Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
25 - Membantu Ratu


__ADS_3

Akhirnya mereka tiba dihadapan sebuah gua. Tiba - tiba mereka terdengar bunyi yang kuat dari arah dalam gua itu.


Aaauuunnnngggg!!!!


"Bunyi apa itu.?" Tanya Xia


"Xia kamu harus masuk kedalam untuk membantunya melahirkan anak. Seperti nya dia dalam kesusahan untuk melahirkan." Ujar Nagin dan diangguk oleh Leo


"APA!! Ayo kita bantunya, kasihan sekali mendengarkan suaranya."


"Apakah kamu juga seorang tabib Xia?" Soal Leo


"Aku akan melihatnya dulu dan membantunya jika boleh." Ujar Xia merendah diri.


"Mari aku menghantarkan kamu kedalam."


Didalam gua ada rubah yang sedang sakit untuk melahirkan anaknya. Dia dapat merasakan aura yang berada di luar gua. Salah satu nya adalah si singa mutasi temannya dan yang lain nya tidak diketahui. Semasa mereka ingin memasuki gua terlihat seekor rubah telah datang menyambut temannya.


"Singa mutasi kamu kah itu.?" Soal rubah itu.


"Iya ini aku dan datang bersama teman ku. Apakah isterimu mau melahirkan?" Soal Leo


"Begitulah, tapi seperti dia sukar untuk melahirkan anak kami. Maklumlah ini kelahiran pertama untuknya."


"Bisa aku melihatnya, mana tau aku bisa membantunya." Tanya Xia


"Siapa kamu, apakah kamu tabib?" tanya rubah jantan itu.


"Tenang, ini teman ku. Bisa ijinkan dia melihat isterimu, mana tau dia bisa membantunya" terang Leo.


Rubah jantan itu melihat Xia dan teman nya, dia tidak merasa ada aura jahat yang keluar dari mereka. Lalu mengijinkan mereka masuk untuk bertemu isterinya. Xia masuk dalam gua dan sampai di ujung gua dia melihat ada seekor rubah putih berekor sembilan sedang merintih kesakitan sambil mengerak-gerakkan ekornya.

__ADS_1


"Bisa tinggal kan aku dan dua teman ku disini, aku perlu fokus di saat melakukan perawatan." Mereka yang lainnya pun keluar dari gua, yang tinggal hanya Xia, Cisin dan Nagin untuk membantu rubah itu melahirkan.


"Nagin bisakah kamu membantuku menggambil air suam satu baskom dan air sungai pemulih jiwa satu kendi. Jiejie kamu ikut Nagin masuk kedunia dimensi dan ambilkan beberapa kain bersih distanaku." Mereka menganggukkan kepala dan segera pergi.


"Hai, aku Xia. Apa kamu faham bahasa manusia?" rubah itu tidak berkata tetapi hanya menganggukkan kepalanya sambil mengerang kesakitan. "Aku akan cuba membantumu dalam proses kelahiran mu." Lalu Xia memeriksa detak jantung rubah itu dan melihat apakah jalan keluar anaknya telah terbuka. Tiada apa yang perlu dikuatirkan, keadaan kesihatan nya bagus, hanya merasa kesakitan kontraksi biasa. Xia cuba menenangkan rubah itu dengan membelainya dan menyuruhnya mengikuti teknik Xia bernafas. Cisin dan Nagin datang membawa barang yang diperlukan.


"Baiklah sekarang kita akan memulai, untuk membantu mu melahirkan. Kamu minum air ini dulu. Air ini bisa memberimu pertambahan tenaga." Setelah meminumnya ternampak yang rubah itu cuba mula mengeluarkan anaknya, akhirnya ternampak kaki anak nya keluar dan Xia cuba untuk menariknya. Akhirnya keluar seekor anaknya, Xia memberi anak rubah itu kepada induknya untuk membersihkan anak nya. Dan rubah itu melakukan proses yang sama sehingga kesemua enam ekor anak yang dilahirkan. Xia memberi lagi baki air pemulih jiwa kepada rubah itu agar bisa kembali bertenaga. Akhirnya Xia membersihkan sisa darah pada rubah itu.


"Nagin bisa kamu panggil mereka untuk masuk."


"Baiklah." Nagin pun keluar untuk memanggil keluarga rubah itu.


