Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
98 - Maafkan Bonda


__ADS_3

"Tapi...


"Ayah percayalah pada ku. Kali ini aku akan meminta bantuan dari putra Ren Zie."


Permaisuri Xi berdiri dan mendekati Xia, lalu memeluknya. "Dari dulu kau selalu menderita sayang." Permaisuri Xi menitiskan air matanya.


"Bonda, maafkan aku karna membuat mu khawatir tentang ku." Xia menghapuskan air mata bondanya.


"Bangunlah Xia.." Xia cuba untuk berdiri tetapi kakinya merasa nyilu karna berlutut terlalu lama.


"Arrgghh.." Xia mengigit bibirnya. Leo langsung mengangkat dan letak Xia di kerusi yang berhampiran.


"Apa kau mau, aku urut kakimu Xia?"


"Tidak perlu Renyu, sebentar lagi udah baik kok. Hanya kebas aja."


"Xia apa keputusan mu udah muktamad?"


"Iya bonda." Permaisuri yang berdiri disamping Xia memandang kearah suaminya. Kaisar Xi menjeling isterinya.


"Suamiku, Xia telah berjaya menghapuskan menteri yang terlibat. Pasti mereka sekarang telah kehilangan separuh kekuatan mereka. Aku yakin dengan putri kita, dia pasti bisa menghapuskan musuh dalam selimut yang berada di dalam istana kerajaan utara. Tidak usahlah kita berperang, pikirkanlah ini demi cucu kita juga. Mereka pasti mau mengenali ayah dan keluarga belah ayahnya."


"Tapi dia seorang WANITA... isteriku" Kaisar Xi sengaja menekan kata wanita.


"Xia kan udah berjanji mau meminta dukungan dari suaminya."


Kaisar Xi terdiam dan berfikir sebentar.


"Baiklah, berjanji padaku kau tidak akan bertindak sendiri lagi, Minta bantuan dari suami mu, jika tidak ayah akan kerahkan prajurit ayah untuk membantumu"


"Aku janji akan memberitahu putra Ren Zie. Ayah tidak perlu khawatir."


"Ayah dan bonda akan menjaga Ying Ming dan Mimi dengan baik. Kami akan sentiasa melindungi mereka. Kapan kau mau memberitahu suami mu tentang anaknya dan apa status pernikahan kalian?"


"Aku akan memberitahunya setelah selesai menghabisi kesemua musuhku dan apabila merasa keadaan telah selamat untuk mereka. Mengenai status penikahan ku, aku akan bertanya dengan Putra Ben Zie."


"Kalian berlima, lindungi putri ku dengan baik, jangan biarkan dia berada dalam bahaya atau terluka sedikit pun. Apa kalian mengerti?"


"Kami mengerti...!!" Mereka berkata dengan serentak.

__ADS_1


"Terima kasih ayah. Terima kasih bonda.."


"Kapan kalian akan berangkat ke kerajaan utara?"


"Rencananya petang ini."


"Ermm. berkemaslah... nanti ayah akan baritahu kakek dan nenda mu."


"Kalau gitu aku pamit duluan. Ada yang harus aku katakan pada pengasuh anakku."


Setelah itu, haiwan kontrak Xia langsung masuk semula ke dalam ruang dimensi dan Xia terus pergi ke istana kakek dan nendanya.


"Ying Ming, Mimi sekarang waktunya makan siang." Xia mendekati anaknya. "Kakek nenda, pasti kalian capek melayan karenah mereka berdua."


"Tidak Xia.. nenda bahagia sangat. Terima kasih karna kau dapat memenuhi impian kami." Xia tersenyum melihat nendanya. Kaisar Xi masih belum mempunyai cucu dari anaknya, sebab itu lah mereka sangat teruja ketika mengetahui Xia telah memiliki anak.


Sampai di istana Xiana, Mereka makan siang bersama. Xia meluangkan masa seketika dengan anaknya. Setelah itu Putra dan Putri kecil tidur kelelahan, Xia memanggil Wei Wei dan Lun.


"Wei Wei, Lun ada yang ingin aku katakan pada kalian." Mereka berdua pun mengikuti Xia menuju ketaman dihalaman istana Xiana.


"Aku akan berangkat sekarang. Aku harap kalian berdua bisa menjaga anak-anak ku dengan baik. Aku tidak pasti kapan aku akan kembali. Kalian jaga diri dan jika berlaku sesuatu, langsung beritahu kaisar Xi."


