
Di tahun 2020 tinggal seorang gadis berusia 23 tahun. Dia bernama Siumei. Siumei seorang mahasiswi dalam bidang kedocteran di sebuah university terkemuka. Dia seorang pelajar yang sangat pintar dan menjadi pelajar yang disukai oleh prof. Zing kerana kepintaran dan keperibadiannya yang ceria.
Pada suatu hari di sebuah university , ketika Siumei selesai kuliah. dia berjalan bersama teman baiknya lichen menuju ke kantin. Datang seorang pria memanggilnya.
"Siumei, prof. Zing menunggu kamu dibiliknya." kata
rakan sekuliah Siumei yang kebetulan terserempak
dengannya.
"Baiklah. Terima Kasih. Nanti aku kesana."
"sama-sama." Setelah memberi tahu Siumei, pelajar tersebut pun berlalu meninggalkan mereka.
"Lili, kamu duluan ke kantin, aku akan menyusul mu
setelah menemui prof. Zing."
"Okay, baiklah." Lichen pon berlalu meninggalkan Siumei.
Setiba Siumei didepan bilik Prof. Zing, dia pon mengetuk pintu.
tuk...tuk...tuk..
"Masuk" terdengar suara Prof. Zing dari dalam biliknya.
"Prof Zing, mau ketemu sama saya."
"Ya Siumei. Sila duduk."
Siumei pun duduk di kerusi di hadapan Prof. Zing.
" Siumei, pada minggu hadapan giliran group kamu
akan pergi ke dalam hutan untuk mencari tanaman
herba untuk di buat kajian. Saya selaku tenaga
pengajar yang di beri tanggung jawab untuk
mengetuai pemergian group kalian." kata prof. Zing memberi tahu tujuan memanggil Siumei ke biliknya
"Baiklah Prof., saya faham. Saya Akan memberi tau
ahli group yang lain nya."
"Kamu ada group chat, bersama semua ahli
yang terlibat dalam aktivitas Kali in." tanya Prof Zing.
"Ada Prof., kenapa?"
"Masukkan number talifon saya dalam group chat
kalian, agar mudah bagi saya untuk memberi
taklimat awal dan sistem pemarkahan berkaitan
aktivitas yang kita Akan lakukan."
Siumei pun add number talifon Prof. Zing di
__ADS_1
talian group chat mereka.
"Okay Prof. saya telah add Prof dalam group chat."
Prof. Zing mengangguk kan kepala nya. " thanks
Siumei. Kamu boleh pergi."
Setelah Siumei keluar daripada bilik Prof. Zing, dia
pun terus menuju ke kantin untuk bertemu dengan
Lichen. Setelah bertemu dengan Lichen, dia pun
memesan makanan dan makan bersama teman
nya.
Setelah selesai makan.
" Lili selepas ini, kamu ada rencana apa?." tanya Siumei.
"Ermm.. untuk petang ini, tidak ada. Tapi malam
aku sudah janjian sama ibuku. Kenapa?".
"Aku ada latihan bela diri hari ini bersama paman
Zhong di rumah ku. Kau mau ikut? Kita boleh
berlatih bersama."
diri bersamanya. Jika Lichen tidak ada rancana lain,
dia akan pergi ke rumah Siumei untuk berlatih bela
diri.
" Okay deh. Aku mau ikut kamu." Lichen setuju
untuk ke rumah Siumei yang seperti istana itu.
Setelah membayar makanan yang di makan tadi, mereka pun pergi rumah Siumei. Siumei memang
dilatih seni bela diri semenjak kecik kerana ayahnya adalah salah satu orang terkaya dan mempunyai ramai musuh disisi nya. Orang tuanya hanya ingin Siumei dan kakak nya bisa mempertahankan diri, jika diserang oleh musuh perniagaan ayahnya.
Setiba dirumah Siumei. Mereka berdua terus menuju keruangan khusus untuk berlatih. Diruangan itu Paman Zhong telah menunggu kedatangan meraka.
Setelah hampir sore, mereka pun berhenti berlatih dan mereka berdua berehat di gazebo yang ada di kawasan rumah Siumei. Paman Zhong tidak ikut mereka kerana ada hal yang perlu diselesaikan.
Ibu Siumei, Tan Xu Jia menghampiri meraka bersama pembantu nya membawa kue dan minuman untuk mereka.
