
Bersamaan dengan teriakan penengah itu, Shi Yan yang sudah bergabung bersama Ganesha melompat ke arah wilayah musuh. Ada sebuah kapak emas di antara 4 tangannya, ia berteriak dengan keras sambil memukul kapal itu ke arah seorang tetua dari Sekte Beruang Tanah.
"Booooom!".
Ledakan yang besar terjadi, bahkan hampir seluruh kota ini ikut bergetar akibat pukulan kapak emas Shi Yan. Baik itu orang-orang dari Sekte Beruang Besi, Sekte Tinju Api, ataupun Kelompok Pelindung Sekte membuka mulut mereka sangat lebar sebab mereka terkejut akan kekuatan gila Shi Yan.
Asap akibat ledakan itu akhirnya menghilang, semua orang menemukan bahwa Shi Yan berdiri di depan seorang mayat tetua yang tubuhnya sudah terbagi menjadi 2 bagian, seluruh tubuh Shi Yan juga dipenuhi darah dari orang yang baru ia bunuh.
"Bagaimana mungkin? Bukankah tetua Shi dari Sekte Zodiak itu bergabung bersama Ganesha, roh tingkat suci? Kenapa orang yang memiliki roh tingkat suci bergabung bersama sekte palsu? Dengan bakat miliknya maka ia bisa menjadi tetua di sekte tingkat 5 tanpa masalah!", teriak seseorang yang menonton pertarungan itu, tiba-tiba seluruh area itu menjadi ribut karena mereka tidak pernah berpikir bahwa pemilik roh suci akan muncul di sekte kecil ini.
Sedangkan untuk tetua yang mati, mereka tidak peduli. Lagipula di tengah peperangan akan selalu ada orang yang mati, hal ini tidak mengejutkan lagi bagi mereka.
Beberapa tetua dari Sekte Beruang Tanah bergerak mundur secara tidak sadar, mereka sudah ketakutan akibat mendengar bahwa Shi Yan memiliki roh suci.
"Jangan takut! Tidak peduli roh apa yang ia miliki, ia hanya sendirian! Apabila kita menyerangnya secara bersama-sama maka ia akan mati!", teriak seorang tetua yang lebih senior "Serang tetua Shi, jangan biarkan ia hidup! Kita menang jumlah, tidak perlu takut!".
"Serang!", teriak para tetua secara bersamaan.
Puluhan tetua berlari menuju Shi Yan, ini adalah keuntungan sekte tingkat 9 sebab mereka memiliki ratusan tetua, kematian seorang tetua sama sekali tidak memiliki akibat besar pada mereka.
"Kalian menang jumlah? Aku akan melihat apakah kalian masih menang jumlah sekarang", sebuah suara wanita yang sangat lembut tiba-tiba terdengar dari langit.
Langit yang sebelumnya sangat cerah berubah menjadi gelap, beberapa orang yang bingung mengangkat kepala mereka untuk menatap langit dan mencari alasan kenapa langit menjadi gelap.
Ketika menatap langit, wajah semua orang membeku. Bahkan tetua senior yang memimpin para tetua lain untuk menyerang Shi Yan sudah menjatuhkan pedangnya, wajahnya yang menatap langit penuh putus asa "Kau pasti bercanda, ini pasti mimpi".
Tetua senior itu benar-benar terpukul sampai hampir gila karena di depan matanya ada puluhan atau bahkan ratusan juta pedang yang terbang di atas langit. Beberapa pedang memiliki ukuran raksasa sedangkan pedang yang lain memiliki ukuran normal, sebuah hal yang pasti adalah semua pedang ini merupakan roh milik 1 orang.
__ADS_1
Orang yang menonton kembali terkejut, mereka mencoba memegang mata mereka berkali-kali untuk memastikan kebenaran, tapi tidak ada yang berubah sebab ratusan juta roh pedang di atas langit masih ada di sana.
"Matilah!", kata Rena yang terbang di atas langit dengan dingin, ia melambaikan tangannya yang membuat ratusan juta pedang itu turun seperti hujan yang menembak para tetua di bawah.
"Slab! Slab! Slab! Slab! Slab!".
Suara tusukan selalu terdengar tanpa henti, beberapa tetua mencoba melarikan diri tetapi mereka masih dibersihkan oleh hujan pedang ini sampai seluruh medan perang bersih.
Semua orang yang menonton di sekitar ketakutan, meskipun mereka tidak melawan Rena dan hanya menjadi penengah tapi mereka sudah sangat ketakutan melihat kekuatan Rena yang sangat menakutkan.
