KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 71 : MENDAFTAR


__ADS_3

Len Yue bangun pagi-pagi sekali. Tapi berbeda dari hari-hari sebelumnya, pagi ini Len Yue merasa dirinya sangat lelah, selain itu ia merasa melupakan sesuatu yang sangat penting serta menakutkan.


Ketika Len Yue terus mencoba mengingat sesuatu yang ia lupakan, tiba-tiba ia memikirkan sesuatu "Gawat, kenapa aku bisa tertidur semalam? Padahal aku seharusnya menjaga tuan Myro, jika sesuatu terjadi padanya maka Kaisar Harem pasti akan marah!".


Len Yue berlari dan membuka jendela yang menghadap ke arah penginapan Myro, ketika ia berusaha merasakan keberadaan Myro maka sebuah suara pria terdengar dipikirannya "Tidak perlu mencarinya, Myro sudah pergi sangat pagi".


Len Yue terkejut, ia menatap ke arah suara tersebut dan berkata "Suami, kenapa kau ada disini?".


Sosok Kaisar Harem memang ada di ruangan tersebut, ia duduk di kursi kosong ruangan tersebut dengan Trei dan seorang wanita lain yang ada di sampingnya "Ada apa? Apakah aku tidak boleh untuk melihat istriku Len Yue?".


Mendengar hal tersebut, wajah Len Yue menjadi malu "Jangan bohong suami, kau pasti datang kesini untuk menjadi tamu di pertarungan murid Kaisar Racun bukan? Jika tidak maka suami pasti tidak akan datang menemui ku sebab ia memiliki banyak tugas lain yang harus ia lakukan".


Kaisar Harem berdiri dan memegang kepala Len Yue lembut "Jangan berbicara seperti itu, bagaimanapun kau istriku. Apabila ada yang berani menyerang mu maka aku tidak akan duduk diam".


Len Yue mengangguk dan tidak banyak berbicara lagi, ia hanya menundukkan kepalanya malu.


"Selain itu kau harus lebih berhati-hati lagi untuk ke depannya, Len Yue. Aku tahu bahwa Kaisar Racun pasti tidak akan membiarkan orang lain pergi ke Reruntuhan naga nya tanpa alasan, aku yakin ia pasti memiliki sebuah rencana. Tapi aku sama sekali belum tahu rencananya saat ini, aku memiliki firasat buruk selama beberapa hari ini sehingga kalian harus lebih berhati-hati lagi".


Trei dan yang lainnya mengangguk mendengar pengingat Kaisar Racun.


"Kalau begitu Len Yue sudah tidak perlu mengikuti Myro secara diam-diam lagi, dengan adanya aku disini maka tidak ada seorangpun yang bisa mencoba membunuhnya. Lebih baik kalian pergi bersamaku jalan-jalan di kota ini, masih ada beberapa hari lagi sebelum waktunya untuk 10 besar. Ayo pergi mengelilingi kota bersama-sama", kata Kaisar Harem membawa 3 orang wanita tersebut pergi mengelilingi kota ini.


...----------------...


Myro, Zhi Li dan Yura sudah pergi ke sebuah rawa yang memiliki banyak sekali lumpur. Berbeda dari lumpur normal, lumpur pada rawa disini memiliki racun yang sangat kuat. Untungnya racun ini hanya berguna bagi Prajurit Martial ke bawah, oleh karena itu Myro dan yang lainnya bisa melewati rawa ini tanpa masalah.


Setelah mereka melewati rawa racun tersebut, sebuah kota yang cukup besar muncul di depan mata mereka. Lebih tepatnya ini bukan kota melainkan Sekte Kaisar Racun.

__ADS_1


Tidak ada gerbang yang melindungi sekte ini, tapi Myro bisa melihat sebuah perisai tak terlihat yang menutupi seluruh sekte.


Ketika mereka sudah tiba di depan perisai tersebut, Myro menghentikan Zhi Li bersama Yura sebelum mengetuk perisai tersebut.


Tiba-tiba sosok kadal terbentuk dari kumpulan lumpur yang ada di rawa, kadal tersebut menatap Myro dan yang lainnya "Ada apa kalian datang kesini?".


Myro tahu bahwa kadal ini merupakan monster yang menjaga sekte, ini sama seperti Sekte Kura-Kura Langit milik Myro di Dunia Gott sebelumnya, Myro membiarkan kura-kura raksasa itu menjadi pelindung sekte selama ia pergi.


"Kami berencana mendaftar untuk pertarungan menjadi murid Kaisar Racun", kata Myro menjelaskan.


