
Sosok gajah emas yang berdiri seperti manusia muncul dari balik asap tersebut, gajah ini memiliki warna emas dengan tinggi lebih dari 10 meter.
Selain itu, ia memiliki 4 tangan di belakang tubuhnya serta memegang sebuah kapak dan jerat sebagai senjata miliknya.
Sosok gajah seperti manusia raksasa ini tidak lain adalah Ganesha yang bergabung bersama Shi Yan.
Berbeda dari penggabungan normal, kali ini Shi Yan bergabung bersama Ganesha dengan memakai hidupnya, oleh karena itu ia bisa memiliki kekuatan untuk melawan seorang Kaisar.
Bagaimanapun Shi Yan bukanlah Rena yang memiliki kemampuan untuk melawan Kaisar walaupun hanya Kaisar Martial tingkat 3, hanya dengan membayar memakai hidupnya maka Shi Yan bisa memiliki kesempatan untuk menang.
"Ganesha, berapa lama kita bisa bertahan?", tanya Shi Yan dengan hati-hati, saat ini mereka membagi kesadaran mereka untuk mengendalikan tubuh gabungan ini.
Jadi sosok gajah emas di depan Kaisar ini bukan Shi Yan, bukan juga Ganesha, melainkan Shi Yan dan Ganesha.
"30 menit!", kata Ganesha dengan tegas "Selama Kaisar Es belum mati setelah 30 menit maka kita akan mati tanpa bisa membunuhnya".
"Aku mengerti, kalau begitu kita harus memakai seluruh kekuatan kita tanpa ragu dari awal", kata Shi Yan.
Mata emas Ganesha jatuh ke tubuh Kaisar Es, sebuah suara yang memiliki tekanan sangat hebat terdengar dari mulutnya "Manusia, apakah kau meremehkan kemampuan ku? Mungkin tuanku tidak berbakat seperti Rena, tapi dengan bantuan ku Ganesha maka kau tidak jauh berbeda dari semut! Matilah!".
Ganesha mengangkat kapaknya dan menebas ke arah Kaisar Es, kekuatan yang sangat menakutkan dapat dirasakan dari kapaknya.
Kaisar Es yang berada di bawah kapak Ganesha langsung merasakan tekanan yang tidak terlihat menekan tubuhnya, hal ini membuat Kaisar Es harus berlutut di tanah akibat tekanan tersebut.
"Apakah kau sudah gila? Kau bisa melarikan diri dari sini hidup-hidup, tapi kau memilih untuk mengorbankan hidup mu! Padahal kau tidak memiliki kepastian untuk menang, kenapa kau masih berani untuk memakai hidupmu?", teriak Kaisar Es dengan tidak mengerti.
Apabila Kaisar Es adalah Shi Yan maka ia pasti melarikan diri tanpa ragu, Rena memang berharga namun hidup diri sendiri jauh lebih berharga. Menurut dirinya, balas dendam sama sekali tidak berguna jika diri sendiri ikut mati.
"Karena Rena adalah wanitaku, tidak ada alasan lain!", kata Shi Yan dengan dingin, kali ini yang berbicara bukan lagi Ganesha.
"Booooom!".
Ketika kapak itu menyentuh tanah maka ledakan yang sangat besar terjadi, bahkan salju di sekitar ikut meleleh akibat panas dari kapa Ganesha.
__ADS_1
Madam Sha dan Kaisar Racun yang sedang bertarung juga harus menghentikan pertarungan mereka, lalu menatap ke arah medan perang ini.
Sosok Ganesha kembali terlihat dari balik ledakan, ia memukul kapaknya ke tanah yang sudah membentuk sebuah kawah raksasa, mungkin daripada kawah maka pukulan tombak Ganesha membuat jurang raksasa dengan magma di seluruh jurang.
Di antara jurang itu, terlihat sosok Yeti setinggi 5 meter yang menghentikan kapak Ganesha memakai tangannya, lebih tepatnya ia adalah Kaisar Es yang bergabung dengan roh Yeti.
Walaupun ia berhasil menghentikan kapak Ganesha, tangan Kaisar Es ikut mengalami luka bakar, bahkan ada luka besar akibat kapak di tubuhnya.
"Ia membakar hidupnya sendiri untuk membunuh Kaisar Es?", kata Madam Sha sedikit tersentuh, seberapa banyak orang di dunia ini yang berani menggunakan hidupnya untuk membalas dendam atas orang yang ia cintai?
Walaupun orang yang ia cintai mati untuk dirinya, namun tidak semua orang akan berpikir membalas dendam sampai harus mati.
Melihat tekad Shi Yan, Madam Sha juga memutuskan untuk menahan Kaisar Racun agar kejadian Rena sebelumnya tidak terjadi lagi.
Ganesha menatap Kaisar Es yang menahan kapaknya dengan dingin "Seekor kera berani menahan kapal milikku, Ganesha? Sangat lucu! Sadari posisimu, kera!".
