KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 98 : PEMIMPIN MUSUH BERGERAK


__ADS_3

Ketika beberapa harimau berhasil melewati pagar kayu tersebut maka mereka terkejut sebab sebelum mereka bisa menyerang, ratusan tombak besi yang tajam segera menusuk mereka.


"Stab!".


Para harimau itu jatuh dengan mudah, dihadapan ratusan tombak ini maka mereka sama sekali bukan lawan.


Harimau berikutnya yang melompat jauh lebih cerdas daripada sebelumnya, bagaimanapun mereka sudah melihat kematian rekan mereka sehingga mereka menjadi lebih berhati-hati.


Beberapa harimau menabrak pagar kayu ini dengan keras memakai tubuh mereka, jika itu hanya 1 harimau maka pagar kayu ini pasti tidak akan mengalami masalah apapun. Namun dihadapan tabrakan puluhan harimau, pagar kayu yang sudah diperkuat oleh rune buatan Myro mulai bergetar dan akan jatuh.


Wajah Zion berubah melihat hal tersebut, ia mengganti pedang di tangannya menjadi tombak dan memimpin para penduduk kota untuk menyerang harimau yang mencoba menghancurkan pagar kayu "Serang semua harimau ini! Jangan biarkan pagar kayu tersebut hancur, selama pagar kayu hancur maka kita pasti mati!".


Para penduduk mengikuti Zion untuk menusuk para harimau yang mencoba menabrak pagar kayu.


Harimau-harimau yang mengetahui para manusia sudah mendekati pagar tersenyum, mereka melompati pagar itu lagi.


Zion dan para penduduk kota terkejut sebab ketika mereka akan mendekati pagar kayu maka puluhan harimau tiba-tiba melompati pagar tersebut dan muncul di atas mereka.


"Slash!".


Beberapa orang yang tidak siap langsung di tebas oleh cakar harimau, sedangkan beberapa orang yang lebih ahli seperti Zion berhasil menghentikan cakar tersebut tepat waktu.


Cesi yang menonton semua itu di belakang Myro tidak bisa untuk tidak terkejut "Para harimau ini sangat cerdas, setelah melihat kematian rekan mereka yang menyerang paling awal maka mereka membuat strategi untuk menghancurkan pagar. Padahal tujuan mereka bukan menghancurkan pagar melainkan menarik perhatian para manusia agar mendekat, ketika manusia sudah mendekat maka mereka hanya perlu melompati pagar lagi untuk segera menyerang. Sangat cerdas! Mereka memang bukan harimau normal!".


Myro mengangguk "Aku harus mengakui bahwa mereka cukup cerdas, setidaknya tidak kalah dari manusia".


Cesi kembali menatap Myro di depannya "Apakah kau tidak akan membantu mereka?".


"Tidak, itu tugasmu! Sedangkan aku menunggu pemimpin mereka, lagipula sudah seharusnya pemimpin melawan pemimpin", kata Myro yang masih berdiri untuk menonton, karena Cindaku belum bergerak maka Myro juga tidak bergerak.


"Tunggu, kenapa aku harus membantu? Aku baru sembuh--", kata Cesi yang mencoba menolak tugas Myro.


Tapi perkataan Myro berikutnya membuat Cesi tidak bisa menolak lagi "Kau boleh tidak membunuh harimau itu, apabila kau tidak membantu maka aku tidak perlu memberi obat milikmu lagi. Selain itu aku tidak perlu menahan racun yang ada di tubuhmu lagi, bagaimanapun tidak ada gunanya membiarkan orang yang tidak bekerja hidup".


Mendengar perkataan Myro, Cesi hanya bisa pergi dengan marah "Baiklah, aku akan membantu! Dasar penipu!".

__ADS_1


Myro menatap Cesi yang akan pergi dengan senyum mengejek "Penipu? Nampaknya kau merasa tidak senang terhadap pekerjaan yang aku berikan, kalau begitu maka aku tidak perlu memberimu obat penyembuhan--".


