Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
21 - Negosiasi


__ADS_3

"Apa kamu udah sadar, kamu harus istirehat yang banyak. Agar luka dibadan mu bisa cepat pulih." Kata tabib Hong, Ren Zhi pun menutup kembali matanya karna memang dia merasa lelah sekali.Tabib Hong langsung menarik tangan Chumi menjauh.


"Chumi apa yang kamu lakukan.?"


"Aku tidak melakukan apapun kakek. Hanya mengiyakan aja. Ala kek bukan nya dia tau siapa yang menyelamatkan nya. Buktinya tadi dia malah menanyaku. Nanti kakek bantu aku ya, beri tahu sama pria tampan itu bahawa aku yang menyelamatkannya. Paling tidak mana tau aku bisa menikahinya." Chumi tersenyum dengan angan angan kosong nya.


Tabib Hong akhirnya bersetuju mengikut rancangan cucu kesayangan nya.


Ren Zie yang tidak bisa tidur hanya baring sambil termenung. 'kenapa dia menciumku ketika itu, apakah dia mengambil kesempatan terhadapku Yang tidak bermaya ketika itu'. Guman Ren Zhi di dalam fikirannya, padahal Xia cuba menyelamatkannya, tapi dituduh cuba melecehkannya.


FLASHBACK OFF


Ren Zhi hanya tersenyum pada Chumi. Akhirnya Ren Zhi pergi meninggalkan rumah tabib Hong. Walaupun Chumi merasa kecewa dengan pemergian Ren Zhi tapi dihatinya dia bertekad akan pergi mencari Ren Zhi di kerajaan utara.


'Aduh aku lupa menanyakan dia bagaimana mau mencarinya bila tiba di kerajaan utara.' Gumam Chumi dihatinya sambil mengetuk dahinya. Chumi baru teringat akan hal itu setelah Ren Zhi hilang dari pandangannya.


Di kerajaan Selatan, putra mahkota Huan Zo dan yang lain nya telah tiba di istana. Mereka memberi tahu kaisar bahawa mereka tidak menjumpai Puteri Xia Lin dan pelayannya di dalam hutan Lingzhi. Kaisar Nan mengarahkan Putra Feng Xi untuk memimpin proses negosiasi dengan kaisar Xi dikerajaan barat. Bagi menerangkan perkara yang membabitkan kematian Puteri Xi Xiana dan Putri Xia Lin. Walaupun bimbang akan reaksi yang diberikan oleh kaisar Xi, mereka harus hadapi. Mereka akan berangkat ke kerajaan Xi dua hari kemudian.


Hari yang dinanti telah tiba. Putra Feng Xi, Putra Mahkota Huan Zo dan jeneral muda Zan memulakan perjalanan untuk menuju ke kerajaan barat. Mereka juga membawa beberapa orang prajurit. Setelah tiba di istana kerajaan barat, Mereka dibawa ke aula perhimpunan dan menanti ketibaan Kaisar Xi. Hanya empat orang yang masuk ke aula perhimpunan iaitu putra Feng Xi, Putra mahkota Huan Zo, Jeneral muda Zan dan menteri Chu yang dikat. Para prajurit menanti mereka di luar aula.


Kaisar Xi ketika itu sedang berada di bilik bacaan bersama ayahnya kaisar Xi terdahulu, mereka terkejut dengan kehadiran tetamu yang di sebutkan oleh seorang pengawal, Kaisar Xi dan ayahnya saling berpandangan dan akhirnya mereka bergerak menuju ke aula perhimpunan.


Setibanya di aula, Kaisar dan ayahnya terkejut melihat menteri Chu diikat. Belum sempat para tetamu memberi hormat kaisar Xi telah menanyakan soalan.

__ADS_1


"Mengapa dengan adik ipar ku? Kesalahan apa yang dia lalukan sampai kamu tega membiarkan ayahmu di ikat Putra Feng Xi?" Soal Kaisar Xi sambil mengerutkan keningnya.


"Hormat paman kaisar dan kakek, hamba hadir di sini ingin membahas kesalahan yang ayah hamba lakukan." Ucap Putra Feng Xi Sambil menundukkan kepalanya.


"Lanjutkan ucapanmu." Kaisar Xi bertambah hairan, kesalahan apa yang dilakukan adik iparnya sehingga perlu dibahas di kerajaan barat.


