
Setelah dijelaskan alasan penunjukan Wang Qian, para jenderal saling menoleh dan menganggukkan kepala. Hal ini menunjukan mereka memahami maksud Raja Wang Yu yang ingin menyingkirkan orang yang selama ini menggerogotinya di kerajaan.
"Maaf Yang Mulia, kami belum tahu tujuan yang mulia mengirim Wang Qian." Wang Tan mewakili teman-temannya meminta maaf.
"Duduklah!"
"Baik Yang Mulia." Semua Jenderal yang awalnya berdiri karena marah atas penunjukan Wang Qian duduk kembali.
Seseorang tiba-tiba maju, dia kemudian membisiki sang raja.
"Yang Mulia, karena Wang Qian sudah pergi, alangkah baiknya jika ada yang mengawasi pergerakannya. Kita akan tahu apa yang akan dilakukannya." Penasehat Wang Lu memberikan masukan berkaitan dengan kepergian Wang Qian.
"Ide yang bagus Wang Lu. Baiklah aku akan memilih 2 jenderal untuk mengawasinya." Raja Wang Hu kemudian mengedarkan pandangannya pada seluruh jenderal yang hadir.
"Wang Tan dan Wang Guan."
"Siap Yang Mulia." Kedua jenderal yang ditunjuk segera berdiri dan membungkukkan badannya.
…
Jenderal Wang Qian yang sudah mendapatkan mandat membawa kembali Wang Yong segera bergegas memanggil 2 komandan yang selama ini setia padanya yaitu Komandan Yu Ru dan Komandan Yu Jian. 2 Komandan ini juga adalah komandan yang sangat tidak menyukai kepemimpinan Wang Hu sebagai seorang raja. Masing-masing komandan membawa beberapa pasukan elit yang berada di bawah kendali mereka.
Jenderal Wang Qian beserta seluruh pasukannya langsung bergerak menuju Kota Luoyang, mereka tidak mampir terlebih dahulu ke Desa Anhui karena sebelumnya sudah mendapatkan info bahwa mereka bergerak dar Desa Anhui ke Kota Luoyang kemudian ke Kota Harsi. Namun Jenderal Wang Qian ingin memastikan bahwa mereka benar-benar bergerak ke Kota Harsi karena dia tidak percaya 100% kepada Raja Wang Hu yang merupakan orang yang sangat dimusuhinya.
Sesampai di Kota Luoyang, Jenderal Wang Qian memerintahkan Komandan Yu Ru untuk menyelidiki keberadaan Wang Yong. Dengan menggunakan aura Wang Yong yang sedikit masih tertinggal di sekitar penginapan, Komandan Yu Ru masuk ke dalam rumah makan yang berada di penginapan tersebut.
Komandan Yu Ru kemudian memilih salah satu meja untuk tempatnya pesan makan. Di Dekatnya sedang ada seorang pemuda yang sedang semangat bercerita. Komandan Yu Ru pun fokus mendengarkan cerita itu.
“Malam itu tepat aku lewat kulihat sekitar seratus orang mendatangi penginapan, dan ternyata di dalam penginapan sudah ada seorang kakek yang menunggu kedatangan mereka. Setelah beberapa saat, kakek itu kemudian keluar meninggalkan penginapan menuju tanah lapang yang tidak terlalu jauh dari penginapan. Pasukan itu pun mengikuti perginya kakek tersebut.”
Sang pemuda menjeda bicaranya. kemudian meminum sedikit arak di depannya. Merasa tenggorokannya sudah basah lagi sang pemuda melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
“Tak berselang lama, seorang anak kecil keluar dari penginapan menyusul mereka. Sedangkan saya dan orang-orang yang berada di dalam ruang makan berdiam diri di tempat karena tidak mungkin mengikuti mereka.”
“Dasar penakut!”
“Kau lupa siapa yang sering ngompol saat melihat pembunuhan?”
“He he”
“He ha he ha saja.”
"Tentang kembalinya kakek tua dan anak kecil itu bagaimana?"
"Makanya jangan menyela cerita orang!"
"Iya maaf"
"Beberapa saat setelah mereka pergi, terdengar suara keras pertempuran di tanah lapang. Tentu saja kami tidak mendekat, kami hanya menunggu di penginapan. Dan kemudian terdengar suara ledakan yang sangat keras. Beruntung kami tidak mengikuti mereka sehingga kami masih hidup."
"Tengah malam mereka berdua kembali ke penginapan dan pagi-pagi sekali mereka meninggalkan penginapan."