" Lili jemput makan kue ini. Tante bikin tadi." Pembantu nya pun menghidangkan makanan dan minuman itu di meja.
"Ya tante, makasih." Lichen dan Siumei pun memakan kue yang telah di hidangkan.
"Waaahh.. enaakk bangat kue nya tante." puji Lichen
"ialah mestilah enak. Ibu sapa yang bikin.. hahaha." Ucap Siumei dengan nada yang meninggi diri. Mereka ketawa bersama. Mereka makan sambil bergurau senda..
"Siumei, tadi ayah telfon. Katanya hari ini kita akan
__ADS_1
dinner di luar. Ayah sudah tempah restaurant
favourite mu malam ini. Lili kalau kamu mau
dinner bersama kami, ayok ikut kami." ajak nyonya
Tan. Siumei pun mengangguk kan kepalanya.
"Aduh.. Maaf tante, aku harus pulang. Soalnya aku
janjian sama ibuku. Kata ibuku ada teman lamanya
mau dateng ke rumah malam ini." Ucap Lichen bersiap untuk pulang.
"ia ngak papa. Lain kali kalau ada masa kita boleh
makan bersama."
"iya tante. Kalau gitu aku pamit duluan ya. Soalnya
udah sore, nanti di omelin sama ibuku kalau telat.
Terima kasih ya tante, Siumei. Bye bye."
"Sama-sama. Hati-hati dijalan." nyonya Tan dan Siumei melambai kan tangan mereka.
"Sayang, pergi mandi sana. Nanti telat
berangkatnya."
"Baiklah ibu."
Siumei pun pergi masuk kekamar nya untuk bersiap.
Kakak Siumei Tan Leo Hong, seorang pria tampan berusia 27 tahun. Dia sangat menyayangi adiknya Siumei. Tan Leo Hong bekerja di perusahaan ayahnya.
Ayah Siumei bernama Tan Leo Wu, seorang yang penyayang terhadap keluarga nya. Dia juga orang yang tegas.
Jam delapan malam, mereka sampai di restaurant mewah di pusat bandar. Mereka makan bersama, terasa bahagia bila kita makan bersama orang yang tersayang. Setelah selesai makan, mereka pun membuat keputusan untuk pergi berjalan- jalan di taman yang ada di Kota itu. Melihat lampu warna warni di sepanjang jalan di taman itu. Sangat cantik sekali. Sambil berjalan mereka bergurau senda. Momen yang bahagia untuk keluarga itu. Tanpa mereka tau, ini adalah kenangan bahagia yang terakhir bagi Siumei bersama keluarganya.
Setelah acara makan malam pada malam itu, kakak dan ayah Siumei sangat sibuk dengan urusan kantor kerana ada cawangan baru akan dibuka tidak lama lagi. Mereka jarang ada dirumah kerna perlu pergi ke luar negeri.
Seminggu kemudian.
Siumei dan group yang terlibat untuk ujian amali telah berkumpul di hadapan university. Semua yang hadir hanya 9 orang sahaja. Yang terdiri daripada Prof. Zing, pemandu van dan 7 orang group Siumei.
Setelah semua telah hadir. Mereka pun memulakan pejalanan ke hutan yang telah dimaklumkan. Lima jam kemudian mereka pun tiba dilokasi.
"Baiklah kita telah tiba dilokasi. Sekarang mari bina
tenda untuk kita berehat." Prof. Zing memberi arahan dan mengagihkan tugas kepala pelajarnya. Dia dan 3 orang pelajar akan memasang khemah. 2 orang ditugaskan mengambil air di sungai berdekatan, dan dua orang lagi mencari ranting kayu.
Siumei dan Lichen ditugaskan untuk mencari ranting kayu.
"Lili mari kita mencari ranting kayu disana" Tunjuk Siumei di satu kawasan yang tidak jauh dari group perkhemahan meraka. Siumei dan Lichen pun pergi ke kawasan yang di sebutkan Siumei tadi.
"Lili, disini banyak sekali ranting kayu. Mudah kerja
kita, tidak perlu pergi jauh - jauh mencari nya. hihi." Sambil tersenyum dan memungut ranting kayu.
"Betul tu.. bertuah... " Belum sempat Lichen menghabiskan ayatnya dia menjerit. " Siumei minggir di sebelahmu ada ular."
__ADS_1