
Ketika mereka menuju ke rumah makan terdekat, Hong Bin memanggil Xiruo. "Xiruo.."
Xiruo berpaling.. "Xiruo bagaiman dengan keadaan mu?"
"Aku udah merasa baikan."
"Aku.. ermm.. selamat ya untuk kalian karna berjaya menjadi murid sekta Gaodu."
"Makasih.."
"Kalau gitu aku pamit duluan."
"Hong Bin.." Xiruo memanggil Hong Bin. "Aku tunggu kau kembali dan menjadi murid baru tahun hadapan." Hong Bin tersenyum mendengar ucapan Xiruo dan mengganggukkan kepalanya. Mereka pun berpisah di situ.
Putra Fu Yi memesan bilik makan pribadi yang muat untuk mereka semua dan memesan makanan yang mahal. Mereka makan dengan gembira untuk meraikan kemenangan yang mereka dapatkan.
"Xiruo kau berasal dari mana?" Xia bertanya.
"Aku berasal dari desa Fuyou."
"Kau Nin Jun? apa kalian dari desa yang sama?"
"Tidak.. aku berasal dari desa Guang, bersebelahan desa Fuyou."
"Oh.. apa memang kalian udah lama berteman?
"Tidak.. kami baru aja berkenalan. Di saat dalam perjalanan ke kota Gaodu, aku bertemu Hong Bin dan seterusnya Nin Jun."
"Iya.. Xiruo seorang yang senang di ajak berteman. Kalau dia tidak menyapaku duluan, mungkin sekarang aku tidak punya teman." Nin Jun tersenyum.
"Aku juga perasan itu, Xiruo memang mudah di ajak berteman." Cisin berkata dan tersenyum.
"Kamu Xia, bagaimana kamu bisa ada di sini? Apa suami mu memberi keizinan?"
"Fu Yi.."
"Suami..? apa Xia udah menikah?" Xiruo bertanya dan Nin jun juga terlihat terkejut.
"Apa kalian tidak tau?" Xiruo dan Nin Jun menggelangkan kepalanya.
"Dia."
"Fu Yi... Jangan.."
"Kenapa??"
"Kalian membuat ku rasa takut." Ujar Xiruo.
"Apa kalian memang rakyat kerajaan utara atau bukan?" Tanya Putra Fu Yi.
"Iya.. kami memang rakyat kerajaan utara." Xiruo dan Nin Jun saling berpandangan. Mereka merasa hairan mengapa Putra Fu Yi bertanya seperti itu.
"Kalau memang kalian rakyat kerajaan utara, mengapa kalian tidak bisa mengenali calon permaisuri berikutnya?"
__ADS_1
"Maksudnya isteri Putra mahkota Ren Zie?" Xiruo bertanya dan Putra Fu Yi mengangguk. "Aku hanya satu kali bertemu Putra Mahkota Ren Zie tetapi tidak pernah melihat isterinya.. yang tahu hanya namanya aja.. Putri Xia..." Xiruo baru menyadari nama Putri Mahkota sama dengan Xia, dia dan Nin Jun langsung berlutut di hadapan Xia.
Mereka berdua mengigil takut di hukum, "Maaf.. maaf kan kami karna tidak mengenali Putri Mahkota." Xiruo dan Nin Jun memohon maaf.
Xia hanya menepuk dahinya. "Fu Yi apa yang kau lakukan. Aku tidak mau mendedahkan identiti ku karna ada tugas yang belum aku selesaikan."
"Tapi Xia..."
"Ya udah kalian bangun.."
"Tapi Putri.."
"Duduk semula di kursi kalian atau aku hukum?"
Xiruo dan Nin Jun langsung bangun dan duduk semula di kerusi mereka tadi, Cisin hanya tersenyum geli hati melihat kelakuan mereka berdua.
"Tugas..? tugas apa Xia?"
"Nanti aku ceritakan padamu, di sini tidak sesuai."
"Jika putri sudi, hamba akan membantu putri untuk selesaikan tugas putri." Nin Jun berkata.
"Hamba juga." Ujar Xiruo.
"Tidak perlu panggil ku Putri dan bicara formal dengan ku, seperti sebelumnya. Dan aku tidak menerima sebarang alasan."
Xiruo dan Nin Jun saling menganggukkan kepala. Setelah itu, Xia pun mengajak mereka ke rumah sewa mereka. Setiba mereka di rumah kontrakkan Xia. Xia mengarahkan temannya untuk memeriksa ketiga tamunya.
"Nagin kamu periksa Xiruo, Zu periksa Nin Jun dan Leo kamu periksa lengan Fu Yi. Pastikan betul- betul, aku tidak mau ada sebarang kesilapan kelak." Xia berkata pada temannya.