Wajah marah Cesi berubah menjadi senyum cerah dengan cepat "Tuan yang baik, aku hanya bercanda! Aku sangat bersemangat untuk bekerja membunuh para harimau itu, apalagi setelah melihat wajah tuan yang sangat tampan hari ini membuatku semakin sangat. Aku akan pergi sekarang dan melakukan pekerjaanku, tuan pasti tidak kecewa!".


Tanpa menunggu jawaban Myro lagi, Cesi berlari dan mulai membunuh para harimau tersebut.


Myro tidak peduli terhadap perubahan sikap Cesi yang begitu cepat, lagipula jika Cesi berusaha untuk memulihkan lukanya maka ia harus bersikap sebaik mungkin di depan Myro.


Myro berhenti memperdulikan masalah Cesi melainkan menatap jauh ke arah hutan "Cindaku, kita akan lihat seberapa lama lagi kau bisa bersembunyi".


Pada awalnya posisi manusia dan harimau hampir sama, bahkan keuntungan lebih mengarah kepada pasukan harimau yang memiliki kulit kuat dan gerakan yang gesit.


Namun sejak kedatangan Cesi maka posisi manusia jauh lebih menguntungkan, tidak peduli apakah itu 10 atau 20 harimau maka mereka semua mati dengan sekali pukulan dari Cesi.


Melihat pasukan harimau yang semakin berkurang, Cindaku yang bersembunyi di hutan menjadi terkejut. Lagipula ia tahu bahwa pemimpin di desa ini merupakan Jerk, seorang Transcendent tingkat 2 yang seharusnya bukan lawan dari para harimau.


Tetapi ia tidak pernah berpikir bahwa ada keberadaan Saint tingkat rendah di pihak musuh yaitu Cesi.


"Nampaknya tidak ada pilihan lain, aku harus bergerak sendiri, apabila aku terus diam maka seluruh pasukan harimau akan hancur sepenuhnya", kata Cindaku dengan wajah dingin yang sangat menakutkan.


"Beraninya kalian membunuh pasukan harimauku! Aku, Cindaku yang bertugas untuk menjaga batas antara manusia dan harimau akan membunuh siapapun yang melanggar batas ini!", teriakan Cindaku akhirnya terdengar berasal dari hutan.


Sosok Cindaku yang merupakan harimau setengah manusia muncul dari hutan, ia berlari ke arah pagar kayu yang sudah diperkuat oleh rune dan menebas memakai cakarnya.


"Brak!".


Dihadapan Cindaku, pagar kayu itu sama sekali tidak ada artinya. Seluruh pagar kayu hancur hanya dengan sekali pukulan dari Cindaku, aura yang sangat kuat langsung menekan semua manusia yang ada di sekitar.


"Graaaaa", Cindaku mengaum keras yang membuat seluruh tubuh penduduk desa bergetar.


Bahkan beberapa penduduk desa yang lebih lemah jatuh ke tanah, seluruh tubuh mereka gemetar ketakutan dan tidak bisa berdiri lagi.


Zion yang merupakan orang terkuat di desa sekalipun harus mundur sebanyak 7 langkah akibat teriakan tersebut, wajahnya berubah menjadi seputih kertas sebab ia merasa seperti seekor semut di depan kekuatan Cindaku ini.


Berbeda dari semua penduduk desa yang lain, Cesi masih berdiri di tempatnya dengan wajah suram. Walaupun Cesi bisa menahan tekanan dari Cindaku, namun ia sudah mengetahui bahwa Cindaku memiliki kekuatan Saint King tingkat rendah yang jauh lebih kuat dari dirinya.

__ADS_1


Mata merah Cindaku menatap ke arah Cesi, ada tekad membunuh yang sangat kuat di matanya "Wanita, kau sudah membunuh ratusan harimau, sekarang kau harus membayar harganya".


