
Cindaku yang sebelumnya masih kurang sadar akibat baru bangun tidur, ia sekarang sudah sadar dan menggelengkan kepalanya dengan cepat "Tidak perlu! Aku sudah kembali sadar lagi! Apa yang aku katakan tadi bukanlah untuk tuan melainkan untuk orang lain, bagaimana mungkin aku bisa menganggap orang setampan dan hebat seperti tuan sebagai orang aneh yang tidak dikenal kan? Aku tadi sedang membicarakan orang lain".
Melihat Cindaku yang sudah sangat panik, Myro hanya memutar matanya dan tidak memukulnya lagi sebab Cindaku mungkin langsung mati apabila Myro terus memukulnya.
Sekarang Myro menatap Cindaku dengan dingin sebelum berkata "Berikan aku alasan!".
Cindaku yang masih khawatir sama sekali tidak mengerti maksud perkataan Myro "Tuan, bisakah aku tahu apa alasan yang tuan maksudkan ini? Selama aku mengetahuinya maka Cindaku pasti akan memberitahu tuan tanpa ragu".
Myro menatap Cindaku sambil mengangkat tinjunya "Kau tidak mengerti? Maksudku beri alasan kenapa aku harus membiarkanmu tetap hidup, jika kau tidak bisa memberikan alasan yang tepat maka kau pasti mati! Bagaimanapun kau sudah mencoba untuk membunuhku, setiap orang yang mencoba membunuhku harus siap membayar harganya".
Setelah itu, tekanan yang sangat kuat muncul dari tubuh Myro, dihadapan tekanan ini maka Cindaku yang sakit sudah gemetar ketakutan "Baik tuan, jangan bunuh aku! Selama tuan membiarkanku hidup maka aku bisa memberitahu tuan tentang Rangda yang menguasai dunia ini, bahkan aku bisa memberitahu tuan semua informasi penting yang aku miliki!".
"Katakan!", kata Myro yang menurunkan tinjunya lagi "Apabila aku merasa bahwa informasi milikmu tidak cukup penting maka kau harus siap-siap untuk kehilangan hidupmu".
Cindaku menarik nafas dan mulai menceritakan dengan hati-hati "Aku tahu bahwa kekuatan tuan cukup kuat, tapi dibandingkan dengan Rangda maka kekuatan tuan masih terlalu jauh di bawahnya. Aku memang belum pernah berhadapan langsung melawan Randa, namun berdasarkan aura yang ia miliki maka aku tahu bahwa aku sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menahan 1 pukulan pun dari Rangda. Selama Rangda memukulku maka aku pasti mati, selain itu ia memiliki ratusan ribu pasukan iblis miliknya. Tidak peduli seberapa kuat seseorang, dihadapan ratusan ribu pasukan kultivator yang cukup kuat maka masih sulit untuk menang".
__ADS_1
Myro menatap Cindaku dengan aneh "Apakah kau berusaha membodohi ku? Jika Rangda bisa membunuhmu hanya dengan sekali pukul maka kenapa kau masih hidup sekarang? Aku yakin Rangda bukanlah orang baik yang akan membiarkan orang-orang kuat dan tidak setia sepertimu untuk tetap hidup bukan?".
"Aku tahu bahwa hal ini cukup sulit dipercaya", kata Cindaku "Tapi aku yakin semua ini benar, apabila tuan merasa aku berbohong maka tuan bisa membunuhku. Aku merasa seperti Rangda sedang menahan sesuatu, kemungkinan besar alasan Rangda belum membunuhku berhubungan dengan hilangnya Barongan".
Myro merasa bahwa semua perkataan Cindaku sama sekali tidak salah, lagipula kekuatan Rangda dan Barongan hampir sama sehingga tidak mungkin bagi Rangda untuk mengalahkan Barongan dengan mudah, setidaknya ia harus memakai teknik rahasia yang menghabiskan banyak waktu untuk bisa membunuh Barongan.
"Baiklah, untuk saat ini aku akan menganggap ceritamu benar. Lalu, informasi apa lagi yang kau miliki? Informasi tentang Rangda sama sekali tidak cukup untuk membuatmu hidup", kata Myro.
