Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
56 - Jeneral Serigala


__ADS_3

Leo, Xia dan Nagin langsung duduk bersila diatas tanah disebelah mereka ada Miho dan Kibo. Mereka duduk berdekatan dengan array, agar serigala itu dapat melihat mereka. Leo coba untuk berinteraksi dengan ketua mereka melalui teknik telepati.


"Aku udah ketemu dengan ketua mereka dan aku udah memanggilnya kemari." Ujar Leo dipikiran Xia dan Nagin.


Terlihat seekor serigala yang lebih besar dari yang lainnya datang menghampiri array. Serigala itu merenung dengan bengis kearah mereka. Leo menyalurkan qi kepada Miho agar bisa bicara secara telepati dengan mereka, manakala Nagin menyalurkan qi nya untuk Kibo.


"Mengapa kalian menyerang kami?" Tanya Xia


"Huh.. ras ku akan membunuh semua manusia yang melalui jalan ini." Jawab ketua serigala


"Tapi mengapa kau melakukan itu, kami tidak mengganggu kalian?" Tanya Nagin.


"Bukan urusanmu."


Greeiiigg.. Kibo dan Miho membuat bunyi tanda geram mendengar serigala itu berkata. Xia membelai Miho supaya bertenang.


"Kita harus berbincang dengan damai." Leo berkata.


"Aku tidak mau berbincang, kalian harus ku bunuh." Serigala itu menunjukkan giginya untuk menakutkan manusia di depannya.


"Apa kau tidak lihat, disini ada anak kepada ratu rubah." Ujar Leo sambil menunjuk kearah Miho. Serigala itu coba merenung tajam ke arah Miho.


"Aku tidak percaya pada kalian. Kecuali kalian bisa membuktikan kebenarannya."


Mereka tiada cara lain, mereka harus memanggil ratu rubah agar bisa membantu mereka.


"Baiklah kami akan keluar, tapi jangan kalian mencoba untuk menyerang kami. Jika tidak mau menanggung akibatnya. Arahkan anak buahmu berundur beberapa langkah." Ucap Xia dan terlihat ketua serigala memberi arahan kepada anak buahnya menggunakan bahasa serigala. Setelah serigala berundur beberapa langkah, Xia pun memegang dinding array. Xia, Leo, Nagin, Miho dan Kibo pun keluar dari array itu. Perbincangan antara ketua serigala dengan Xia dan teman nya, tiada seorang pun yang mengetahui nya. Mereka yang didalam array terkejut dengan tindakan Xia. Terlihat wajah mereka kawatir akan keselamatan Xia dan temannya. Mereka tidak mengeluarkan suara karna udah diberi amaran oleh Xia tadi. Dari dalam array tidak terdengar sebarang suara dari luar.


"Aaauuu.. aaauuu.. aaauu.." Miho mula memanggil ibunya. Terdengar mendayu - dayu bunyi Miho memanggil ibunya untuk meminta bantuan.

__ADS_1


Ratu rubah dapat mendengar suara meminta bantuan dari anaknya, dia langsung memberitahu pasangannya. Suaminya harus menjaga anak dan kawasan jajahan mereka, dia hanya memberi ijin kepada isterinya untuk pergi. Dan tanpa melengahkan masa ratu rubah langsung melakukan teknik teleportasi menggunakan arah suara itu datang. Kelebihan ratu rubah berekor sembilan, bisa membuat teleportasi mengikuti suara keluarga yang memerlukan bantuannya atau menyerunya. Jika tidak dipanggil, dia tidak bisa melakukan teknik itu. Tidak berapa lama terlihat seekor rubah berekor sembilan muncul dihadapan Xia. Rubah itu sangat besar.


"Apa yang terjadi disini?" Tanya ratu rubah. Terlihat serigala mula berundur beberapa langkah.


Ketua serigala menghampiri ratu rubah dan menunduk hormat. "Mengapa kamu membawa pasukanmu kesini jeneral? Apakah mereka menyerang kalian?" Tanya ratu rubah untuk kepastian. Tanya ratu rubah yang memang mengenali ras serigala.


"Hamba menerima berita bahawa ada sekumpulan manusia memasuki wilayah kami. Hamba hanya khawatir mereka mau menyerang kami seperti sebelumnya. Sebab itulah hamba memimpin pasukan hamba kemari." Terang jeneral serigala.


"Apa benar itu Xia, kalian mencoba untuk menyerang mereka?" Tanya ratu rubah.


"Tidak benar. Kami hanya menumpang beristirehat disini. Besok kami akan berangkat menuju ke Istana kaisar Timur untuk berbincang, berkaitan pemberontak yang mau menjatukan kaisar Nan yang bermarkas diwilayah jajahaannya." Terang Xia.