Beberapa orang memiliki kaki gemetar sedangkan orang yang lain sudah jatuh di tanah, ia terlalu ketakutan sampai-sampai kakinya sudah tidak memiliki tenaga untuk berdiri.
Rena yang terbang di atas langit menatap mayat para tetua dengan dingin "Berani mencoba menyerang suamiku? Kalian benar-benar mencari kematian!".
Bersamaan dengan Shi Yan dan Rena yang bertarung melawan para tetua, Myro bersama yang lain sudah bergerak menuju ke arah bendera itu.
Myro tidak ragu terhadap kekuatan Rena, hampir tidak mungkin Rena kalah di perang ini. Belum lagi ada Shi Yan yang membantunya di sana, oleh karena itu mereka yakin bahwa tidak mungkin mereka akan kalah.
Bahkan patriak berbaring di lantai sambil berkata "Kenapa mereka lama sekali? Seharusnya mereka tidak bermain-main terlalu lama, berbaring disini terlalu membosankan".
"Tidak perlu khawatir, sebentar lagi kau tidak akan bosan", sebua suara dingin terdengar, sosok Myro bersama yang lainnya mendekati patriak Sekte Beruang Tanah yang sedang menduduki bendera miliknya.
Wajah bosan patriak Sekte Beruang Tanah berubah menjadi terkejut, ia tidak berpikir bahwa Myro dan yang lainnya bisa sampai disini.
...----------------...
Tetua tertua Sekte Beruang Tanah sedang membawa ratusan tetua yang lain untuk merebut bendera Myro, sedangkan para tetua yang melawan Shi Yan sebelumnya maka itu hanya sebuah pengalih perhatian.
__ADS_1
Tetua tertua akhirnya menemukan seorang anak kecil dan kambing raksasa di sampingnya, kambing raksasa itu sedang menduduki sebuah bendera yang nampaknya merupakan bendera milik Myro dan yang lainnya.
"Capricorn? Roh suci zodiak, Capricorn?", kata tetua tertua penuh rasa tidak percaya.
Ia tidak pernah berpikir bahwa sekte palsu bisa memiliki roh suci, tetapi menatap ratusan tetua di belakangnya maka ia kembali percaya diri.
"Kenapa memangnya toh suci? Melawan ratusan orang dengan kekuatan sama maka roh suci sekalipun akan kalah, apalagi tujuan peperangan ini hanyalah merebut bendera", kata tetua tertua dengan dingin.
Ia menatap ratusan tetua di sekitanya "Kalian akan semua akan melawan roh Capricorn itu, jauhkan mereka dari bendera. Selama waktu itu, aku akan mengambil bendera yang kambing itu duduki. Apakah kalian mengerti?".
Ratusan tetua di belakangnya mengangguk, mereka semua berlari untuk menyerang paman kambing milik Capricorn.
"Apa? Serangan musuh?", kata Capricorn yang menemukan ratusan orang berlari ke arahnya, wajah Capricorn menjadi sedikit suram "Nampaknya ini akan menjadi sedikit merepotkan. Paman kambing, bunuh semua orang ini!".
"Mbeeeee!", teriak paman kambing yang berdiri untuk menabrak semua tetua itu memakai tanduknya.
"Brak!".
Suara tabrakan yang keras terdengar, puluhan tetua terbang akibat tanduk paman kambing itu, bahkan setengah dari mereka yang terbang pasti mati sedangkan yang tidak mati akan mendapatkan luka berat.
"Gunakan roh milik kalian!", teriak seorang tetua yang memakai roh beruang tanah miliknya.
Ratusan roh beruang tanah muncul di tempat tersebut, semua beruang tanah itu menyerang atau menahan paman kambing secara bersama-sama.
"Mbeeeee!", paman kambing menghancurkan beruang tanah di sekitarnya memakai tanduknya, tapi jumlah musuh terlalu banyak sehingga membuat ia kesulitan pergi dari pengepungan.
Bahkan Capricorn sudah membantu memperkuat paman kambing, tetapi masih sangat sulit untuk lepas dari pengepungan.
__ADS_1
Selama waktu itu, tetua tertua berjalan secara diam-diam melewati jalan yang cukup jauh dari Capricorn.
Ia berjalan sampai tiba di depan bendera yang diduduki paman kambing sebelumnya, tetua tertua mengambil bendera tersebut sambil berteriak dengan senyum lebar "Aku menang!".