"Bagaimana dengan seratusan orang yang mengikuti kakek tadi?"
"Mereka semua mati dengan keadaan yang mengenaskan. Anehnya tubuh mereka menyusut jadi kecil, berwarna hitam gelap dan kepalanya bertanduk. Seperti cerita orang bahwa mereka bangsa iblis.
"Lalu kemana kakek dan bocah kecil itu?"
"Menurut informasi yang ku dengar, mereka menuju restoran Sansian dan kemudian melanjutkan ke arah Kota Harsi."
"Mereka menuju Kota Harsi, aku harus segera memberitahu Jenderal." Komandan Yu Ru segera meninggalkan restoran. Dia menganggap sudah cukup informasi yang didapatkan. Dia ingin segera melanjutkan perjalanan agar bisa segera menyusul Wang Yong. Walau makanan yang sudah dipesan belum tersuguhkan, dia tetap meninggalkan restoran itu.
Komandan Yu Ru segera meninggalkan restoran dan bergerak menuju tempat beristirahat ya Jenderal Wang Qian dan seluruh pasukannya.
__ADS_1
"Lapor Jenderal, saya sudah mendapatkan informasinya." Komandan Yu Ru yang sudah sampai di tempat istirahat pasukannya segera menghadap Ke jenderal Wang Qian. Dia segera melaporkan semua yang diketahuinya tentang Wang Yong.
"Silahkan laporkan"
Kemudian Komandan Yu Ru mulai melaporkan segala informasi yang diketahuinya.
"Ternyata Wang Hu tidak membohongiku, bagus. Sebentar lagi kursinya akan menjadi kursiku." Ucap Jenderal Wang Qian Pelan.
"Yu Jian! Kumpulkan seluruh pasukan, kita akan segera melanjutkan perjalanan!" Setelah mendengar laporan lengkap dari Komandan Yu Jian, semangat Jenderal Wang Qian bertambah besar karena tinggal beberapa hari lagi akan bisa menyusul buruannya.
Setelah satu jam istirahat, mereka bersiap berangkat kembali.
"Seluruh pasukan kumpul!"
Tak berselang lama, seluruh pasukan iblis telah berbaris rapi. Mereka adalah bagian pasukan elit yang sudah terlatih dengan sangat baik dan ketaatan tanpa batas. Bagi para pasukan elit, ketaatan kepada pemimpin bersifat mutlak.
“Seluruh pasukan, ubah penampilan kalian menjadi bentuk manusia. Kita akan segera melanjutkan perjalanan melalui Kota Luoyang." Komandan Yu Jian memberikan arahan sesuai perintah Jenderal Wang Qian.
"Ayoo kita berangkat!" Seluruh pasukan kembali melanjutkan perjalanan. Mereka melewati Kota Luoyang dengan lancar.
Setelah melewati beberapa beberapa desa dan hutan akhirnya jarak mereka semakin dekat dengan Kakek Han Yu.
"Jenderal, dengan kecepatan kita, seharusnya kita sudah dekat dengan buruan kita." Komandan Yu Jian meminta pendapat Jenderal Wang Qian. Sebenarnya dia ingin istirahat terlebih dahulu karena sudah beberapa hari tanpa istirahat bergerak siang dan malam mengejar buruan mereka yang juga merupakan tuan muda mereka di kerajaan iblis.
"Benar, makanya ayo terus lanjutkan perjalanan kita. Aku belum merasakan aura Wang Yong ataupun orang yang kuat di sekitar sini."
"Jenderal, kalau tak salah di dekat sini ada kedai makan yang cukup terkenal. Bagaimana kalau kita berhenti disana dulu untuk mencari informasi." Yu Jian melobi Jenderal Wang Qian agar istirahat sebentar dengan alasan mencari informasi.
"Kita harus segera mengejar mereka. Jika tidak mereka akan kabur dan jauh meninggalkan kita." Jenderal Wang Qian tidak ingin buruannya kabur. Dengan kekuatannya di ranah pendekar langit sekarang, dia belum merasa capek walaupun sudah beberapa hari dalam perjalanan tanpa istirahat.
"Maaf Tuan Jenderal, menurut saya kita lebih baik memastikan arah mereka dulu dibandingkan dengan langsung mengejar mereka. Kita harus memastikan jalur yang kita lalui sekarang sesuai dengan yang mereka lalui." Komandan Yu Jian terus berusaha melobi. Dia ingin mengembalikan stamina yang telah terkuras selama perjalanan.
__ADS_1