Setelah mengatakan itu, sosok Cindaku segera menghilang dan muncul di depan Cesi, ia mengangkat cakarnya untuk menebas Cesi serta membunuhnya.


Tanpa ragu sedikitpun, Cesi menarik pedangnya untuk menahan cakar Cindaku, meskipun tahu kekuatannya lebih lemah tapi Cesi harus menahan cakar ini agar bisa terus bertahan hidup.


Sedangkan bantuan Myro, Cesi tidak berpikir bahwa Myro akan membantunya. Sejak Myro menipunya untuk meminum racun, Cesi tahu bahwa Myro tidak kalah kejam dari tuannya. Oleh karena itu, Myro pasti hanya menonton pertarungannya dan tidak membantu.


Ketika cakar dan pedang Cesi akan saling bertabrakan, sebuah pedang tajam muncul dari samping Cesi dan menusuk ke arah Cindaku "Tebasan Malam tanpa Akhir tahap 1, Tebasan tak Terlihat".


Wajah Cindaku berubah, ia merasa krisis hidup dan mati mendekati dirinya sehingga ia tidak jadi menyerang Cesi, melainkan menggerakkan cakarnya untuk menghentikan tebasan pedang yang muncul secara tiba-tiba ini.


"Slash!".


Cindaku mundur beberapa langkah, darah jatuh dari tangan kanannya, lebih tepatnya tebasan pedang tadi gagal membunuhnya namun masih memberikan luka di tangan kanannya.


Cindaku menatap ke arah sosok di belakang Cesi dengan marah "Siapa kau?".


Cesi berbalik untuk menemukan bahwa sosok yang membantunya barusan adalah Myro, orang kejam yang membuatnya meminum racun ini benar-benar membantu dirinya "Myro, kenapa--".


Sebelum Cesi bisa mengatakan apapun, Myro mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan Cesi "Mundur lah, kekuatanmu yang sekarang sama sekali bukan lawan Cindaku".


Setelah itu Myro melangkah maju dan berdiri di depan Cindaku "Kau bertanya siapa aku? Baiklah, aku akan memberitahumu jika kau bisa menang dariku, walaupun kau pasti tidak bisa menang".


Melihat kesombongan Myro, Cindaku menjadi marah "Nak, jangan sombong dulu! Meskipun kau berhasil melukai tangan kananku, tapi aku belum memakai seluruh kekuatanku! Kali ini aku akan membiarkanmu melihat seberapa menakutkannya kekuatan kami yang sudah menjaga batas antara manusia dan harimau secara turun-temurun selama ribuan tahun ini!".


Tubuh Cindaku menjadi semakin besar hingga tingginya lebih dari 3 meter, aura di seluruh tubuhnya kembali meningkat menjadi lebih kuat.


Bahkan Cesi yang sudah bergerak mundur tidak bisa untuk tidak berkata "Kekuatannya meningkat! Ia benar-benar bisa menjadi Saint King tingkat menengah hanya dengan mengubah bentuknya!".


"Nak, persiapkan dirimu!", Cindaku yang meningkatkan kultivasi miliknya tersenyum bangga, sekarang kultivasinya lebih kuat daripada Myro sehingga ia yakin untuk bisa menang.


Myro masih tersenyum tidak peduli "Hanya karena tubuhnya yang menjadi lebih besar dan kekuatanmu yang sedikit meningkat maka bukan berarti kau bisa mengalahkan ku, majulah! Aku akan tunjukkan kepadamu, perbedaan kekuatan kita yang sebenarnya!".


Bersamaan dengan itu, aura yang kuat muncul dari tubuh Myro. Walaupun kultivasi Myro lebih lemah dari Cindaku, tapi aura Myro tidak lebih lemah juga.

__ADS_1


Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan di tangan Myro saat ini setingkat atau bahkan lebih kuat dari Cindaku.


__ADS_2