Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
40 - Memulakan Rawatan


__ADS_3

Setibanya di Istana ibunya, Xia dan yang lainnya pun beristirehat. Xia telah memberitahu Putra Jing Zhi untuk mula merawatnya setelah berlangsung nya jamuan yang kaisar Xi aturkan.


Keesokan harinya, jamuan yang dihadiri para Menteri dan keluarga mereka serta para bangsawan berlangsung dengan meriahnya. Kaisar Xi juga mengumunkan pertabalan Putri Xia Lin menjadi Putri angkatnya.


Putra Jing Zhi yang melihat Xia berdandan cantik dengan baju yang menarik tidak berkelip matanya memandang wajah cantik Xia.


"Mengapa kau memandangku begitu?" Tanya Xia.


"Hemm.. Putri terlihat sangat cantik hari ini." Puji Putra Jing Zhi.


"Xia'er...!!" Terdengar suara nendanya memanggil Xia.


"Nenda.."


"Waaahh.. kamu cantik sekali sayang."


"Apa kemarin kemarin nya, aku tidak cantik? Ermm.." ucap Xia sambil menjeling ke arah Putra Jing Zhi.


Putra Jing Zhi hanya tersenyum, dia pasti sebenarnya Putri Xia mengajukan soalan itu padanya.


Nendanya yang perasan Xia menjeling seseorang, langsung melihat kearah pandangan Xia. Dan terlihat seorang pria tampan disebelah nya.


"Siapa dia? Pacar kamu sayang?" Tanya nenda


"Eheemm.. iya nenda. Aku kekasih Putri Xia Lin. Kenalkan aku Putra ketiga kerajaan utara bernama Putra Jing Zhi." Sambil menunduk hormat.


Nendanya terkejut mendengarkan nya. Udahlah tampan, anak kerajaan terbesar lagi. Bertuah cucunya.

__ADS_1


"Enak aja kamu. Jangan nenda percaya dengan omongannya. Xia bukan kekasihnya." Ujar Xia kesal.


"Apa salahnya. Kalau dia jodohmu, iya.. nenda terima. Sesuai denganmu. Seorang cantik, yang seorang lagi tampan."


"Nen...daa..." Xia membulatkan matanya sambil menggoyangkan lengan nendanya dan menghentakkan kakinya. Orang disekitar hanya melihat gelagat manja Xia.


"Haa... haaa.. haaa..!!!" Nenda dan Putra Jing Zhi ketawa melihat gelagat lucu Putri Xia Lin.


Tiba - tiba Putra Jing Zhi memegang dadanya dan terlihat mukanya pucat. Sepertinya dia menahan sakit.


"Kamu kenapa...?" Tanya nenda, terlihat banyak keringat dimuka Putra Jing Zhi.


Xia langsung memanggil beberapa orang pengawal untuk membantunya membawa Putra Jing Zhi ke kamarnya.


"Nenda tidak usah kawatir, aku akan segera merawat nya. Tenang saja.. percaya lah padaku" ujar Xia cuba menenangkan nendanya. Nenda nya mengangguk kan kepalanya. Lalu Xia memanggil teman nya.


"Leo... Leo.. bantuin aku cepat." Xia memanggil Leo secara telepati, karna tidak mau menimbulkan kekecohan dalam acara keramaian itu. Leo langsung memcari Xia dan terus menuju kearah Xia yang mau keluar dari aula itu.


"Nagin.. Nagin, bawa jiejie Cici bertemu kaisar Xi dan beritahu nya aku akan mula merawat Putra Jing Zhi sekarang ini juga. Setelah itu datang ke kamar Putra Jing Zhi, Jaga diluar pintu dan jangan ijinkan sesiapa pun masuk kedalam kamar." Nagin yang mendengar arahan dari Xia, langsung mengajak Cisin pergi berjumpa dengan Kaisar Xi.


Kaisar Xi terkejut mendengarkan berita dari Nagin. Dia coba untuk bertenang, dan mustahil baginya untuk keluar dari majlis keramaian ini begitu saja.


'Bagaimana ini, mustahil untuk ku meninggalkan Majlis ini begitu saja. Nanti pasti menjadi persoalan. Tidak mungkin aku memberitahu bahawa Putra ketiga kerajaan utara jatuh sakit disini, nanti malah ada musuh ku yang mau mengambil kesempatan. Aku akan pergi melawatnya setelah majlis ini selesai. Aku harus percaya pada anak angkat ku Xia'er. Semoga saja tidak terjadi hal yang serius."' Terlihat muka kaisar Xi tegang karna kawatir.


Xia dan Leo telah sampai didalam kamar Putra Jing Zhi menginap. Xia langsung merasa denyutan nadi Putra Jing Zhi.


