
Myro tidak peduli pada mayat-mayat yang ada di sekitar, ia hanya menggerakkan tangannya sedikit sambil berkata "Kembali!".
"Booooom!".
Para serigala angin dan ular 3 warna kembali ke bentuk kertas, lalu kertas-kertas itu berkumpulnya di tangan Myro, kecuali mereka yang sudah hancur akibat pada Berserker maka kertas rune lain yang masih bertahan kembali ke tangan Myro.
Setelah mengumpulkan semua kertas rune lagi, Myro menyimpannya sebelum berjalan ke arah penasihat yang masih bersembunyi dibalik batu dengan tubuh gemetar.
Cesi segera mengikuti Myro bersama Cindaku sedangkan Zion dan Pona yang masih bingung saling menatap sebelum mengikuti Myro juga.
Melihat mayat para penduduk desa, wajah Zion dan Pona menjadi sedikit sedih sebab mereka sudah tinggal di desa yang sama selama puluhan tahun. Oleh karena itu, mereka bisa dikatakan sebagai kenalan atau teman.
Myro tidak peduli terhadap pikiran sedih Zion ataupun Pona karena mereka pasti bisa pulih dengan cepat, saat ini Myro menggerakkan tangannya dan menangkap pundak penasihat yang mencoba melarikan diri.
"Bukankah kau penasihat para Berserker ini? Kemana kau akan pergi?", tanya Myro dengan senyum ramah.
Baik itu Cesi dan Cindaku yang sudah pernah ditipu Myro tahu bahwa ketika Myro sedang tersenyum ramah seperti itu maka itu berarti hal yang buruk.
Penasihat yang tahu bahwa ia tidak bisa melarikan diri lagi segera berlutut di depan Myro "Tuan, ini kesalahpahaman! Aku tidak terlalu dekat dengan para Berserker, kami hanya saling membantu sebab kami memiliki tujuan yang sama yaitu menguasai dunia ini! Jadi aku bukanlah bagian dari Berserker ini, apalagi orang yang berencana membunuh tuan dari awal bukanlah kami melainkan Rangda, kami awalnya tidak memiliki rencana untuk membunuh tuan".
Myro tersenyum tidak peduli "Maksudmu aku seharusnya tidak menyalahkan kalian tetapi hanya menyalahkan Rangda, bukan?".
Melihat senyum dingin Myro, penasihat yang cerdas ini tahu bahwa ia harus berhati-hati ketika berbicara. Selama ia berbicara sesuatu yang salah maka Myro pasti tidak akan ragu untuk membunuhnya, penasihat itu segera berkata lagi "Bukan, maksudku bukan itu! Aku tahu bahwa aku dan para Berserker juga salah karena sudah mencoba membunuh tuan, kesalahan ini juga merupakan kesalahan kami! Karena hal tersebut, aku akan membantu tuan dengan cara apapun selama tuan membiarkanku hidup".
Myro menatap penasihat ini untuk mengetahui bahwa ia sama sekali tidak memiliki kekuatan, selain ia sedikit cerdas maka tidak ada sedikitpun kekuatan pada dirinya.
__ADS_1
Oleh karena itu, Myro tidak tertarik lagi untuk berbicara lebih lama dengannya "Dimana Anto dan danau penyembuhan berada? Lalu apa hubungan Anto dengan Rangda?".
Penasihat itu menjawab tanpa ragu "Tuan hanya perlu berjalan lurus ke depan, akan ada sebuah kota besar di sana serta Anto berada di bangunan paling belakang kota yang memiliki bentuk sangat besar. Bahkan danau penyembuhan terletak di belakang rumah Anto, jadi tuan hanya perlu mendatangi rumah Anto untuk menangkap Anto dan danau penyembuhan di saat yang sama".
"Aku tidak tahu terlalu jelas tentang hubungan Anto dengan Rangda, tapi sebuah hal yang pasti bahwa mereka adalah rekan. Setidaknya kami para Berserker mengepung kalian disini merupakan rencana Anto, selain itu ia hanya memiliki kekuatan Saint King tingkat rendah yang jauh lebih lemah daripada Pemimpin Harad".
Myro mengangguk "Kau orang yang cerdas, tapi tanpa kekuatan maka aku sarankan untuk tidak terlalu bersama para kultivator atau orang-orang kuat sebab hal itu akan membawa bencana pada dirimu sendiri, tidak semua orang baik sepertiku".
Tanpa menunggu jawaban penasihat itu, Myro berjalan pergi.
Cesi dan yang lainnya mengikuti Myro tanpa ragu, sekarang hanya ada penasihat serta mayat-mayat Berserker di sekitar.