Cindaku kembali menjelaskan "Apakah tuan tahu tentang 4 penguasa hutan? Selain Rangda dan Barongan maka ada kelompok yang di sebut sebagai 4 penguasa hutan, aku merupakan bagian dari 4 penguasa hutan ini".
"Kami belum pernah saling bertarung, namun dari segi kekuatan maka kami seharusnya tidak jauh berbeda. Di antara 4 penguasa hutan, ada diriku yang memimpin para harimau, kelompok petarung Amazon, lalu ada para Centaur yang dipimpin oleh Chiron, dan orang terakhir yaitu pemimpin pengikut Barongan sejak hilangnya Barongan tersebut. Aku tidak terlalu mengenal tentang pemimpin yang mengganti Barongan, apa yang aku tahu bahwa orang tersebut masih sangat muda dan bernama Anto. Selain kuat, Anto juga sangat cerdas. Nampaknya pengikut Barongan sudah hampir dibunuh sepenuhnya oleh Rangda ketika Barongan baru menghilang, tapi dengan kecerdasan serta bantuan Anto ini maka para pengikut Barongan masih bisa hidup serta bersembunyi di hutan seperti sekarang".
Myro menutup mata dan mulai mengerti gambaran tentang dunia ini.
Sekarang Rangda menguasai sebagian besar dunia dengan pasukan manusia yang berkhianat serta iblis di tangannya, di sisi hutan ini maka ada lagi beberapa orang yang menjadi penguasa yaitu mereka yang disebut sebagai 4 penguasa hutan.
__ADS_1
Masalahnya Rangda ini sepertinya memiliki alasan untuk terus mempertahankan 4 penguasa hutan ini, padahal jika ia bergerak maka seharusnya tidak ada masalah untuk membunuh 4 penguasa hutan.
Myro kembali membuka matanya sebelum mengangguk "Baiklah, informasi yang kau berikan sangat berguna untuk membuatku mengetahui tentang dunia ini".
Wajah Cindaku yang dari tadi penuh rasa khawatir akhirnya tersenyum cerah, ia berkata penuh rasa tidak percaya "Kau benar-benar tidak akan membunuhku?".
"Apakah aku perlu berbohong kepadamu?", kata Myro yang mengambil sebuah kertas dan pil "Aku tidak perlu menipumu sama sekali, apabila kau berencana tetap hidup maka kau harus setuju dengan kontrak untuk menjadi pengikut ku dan tidak pernah berkhianat. Lalu kau juga harus meminum pil ini, racun pada pil ini sangat mematikan. Tapi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan membuka racun pil ini selama kau setia kepadaku".
Senyum senang di wajah Cindaku membeku, ia berteriak marah kepada Myro "Kau berbohong!".
"Berbohong?", kata Myro tersenyum mengejek "Dimana perkataan ku dari tadi yang merupakan kebohongan? Aku mengatakan bahwa aku akan membiarkanmu hidup selama kau memberikan harga yang tepat. Lihat sekarang, kau masih bisa hidup namun kau harus setia kepadaku. Aku tidak pernah bilang bahwa kau bisa bebas, aku hanya mengatakan bahwa kau masih tetap hidup".
"Kau--", Cindaku yang marah segera mencoba berdiri dari tempat tidurnya, walaupun seluruh tubuhnya masih penuh luka sehingga darah kembali berjatuhan akibat ia yang tiba-tiba bergerak, tapi Cindaku tidak peduli. Di mata Cindaku yang dipenuhi kemarahan, membunuh Myro yang sudah menipunya jauh lebih penting.
Sebelum Cindaku bisa berdiri sepenuhnya, Myro memegang pundaknya yang membuat Cindaku kembali duduk.
__ADS_1
Cindaku berusaha bergerak berkali-kali untuk melepaskan diri dari tangan Myro, tapi tidak peduli seberapa keras ia berusaha maka tangan Myro tidak pernah membiarkannya bergerak sama sekali.
"Nampaknya kau salah paham disini!", kata Myro yang menatap Cindaku dengan dingin "Aku membiarkanmu tetap hidup sudah merupakan hal yang sangat baik, jika kau menolaknya maka aku hanya perlu membunuhmu! Di mataku, baik itu kau masih hidup atau sudah mati, semuanya tidak jauh berbeda".