Mereka merasa gembira melihat rubah itu selamat melahirkan anak yang imut imut.


"Terima kasih kerana membantu isteri dan anakku. Maaf kan aku karna mulanya aku mencurigaimu. Biasanya manusia akan tertarik dengan bulu kami. Jadi mulanya aku takut kamu hanya ingin mengambil bulu kami."


"Tidak apa apa, Aku memahami. Yang penting isteri dan anakmu sihat."


"Bisa aku tau yang mana satu kakakmu?" Soal Xia, Rubah itu pun memanggil kakaknya


Terlihat seekor rubah berekor lima berwarna oren putih menuju ke arah mereka. Bulunya terlihat cantik dan gebu


"Jiejie apa kamu setuju untuk mengambil nya sebagai haiwan kontrakmu? Apa yang aku lihat kuasa kultivasi nya berada di tahap menengah awal di pangkat dua." Soal Xia kepada Cisin. Cisin menganggukkan kepalanya setuju dan dia tersenyum.


"Aku setuju untuk mengambilmu menjadi haiwan kontrak ku."


Rubah itu pun memberi mutiara merah kepada Cisin. Mutiara merah menandakan elemen api. Cisin mengambilnya dan menelan mutiara itu. Terlihat cahaya bewarna merah keluar dari badan Cisin. Dia pun duduk bermeditasi sebentar untuk menstabilkan kuasa baru yang dimilikinya.


Sementara menanti Cisin bermeditasi, mereka yang lainnya duduk berehat dan dihidangkan beberapa jenis buah. Semasa Xia memakan buah, dia dihampiri oleh seekor rubah.


"Maafkan saya, anda diminta untuk masuk kedalam gua, ratu kami memanggil anda."

__ADS_1


"Ratu rubah?" tanya Xia keliru


"Ya, yang kamu bantu tadi itulah ratu rubah berekor sembilan." Terang Leo


"Kamu tolong jagakan jiejie ku sebentar." Xia menyuruh haiwan kontrak Cisin untuk menjaga Cisin seketika dia mau berjumpa rubah berekor sembilan. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Xia dan kedua haiwan kontrak nya masuk kedalam gua.


"Maaf aku mengganggu kalian berehat." Ujar suami ratu rubah berekor sembilan.


"Kamu tidak mengganggu kami." Ucap Leo


"Sebenarnya aku telah sepakat dengan isteriku untuk memberi kamu salah satu anak kami untuk dijaga kalian sebagai ucapan terima kasih ku kepada mu Xia."


"Maaf, aku tidak bisa menerima nya. Anak mu memerlukan kasih sayang dan perhatian dari kalian berdua. Aku ikhlas membantu kalian dan tidak mengharapkan balasan." Ujar Xia.


"Xia terima lah. Kelak kamu bisa meminta bantuan darinya. Kaum kami sangat setia pada ketuanya. Kami juga amat berbesar hati jika kamu ingin menjaga anak kami dan jika kelak kamu ingin meminta pertolongan dari kami, kamu boleh menyuruh anak kami menyeru kami untuk datang kepadamu." Ujar ratu rubah.


"Tapi.."


"Aku tidak menerima penolakan Xia" potong Ratu rubah berekor sembilan. Lalu ratu rubah itu merubah menjadi wujud manusia dan mengambil salah satu anak nya dan menyerahkan pada Xia.


"Aku yakin padamu yang bisa menjaga anak ku dengan lebih baik dan aku tahu kamu seorang gadis yang jenius."


Xia mengambil anak rubah itu. Imut sangat, bulunya mengikut ibunya berwarna putih. Walaupun baru dilahirkan anak rubah itu udah memiliki bulu yang lebat.


"Kelak dia akan menjadi seperti ku jika kekuatannya meningkat."


"Tapi susu apa yang aku akan berikan padanya?"


"Kamu tidak bisa kawatir tentang itu." Rubah itu mencabut satu bulu nya dan membaca mentera, lalu bulu itu merubah menjadi qirbah (sebuah kantong air yang diperbuat daripada kulit binatang)


"Didalamnya terdapat susu ku yang akan habis setelah anak ku mencapai usia sebulan. Kamu bisa memberi makanan yang lembut padanya pada usia nya mencecah dua minggu." Terang ratu rubah.

__ADS_1


__ADS_2