Kadal lumpur tersebut menatap Myro dan yang lainnya dengan aneh "Hanya dengan kekuatan Jendral Martial? Umur kalian memang masih muda sehingga bisa dikatakan cukup berbakat untuk menjadi Jendral Martial tingkat 1 pada usia semuda itu. Tapi sebagian besar orang disini yang mendaftar paling tidak harus memiliki kekuatan Jendral Martial, aku sarankan bagi kalian untuk tidak mendaftar. Walaupun kami mengirim tetua sebagai penengah setiap pertarungan agar tidak ada yang mati, tapi apapun bisa terjadi di tengah pertarungan. Apabila kalian masih berusaha hidup lebih lama lagi maka kembalilah".


"Kami mengerti resikonya jadi buka perisainya", kata Myro yang tidak peduli terhadap perkataan kadal tersebut sebab Myro sudah mengetahui semua itu.


Melihat Myro yang masih keras kepala, kadal tersebut membuka perisainya sambil menggelengkan kepala "Aku sudah memperingatkan kalian, jangan menyesal nanti, anak muda!".


"Kami ikut pertarungan ini, untuk 2 orang", kata Myro.


Seorang murid Sekte Kaisar Racun yang menjadi penjaga pendaftaran memberikan 2 token nomor 1127 dan 1128.


"Ingat nomor kalian, apabila tetua memanggil nomor tersebut maka itu berarti memanggil kalian", kata murid tersebut sebelum duduk tidak peduli lagi di kursinya sebab di mata murid tersebut maka Myro dan Zhi Li tidak jauh berbeda dari orang mati.


Myro memberikan token 1128 pada Zhi Li "Nampaknya pertarungan ini akan menghabiskan cukup banyak waktu, lagipula ada ribuan peserta yang ikut".


Zhi Li mengangguk "Kaisar Racun mungkin memulai sebuah pertarungan yang bisa menyelesaikan semua ini dengan cepat, bagaimanapun sebagai seorang Kaisar maka ia sama sekali tidak memiliki banyak waktu untuk dibuang".


"Bagaimana dengan Yura? Ayah, ibu, dimana token Yura?", kata Yura yang berlari ke arah Myro penuh semangat.

__ADS_1


"Yura masih terlalu kecil, lebih baik menunggu di kursi penonton untuk melihat pertarungan ayah dan ibu. Tapi mungkin tidak baik meninggalkan Yura di kursi penonton, apakah lebih baik Yura tetap di penginapan?", kata Myro.


Yura menggelengkan kepalanya penuh kepanikan "Yura lebih baik tetap disini untuk menonton, tidak perlu khawatir sebab Yura tidak akan membuat masalah".


Saat Myro dan Zhi Li masih ragu tentang perlindungan Yura selama mereka tidak ada, suara seorang wanita terdengar "Kalau begitu aku tidak keberatan untuk menjaga Yura".


Myro melihat ke arah asal suara tersebut untuk menemukan Madam Sha, ia tidak berpikir bahwa Madam Sha tidak keberatan untuk menjaga seorang anak.


"Yura, bagaimana menurutmu?", tanya Myro terhadap pendapat Yura.


Yura menatap Madam Sha penuh kecurigaan sebelum bersembunyi di belakang Myro "Yura tidak akan setuju terhadap wanita ini, ia pasti berencana merebut ayah dari Yura! Cukup ibu dan Yura yang bersama ayah, kami tidak membutuhkan wanita lain".


Madam Sha sedikit terkejut bahwa Yura akan mengatakan hal tersebut, ia berpikir sebentar sebelum berkata "Selama Yura ikut bersamaku untuk menonton pertarungan ayah dan ibunya maka aku akan memberimu es krim".


Zhi Li yang merasa senang terhadap dukungan Yura kepadanya berkata "Apakah kau pikir sebuah es krim bisa membeli Yura--".


Sebelum Zhi Li bisa menyelesaikan kata-katanya, teriakan Yura terdengar "Aku setuju!".


Yura berlari ke arah Madam Sha sebelum berkata kepada Myro dan Zhi Li "Ayah, ibu, aku pasti menonton kalian bersama kakak ini! Kalau begitu sampai nanti".


"Berhati-hatilah terhadap pertarungan ini", kata Madam Sha yang pergi bersama Yura.


Zhi Li masih berdiri penuh rasa terkejut, ia tidak percaya bahwa Yura benar-benar dibeli hanya memakai es krim.


Myro menepuk pundak Zhi Li "Jangan terlalu dipikirkan, bagaimanapun Yura masih anak kecil sehingga ia bisa dibeli dengan mudah memakai es krim, ia tidak bermaksud bahwa es krim lebih penting darimu".


"Guru, aku tahu", kata Zhi Li tersenyum pahit.

__ADS_1


__ADS_2