Xia mahu memeriksa sama ada mereka mempuyai hubungan atau tidak dengan klan hitam.
Xia membuat tetamunya merasa tertanya-tanya, apa hubungannya memeriksa mereka dengan tugas yang Xia akan lakukan.
"Apa yang sebenarnya, kau lakukan Xia?" Tanya Putra Fu Yi yang telah selesai di periksa oleh Leo.
Leo membisikkan di telinga Xia. "Tiada tanda hitam di lengannya."
Seterusnya Nin Jun dan Xiruo. Mereka berdua juga bukan anggota klan hitam.
"Baiklah aku akan katakan ermm.. apa kalian pernah dengar tentang klan hitam.?"
"Mereka adalah musuh ku. Anggota klan hitam telah membunuh kedua orang tua ku." Nin Jun bicara dengan nada penuh dendam.
"Tunggu dulu, apa kau mengesyaki aku anggota klan hitam?"
Xia mengangkat bahunya. "Aku hanya mau memastikannya saja."
"Apa..??"
"Maaf Fu Yi aku hanya mau memastikannya sahaja. Dia mati karna di bunuh oleh anggota klan hitam."
Putra Fu Yi tahu, siapa yang dimaksudkan Xia.
__ADS_1
"Apa benar??"
"Iya dan aku mau menghapuskan seluruh anggota klan hitam."
"Aku akan membantumu Xia." Ujar Fu Yi.
"Aku juga, aku akan membantu dan menghapuskan anggota klan hitam." Nin Jun bersuara.
"Bagaimana dengan mu Xiruo? Apa kau tau tentang klan hitam?"
"Aku.. aku.. sebenarnya aku tidak pernah dengar tentang dan hitam...he... hee.." Xiruo tersengih malu. Xia ingatkan Xiruo ada hubungan dengan klan hitam karna di tergagap mulanya tetapi dia rupanya tidak pernah mengetahui kewujudan klan hitam.
"Aduhh.. apa-apaan si... mengapa kau bisa tidak tau tentang klan hitam?"
"Mana aku tau.. orang tua ku sibuk berdagang, aku di jaga oleh bibi ku.. Bibi ku hanya ajar aku bermain pedang dan belajar sahaja. Orang tua dan bibi ku selalu memanjakanku, aku tidak pernah mengetahui dunia luar sehinggalah aku meminta izin mau belajar di sini." Terang Xiruo.
"Pantasan kamu seperti katak baru keluar dari cangkang."
"Apa.. apa katamu." Nin Jun langsung berlari karna di kejar Xiruo. Yang lainnya pada tertawa.
"Udah.. udah.. Xiruo aku akan ceritakan padamu siapa itu klan hitam." Ujar Xia yang cuba menghentikan Xiruo dari mengejar Nin Jun.
"Kali ini kau terlepas.." Xiruo menjeling Nin Jun. Xiruo tersenyum, dia hanya mau bercanda sahaja.
Xia pun menceritakan secara ringkas tentang anggota klan hitam dan juga memberitahu mereka tujuan dia datang ke sini.
Nin Jun berdiri dan berkata. "Aku akan membantu dan menghapuskan mereka semua."
"Tugas ini berbahaya dan bisa aja terbunuh jika tidak berwaspada. Apa kau masih sanggup?"
"Aku.. Aku tidak takut. Mereka penyebab aku kehilangan orang tuaku."
"Aku juga... aku tidak takut kehilangan nyawa ku."
"Kau tau tugas ini berbahaya tapi mengapa kau tidak meminta bantuan dari suami mu saja? Atau mungkin dia tidak tau." Tanya Putra Fu Yi
Xia tersengih. "Aku tidak mau melibatkannya."
"Apa.. Apa maksudmu?"
"Ya.. dia tidak tau aku di sini.. kalau kau tidak mau membantu ku, ya udah. Tapi jangan cuba-cuba memberitahu dia yang aku ada di sini.. ngerti kamu?"
"Tapi.."
"Udah la Fu yi.. kau bisa pergi sekarang kalau, jika tidak mau membantuku."
"Baiklah aku akan membantumu dan aku berjanji tidak memberitahu dia ."
Xia tersenyum. "Aku tidak memaksa kalian.. kalian bisa pergi jika mau tetapi tolong rahsiakan apa yang kalian dengar tadi. Jika ada di antara kalian yang membocornya maka aku akan habisi kalian juga."
Nin Jun dan Xiruo langsung berlutut di hadapan Xia.
"Tunggu, ngapain kalian berlutut segala. Aduhh.. bangun.."
__ADS_1
'Aduhh.. orang di zaman ini memang suka berlutut...humm' Xia mengeluh di hatinya.