Ganesha mengangkat tangannya yang kosong dan memukul Kaisar Es, bagaimanapun Ganesha memiliki 4 tangan sehingga ia bisa menggunakan 2 tangan yang tidak membawa senjata untuk memukul musuhnya.
Meskipun hanya pukulan, tapi itu masih menyebabkan getaran yang besar di Dunia Kaisar, lagipula setiap pertarungan Kaisar pasti akan menyebabkan kehancuran yang sangat besar di sekitarnya.
Tubuh Yeti raksasa Kaisar Es terbang sejauh ratusan meter akibat pukulan tersebut, ia menabrak sebuah gunung sebelum tubuhnya berhenti terlempar.
Gunung itu juga langsung hancur akibat tabrakan tubuh Kaisar Es.
"Jangan sombong kau gajah bodoh, aku adalah Kaisar! Bukan sosok yang bisa kau lawan dengan mudah!", teriak Kaisar Es yang berdiri dari runtuhan gunung tersebut dengan marah
Hari ini ia hampir mati dan dipukuli oleh 2 orang yang belum mencapai Kaisar, sebagai seorang Kaisar maka Kaisar Es merasa malu akibat hal ini.
Perlahan-lahan sosok Kaisar Es menghilang, sebenarnya ia berlari dengan sangat cepat yang membuat seseorang tidak bisa melihat sosoknya.
Kaisar Es berlari-lari di sekitar tubuh Ganesha.
Ganesha menyadari bahwa Kaisar Es berlarian di sekitar tubuhnya, oleh karena itu ia mengangkat kapaknya dan menebas ke arah sekitar tapi selalu berakhir gagal, kapak miliknya sama sekali tidak bisa mengenai Kaisar Es yang sangat cepat.
__ADS_1
Melihat Ganesha yang tidak bisa memukul kecepatannya, Kaisar Es tersenyum percaya diri "Bukankah kau sangat kuat? Tapi yang paling penting di dunia ini adalah kecepatan, selama kekuatanmu tidak bisa mengenai diriku maka semuanya tidak berguna! Hahahahaha, kecepatan yang paling penting pada sebuah pertarungan baik untuk menghindar ataupun melarikan diri".
Wajah Ganesha menjadi sedikit suram, ia memang tipe roh yang memiliki kekuatan besar tapi kecepatan tidak terlalu tinggi.
Meskipun begitu, Ganesha tidak panik melainkan berkata penuh rasa tidak senang "Ada kera yang melompat-lompat di sekitarku seperti orang bodoh, kalau begitu biar aku tunjukkan cara menangkap kera yang benar!".
Kaisar Es tidak banyak berpikir tentang kata-kata Ganesha, ia mengangkat tinjunya untuk memukul Ganesha dari belakang sambil bersiap-siap untuk menghindari kapak Ganesha lagi.
Tapi Kaisar Es harus terkejut sebab kali ini Ganesha tidak menebas kapaknya, melainkan melempar jerat miliknya.
Sebelum Kaisar Es bisa mengerti, jerat di tangan Ganesha menangkap dirinya.
Ketika jerat sudah menangkap Kaisar Es, senyum kejam muncul di wajah Ganesha "Akhirnya sang kera sudah tertangkap, kita lihat apakah kecepatan kera milikmu masih bisa lari dari kapak milikku!".
Kaisar Es mencoba melarikan diri sekuat tenaga, tapi jerat yang menangkap dirinya sama sekali tidak bisa lepas dari tubuh Kaisar Es.
Ganesha mengangkat kapaknya tanpa ragu dan memukul ke arah Kaisar Es, kali ini seluruh kapaknya sudah ditutupi oleh api berwarna emas yang sangat panas.
"Booooom!".
Ledakan panas yang sangat kuat kembali terjadi di Dunia Kaisar, pukulan hingga ratusan ribu orang menjadi korban akibat pertarungan ini.
Tidak hanya itu, pertarungan ini mengubah seluruh cuaca di Dunia Kaisar yang sebelumnya mendekati musim dingin, sekarang kembali panas lagi.
Madam Sha dan Kaisar Racun harus kembali menghentikan pertarungan mereka lagi, lebih tepatnya mereka harus menghentikan ledakan kapak Ganesha agar tidak ikut melukai diri mereka.
Perlahan-lahan asap akibat ledakan menghilang, wilayah Kaisar Es yang sebelumnya dipenuhi salju kini berubah menjadi magma, seakan-akan ini adalah daerah gunung berapi.
Sosok Ganesha masih terlihat sombong dengan warna emas cerah di seluruh tubuhnya, sedangkan Kaisar Es yang memiliki tubuh Yeti raksasa jauh lebih buruk daripada Ganesha.
Ada sebuah lubang berdarah besar di tubuhnya, selain itu hampir semua tubuhnya mengalami luka bakar, bahkan kapak Ganesha sudah hampir memotong tubuhnya menjadi 2.
Jika itu orang lain maka mereka pasti sudah mati, namun lawan Ganesha kali ini adalah seorang Kaisar sehingga Kaisar Es masih hidup walaupun terlihat seperti orang yang akan mati akibat serangan Ganesha.
__ADS_1