Penasihat itu menatap ke arah langit serta mengingat keluarganya yang ada di desa "Mungkin perkataan orang tadi benar, aku tidak cocok untuk menjadi petarung. Aku rasa setelah ini aku akan kembali lagi ke desa dan membantu orang tuaku di ladang".
Penasihat itu berdiri dan memutuskan untuk memakai kecerdasannya bukan untuk bertarung lagi.
Tidak lama kemudian, Myro dan yang lainnya bisa melihat akhir dari jalan kecil ini.
Ketika jalan kecil yang dikelilingi batu itu selesai, Myro dan yang lainnya bisa melihat sebuah dataran luas dengan banyak rumah di sekitar. Dibandingkan desa tempat Pona berada sebelumnya, tempat ini jauh lebih besar serta bisa disebut sebagai kota.
Para penjaga yang menjaga bagian depan kota juga menemukan Myro dan yang lainnya, wajah mereka segera dipenuhi kebingungan sebab mereka sudah mendengar dari Anto bahwa orang-orang dari desa lain ini seharusnya tidak datang kesini dan mati di jalan kecil akibat serangan orang-orang aneh yang memakai jaket kulit beruang.
Seorang penjaga mengangkat tangannya untuk menghentikan Myro dan yang lainnya "Tunggu, kenapa kalian disini? Ini bukanlah--".
Sebelum penjaga itu bisa menyelesaikan kata-katanya, Myro sudah menebas pedangnya.
__ADS_1
5 orang yang menjaga pintu kota ditebas menjadi 2 bagian oleh Myro, darah berterbangan dari tubuh mereka dan mewarnai seluruh darah namun wajah Myro masih sangat dingin "Aku tidak tertarik dengan kalian para semut, lebih baik segera biarkan pemimpin kalian muncul!".
Lalu mereka berjalan melewati pintu kota itu untuk menemukan sebuah kota yang memiliki banyak orang di jalan-jalan, orang yang ada di jalan menatap Myro dan yang lainnya dengan aneh karena mereka tahu bahwa Myro dan yang lainnya bukan berasal dari kota ini.
Sudah beberapa tahun sejak Anto tidak pernah membiarkan orang dari desa lain datang kesini, oleh karena itu semua orang bingung terhadap kedatangan Myro dan yang lainya ini tanpa pemberitahuan sedikitpun.
Beberapa penjaga kota yang menemukan Myro dan yang lainnya akan menyerang mereka sebab Myro dan yang lainnya sudah melewati gerbang kota tanpa pengumuman apapun, hal ini berarti bahwa mereka sudah membunuh para penjaga gerbang.
"Cindaku, aku akan menyerahkan semut-semut ini padamu!", kata Myro yang terus berjalan tanpa menatap para penjaga yang mencoba menyerangnya ini.
Cindaku tersenyum lebar mendengarkan perkataan Myro, ia memukul 2 tangannya secara bersama-sama sambil berkata "Dengar ini para semut, aku akan membunuh kalian agar tidak menganggu tuan!".
Setelah itu Cindaku berubah menjadi sosok harimau nya dan memulai pembunuhan besar-besaran di kota ini.
Para penjaga yang memiliki kekuatan terkuat Nascent Soul atau Transcendent sama sekali bukan lawan Cindaku, jadi Cindaku bisa membunuh mereka dengan mudah.
"Aaaaa! Pembunuh! Ada pembunuh disini!".
"Lari! Mereka pasti para bawahan Rangda!".
Para penduduk yang ada di sekitar segera melarikan diri penuh ketakutan melihat pembunuhan kejam Cindaku, tetapi Cindaku tidak peduli dan terus membunuh, bahkan suara tawa senang Cindaku bisa terdengar dari pembunuhan tersebut.
"Pria itu sudah tidak normal lagi!", kata Cesi yang menatap Cindaku seperti menatap orang aneh lalu terus mengikuti Myro.
Setiap kali ada penjaga yang mendekati Myro maka Cesi juga bergerak untuk membunuhnya, terutama para penjaga yang baru datang sehingga Cindaku tidak memiliki waktu untuk membersihkannya.
__ADS_1
Ketika Myro sampai di depan rumah paling besar sesuai perkataan penasihat itu, sebuah teriakan terdengar "Siapa yang berani membuat masalah di kota ku? Apakah masih ada orang di dunia ini yang berani melawan diriku, Anto sang Penakluk!".
Bersamaan dengan itu, sosok pria berambut hitam pendek serta memakai jubah berwarna emas yang sangat menarik perhatian muncul dari pintu utama rumah besar tersebut, wajahnya terlihat penuh kebanggaan seakan-akan seluruh dunia ada di tangannya serta tidak ada lagi orang yang lebih kuat dari dirinya.