KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 127 : PROMETHEUS


__ADS_3

Di Istana Rangda saat ini, Myro bersama Cesi, Pona, Zion, Cindaku, Penthesilea dan Chiron berkumpul bersama. Myro berencana untuk pergi ke Dunia Kaisar Teknologi hari ini, jadi semua teman dekat Myro di dunia ini seperti Pona datang untuk melihat mereka.


"Myro, kau harus berhati-hati! Pastikan untuk datang lagi dan menemui Pona apabila kau memiliki waktu!", kata Pona yang terlihat cukup sedih saat melihat Myro pergi "Cesi, kau juga bisa datang kapanpun, aku akan menyambut kalian".


Melihat Pona yang sangat khawatir seperti anak-anak, Cesi tidak bisa untuk tidak memegang kepalanya dengan lembut "Jika aku memiliki waktu di masa depan maka aku pasti akan kesini lagi, bagaimanapun aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri".


"Pona, jangan bersikap seakan-akan kita berpisah selamanya, Myro dan Cesi tidak bisa lagi untuk tetap di dunia ini, lebih tepatnya dunia ini terlalu kecil bagi mereka. Oleh karena itu, mereka memang harus pergi ke dunia lain untuk menjadi lebih kuat lagi", kata Zion yang mengingatkan Pona seperti mengingatkan anaknya sendiri.


Walaupun Zion juga sudah diberitahu bahwa Pona bukanlah anaknya, melainkan bagian dari Barongan, namun Zion masih memperlakukannya seperti Pona sebelumnya.


Setelah mengingatkan Pona, Zion mendekati Myro "Tuan, jika anda membutuhkan bantuan maka panggil kami kapanpun anda membutuhkannya, ketika anda memanggil maka kami pasti datang".


Cindaku yang ada di samping ikut mengangguk "Selama itu tuan maka aku akan membantu dengan senang hati!".


"Tuan, kami para Centaur tidak akan pernah melupakan kebaikan tuan, selama tuan membutuhkannya maka kami pasti datang untuk membantu anda", kata Chiron.


"Apabila itu adalah suami, maka aku dan para petarung Amazon pasti akan datang untuk membantu", kata Penthesilea yang seakan-akan sudah menganggap Myro sebagai suaminya.


Muri tidak terlalu memperhatikan perkataan Penthesilea, lebih tepatnya Myro tahu bahwa tidak ada gunanya untuk memperpanjang hal tidak penting tersebut sehingga Myro hanya berkata "Terima kasih, jika nanti aku membutuhkan kalian maka aku tidak akan ragu untuk memanggil kalian. Selain itu kalian juga harus menjaga diri, walaupun Rangda sudah tidak ada maka bukan berarti kalian sudah menguasai dunia ini. Terutama orang-orang yang masih bersembunyi di hutan, kalian harus membersihkan mereka secepat mungkin sebelum membuat lebih banyak masalah di masa depan".


"Aku tahu!", kata Pona dengan tegas "Aku pasti tidak akan mengecewakan Myro yang sudah mempercayaiku untuk memimpin dunia ini, jangan khawatir".


Myro sedikit mengangguk lalu berbalik "Ayo pergi, Cesi!".

__ADS_1


Cesi memberikan salam terakhir ke Pona dan yang lainnya sebelum mulai mengikuti Myro, dengan kekuatan Prajurit Martial miliknya maka tidak mungkin untuk membuka jalan ke dunia lain, oleh karena itu ia hanya bisa mengikuti Myro untuk pergi ke dunia lain.


"Leo, ayo kita mulai!", kata Myro.


"Aku mengerti, tuan!", kata Leo yang sudah pulih dari luka melawan Cesi dan lubang dimensi. Bagaimanapun Myro dan Cesi kehilangan kesadaran di dunia ini selama kurang lebih sebulan, waktu itu sudah lebih dari cukup bagi Leo untuk memulihkan dirinya sendiri.


Perlahan-lahan, Myro bergabung bersama Leo yang membuat kekuatannya meningkat hingga menjadi Kaisar Martial tingkat 8.


Api mulai menutupi seluruh tangan Myro, ia mengulurkan tangannya ke depan dan segera membuka lubang dimensi.


"Krak!".


Sebuah lubang hitam dengan daya tarik yang sangat kuat muncul di depan Myro.