"Leo bantuin aku buka baju Putra Jing Zhi dan sisa kan baju nipis nya saja. Aku mau sediakan air dalam bak mandi." Nasib baik kamar mandinya didalam itu jugak. Xia langsung mengeluarkan beberapa botol besar air sungai pemulih jiwa daripada cincin ruang nya yang memang disediakan dari awal untuk kegunaan merawat Putra Jing Zhi.

__ADS_1


Setelah selesai menuang air separuh bak mandi, Xia mengarahkan Leo mengangkat Putra Jing Zhi yang telah pingsan kedalam bak mandi tersebut dan air mula memenuhi bak tersebut. Xia memasukkan pil peningkat qi kedalam mulut Putra Jing Zhi secara paksa. Karna dia memerlukan tenaga untuk melawan rasa sakit yang dirasa bila terkena air pemulih jiwa yang akan mengeluarkan racun dibadannya. Terlihat wajah Putra Jing Zhi memerah dan penuh keringat.


"Aaarrrgghhh...!!" Putra Jing Zhi teriak dan memuntahkan darah hitam dari mulutnya dengan banyak. Putra Jing Zhi kembali pingsan. Xia yang merasa cemas langsung menyalurkan aura qi nya ke badan Putra Jing Zhi. Terlihat wajah Xia kelelahan karna kehilangan banyak aura qi nya.


"Xia hentikan.. kamu akan jatuh sakit jika terus menyalurkan aura qi mu kepadanya." Leo memberi amaran kepada Xia tetapi Xia tidak pedulikan amaran dari Leo.


Leo tidak boleh menyalurkan aura qi nya pada Xia karna kuasanya ditahap sempurna, takut akan merosakkan dentian tubuh Xia.


Haiwan kontrak ditahap sempurna sahaja yang bisa menyalurkan aura qi nya pada tubuh tuannya tetapi tuannya harus memiliki tahap kultivasi sempurna. Jika tidak dentian tuanya akan rosak. Tidak sama dengan manusia yang bisa memberikan aura qi nya kepada sesiapa pun.


Leo yang kawatir langsung keluar kamar. Nagin, Cisin dan Putra Yun terkejut melihat Leo yang seperti mau menangis.


"Mengapa Leo...? Di mana Xia?" Ujar Cisin yang sangat kawatir melihat reaksi Leo.


"Cepat bantuin Xia..!!"


Mereka langsung menuju ke dalam dan menuju ke arah Xia. Mereka terkejut lagi melihat Xia yang memuntahkan seteguk darah. Wajah nya terlihat pucat dan Xia memejamkan matanya, sambil mengerutkan keningnya.


"Cepat Putra Yun dan kamu Cisin alirkan aura qi kalian untuk membantu Xia."


Nagin dan Leo tahu, Xia sedang berlawan dengan aura hitam yang berada di dalam tubuh Putra Jing Zhi.


Xia yang merasakan aura qi baru dalam tubuhnya, langsung menguatkan lagi usaha nya untuk menyingkirkan aura hitam di dalam tubuh Putra Jing Zhi.


Akhirnya Xia berjaya menyingkirkan aura hitam di dalam tubuh Putra Jing Zhi dan mengakibatkan Putra Yun dan Cisin terpelanting, nasib baik Leo dan Nagin telah siap siaga dapat menahan tubuh mereka dari terbentur di dinding kamar. Xia hanya terundur beberapa langkah kesan dari kuasa hitam itu. Terlihat kepulan asap hitam keluar dari tubuh Putra Jing Zhi. Xia langsung memeriksa denyutan nadi Putra Jing Zhi dan keadaannya tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, hanya harus menyingkirkan racun nya dibadannya sahaja


Xia langsung mengeluarkan tiga pil peningkat qi dan tiga botol kecil air sungai pemulih jiwa, memberikan pada Putra Yun, Cisin dan untuk Xia juga. Mereka menelan dan meminum air tersebut. Lalu duduk bermeditasi sebentar.

__ADS_1


Semasa mereka bertiga bermeditasi datang kaisar Xi beserta keluarganya. Kaisar Xi yang berada dihadapan yang lainnya lansung masuk ke dalam kamar yang terbuka, terkejut melihat Xia yang ada sisa darah dibibirnya. Dan melihat Xia sedang bermeditasi bersama anaknya dan Cisin, membuat kan banyak persoalan yang ingin ditanya. Hati nya jadi tidak tenang. Kaisar Xi sangat kawatir.


Tidak sempat kaisar Xi mengajukan soalan, Leo dan Nagin langsung memohon agar kaisar Xi keluar sebelum kakek Xia mengetahui keadaan cucunya.


__ADS_2