
Setelah berbicara sebentar bersama Shi Yan dan keluarganya, makanan mereka segera tiba sehingga semua orang sibuk menghabiskan makanan mereka masing-masing sebelum berencana melanjutkan perjalanan mereka di festival lagi.
Ketika Shi Yan berencana untuk mengajak Myro berjalan bersama-sama di festival, ia berencana untuk sekalian membuat anaknya menjadi lebih dekat dengan Lyse. Bagaimanapun ia dan Myro adalah teman dekat, oleh karena itu lebih baik jika anak mereka juga menjadi teman dekat.
Tetapi Rena menarik Shi Yan untuk menghentikannya, ia memberitahu Shi Yan bahwa Myro kemungkinan besar berencana untuk melihat Zhi Li dan Gristi ketika mereka sudah selesai ini, jadi tidak baik untuk menganggu mereka. Belum lagi Myro hampir tidak pernah berjalan-jalan bersama keluarganya, paling tidak berikan waktu bagi Lyse dan Yura untuk bisa lebih lama bersama ayah mereka.
Mendengarkan saran Rena, Shi Yan berpamitan dengan Myro sebelum pergi bersama keluarganya untuk melanjutkan jalan-jalan mereka ke festival.
Selain itu, Shi Yan memberikan Lyse banyak hadiah berupa makanan dari festival. Pada awalnya Shi Yan berencana membawa semua makanan ini untuk ia makan sendiri selama perjalanan, namun memikirkan bahwa ia bertemu Lyse disini maka tidak ada salahnya untuk memberikan makanan tersebut. Apalagi sebagai seorang paman dan tetua Sekte Zodiak, tidak baik untuk tidak memberi Lyse hadiah apapun.
Myro sedikit tidak bisa berkata-kata saat menatap anaknya Lyse, sekarang ada topeng, pisau rank 2 dan banyak sekali makanan yang ia dapatkan hanya dengan berjalan-jalan.
Yura yang ada di samping tentunya menemukan Lyse yang kesulitan membawa semua makanan tersebut, jadi ia melangkah maju untuk membawa setengah dari makanan yang ada di tangan Lyse sebelum berkata dengan terlihat tidak peduli "Lyse, kau harus lebih banyak berlatih lagi! Paling tidak, kau seharusnya bisa membawa makanan kecil seperti itu. Aku akan membantumu kali ini, tetapi lain kali kau harus membantunya sendiri".
Lyse melihat ke arah Yura sebelum menyadari apa yang ayahnya katakan barusan benar bahwa Yura sebenarnya peduli padanya, tapi karena bingung bagaimana cara berbicara dengan Lyse yang merupakan adiknya maka Yura selalu bersikap tidak peduli. Bahkan sekarang Yura mengarahkan kepalanya ke samping agar tidak bertatapan secara langsung dengan Lyse.
"Lyse, kau berencana untuk pergi kemana lagi? Apakah ada tempat lain yang membuatmu tertarik di festival ini?", tanya Myro.
Lyse berpikir sebentar lalu menggelengkan kepalanya "Lyse sudah menonton pertunjukan di festival dan mendapatkan banyak makanan, ayo kembali ke rumah untuk berkumpul bersama ibu. Bagaimanapun tubuh ibu sering sangat lemah hingga tidak bisa merasakan festival bersama kita, karena alasan ini maka Lyse berencana untuk berkumpul bersama ibu agar ia juga bisa merasakan perasaan festival meskipun hanya sedang duduk di kamarnya".
Baik itu Myro ataupun Yura menatap ke arah Lyse yang tersenyum seperti anak-anak lainnya, Lyse berlari membawa semua makanan tersebut sebab ia sudah tidak bisa menunggu lagi untuk memberinya kejutan.
__ADS_1
Myro dan Yura melihat ke arah Lyse barusan akibat terkejut, mereka tidak pernah berpikir bahwa anak berumur 5 tahun seperti Lyse sudah sangat memikirkan keluarganya seperti itu.
Myro menghela nafas dan berkata "Yura, kau harus menjaga adikmu dengan baik sebagai kakaknya".