Putra Feng Xi terdiam, dia tidak sanggup untuk menerangkan kekejaman yang dilakukan oleh ayahnya dan Selir Ming. Dia melihat Putra mahkota Huan Zo dan berharap agar putra mahkota Huan Zo bisa menerangkannya. Putra mahkota mengangguk kepalanya mengerti akan maksud Putra Feng Xi


"Hormat Kaisar Xi dan Kaisar terdahulu, sebenarnya perkara ini melibatkan dengan kematian Putri Xi Xiana dan anaknya." Ucap Putra mahkota Huan Zo.


"Apa maksudmu, bukan kah kematian putri kesayanganku akibat kehilangan banyak darah semasa proses kelahiran dan putrinya meninggal seminggu setelah kelahiran karna demam." Ucap Kaisar terdahulu memastikan


"Ampun yang mulia, itu yang kita semua ketahui tapi sebenarnya kematian Putri Xi Xiana telah dirancang oleh Selir Ming. Dia telah meracuni Putri Xi Xiana dan anaknya yang telah meninggal. Putri Xi Xiana melahirkan dua orang puteri pada ketika itu tapi salah seorang putri nya mati diracun oleh selir Ming dan yang seorang lagi masih hidup..." belum sempat Putra mahkota Huan Zo menghabiskan kata nya, kaisar terdahulu menjerit.


"AYAH!!!!." Kaisar Xi menjerit.


"KAKEK!!!" jerit Putra Feng Xi, mereka semua kelihatan cemas.


"Pengawal panggil kan tabib segera dan kamu angkat ayah beta ke dalam kamar." Muka Kaisar Xi memerah menahan amarah. Dia melihat menteri Chu dan Putra Feng Xi seperti ingin membahamnya.


"Perkara ini akan dilanjutkan setelah ini. Kalian semua tunggu di aula ini sampai beta datang kembali ke sini." Ujar Kaisar Xi. "Pengawal pastikan tiada siapa yang bisa keluar dari aula ini tanpa persetujuan dari beta, tutup semua pintu yang ada." Arah Kaisar Xi kepada pengawal yang menjaga aula.


Sebelum pergi kaisar Xi sempat memberi ancaman kepada tetamunya. "Beta akan membuat perhitungan dengan kalian setelah ini." Ucap kaisar Xi dengan tegas dan berlalu pergi

__ADS_1


Kaisar terdahulu tidak lagi tinggal di istana, dia datang hari ini ke istana kebetulan untuk bertemu dengan anak dan cucunya. Semasa mengangkat kaisar terdahulu menuju ke kamarnya, keadaan menjadi kacau pabila isteri kaisar terdahulu dan cucunya terlihat kakek mereka diangkat tidak bermaya. Semua yang melihat terus berjalan menuju ke kamar kaisar terdahulu. Tabib diraja tiba dengan cepat untuk memeriksa keadaannya.


"Bagaimana keadaan ayah beta tabib?" Soal Kaisar Xi. Ibunda kaisar Xi menangis melihat suaminya yang terlihat sangat tidak bermaya.


"Ampun yang mulia, setelah hamba perika ternyata ayah tuanku telah terkena serangan jantung. Baginda tidak boleh kewalahan atau terkejut, hamba telah memberi obat penenang dan kini keadaannya telah stabil. Sebentar lagi ayah tuanku akan sadar. Tetapi perlu banyak beristirehat. Hamba akan menyediakan beberapa obat lagi untuk ayah tuanku." Ujar tabib yang merawat.


"Baiklah tabib kamu bisa pergi." Ujar Kaisar Xi


"Anakku apa yang terjadi dengan ayahmu? Tadi bonda lihat dia sihat saja." Soal bonda kaisar Xi.


Kaisar Xi serba salah untuk berterus terang kepada bondanya.


"Mo Lan.." panggil ayah kaisar Xi


"Ya ayah. Ayah udah sadar. Apa ada yang sakit?" ucap kaisar Xi.


"Bawa ayah bertemu mereka." Ucap ayahnya lemah dan tidak menjawab pertanyaan anaknya.


"Tidak ayah, kata tabib ayah perlu istirehat. Biar Mo Lan yang uruskan hal ini." Ujar Kaisar Xi Mo Lan


"Setelah ayah jumpa mereka, ayah akan istirehat. Ada yang harus ayah tanyakan pada mereka." Terlihat kesedihan dari raut wajahnya.


"Mereka, siapa mereka yang kanda maksudkan?" Akhirnya isterinya bersuara sambil melihat suami serta anaknya.

__ADS_1


__ADS_2