"Maafkan bonda sayang." Xia mencium kedua anaknya. Tidak dapat mengawal emosinya, dia menangis sambil menatap lama anaknya. Yang lain juga turut menangis melihat Xia menangis.


"Walaupun berat untuk bonda meninggalkan kalian, bonda terpaksa demi keamanan hidup kalian kelak."


Xia langsung berdiri dan langsung keluar dari kamar itu. Pada ketika Xia keluar dari kamar anaknya Kaisar Xi, Permaisuri Xi dan Putra Yun datang ke istana Xiana. Xia Dan yang lainnya, memberi salam hormat pada pemimpin kerajaan barat itu.


"Xia.. kalian mau berangkat sekarang?" Kaisar Xi bertaya. Xia menghapus sisa air mata yang mengalir di pipinya. Melihat mata Xia yang merah, permaisuri Xi langsung memeluk Xia.


"Bonda tau kau sedih untuk meninggalkan anakmu. Tenanglah kami akan menjaga mereka dengan baik, jadikan mereka sebagai penguat agar kau bisa kuat dan kembali dengan selamat untuk mereka."


"Terima kasih karna sudi menjaga anak ku. Sekarang aku merasa tenang untuk meninggalkan mereka. Kami akan pergi sekarang."


Kakek dan nenda Xia kebetulan datang ke Istana Xiana dan terdengar bahawa Xia mengatakan akan pergi sekarang. "Kau mau pergi kemana Xia? baru aja sampai, tinggal dulu lebih lama. kakek masih rindu dengan mu. Kami juga belum puas bermain dengan anakmu."Xia memandang Kaisar Xi.


"Ayah, Xia masih ada urusan penting yang harus dilakukan. Xia tidak membawa anaknya pergi. Dia menitipkan pada kita untuk menjaga anaknya."


"Apa benar Xia? pasti urusan mu sangat penting. Pergilah, jangan khawatir tentang anakmu. Nenda dan kakek akan menjaga mereka juga."

__ADS_1


"Aku merasa gembira mendengarnya. Kalau gitu aku pergi dulu."


"Ayah dah siap kan kereta kuda di hadapan istana."


"Tidak perlu ayah, kami akan menggunakan teknik teleportasi untuk pergi ke sana."


"Apa..!!" Mereka semua terkejut mendengarkannya karna bukan sembarangan orang yang bisa menggunakan teknik itu. Xia dan temannya hanya tersenyum. Dan mereka pun langsung pergi.


Beberapa jam kemudian mereka tiba di podok mereka.


"Kita berehat disini dahulu. Malam ini kita akan pergi ke istana."


Ketika mereka tiba di pondok, hari masih senja. Mereka pun berehat seketika sambil menunggu hari gelap. Malam itu Xia dan lainnya langsung menuju ke istana. Mereka tiba di dalam kamar Xia. Setelah tiba, Xia memberi mereka minum air pemulih jiwa.


"Leo.." Xia memberi isyarat pada Leo untuk mengeluarkan aura nya, agar haiwan kontrak Putra Ren Zie bisa megetahui mereka berada di situ.


Memang tepat dugaan Xia. Xiong dapat merasa keberadaan Leo di istana.


Ketika itu Putra Ren Zie baru mau melelapkan matanya, dia di kejutkan dengan kemunculan Xiong secara tiba-tiba.


"Kau membuat ku kaget aja. Ada apa..? apa Putri Xia berada di sini?"


"Benar Tuan, Mereka telah tiba."


Putra Ren Zie terkejut, pada awalnya dia hanya berkata sembrono saja tetapi ternyata benar.


"Benarkah? Di mana dia?"


Tokk.. tokk.. tokk.. Terdengar pintu kamar Putra Ren Zie diketuk. Xiong langsung menghilang.


"Siapa?" Putra Ren Zie langsung membuka pintu kamarnya.


Ming menunduk hormat pada tuannya. "Pangeran, kamar Putri Xia terang. Pelayan juga mengatakan terdengar seperti ada orang berbicara di dalam kamar." Putra Ren Zie melihat kearah kamar isterinya dan ternyata benar, kamarnya terang.


Putra Ren Zie mengambil baju luarannya dan memakainya. "Mari kita kesana sekarang."


Tiba di depan kamar isterinya, putra Ren Zie langsung menendang pintu kamar itu tanpa mengetuk atau memanggil Putri Xia.


Buuukkk.. Pintu terbuka. Putra Ren Zie dan Ming langsung masuk.

__ADS_1


"Udah lama tidak bertemu, ternyata suami ku masih tidak berubah. Suka merosakkan pintu kamarku."


__ADS_2