
Pada malam harinya, bonda permaisuri datang ke kamar Putra Ren Zie.
"Ren Zie..." Panggil Permaisuri Bei yang lansung masuk ke kamar anaknya. Dia melarang pengawal di luar kamar anaknya untuk mengumumkan ketibaan nya di situ.
"Eh.. bonda... Ada hal apa bonda ke sini? Kenapa tidak suruh aja pelayan bonda untuk memanggil ku datang ke kamar bonda?" Ujar Putra Ren Zie sambil berdiri menyambut kedatangan bondanya.
"Apa bonda tidak bisa datang ke sini? ermm.."
"Haa.. haa..bukan begitu maksudku bonda.. duduk lah bonda." Putra Ren Zie berkata sambil menuangkan air teh untuk bondanya dan mereka duduk saling menghadap.
"Kamu sedang buat apa Ren Zie?"
"Aku hanya membaca buku bonda."
"Ren Zie..
"Ya bonda.."
"Apa kau tidak lelah.. kamu baru aja sampai tadi siang di istana. Besok kamu mau berangkat pergi lagi. Jika ada urusan yang bisa di kongsi kan, beri aja pada adikmu putra ke empat."
"Aku tidak apa-apa bonda. Hal ini sangat penting bagi ku, aku harus selesaikannya sendiri. Bonda tidak usah khawatir, aku baik-baik saja." Putra Ren Zie tersenyum melihat bondanya.
"Tapi Ren Zie.."
"Bonda, sebenarnya aku ada kejutan untuk bonda tapi aku akan beritahu bonda setelah aku selesai melakukan tugas ini dan kembali ke istana."
"Kejutan? Kau buat Bonda merasa panasaran aja. Apa tidak boleh beritahu aja sekarang?"
"Ya bukan kejutan namanya kalau aku beritahu bonda sekarang. Bonda yang sabar ya."
"Ada-ada aja kamu Ren Zie. Oh iya, besok kamu mau melakukan tugas apa sebenarnya?"
"Hanya melihat perbatasan utara dan membawa bantuan makanan serta pertukaran prajurit." Ucap Putra Ren Zie yang terpaksa berbohong pada bondanya. Kalau bondanya tau perkara sebenar pasti bondanya tidak akan menizinkan putranya pergi. Permaisuri Bei sangat trauma, dia tak nak kehilangan anaknya lagi. Sekarang Putra Ren Zie adalah satu-satunya anak kandung permaisuri yang masih hidup.
__ADS_1
"Erm.. kalau gitu, kamu istirehatlah sekarang. Bonda pamit dulu.." Permaisuri Bei langsung keluar setelah itu.
Keesokan harinya mereka semua telah bersiap untuk berangkat pergi. Setelah Putra Ren Zie berpamitan dengan ayah dan bondanya, mereka pun memulakan perjalanan mereka.
Putra Ren Zie mengambil jalan jauh dari jalan yang biasa di guna kan, supaya mereka tidak ketahuan musuh.
Di sekta Gaodu, semua murid merasa gembira karna mereka mendapat cuti khas selama seminggu karna guru Tao memberitahu mereka bahawa sekte akan membaik pulih kerosakan dan membersihkan seluruh kawasan sekte.
Maka nya semua murid di beri cuti dan semua murid harus keluar dari kawasan sekte dua hari dari sekarang.
Setelah guru tao habis berucap, mereka langsung bersurai dan pergi ke ruang belajar masing- masing.
Selesai belajar, Xia bersama Cisin dan Xiruo pergi ke ruangan guru Tao. Xia masih panasaran tentang cuti khusus yang di berikan pada mereka.
Setelah sampai ke ruangan guru Tao dan mereka memberi hormat pada guru Tao. Xia memulakan pertanyaannya "Guru apa benar dugaan ku??"
"Apa maksud mu Xia?"
"Guru tao pasti tau apa maksud pertanyaan ku kan? Apa harus aku terangkan lagi?"
"Kalau begitu apa bisa guru memberitahuku setelah Putra Ren Zie sampai di sini?"
"Baiklah.. aku akan memberitahu mu."
"Jika begitu kami pamit dulu."