"Aku tahu ayahnya, siapapun yang berani melukai adikku walaupun hanya 1 goresan, maka aku pasti mematahkan tangan orang tersebut", kata Yura dengan wajah dingin, kali ini Yura kembali menunjukkan sikap tegasnya.
"Ayah, Kakak Yura, kenapa kalian hanya diam disitu? Ayo pergi, ibu sudah menunggu kita! Kita membawa banyak makanan disini, tidak ada masalah untuk membagikannya kepada adikku ataupun Ibu Gristi", kata Lyse yang melambaikan tangannya.
Myro dan Yura saling menatap sebelum tersenyum "Tunggu kami".
Myro serta Yura langsung bergerak mengikuti Lyse menuju rumah mereka.
Selain waktu sibuk tersebut, maka Myro kembali ke rumahnya yang berada di Sekte Zodiak. Rumahnya itu juga merupakan tempat dimana seluruh keluarganya tinggal yaitu Lyse, Zhi Li, Gristi, Yura dan anak ke 2 Myro.
Sejak 7 tahun yang lalu maka Myro sudah menikah bersama Zhi Li dan 1 tahun kemudian, ia menikah bersama Gristi.
...----------------...
Myro bersama Lyse dan Yura berjalan menuju ke sebuah rumah yang terlihat cukup tua dan memiliki 2 tingkat, tidak ada seorangpun yang berpikir bahwa patriak Sekte Zodiak dan orang terkuat di dunia akan tinggal di rumah normal seperti ini. Kecuali beberapa teman dekat atau petinggi sekte, maka tidak ada yang mengetahui keberadaan rumah Myro.
"Ibu, aku kembali! Lihat apa yang Lyse bawa, ada banyak sekali makanan dari Paman Shi Yan!", teriak Lyse yang segera membuka pintu rumah tersebut dan berlari untuk menemui Zhi Li.
__ADS_1
Myro dan Yura berjalan perlahan mengikuti Lyse, mereka menuju ke kamar Zhi Li yang terletak di lantai 1.
Pintu kamar Zhi Li sudah terbuka sebab Lyse sudah datang lebih dulu, jadi Myro hanya perlu berjalan untuk menemukan Gristi yang duduk di samping tempat tidur Zhi Li bersama anaknya.
Sejak keadaan tubuh Zhi Li melemah, maka Gristi juga sering berada di sampingnya untuk merawat Zhi Li.
Walaupun mereka sama-sama istri Myro, tetapi mereka tidak saling bersaing melainkan mereka sudah seperti teman yang sangat dekat.
Melihat Myro yang datang, Gristi langsung berdiri "Myro, kau sudah kembali".
Sejak sudah menjadi suami istri maka Zhi Li tidak lagi memanggil Myro sebagai guru, begitu juga dengan Gristi. Mereka hanya perlu memanggil Myro dengan namanya.
Myro melambaikan tangannya "Kenapa kau masih bersikap sangat sopan, kita bukan lagi guru dan murid atau tuan serta pengikutnya. Baik itu Zhi Li ataupun dirimu sudah menjadi istriku, tidak perlu terlalu sopan".
Setelah itu Myro berjalan ke samping tempat tidur Zhi Li juga untuk duduk disana, sedangkan Yura maka ia meletakkan makanan milik Lyse dan pergi untuk menyiapkan teh. Yura menjadi semakin rajin ketika ia sudah dewasa dan Zhi Li yang menjadi sakit, bahkan baik itu makan siang ataupun malam maka sebagian besar waktu, orang yang menyiapkannya adalah Gristi dan Yura. Mereka tidak akan membiarkan Zhi Li yang sakit untuk banyak bekerja.
Saat ini Myro menatap ke arah Zhi Li yang duduk di tempat tidur, kulit Zhi Li memiliki warna putih seperti kertas, walaupun hal tersebut masih tidak bisa menyembunyikan kecantikannya.
Zhi Li sedang mendengarkan cerita dari Lyse mengenai ia yang menonton pertunjukan Yura, mendapatkan topeng dari Tetua Bangau, mendapatkan pisau dari Feka dan makanan dari Shi Yan.
Zhi Li mendengarkan semua cerita tersebut dengan senyum lembut di wajahnya atau sekali-kali ia akan tertawa.
__ADS_1