"Kamu dengar itu jeneral. Tidak biasanya kalian menyerang seperti ini. Ada apa sebenarnya?"


"Sebenarnya beberapa bulan yang lalu, ketika Putra dan Putri sedang bermain dihutan. Datang sekumpulan manusia yang menyerang mereka menggunakan panah beracun. Pengawal mereka juga dipanah dan tewas kesemuanya. Nasib baik hamba datang tepat pada waktunya, tetapi 5 dari pada mereka telah terkena panah beracun itu. Satu telah mati dan empat masih tidak sadar kan diri. Mereka juga menunggu masa untuk mati, karna para tabib tidak bisa menggobatinya." Serigala itu menundukkan kepalanya bersedih karna sebagai jeneral, dia tidak bisa melindungi nyawa Putra Putri raja mereka.


"Apa aku bisa melihat keadaan mereka?" Ujar Xia.


"Dia adalah seorang tabib. Di pernah membantuku melahirkan anak - anak ku. Kita perlu memberi peluang kepadanya. Mana tau, dia bisa membantu menyembuhkan Putra Putri kalian." Ucap ratu rubah.


"Tapi.."


"Tidak usah kawatir, dia seorang yang baik. Buktinya anak ku ini dijaga dengan baik olehnya sejak lahir."


"Apa!! Sejak lahir"


"Iya, terima kasih Xia. Anak ku terlihat sihat dan lebih besar dari saudaranya yang lain."


"Ibu.." Miho mendekat dengan ratu rubah dan ratu rubah langsung merubah ujud menjadi manusia, terlihat seorang wanita yang anggun dan menawan dihadapan mereka. Ratu membelai dan mencium anaknya.

__ADS_1


"Jadilah anak yang baik." Ujar ratu rubah.


"Namanya Miho dan yang selalu menjaganya adalah Kibo, kakak iparmu." Ujar Xia.


"Miho, nama yang unik." Ratu rubah tersenyum dan memandang Kibo sambil menunduk kepalanya tanda terima kasih dari ratu. Kibo juga membalasnya.


"Baiklah, aku akan membawa kalian ke Istana tapi aku hanya akan memberitahu raja bahawa ratu rubah mau bertemunya. Selebihnya kalian sendiri harus beritahu raja."


"Baiklah.. Mari kita berangkat ke kerajaan serigala sekarang." Ujar ratu rubah dan langsung mengubah ujud kembali menjadi rubah yang besar.


"Tunggu, apa aku bisa membawa seorang teman ku yang didalam itu?" Tanya Xia


"Tidak bisa, bukan sembarangan manusia yang bisa memasuki di kerajaan kami. Kamu hanya akan memancing kemarahan ras serigala kami. Jika bukan kerana ratu rubah, aku juga tidak akan membawamu." Kata jeneral serigala dengan tegas.


"Kalau gitu, arahkan pasukan mu untuk berundur dahulu karna aku akan membuka array ini. Aku kawatir prajurit ku merasa takut dengan kalian. Dan aku mau pamit dengan mereka." Jeneral serigala pun menyuruh pasukannya untuk berundur ke dalam hutan dan mereka menurut arahan jeneral mereka tanpa bantahan.


Xia membuka array. "Tidak usah kawatir mereka tidak akan menyerang, kalian bisa beristirehat dengan tenang." Ucap Xia.


"Xia'er" Putra Feng Xi dan putra Jing Zhi mendekati Xia.


"Kak, Jing Zhi, dengar kan kataku. Besok pagi kalian harus segera berangkat dan aku akan menyusul kalian apabila selesai membantu mereka."


"Aku ikut denganmu Xia" ucap Putra Jing Zhi yang kawatir akan keselamatan Xia.


"Tidak bisa, aku akan berangkat sekarang. Jaga diri kalian semua." Xia memandang mereka tersenyum. "Tidak usah kawatir, mereka akan menjagaku dengan baik. Percayalah."


"Xia cepat naik ke belakang badan ku, kita harus bergerak dengan pantas. Kamu juga Miho, naiklah dibelakang ibu." Ucap ratu rubah.


"Tidak, aku akan naik bersama Leo" Xia menunjuk kearah Leo yang telah berubah ujud menjadi singa mutasi. Sebenarnya Xia merasa sungkan nak naik di atas badan ratu.

__ADS_1


" Nagin akan naik bersamanya, tidak usah menambah bebannya. Naik aja denganku tidak perlu sungkan." Ujar ratu rubah.


__ADS_2