Guru Tao hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Maaf Putri Xia, aku terpaksa berbohong padamu. Aku bukan tidak tahu waktu yang tepat tapi guru mu ini telah berjanji dengan suamimu untuk tidak memberitahu mu hal ya g sebenarnya. Ini untuk kebaikan mu juga" Ucap Guru Tao setelah melihat Xia telah hilang dari pandangannya.
Dua hari berlalu, semua murid di sekte Gaodu pon meninggalkan sekte untuk pulang ke rumah masing-masing. Xia, Minli dan Cisin menyewa kamar penginapan berhampiran dengan sekte Gaodu selama seminggu. Xiruo mengambil kesempatan ini untuk pulang ke rumah orang tuanya. Xiruo mengajak Xia dan Cisin tetapi mereka menolak karna mau menunggu dan membantu Putra Ren Zie menyerang klan hitam.
Putra Fu Yi dan Nin Jun juga menyewa kamar yang berhampiran dengan kamar Xia. Mereka menghabiskn masa dengan bersiar-siar di sekitar kota Gaodu.
Pada hari kedua mereka bercuti, Xia berjalan di pasar bersama yang lainnya. Xia dan haiwan kontraknya dapat meraskan seseorang telah mengikuti mereka sejak dari tadi.
__ADS_1
"Nagin apa kau dapat merasakan ada seseorang mengikuti kita sejak tadi?" Xia bertanya pada Nagin di dalam pemikirannya.
"Iya Xia. Kami semua dapat merasakan. Apa kau mau aku memeriksanya?"
"Iya, tolong aku cari tau siapa dia dan mengapa dia mengikuti kita?"
"Baiklah aku akan pergi sekarang." Nagin langsung keluar dan menjadi ular emas kecil. Ketika mengejar orang itu. Ternyata, dia dapat merasakan aura Nagin. Orang itu berlari semakin jauh dari Xia. Tetapi Nagin terus mengejarnya, sampai di kawasan yang tidak ada orang. Barulah orang itu berhenti berlari.
Nagin berubah wujud menjadi manusia di hadapan orang itu.
"Siapa kau? Dan mengapa kau mengikuti kami dari tadi hah?" Nagin bertanya dengan marah.
"Aku Xiong, haiwan kontrak Putra Ren Zie, Apa kau tidak ingat dengan aura ku? Aku di arahkan tuan ku untuk menjalinkan kerjasama dengan mu."
"Iya aku baru mengingati mu. Apa maksud mu dengan menjalinkan kerjasama dengan ku?"
"Begini, sebenarnya Tuan ku tidak mau Putri Xia ikut dalam penyerangan klan hitam. Jadi, aku harap kau bisa membantu tuan ku untuk merahasiakan ketibaan kami di sini dan cuba mengelak jika Putri Xia bertanya tentang masalah ini."
"Aku tidak bisa berjanji padamu karna putri Xia tidak mau misi ini gagal. Aku rasa aku harus beritahunya."
"Sebenarnya Putra Ren Zie memandang serius tentang keselamatan Putri Xia dan anak - anaknya. Berilah kesempatan pada Putra Ren Zie untuk membuktikan pada Xia keikhlasan dan ketulusan hatinya untuk menjaga keselamatan Xia dan anak-anaknya. Dan aku yakin, kami akan berjaya menumpaskan musuh."
Nagin terdiam seketika, dia cuba berfikir dengan baik keputusan apa yang harus di ambil. Akhirnya Nagin membuat keputusan. "Baiklah aku tidak akan memberitahu Putri Xia tetang hal ini. Karna aku juga mau mereka baikan. Tapi ada syaratnya."
"Apa syaratnya?"
"Aku akan memberitahu pada teman ku yang lain. Dan ada antara kami akan turut membantu kalian. Karna aku tidak mau misi ini gagal. Bagaimana?"
"Ermm.. baiklah.. Aku akan menunggu kalian di hadapan sekte malam ini."
"Apa malam ini? Kalian akan melakukan serangan malam ini?" Nagin bertanya untuk kepastian.
"iya, tengah malam ini."
__ADS_1
"Baiklah.. aku pergi dulu."
"Tunggu dulu.." Xiong menghalang Nagin yang mau pergi.