereka mengundang kita secara khusus yang artinya mereka sudah tahu tentang alasan kemenangan kita, ini artinya mereka bisa mengirim mata-mata kesini, padahal perangnya baru selesai beberapa jam yang lalu. Jika ia bisa mengirim mata-mata tepat waktu, kenapa ia tidak mengirim bantuan juga?".


Myro terus menatap Pona yang pergi sebelum berbalik ke arah Cesi lagi "Bukankah itu tidak penting, apakah ini jebakan atau tidak tapi danau penyembuhan itu nyata. Setidaknya ada orang-orang dari desa yang pernah mencobanya sehingga Pona bisa tahu, selama kita bisa mendapatkan danau penyembuhan itu maka semua jebakan sama sekali tidak penting".


Setelah itu Myro kembali berjalan pergi sambil bergumam "Daripada Anto yang sudah jelas-jelas mencurigakan dan jebakan yang ia buat sudah terlihat sangat jelas, aku lebih tertarik terhadap Pona yang aneh ini".


Cesi yang berlari mengejar Myro sama sekali tidak mendengarkan gumaman nya dengan jelas sehingga ia berkata "Apa? Tuan, apakah kau mengatakan sesuatu?".

__ADS_1


Myro menatap Cesi sedikit sebelum berkata "Bukan hal yang penting, lebih baik persiapkan dirimu! Anto ini pasti tidak akan membiarkan kita hidup, kemungkinan besar ia memiliki hubungan tertentu dengan Rangda. Kita pasti bertarung, apalagi lawan kali ini mungkin lebih sulit daripada saat melawan Cindaku!".


__ADS_2