Melihat lubang tersebut, Myro melompat tanpa ragu. Cesi yang ada di belakang juga mengikuti Myro secepat mungkin, ia langsung melompat ke arah lubang dimensi itu.


Ketika Myro dan Cesi sudah pergi, wajah Pona menjadi tegas, ia menatap 4 pemimpin yang lain "Kalau begitu kita juga harus mulai bergerak, Myro sudah memberi kita kepercayaan untuk mengelola dunia ini, kita tidak boleh membuat Myro kecewa".


4 orang yang lain mengangguk, mereka memutuskan untuk mengirim pasukan ke seluruh bagian dunia ini dulu untuk membunuh iblis-iblis yang dulunya adalah pengikut Rangda ataupun orang-orang yang menolak untuk mengikuti Myro sebelumnya. Lagipula apabila kelompok seperti itu terus dibiarkan berkembang, maka ada kemungkinan mereka akan menyerang di masa depan. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk membersihkan semua resiko ini lebih dulu.


...----------------...


Di sisi lain, Myro dan Cesi yang melompat ke arah lubang dimensi merasa seluruh tubuh mereka berputar-putar.

__ADS_1


Myro membuka matanya untuk menemukan bahwa mereka sudah berada di lubang dimensi yang memisahkan berbagai dunia, sebagai orang yang membuka lubang dimensi maka Myro harus menentukan tujuan mereka, jika tidak maka Myro dan Cesi mungkin jatuh di tempat yang tidak dikenal.


Ketika Myro baru akan membuka jalan ke Dunia Kaisar Teknologi, sebuah sosok yang sudah Myro cukup kenal akhirnya muncul di lubang dimensi itu.


Sosok itu merupakan manusia yang berukuran sangat besar, mungkin lebih cocok di sebut sebagai raksasa.


Raksasa itu memiliki kekuatan yang sangat kuat di seluruh tubuhnya, bahkan Myro dapat menemukan jejak retakan dimensi di sekitar tubuhnya yang menunjukkan bahwa dimensi sekalipun retak saat ada di sekitarnya, sosok raksasa yang muncul ini tidak lain adalah Prometheus.


Tanpa ragu sedikitpun, Myro mengambil pedangnya dan bersiap untuk bertarung.


Berbeda dari sebelumnya, kali ini Myro sudah membuat beberapa persiapan untuk melawan Prometheus. Apalagi Myro sekarang tidak seperti sebelumnya yang terluka karena bertarung melawan Cesi, jadi Myro memiliki cukup keyakinan untuk menang memakai kekuatan Leo.


Namun sebelum Myro bisa bergerak, Prometheus menggerakkan tangannya yang membuat sosok Cesi terbang menjauh.


Myro sedikit terkejut sebab ternyata tujuan Prometheus adalah Cesi, walaupun hubungan Myro dan Cesi tidak cukup baik namun Cesi yang sekarang merupakan pengikut Myro yang sudah membuat kontrak, Myro tidak bisa membiarkannya mati dengan mudah oleh serangan orang lain.


Myro menarik pedangnya untuk menebas gerakan Prometheus yang memindahkan Cesi, tetapi gerakan Myro berhenti di tengah jalan.


Bersamaan dengan gerakan Myro yang berhenti, sosok Cesi sudah mendarat di dunia lain.


Myro menatap ke arah Prometheus dengan aneh "Kenapa kau membawanya kembali ke Dunia Kaisar? Kenapa tidak membawaku juga? Padahal kau yang membawa kami ke dunia aneh milik Rangda, tapi pada akhirnya kau membawa kembali Cesi ke Dunia Kaisar. Aku tidak merasa bahwa kau berencana membunuh kami, tapi apabila bukan untuk membunuh kami maka apa alasanmu untuk melakukan semua ini?".


Prometheus melihat Myro selama beberapa saat sebelum menjawab "Tuan Myro, aku sudah melakukan semua tugas seperti yang anda berikan untuk saat ini, aku Prometheus bukanlah orang yang tidak tahu berterima kasih, aku akan menyelesaikan semua tugas yang anda berikan kepadaku. Kalau begitu, sampai bertemu lagi, Tuan Myro".

__ADS_1


Sebelum Myro bisa bergerak, sosok Prometheus sudah menghilang, lebih tepatnya ia melarikan diri.


Myro berdiri di lubang dimensi dengan kosong, sampai sekarang ia masih belum bisa mengerti tujuan Prometheus ini.


__ADS_2